Anda di halaman 1dari 136

Desain Produk

Dhimas Satria
Program Studi Teknik Mesin FTUNTIRTA
Email: dhimas@untirta.ac.id

Referensi
1.

2.

3.
4.
5.
6.
7.
21/09/16

Arora, J.S., 1989, Introduction to Optimum Design,


McGraw-Hill, International Edition, Mechanical
Engineering Series.
Cagan, J. and Vogel, C.M., 2002, Creating
Breaktrhough Products-Innovation from Product
Planning to Program Approval, Prentice Hall
Herst, K.S., 1999, Engineering Design Principles ,
Arnold Publisher.
Petroski, H., 1996, Invention by Design, Harvard
University Press.
Ulrich, K. T. and Eppinger, S., 1995, Product Design
and Development, McGraw-Hill, Inc.
Suh, P., 2000, Competitive Product Design, SpringerVerlag.
QFD (Quality Function Deployment)
Dhimas Satria (Untirta)

Daftar Isi

Pendahuluan
Proses pengembangan dan organisasi
Proses pengembangan
Konsep pengembangan
Penerapan konsep

21/09/16

Technology-Push Products
Platform Products
Process intensive Products
Customized Products

Organisasi pengembangan produk

Identifikasi customer needs (+Ref.3/hal.16-31, Ref.2/hal.9-31)


Menetapkan spesifikasi produk (PDS)
Pembuatan konsep-konsep (+Ref.3/hal.32-48)
Pemilihan konsep
Arsitektur produk
Desain industri
Desain untuk manufaktur
Pembuatan prototype
Analisa ekonomi dalam proyek pengembangan produk
Manajemen proyek pengembangan produk

Dhimas Satria (Untirta)

Menumbukan
Motivasi

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

Karir
(Strata)

Karir
S3+
S3
S2
S1
Waktu (Tahun)
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

Menumbuhkan
Kreativitas

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

3 Elemen Kreativitas

Skill Berpikir
Kreatif

Ekspertis

Kreativitas

Motivasi
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

The ability to make or otherwise bring into existence


something new, whether a new solution to a
problem,
a new method or device, or a new artistic object or
form (Encyclopedia Britannica 2002)

Creativ
e?
Characterized by or productive of new things
or
new ideas : Innovative, inventive (Rogets II
Thesaurus)

Promoting
construction
or creation
21/09/16
Dhimas Satria (Untirta)
Having ability of power to create
Having the power or productive of new things

21/09/16

Belajarl
ah
dari
Alam !
Dhimas Satria (Untirta)

Kreativitas
Lahir dari
kejelian
mengamati
Alam !
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

10

Creative thinking

21/09/16

IDENTIK

Dhimas Satria (Untirta)

Problem Solving

11

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

12

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

13

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

14

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

15

MASALAH :
KEAMANAN LINGKUNGAN

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

16

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

17

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

18

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

19

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

20

Gaya
hidup
minimali
s
Lahan
sempit
Tempat
tinggal
terbatas

21/09/16

Rumah
minimali
s
Dapur
minimali
s
Peralatan
multifung
si
&Satria
all(Untirta)
in
Dhimas
one

Berantak
an
Peralata
n dapur
terbatas
21

Tempat penyimpanan
makanan

Tempat meracik

Kotak sendok, garpu,


dan botol

Tempat
kompor

Lemari perabot

Lemari
penyimpanan
piring & gelas

Rak penyimpanan

Tempat
sampah
sementara
Tempat penyimpanan
tabung gas

Tempat
penyimpanan
tabung gas

Tempat
penyimpanan
makanan

Lemari perabot

Rumah
Sebagian besar dari kita mencintai rumah tapi terkadang belum tentu dengan
lingkungan kita. Bagaimana jika kita bisa bergerak atau berpindah bersama
rumah kita? Di Crambridgeshire, Inggris, sebuah rumah yang dibuat dengan 6
buah kaki. Rumah ini memperoleh daya dari sel surya dan memiliki dapur,
toilet, sistem drainase hujan, kamar tidur dan tangga untuk masuk.

Watermill
Watermill adalah perangkat yang dapat membuat air dari udara tipis, secara
harfiah. hal ini ditemukan oleh perusahaan yang berbasis di Kanada Element
Four. Element Four berharap alat baru ini akan menjadi alat rumah tangga
yang umum dalam waktu dekat.

Uno
Uno ditemukan oleh Poss Gulak berusia 19 tahun. Ini adalah sepeda motor
dengan hanya mempunyai satu buah ban. Menggunakan teknologi gyro
untuk menjaga keseimbangan.

