Anda di halaman 1dari 29

Konsep HAM dan HAK

Dalam Kesehatan Reproduksi

Kelompok II

Title

HAM

HAK Reproduksi

Kesehatan Reproduksi

Definisi Kesehatan Reproduksi


Menurut WHO kesehatan reproduksi
adalah suatu keadaan sejahtera fisik,
mental dan sosial yang utuh bukan
hanya bebas dari penyakit atau
kecacatan dalam segala aspek yang
berhubungan
dengan
sistem
reproduksi, fungsi dan prosesnya.

Konsep Kesehatan Reproduksi


a.From womb to tomb life cycle approach
b.Pendekatan secara sosial penting untuk
mengatasi masalah kesehatan reproduksi
c.
Pendekatan supply-demand (dari segi
penyedia pelayanan kesehatan masyarakat)

Hak Reproduksi Menurut Depkes (2002)


Memperoleh standar pelayanan kesehatan reproduksi
terbaik
Memperoleh informasi selengkap-lengkapnya tentang
seksualitas, reproduksi dan manfaat serta efek samping obatobatan, alat dan tindakan medis yang digunakan untuk
pelayanan dan/atau mengatasi masalah kesehatan reproduksi
Memiliki hak untuk memperoleh pelayanan KB
yang aman, efektif,terjangkau, dapat diterima,
sesuai dengan pilihan, tanpa paksaan dan tdk
melawan hukum.

Setiap laki-laki dan perempuan berhak mendapat


informasi dengan mudah, lengkap, dan akurat mengenai
penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.

Hak Aksasi Manusia yang terkait dengan


kesehatan

Deklarasi Universal HAM 1948


Hak kebebasan mencari jodoh dan membentuk keluarga,
perkawinan harus dilaksanakan atas dasar suka sama suka
(Pasal 16).
Hak kebebasan atas kualitas hidup untuk jaminan kesehatan
dan keadaan yang baik untuk dirinya dan keluarganya (Pasal
25).

UU No. 7 Tahun 1984 (Konvensi Penghapusan


Diskriminasi Terhadap Wanita:
Jaminan persaman hak ats jaminan kesehatan dan
keselamatan kerja, termasuk usaha perlindungan terhadap
fungsi melanjutkan keturunan (Pasal 11 ayat 1f).
Jaminan hak efektif untuk bekerja tanpa dikriminasi atas
dasar perkawinan atau kehamilan (Pasal 11 ayat 2).

Penghapusan diskriminasi di bidang pemeliharaan kesehatan


dan jaminan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan KB
(Pasal 12).
Jaminan hak kebebasan wanita pedesaan untuk memperoleh
fasilitas pemeliharaan kesehatan yang memadai, termasuk
penerangan, penyuluhan dan pelayanan KB (Pasal 14 ayat 2
b).
Penghapusan diskriminasi yang berhubungan dengan
perkawinan dan hubungan kekeluargaan atas dasar
persaman antara pria dan wanita (pasal 16 ayat 1).

UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM


Setiap orang berhak membentuk suatu keluarga dan
melanjutkan keturunan melalui pekawinan yang sah (Pasal 10).
Setiap orang berhak atas pemenuhan kebutuhan dasarnya
untuk tumbuh dan berkembang secara layak (Pasal 11).
Setiap orang berhak atas rasa aman dan tentram serta
perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau
tidak berbuat sesuatu (Pasal 30).
Hak wanita dalam UU HAM sebagai hak asasi manusia (Pasal
45).

Tap No. XVII/MPR/1998 tentang HAM


Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan
melalui perkawinan yang sah (Pasal 2).
Hak atas pemenuhan kebutuhan dasar auntuk tumbuh dan
berkembang secara layak (Pasal 3).
Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin (Pasal 27).
Dalam pemenuhan hak asasi manusia, laki-laki dan
perempuan berhak mendapatkan perlakuan dan
perlindungan yang sama (Pasal 39).

Wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus


dalam pelaksanaan pekerjaan/profesinya terhadap hal-hal
yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya
berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita (Pasal 49 ayat
2).
Hak khusus yang melekat pada diri wanita dikarenakan
fungsi reproduksinya, dijamin dan dilindungi oleh hukum
(Pasal 49 ayat 3).
Hak dan tanggung jawab yang sama antara istri dan
suaminya dalam ikatan perkawainan (Pasal 51).

Masalah Masalah Kesehatan Reproduksi


a. Masalah Reproduksi
b. Masalah Gender Dan Seksualitas
c. Masalah kekerasan dan perkosaan terhadap
perempuan
d. Masalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan
seksual
e.Masalah Pekerja Seks Komersial
f. Masalah Teknologi

ANALISA KASUS

Korban Pembunuhan dan Pemerkosaan


Siswi
SMK
(7 Mei
2013)
Bandung
(Pos Kota)
Identitas
korban pembunuhan disertai perkosaan

di Desa Nanjung Mekar, , Kabupaten Bandung, Selasa terkuak sudah.


Korban bernama Suci Rohimah Febriani,18, siswi SMK Pasundan
Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Polisi masih memburu pelaku yang
diduga kuat mantan pacarnya. Korban kelas dua SMK sudah
dimakamkan, kata Kapolsek Rancaekek, AKP Hartomo.
Dia mengungkapkan, terungkapnya kasus ini berawal dari kartu HP
milik korban yang ditemukan di sarung golok di lokasi kejadian. Setelah
kartu itu dibuka, terungkap identitas korban. Kami langsung
menghubungi keluarga korban, akunya. Dari keterangan pihak
keluarga, korban Suci Minggu siang dibonceng mantan pacarnya
menggunakan sepeda motor matic. Setelah semalamam tidak pulang
Keluarga mencarinya kemana mana, tutur Kapolsek.

Berdasar pemeriksaan, korban sempat diperkosa sebelum dibunuh.


Hal ini terungkap dari barang bukti yang ditemukan berupa celana
dalam. Korban, selanjutnya, hanya mengenakan celana levis legi
tanpa celana dalam. Jadi kuat dugaan pelaku memperkosanya,. Di
tubuh korban ada luka, dan terparah di bagian leher.
Dari hasil identifikasi, korban dibantai mantan pacarnya
menggunakan golok. Polisi kini tengah memburu mantan pacar
korban yang diduga kuat pelaku pembantaian. Identitas mantan
pacar korban sudah didapatkan. Tim khusus kini tengah bekerja,
tambah Kapolsek.
Diberitakan sebelumnya, Senin pagi sekitar pukul 09.00 warga
Rancaekek menemukan mayat wanita ABG tanpa identitas di bukit
batu tempat wisata kaum remaja di Rancaekek. Polisi yang
melakukan pemeriksaan, berhasil mengamankan barang bukti
diantaranya sarung golok, celana dalam, sandal jepit. Sementara
perhiasan yang menempel di tubuh korban berupa kalung dan cincin
masih utuh.

Pembahasan
Dari kasus diatas jelas bahwa perempuan adalah korban dari kekerasan
yang meliputi tindakan fisik, psikologi maupun seksual. Dari segi fisik
perempuan tersebut telah mengalami penganiayaan yang pada
akhirnya sampai pembunuhan. Dari segi psikologi perempuan tersebut
bisa mengalami gangguan mental, trauma terhadap hubungan seksual,
disfungsi seksual. Dan dari segi seksual jelas bahwa perempuan
tersebut mengalami pelecehan seksual.. Kasus perkosaan dan
pembunuhan di atas telah melanggar Hak-Hak Reproduksi perempuan
antara lain :
a. Hak atas kebebasan dan keamanan yang berkaitan dengan kehidupan
reproduksinya
b. Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk termasuk
perlindungan dari pelecehan, perkosaan, kekerasan, penyiksaan
seksual

Pelanggaran Kasus Hak Atas Manusia

a) Hak untuk hidup


b) Hak atas keamanan seseorang
c) Hak atas non-diskriminasi dan kesetaraan
d) Hak atas kesehatan
e) Hak untuk bebas dari perlakuan yang kejam merendahkan
dan tidak manusiawi.

