Anda di halaman 1dari 11

Proses Pembentukan Sistem

Pernafasan

KELOMPOK 6

Tri Ambarsari
Fikih Diah Kusumasari
Fida Husain
Galuh Forestry Mentari
Atun Sadiyati
Widyaningsih

an
d
r
u
t
k
i
u
s
r
t
g
S
Fun ran
u
n
l
a
a
s
S
a
p
a
n
r
Pe

Saluran pernapasan bagian atas: hidung,


sinus, faring, laring, trakea, dan epligotis.
Saluran pernapasan bagian bawah:
bronkus, bronkiolus, dan paru.
Fungsi utama untuk pertukaran gas.
Pertukaran gas normal terdiri dari 3
proses, yaitu:
1. Ventilasi
2. Difusi
3. perfusi

Proses pembentukan
Pernapasan sesuai
tumbuh kembang

Perkembangan
Janin

Jumlah pernapasan: Lengkung laringotrakea pada minggu ke4 gestasi tampak menutup diikuti dengan
perkembangan laring dan trakea.
Perkembangan cabang bronkus pada
minggu ke-5 dan ke-16 gestasi. Pada
minggu ke-6 sampai ke-12 terja di
pertumbuhan pembuluh darah / terjadi
dalam bronkus dan bronkiolus.

Bayi
Jumlah pernapasan: 30-35x/menit
Pada saat lahir, paru mengandung
cairan. Cairan akan digantikan oleh
udara ketika bayi mulai bernapas.
Saluran pernapasan bayi masih
kecil dan tidak tahan terhadap
infeksi. Permukaan alveolus
terbatas untuk pertukaran gas.

Todler

Jumlah pernapasan: 20-30x/menit


Volume paru meningkat dan
kerentanan terhadap infeksi
menurun.

Usia sekolah

Jumlah pernapasan: 18-21x/menit


Sistem pernapasan mencapai
kematangan seperti orang dewasa.
Frekuensi pernapasan berkurang
karena peningkatan jumlah
pertukaran udara ketika bernapas.
Kapasitas paru lebih proporsional.

Remaja

Jumlah pernapasan: 16-20x/menit


Laki-laki memiliki kapasitas vital
lebih tinggi karena ukuran dada
yang lebih besar.

Dewasa

Jumlah pernapasan: 16-20x/menit


Volume paru mencapai tingkat
maksimal. Kerentanan terhadap
penyakit menurun.

Lansia

Jumlah pernapasan: 16-25


Fungsi pernapasan mengalami penurunan
secara bertahap yang dimulai dari masa
dewasa pertengahan. Alveoli mengurangi
area permukaan yang tersedia untuk
pertukaran oksigen dan karbondioksida.