Konversi Energi:
1.Andromeda Ginting (2010)
2.Arif Okta (2010)
3.Indra Pradana (2011)
4.M. Ramdan (2011)
5.Ahmad Fauzi (2011)
Material:
1.Edo Putra (2010)
2.Arismunandar (2010)
3.Yogi Pratama (2011)
Perancangan:
1.Ikhsan Maulana Arief (2011)
2.Tomi Yosua (2011)
3.Ruben Austin (2011)
4.M. Glenn Nierwan (2011)
5.Tubagus Alam Nusa (2012)
6.Abdurrahman Siregar (2012)

Pendahuluan

From Concept to Production


Concep
t
design

Detail
design

Engineerin
g Analysis

Prototyping

Tooling

Production

Conceptual 3D CAD&Modelling
Detail
VR & FEA
Virtual
Prototyping
Engineering Analysis

Prototyping

Waktu yg
dihemat=
RP & Manufacturing

Tooling

Production
21/09/16

Rentang
Dhimas Satria (Untirta)
Waktu

36

CAD-FEAnalysisPrototype
CAD
FEA

Prototype

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

37

Contoh: Studi Kasus


1

21/09/16

Benchmarking Produk (Produk


sepeda motor merk Honda Tahun
1996, 2000 dan 2004).
Identifikasi perubahan desain:
Fungsi (Function)
Bentuk (Shape)
Materials
Proses manufaktur (Manufacturing
Process)

Dhimas Satria (Untirta)

38

Creating Breakthrough
Product
Kombinasi TECHNOLOGY dan STYLE (Include:Confort)

Low

STYLE

High

Low

High
TECHNOLOGY

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

39

Creating Breakthrough
Product
Kombinasi TECHNOLOGY, CONFORT dan STYLE

Low

High

CO
NF
O
RT

Low

STYLE

High

TECHNOLOGY
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

40

Siklus Teknologi

Tingkat
Kematangan

Perlu Inovasi
Pertumbuhan

Matang

Penuaan

Waktu
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

41

Perancangan & Pengembangan Produk

Product can be developed to follow

SMEs

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

Market

Technology

Market pull (Customers driven) or


Technology push (Technology driven)

42

Market Pull Based Product


Family
Family Tree
Tree of
of Dsg
Dsg
Function

Kreativitas
Kreativitas
penting!!!
penting!!!

Ergonomic
Aesthetic
New Tech&ICT

Mission
Customer
Customer
Needs
Needs
(Innovative,Q,
(Innovative,Q,
$,
$, t)
t)

Spec
Spec Target
Target

Generate
Generate
Concept
Concept
Design
Design

Concept
Concept
Selection
Selection

Economic
Economic
Analysis
Analysis (Mfg
(Mfg
Cost)
Cost)

Spec
Spec Refining
Refining

Final Concept Design


(AutoCAD, SolidWorks,
CATIA, ProEng etc)

NEXT

Concept Development Time&Cost


21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

43

Misi

Diskripsi singkat produk


Goal
Target Market
Asumsi
Stakeholders

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

44

Pengolahan data

Bobot=angk
Bobot=angk
aa

Indikator
(Kuantitatif)

Statistik

Hasil Kuesioner
(Kualitatif)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

45

Customer Needs

Customer Needs=Product Opportunity Gap


SET factors: Social-Economic-Technology
Social Trends

Economic
Forces
21/09/16

Product
Opportunit
y Gap
(POG)

Technology
Advances

E
Dhimas Satria (Untirta)

46

Creating Breakthrough
Product
Combination of TECHNOLOGY and STYLE

Low

STYLE

High

Low

High
TECHNOLOGY

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

47

Position of our product


Competitor

Our product

Q
$
t
Need to be planned

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

48

Adoption New Tech+ICT in Product&Process

INPUT

PROCESS

Raw
Materi
al

Production
Process

OUTPUT

OUTCOME

Product

Market
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

49

Time Compression
Compression

From
From Concept
Concept to
to Production
Production
Concep
Concep
tt
design

Detail
Detail
design
design

Conceptual

Engineerin
Engineerin
g
g Analysis
Analysis

3D CAD&Modelling

Tooling
Tooling

New
Tech&ICT
play the role
here

Detail
Virtual Prototyping

Prototyping
Prototyping

VP & FEA

Engineering Analysis
RP & Manufacturing

Prototyping

Tooling

Production
Production

Time
saving=

Production
Lead Time
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

50

CAD-FEA-Prototype-TestingProduction

CAD
FEA
Productio Testing
n
Prototype Casting
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

51

Economic Analysis:
Cost-Benefit Profile
Cumulative $

Revenue

Profit
Development Cost

Start Project
21/09/16

Market
BEP
Launch Dhimas Satria (Untirta)

Time
52

Materials and Process


Selection

PRIMAs=Manufacturing Process Information


Maps
MATERIALS

PRODUCT QUANTITY

Process: Highest
Q, Lowest Cost
and Lowest time

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

53

PRIMAs: Example
1-100
(Very small)

Irons

CarbSteel

Magnesiu
m
& Alloys

Aluminiu
m
& Alloys

Thermo
plastics

Centr.Cast
Invest Cast
CerMoldCa
st
Man
Machin

Centr.Cast
CerMoldCast
EDM
ChemMachin
Ultrasonic

Invest Cast
CerMoldCast
Man Machin
EDM
ChemMachin

Centr.Cast
CerMoldCast
EDM
ChemMachin

Vacum
Formg
Rotat Mould

100-1000
(Small)
1000-10000
(Small-Med)
10000100000
(Med-High)
21/09/16
100000+
(High)

Dhimas Satria (Untirta)

54

Successful Product

Product should have fitures and


shape that meet with the customers
needs (usefulness and desirable)
Marketable (profitable)
Product should be competitive ->
High Q, Low C and Low t.