Pelanggaran berdasarkan Undang-Undang No 39 Tahun 1999


tentang Hak Asasi Manusia (HAM) adalah:

1. Pasal 3
(1) Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan
martabat manusia yang sama dan sederajat serta dikaruniai
akal dan hati nurani untuk hidup bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara dalam semangat persaudaraan.
(2) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan,
perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat
kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum.
(3) Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia
dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi.

2. Pasal 4
Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan
pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak
diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan
di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang
tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh
siapapun.
3. Pasal 9 ayat 1
Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan
meningkatkan taraf kehidupannya.
4. Pasal 29 ayat 1
Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga,
kehormatan, martabat, dan hak miliknya.

5. Pasal 33
(1) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan,
penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi,
merendahkan derajat dan martabat kemanusiaannya.
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penghilangan
paksa dan penghilangan nyawa.
6. Pasal 49 ayat 3
(3) Hak khusus yang melekat pada diri wanita dikarenakan
fungsi reproduksinya, dijamin dan dilindungi oleh hukum.
7. Pasal 69
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang
lain, moral, etika, dan tata tertib kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.

Kasus pemerkosaan terhadap perempuan pada kasus di atas


bukanlah merupakan isu yang baru. Pemerkosaan merupakan
bagian dari kekerasan berdasarkan gender atau yang lebih
dikenal dengan Gender Based Violence (GBV), namun GBV
mencakup lebih luas tidak hanya berkaitan dengan
pemerkosaan. Meskipun pada dasarnya baik perempuan
maupun laki-laki memiliki potensi yang sama menjadi korban,
namun mereka mengalami dalam bentuk yang berbeda. GBV
memasukkan konteks baru ke dalam pendefinisian GBV, yaitu
memasukkan unsur hubungan kekuasaan yang tidak setara
antara perempuan dan laki-laki dalam masyarakat

Tindakan ini meliputi: pelecehan seksual, termasuk anak-anak


perempuan, perkosaan, termasuk perkosaan; mutilasi alat
kelamin perempuan atau pemotongan dan praktek-praktek tra
disional lainnya berbahaya bagi perempuan; non-kekerasan
terhadap pasangan; kekerasan seksual yang berhubungan
dengan eksploitasi; pelecehan seksual dan intimidasi di tempat
kerja, di sekolah dan di tempat lain, perdagangan perempuan,
dan pelacuran paksa.

Pelanggaran berdasarkan Kitab Undang Hukum Perdata


(KUHP) di Indonesia diatur dalam Buku II Bab XIX tentang
Kejahatan Terhadap Nyawa pasal 338 sampai dengan pasal
350 KUHP :
1. Pasal 338 KUHP, mengatur tentang sengaja merampas nyawa
orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana paling
lama 15 tahun.
2. Pasal 339 KUHP, mengatur tentang pembunuhan yang diikuti,
disertai, atau didahului oleh sesuatu perbuatan pidana yang
dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau
mempermudah pelaksanaannya, diancam dengan pidana penjara
seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
3. Pasal 340 KUHP mengatur tentang sengaja dan direncana
lebih dahulu merampas nyawa orang lain, karena pembunuhan
dengan rencana, diancam pidana mati atau pidana seumur hidup
atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun

Pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Nomor . 23


tahun 2003 tetang perlindungan terhadap anak yaitu :
1. BAB III HAK DAN KEWAJIBAN ANAK Pasal 4
Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang,
dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan
martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
2. Pasal 16
(1) Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran
penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang
tidak manusiawi.
(2) Setiap anak berhak untuk memperoleh kebebasan sesuai
dengan hukum.

Ketentuan Peralihan tentang hukuman pelanggaran


perlindungan anak sesuai UU No 23 Tahun 2003 yaitu:

1. Pasal 80
(1) Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman
kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana
penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling
banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).
(2) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) luka berat,
maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
(3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mati, maka
pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

2. Pasal 81
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau
ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya
atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15
(lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling
banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp
60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula
bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat,
serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan
dengannya atau dengan orang lain

Terima Kasih