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

55

Overview:

Benda dibuat langsung dari data CAD


menggunakan salah satu metode Layer
Manufacturing: SLS (Selective Laser
Sintering)
SLS-mampu membuat produk dengan
geometri sangat kompleks dan
berongga) dari material berbentuk
serbuk seperti Polymer, Metal,
Ceramic, atau Cermet

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

56

Proses SLS dan Produk

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

57

Produk yang sukses

Sukses menurut sudut pandang investor


Sukses
Finansial
Brand image

Sukses
Produk harus memiliki fitur dan bentuk yang
oleh customers dipandang berguna,
berdaya guna dan sangat diinginkan.
Berdaya jual tinggi: memberikan profit

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

58

5 Parameter penguji
kinerja pengembangan
produk

Kualitas produk
Ongkos produk
Waktu yang diperlukan untuk
pengembangan
Ongkos pengembangan
Kapabilitas pengembangan

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

59

Metriks Kinerja
Product Development

Firm level: The R&D Effectiveness


Index (McGrath)

% New product revenue Net profit % R & D %


EI
R & D%

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

60

Metriks Kinerja Product


Development

Programme level:
INTERNAL EFFICIENCY

EXTERNAL EFFECTIVENESS

Metrics

BUSINESS METRICS
PROCESS METRICS

Profit

Product performance
vs Spesification

Return of
investment/IRR

Develompent time

Break even time

Development cost

Market share

Quality

Market position

Team satisfaction

Sales

Speed to market

Margin
Revenue
CUSTOMER METRICS
Customer acceptance
Customer satisfaction

Start Project
21/09/16

Market
Dhimas
Satria (Untirta)
Launch

Time
61

Kualitas Produk

Seberapa bagus produk yang dihasilkan?


Apakah telah sesuai dengan
kebutuhan/memuaskan customers/users?
Apakah produk tsb cukup robust dan
reliabel?
Kualitas produk terefleksi dalam
marketshare (berapa % market yang dapat
diperoleh?)
Suatu harga yang akan dibayar oleh customers
(maukah customer membeli dengan harga
tsb?)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

62

Ongkos Produk

Berapa ongkos manufakturnya


(termasuk kapital peralatan, tooling
dan tambahan ongkos setiap
kenaikan jumlah unit yang dibuat)?
Ongkos produk menentukan berapa
profit yang dapat diperoleh untuk
suatu volume penjualan tertentu
dan harga jual tertentu

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

63

Waktu Pengembangan

Seberapa cepat tim pengembang


menyelesaikan tugasnya
Waktu pengembangan menentukan
seberapa responsifnya perusahaan
dalam mengantisipasi tekanan
kompetisi dan perkembangan teknologi
Seberapa cepat perusahaan
memperoleh keuntungan/economic
return dari kerja tim tsb?

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

64

Waktu pembuatan produk semakin


singkat, pengenalan ke market
lebih awal, sales volume lebih
tinggi

Raw
Material

Process

Produk

Waktu

21/09/16

Sale Volume

Kita
Kompetitor

Waktu

Dhimas Satria (Untirta)

65

Biaya Pengembangan

Berapa biaya yang harus


dikeluarkan oleh perusahaan
untuk mengembangan produk
tsb?
Biaya pengembangan biasanya
bagian yang signifikan dari
kebutuhan investasi untuk
memperoleh profit

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

66

Kapabilitas
Pengembangan

Apakah tim dan perusahaan memiliki


cukup kemampuan untuk
mengembangkan produk baru?
Kapabilitas pengembangan
merupakan aset perusahaan yang
dapat digunakan untuk
mengembangkan suatu produk baru
di masa datang lebih efektif dan
ekonomis.

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

67

Siapa
Perancang&Pengembang
Produk?

Pengembangan produk adalah suatu


kegiatan interdisipliner yang
memerlukan kontribusi dari semua
fungsi yang ada dalam perusahaan.
Umumnya melibatkan 3 fungsi utama
yang ada dalam perusahaan yaitu:
Pemasaran (Marketing)
Desain (Design)
Manufaktur (Manufacturing)

Produk dirancang dan dikembangkan


oleh sebuah TEAM

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

68

Marketing

Mediator komunikasi antara


perusahaan dan customers
Mengidentifikasi POG (Product
Opportunity Gap)
Mendefinisikan segmen market
Mengidentifikasi kebutuhan customer
(customer needs)
Menetapkan harga jual (prices)
Peluncuran dan promosi produk

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

69

Desain

Mendefinisikan bentuk fisik


produk terbaik sesuai kebutuhan
customer
Fungsi desain termasuk:
Engineering design (mekanikal,
elektrikal, software dsb), dan
Industrial design (estetika,
ergonomi, user interfaces)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

70

Manufaktur

Bertanggung jawab pada


perancangan dan pengoperasian
sistem produksi
Definisi yang lebih luas, selain
tugas diatas, termasuk
pembelian/purchasing, distribusi
dan instalasi

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

71

Tim Pengembang
Produk

Project Team:
Team leader
Core team
Extended team

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

72

Tim Pengembang
Produk
Finance

Sales

Legal: Patent
Tim inti

Ahli Manufaktur

Prof.Marketing

Spc Pembelian
Ketua Tim

Desainer Industri

DesainerElektrikal

Desainer Mekanikal

Tim
Pendukun
g

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

73

Contoh atribut-atribut
pengembangan beberapa
produk
Obeng

Sepatu Roda

Printer HP
DJ500

Sedan
Chrysler

Pesawat
Boeing 777

Vol.Prod/Th

100.000

100.000

1.500.000

250.000

50

Umur Jual

40 Th

3 Th

3 Th

6 Th

30 Th

Harga Jual

$3

$200

$365

$19.000

$130.000

Jumlah Part

35

200

10.000

130.000

Waktu Peng 1 Th

2 Th

1,5 Th

3,5 Th

4,5 Th

Tim
Internal

3 orang

5 orang

100 orang

850 orang

6.800
orang

Tim
Eksternl

3 orang

10 orang

100 orang

1400 orang

10.000
orang

Biaya
Peng/Invest

$150.000
$150.000

$750.000
$1.000.000

$50.000.00 $1 M
0
$600.000.0
$25.000.00 00
0

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

$3 M
$3 M

74

2. Proses
Pengembangan dan
Organisasi
Proses: urutan langkah untuk

mentransform input menjadi out


Proses pengembangan produk: urutan
langkah atau aktivitas untuk membuat
konsep, men-desain dan
mengkomersialisasikan produk
Kegiatan pengembangan produk-lebih
banyak melibatkan kegiatan intelektual
dan organisasi dari pada kerja fisik

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

75

Pengembangan Produk
Platform
Process-intensive
Customized

Technology

Market

Pengembangan Produk:

Technology-push product

Platform product

Process-intensive product

Customized product

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

76

Definisi Proses
Pengembangan

Quality Assurance
Koordinasi-teamwork
Perencanaan (planning)-milestone
Manajemen-benchmarking utk ases
kinerja kegiatan yang sedang
berlangsung dg yang sudah mapan
Perbaikan (improvement)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

77

Proses pengembangan
generik: 5 Fase
Pengembangan konsep (concept development)
Desain sistem-level
Desain detail
Pengujian dan penyempurnaan
Produksi (production rump-up)

1.
2.
3.
4.
5.

Concep
Concep
tt
design

Detail
Detail
design
design

Engineerin
Engineerin
g
g Analysis
Analysis

Prototyping
Prototyping

Desain System-Level

Tooling
Tooling

Production
Production

Produksi

Desain Detail
Pengujian&Penyempurnaan
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

78

Proses pengembangan
produk secara generik
Mission
Statement

1. Concept
development

2.
Systemlevel
design

3. Detail
design

4. Testing&
Refining

5. ProductionRamp-up

Product
launch

Marketin
g
Design
Manufact
Fungsi
lain

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

79

Organisasi

Tipe Organisasi Fungsional

Tipe Organisasi Proyek

Ketua Anggota

m
an
aj
eri
al

fu
ng
sio
na
l
fungsional
Tipe Organisasi Matriks
Proyek Lightweight

21/09/16

manajerial
Tipe Organisasi Matriks Proyek
Heavyweight

Dhimas Satria (Untirta)

80

Proses
pengembangan
konsep Produk
Misi
Identifikasi
Identifikasi
Kebutuhan
Kebutuhan

Tetapkan
Tetapkan
Spesifikasi
Spesifikasi
Target
Target

Membuat
Membuat
Konsep
Konsep
Produk
Produk

Pemilihan
Pemilihan
Konsep
Konsep

Analisis
Analisis
Ekonomi
Ekonomi

Pengembangan Konsep
Produk
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

Menyempurn
Menyempurn
akan
akan
Spesifikasi
Spesifikasi

Perencanaan
Perencanaan
Proyek
Proyek
Pengembangan
Pengembangan

Concept
Design

81

Langkah-1:
Idenstifikasi CN
1. Menetapkan misi
produk-dirangkum dalam
mission statement
Isi:

21/09/16

Deskripsi singkat produk


yang akan dirancang
Gol: kapan dikenalkan,
berapa harganya
Pasar primer? dan
sekunder
Asumsi?
Stakeholder?:
Dhimas Satria (Untirta)

82

Customer Needs=Product Opportunity


Gap
SET factors: Social-Economic-Technology
Social Trends

Economic
Forces

21/09/16

Product
Opportunit
y Gap
(POG)

Technology
Advances

E
Dhimas Satria (Untirta)

83

2. Mengumpulkan pendapat
customer/Daftar Needs
Cara:

Wawancara pada calon pengguna


Grup fokus
Observasi pada pengguna

Needs disusun menggunakan


bahasa&kalimat awam/bukan
bahasa teknik: Daftar Needs
Media penyimpan

21/09/16

Kaset, CD, Disket, Flash Memory


dsb.
Dhimas Satria (Untirta)

84

Daftar Needs
Cara:
Susun Needs berdasarkan kelompok
hirarki
Susun kembali berdasarkan tingkat
kepentingannya. Penting di atas dan
Tidak penting dibawah

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

85

Langkah-2:
Menetapkan
Spesifikasi
Spesifikasi produk adalah variabel-variabel

yang menjelaskan tentang hal-hal yang


harus dilakukan oleh sebuah produk. Beberpa
perusahaan mengunakan istilah kebutuhan
produk atau karakteristik engineering.
Perusahaan lain memberi istilah spesifikasi
atau spesifikasi teknis untuk menjelaskan
variabel desain utama dari suatu produk.

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

86

KAIDAH SPESIFIKASI

Kaidah Spesifikasi terdiri dari :


Definition
Spesifikasi harus terdefinisikan sebagai semua aspek
teknisdari produk yang sesuai dengan kebutuhan
konsumen
Information
Spesifikai harus diinformasikan secara relevan dan up
to date
Function
Pernyataan yang jelas mengenai fungsi dari rpoduk
nerupakan titik awal dari penyususnan spesifkasi
Constraint
Berbagai batasan dan limitasi masalah serta tujuan
yang menjadi range kerja dari tim pengembang
Iteration

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

87

MENYUSUN SPESIFIKASI TARGET


Proses penyusunan spesifikasi target:
Menyiapkan gambar metrik
Mengumpulkan informasi-informasi tentang
pesaing
Menetapkan nilai target ideal dan marginal
yang dapat dicapai untuk setiap metrik
Merefleksikan hasil dan proses

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

88

MENENTUKAN SPESIFIKASI AKHIR


Penyusunan spesifikasi akhir yang meliputi
proses :
Mengembangkan model teknis suatu produk
Mengembangkan model biaya produk
tersebut
Memperbaiaki spesifikasi, melakukan tradeoff
Menentukan spesifikasi yang sesuai
Merefleksikan hasil dan proses

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

89

PRODUCT DESIGN SPESIFICATION


( PDS )
Format lengkap dari spesifikasi dalam PDS :
Identification (Judul, wewenang, tanggal penyusunan)
Issue Number (Publication history)
Content List (Daftar isi)
Foreword (Kata pengantar, latar belakang, dasar teori)
Introduction (Manfaat, tujuan penyusunan PDS)
Scope (Inklusi, eksklusi, batasan masalah)
Definition (Kualifikasi/syarat-syarat khusus yang digunakan)
Body of PDS (Performance Requirement, Manufacture
Requirement, Acceptance Standard, Disposal dan
Requirement)
Appendices (Contoh, Kesimpulan dan Saran)

Operation

Index
Referensi
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

90

Kriteria PDS

PERFORMANCE
REQUIREMENT
Function
Appearance
Reliability
Environment
Ex-Works Cost
Ergonomic
Quality
Weight
Noise

21/09/16

MANUFACTURE
REQUIREMENT
Processes
Materials
Assembly
Packing
Quantity
Delivery Date

PRODUCT
DESIGN
SPESIFICATION

OPERATION
REQUIREMENT
Instalation
Use
Maintenance
Safety
Dhimas Satria (Untirta)

ACCEPTANCE
STANDARD
Inspection
Testing
Standard
Patent

DISPOSAL
Standard
Legislation
Company Policy
Hazard
91

Cara Menyusun
Spesifikasi

Membuat daftar Metric dengan unit


atau satuan berdasarkan daftar Needs
Membuat matriks Metrics vs Needs
Melakukan benchmarking pada produk
sejenis yang telah ada dipasar
Mengisi setiap metric dengan data
kuantitatif dan disusun bersama
dengan hasil benchmarking
Menetapkan nilai target ideal dan
marginal yang dapat dicapai untuk
setiap metrik
Sempurnakan spesifikasi supaya lebih
kompetitif
Merefleksikan hasil dan proses

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

92

Biaya Manufactur

NILAI MARGINAL DAN IDEAL SPESIFIKASI


TARGET

Nilai Marginal
Nilai Ideal

Nilai Spesifikasi
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

93

QFD
NEEDS

21/09/16

METRICS

Matriks: Needs-Metrics

Dhimas Satria (Untirta)

94

QFD
Quality Function Deployment

Tujuan utama dari manufacture adalah


memproduksi produk yang paling cepat sampai
ke tangan konsumen dengan biaya yang
serendah mungkin tapi dengan kualitas
terbaik.caraQFD
QFD adalah metodologi design yang bertujuan
memenuhi kebutuhan, keinginan dan nilai (value)
dari konsumen dengan menterjemahkannya ke
dalam setiap tahap pengembangan dan mencari
tindakan yang tepat pada setiap tahap itu untuk
mencapai tujuan tersebut.

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

95

Kebutuhan konsumen ditranformasikan dalam


setiap tahap product life cycle dalam kerangka
pengembangan produk berkelanjutan
( continous product improvement )
QFD : transformasi (4W+1H)
Kebutuhan konsumen ( what & when )
Posisi persaingan ( where & why )
Karakteristik teknis ( how )
Matriks hubungan ( what & how )
Target ( how & how much )

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

96

QFD
Ada dua proses utama :
Product quality deployment
Translate bahasa konsumen bahasa
spesifikasi teknis
Deployment of quality function
Mendefinisikan spesifikasi teknis ke
dalam proses manufactur secara
menyeluruh
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

97

Keuntungan penerapan
QFD

QFD menyediakan kerangka komunikasi kerja


yang terstruktur dan sistematis antara
marketing, engineering, dan manufacturing
dalam proses pengembangan yang simultan
Keuntungan lain :
Sederhana namun terstruktur
Mendorong pada keputusan yang
fokus/detil
Kemudahan pendefinisian alur keputusan
Format umum dalam proyek menyeluruh

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

98

Membuat Konsep
Produk

Konsep produk dibuat


berdasarkan pada
spesifikasi akhir yang
telah dibuat

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

99

Brainstorming

Salah satu cara


untuk menggali ide
Semua ide
ditampung
(asumsi) tidak ada
yang salah
Brainstorming efektif
dengan cara
mapping

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

Wooww!
!

100

Contoh:
Therapy Equipment
(Reyes_UPI,2005)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

101

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

102

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

103

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

104

Langkah-3:
Membuat Desain
Konsep
Desain konsep dibuat berdasarkan pada spesifikasi
akhir

Ide desain konsep dikembangkan berdasarkan pada


problem dan problem kemudian dipecahkan dengan
cara
Dekomposisi dari masalah yang kompleks menjadi
sederhana
Fokus pada submasalah kritis
Pencarian secara eksternal
Wawancara pengguna utama
Konsultasi pakar
Mencari paten
Literatur yang sudah dipublikasikan
Bechmarking dengan produk terkait

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

105

Pencarian secara internal


Pembahasan individu maupunkelompok
Menentukan konsep solusi
Metode mencari konsep solusi :
Membuat analogi
Keinginan dan harapan
Menggunakan stimulus yang berkaitan
Menggunakan stimulus yang tidak berkaitan
Menetapkan tujuan
Metode galeri
Menggali secara sistematis
Membuat pohon klasifikasi konsep
Membuat tabel kombinasi konsep
Mengatur proses penggalian
Merefleksikan hasil dan proses

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

106

1.Memperjelas masalah :
Memahami masalah
Dekomposisi masalah
Fokus pada submasalah penting
Sub masalah

2.Pencarian Eksternal:
Pengguna utama, pakar,
Paten, Literatur, bechmarking
Konsep yang sudah ada

3.Pencarian Internal
Secara individu
Secara kelompok
Konsep baru

4.Menggali Sistematis
Pohon klasifikasi
Tabel kombinasi
Solusi terintegrasi

5.Merefleksikan Hasil dan Proses


Feed Back
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

107

Langkah 4:
Memilih Desain Konsep

Hasil pemilihan adalah desain konsep


terbaik menurut kriteria yang telah
disepakati oleh tim pengembang produk
(Contoh kriteria=mudah penanganan,
mudah digunakan, mudah pembuatannya,
awet dsb)
Metode (membandingkan antara produk
yg sedang didesain dengan produk
referensi)
Screening
Scoring

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

108

Langkah 5:
Arsitektur Produk

Produk
elemen fungsional dan elemen fisik

Elemen fungsional
Suatu kegiatan operasi dan
transformasi secara individual yang
memberikan kontribusi pada kinerja
keseluruhan produk
Contoh: produk sepeda>>fungsi
pengereman

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

109

Arsitektur Produk

Elemen fisik
Part, komponen, sub-assembly yang mendukung
fungsi produk
Contoh: produk sepeda>>kampas rem, rantai,
pedal dsb.

Chunk
Kumpulan elemen fisik

Modular
Kumpulan chunk yang memiliki satu atau
beberapa elemen fungsi, dan interaksi antar
chunk terdefinisi secara baik serta umumnya
pendukung fungsi utama produk

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

110

Contoh: Mesin printer

Arsitektur produk=disusun dalam bentuk blok-blok.

Motor
Stepper

Inkjet
Cartridge
Motherboard
Frame

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

111

Langkah 6:
Desain Industri

Success story suatu produk,


Handphone Motorola MicroTAC
(produk lama: DynaTAC).
MicroTAC: dalam 2 tahun pertama
setelah dikenalkan dipasar tahun
1989 penjualannya mencapai > $1
billion (Kamm&Poklop, 1992).

Kunci sukses: kombinasi Teknologi


terbaru, Estetika dan Fungsional.

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

112

DynaTAC dan MicroTAC


DynaTAC

MicroTAC

Ukuran&Bobo t

220 cm3, 300g

Fitur kinerja

30min, 70min
Alphanumeric/constant
memory

Ergonomik

Sesuai dg wajah
Folding design-flip (on/off)

Ketahanan

4ft jatuh dilantai semen tetap


OK, tahan suhu ekstrim,
kelembaban, shock, debu &
vibrasi

Manufaktur
21/09/16

3000 part- 400 parts 2 jam, tanpa skrup


40 jam Dhimas Satria (Untirta)
113

Penampilan

Canggih/futuristik, simbol

Desainer Industri

Bertanggung jawab pada aspek


produk yang berkaitan dengan
user:
Estetika produk: Style (penampilan,
suara, rasa, bau dsb)
Interface fungsional: Ergonmik
(bagaimana produk digunakan)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

114

Desain Industri

Perspektif sejarah
Eropa:

Enjiner dan Arsitek


Desain: sederhana
From the inside out
Bentuk mengikuti fungsi

USA:

Orang teater dan reklame


Desain: meriah-rumit
Penampilan luar lebih penting (asesori) dari pada fungsi.

Pada akhirnya gaya Eropa diadopsi oleh USA


Organisasi IDSA (Industrial Designers Society of
America)
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

115

Desain Industri

Definisi (IDSA):
Professional service of creating and
developing concepts and specifications
that optimize the function, value and
appearance of products and systems for
the mutual benefit of both user and
manufacturer

Fokus DI: mengurusi bentuk produk


dan interaksinya dengan user.

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

116

Desainer Industri

Critical goals (Dreyfuss, 1967)

Utilitas: aman, mudah pakainya & intuitif


Penampilan: kombinasi bentuk, garis, proporsi, dan
warna menjadi sesuatu yg indah
Kemudahan perawatan: mudah dirawat&diganti
(maintenance&repair)
Biaya rendah: biaya produksi rendah
Komunikasi: filosofi dan misi perusahaan tercermin
pada kualitas visual produk

DI: kuliah 4 tahun (Kurikulum: studi


patung&bentuk, gambar, presentasi, skil
pembuatan model, material, teknik
manufaktur-lanjut&fabrikasi, pemasaran)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

117

Desain Industri
Penting?

Contoh produk: dilihat dari budget DI


Tingkat kepentingan DI dapat diuji dengan
pertanyaan berikut:
Kebutuhan ergonomi

Mudah pakai
Mudah perawatan
Jumlah user yg pakai
Novel?
Aman?

Kebutuhan estetika

21/09/16

Deferensiasi
Kebanggaan, image, fashion
Apakah estetika memberikan motivasi pada tim?
Dhimas Satria (Untirta)

118

Langkah 7:
Desain untuk
Manufakturing
Desain yang didedikasikan untuk proses

manufakturing (& selama proses


pengembangan)
Tujuan: untuk membuat produk berkualitas
tinggi dengan beaya rendah
DFM perlu tim cross-Functional karena
pekerjaannya meliputi banyak hal seperti:
1. sketches, drawing, spesifikasi produk, dan
alternatif desain
2. proses produksi dan assembly
3. estimasi biaya manufaktur, volume produk, dan
waktu ramp-up/produksi

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

119

Metodologi:
Desain untuk
Manufakturing

Estimasi biaya manufakturing


Menurunkan biaya komponen
Menurunkan biaya perakitan
Menurunkan biaya produksi
supporting
Mempertimbangkan dampaknya
DFM pada faktor lain

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

120

Biaya Manufakturing:
Biaya Manufakturing
Komponen
standard

Custom

Perakitan
Tenaga kerja

Peralatan&Tooling

Overhead
Support

Alokasi tak langsung

Tooling
Proses
Raw material

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

121

Biaya Manufakturing:

Cara lain menentukan Biaya


Manufaktur:
Fixed cost (misal: equipment, tooling,
setup)
Variable cost (misal: raw material,
produk, labor)

Cost dipresentasikan dalam bentuk


BoM+cost (variable cost+fixed cost)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

122

Total cost (Rp)

Total cost=f(jumlah
produk)

Mold cost of
Rp
10.000.000,-

Rp
10.000,-/unit
Mtl & Proses

Machining

Injection
Molding

Rp 1000,-/unit
Mtl & Proses

Fixture cost
of Rp
1000.000,-

Jml Produk (unit)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

123

Langkah 8:
PROTOTYPE

Definisi

Prototype adalah suatu produk pendekatan


pada satu dimensi atau lebih

Prototype=mulai dari sketch hingga


artifak yang memiliki fungsi penuh
Dimensi=4

21/09/16

Fokus
Komprehensif
Fisik
Analitik

Dhimas Satria (Untirta)

124

Type Prototype
Fisik
Produk
Akhir
Mekanik

Fokus

Komprehensif
Simulas
i
Umumnya
tidak
fisibel

Persamaan
Matematik,
Modeling

Analitik
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

125

Aplikasi Prototype
Pembelajaran

Komunikasi

Integrasi

Milestones

Fokus-Analitik

Fokus-Fisik

KomprehensifFisik

Lebih sesuai

21/09/16

Kurang sesuai

Dhimas Satria (Untirta)

126

Langkah 9:

Analisis Ekonomi

Kuantitatif

Cash inflow: revenue

Product sales

Cash outflow: costs

Pengembangan produk dan proses


Pembuatan produk: equipment&tooling
Pemasaran
Produksi: raw materials, komponent, tenaga kerja

Revenue>Cost=Net Present Value (NPV)

Kualitatif

Mempertimbangkan hal-hal yang tak terukur (diluar


kuantitatif): interaksi antara proyek dengan

21/09/16

Perusahaan
Pasar dan
Lingkungan makroekonomi

Dhimas Satria (Untirta)

127

Cashflow untuk Produk


Sukses
+Rp

Sales Revenue

Waktu
Biaya Pengemb
Biaya Marketing
& Support

Biaya Ramp-up
Biaya Produksi
-Rp
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

128

Metodologi: 4-Langkah

Membuat model finansial berbasiskan


kasus
Lakukan analisis sensitivitas untuk
mengetahui hubungan antara finansial,
asumsi-asumsi penting dan variabel model
Gunakan hasil analisis sensitivitas tsb
untuk mengetahui adanya trade-of
Pertimbangkan pengaruh faktor kualitatif
terhadap kesuksesan proyek

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

129

Langkah 9:

Manajemen Proyek
Pengembangan Produk

Manajemen proyek adalah suatu aktivitas


perencanaan dan koordinasi berbagai sumber
daya dan berbagai tugas untuk mencapai suatu
tujuan.
Aktivitas berlangsung selama perencanaan
proyek dan eksekusi
Perencanaan proyek=penjadwalan tugas dan
menentukan kebutuhan sumber daya
Eksekusi proyek=koordinasi, assesment kemajuan
kerja, pengambilan tindakan kalau ada
penyimpangan (tugas yang diperlukan untuk
menyelesaikan proyek dalam menghadapi suatu
kejadian yang tak terduga dan datangnya
informasi baru)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

130

Manajemen Proyek
Pengembangan Produk

Proyek terdiri dari tugas-tugas


yang saling bergantung satu
dengan lainnya
3 Tipe tugas yang saling
bergantung

21/09/16

1. Sekuensial/Berurutan
2. Paralel
3. Kopel
Dhimas Satria (Untirta)

131

Tipe ketergantungan
tugas/pekerjaan
Menerima
spesifikasi

Pengembangan
/Pemilihan konsep

Desain
Produk-X

Sekuensial

Produksi ProdukX
Desain
Produk-X

Tes
Produk-X

Paralel

Tes
Produk-X

Kopel

Pengembangan
Program Tes
Produksi ProdukX
Desain
Produk-X

Desain Mold
Pengembangan
Program Tes

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

132

Manajemen Proyek
Pengembangan Produk

Analisis ketergantungan antara tugas


satu dengan lainnya dapat dilakukan
menggunakan cara:
1. DSM (Design Structure Matrix)=untuk
merepresentasikan ketergantungan
2. Gantt Chart=untuk merepresentasikan
waktu tugas
3. PERT Chart (Program Evaluation and Review
Technique)=untuk merepresentasikan
kombinasi waktu tugas dan ketergantungan
(untuk menghitung critical path)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

133

Manajemen Proyek
Pengembangan Produk

Dalam fase pengembangan dan Perencanaan Proyek


menghasilkan:Buku kontrak
Buku kontrak berisi:

Statemen missi (1 hal)


Daftar customer needs (1-2 hal)
Analisis kompetitif (1-2 hal)
Spesifikasi produk (1-3 hal)
Sketsa konsep produk (1 hal)
Forecast penjualan (1-3 hal)
Analisis ekonomi (1-3 hal)
Perencanaan manufakturing (1-5 hal)
Perencanaan proyek (daftar tugas, team
staffing&organisasi, jadwal, budget, area resiko) (1-10 hal)
Perencanaan pengukuran kinerja proyek (1 hal)
Insentif (1 hal)

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

134

Perencanaan proyek
(Elemen pokok dalam buku
kontrak)
Daftar tugas/pekerjaan (Tugas vs
estimasi jumlah orang-minggu)
Staffing dan organisasi (tim,
hak&kewajibannya)
Jadwal proyek (peran orang vs bulan)
Budget proyek (item yang dibiayai vs
jumlah uang)
Assesment resiko (Macam resiko, level
resiko, kegiatan utk meminimisasi
resiko)
21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

135

Be the best

21/09/16

Dhimas Satria (Untirta)

136