Anda di halaman 1dari 14

Abdul Fahad

P3.73.20.1.15.001
HervI Yuensi
P3.73.20.1.15.016
Muhammad Ramadhan H
P3.73.20.1.15.023
Rizkina Ananda Junaeni
P3.73.20.1.15.030
Syintya Arimbi
P3.73.20.1.15.037
Wanayu Kristin Nur Illahi
P3.73.20.1.15.044

Penerapan
Nilai Karakter
Dalam Praktik
Keperawatan
Profesional
Kelompok 1 Kelas I Reguler
A

Pendidikan Karakter
pendidikan karakter dapat diartikan sebagai sebuah bantuan sosial
agar individu itu dapat tumbuh dalam menjalani kehidupan sebagai
individu yang bebas dan terkait dengan lingkungan sosial dan
alam.
Pendidikan karakter seringkali diidentikan dengan beberapa istilah
universal lainnya seperti, pendidikan akhlak, pendidikan budi
pekerti, pendidikan moral, pendidikan nilai. Hal ini mengingat
bahwa pendidkan karakter yang terkandung dalam nilai-nilai luhur
bangsa kita tidak terlepas dari nilai-nilai universal yang bersumber
dari nilai spiritualitas, solidaritas, kedisiplinan, kemandirian,
kemajuan dan keunggulan.

Nilai- nilai Dalam Pendidikan Karakter

Religius
Jujur

Semangat Kebangsaan

Toleransi

Cinta Tanah Air

Menghargai prestasi

Komunikatif

Kerja keras

Cinta damai

Kreatif

Gemar membaca

Peduli lingkungan

Peduli sosial

Tanggung jawab

Disiplin

Mandiri
Demokratis
Rasa Ingin Tahu

Konsep Dasar Praktik Keperawatan


Profesional

Pelayanan professional adalah suatu pelayanan yang diberikan oleh seorang tenaga yang
telah selesai mengikuti pendidikan formal keperawatan, yang telah disahkan oleh pemerintah
Republik Indonesia untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab keperawatan secara
profesional dan sesuai dengan kode etik keperawatan
Hakikat Praktik Keperawatan profesional, senatiasa mengabdi kepada kemanusiaan atau
berbentuk pelayanan humanistik mendahulukan kepentingan kesehatan klien. Asuhan
Keperawatan merupakan inti praktek keperawatan hubungan profesional perawat-klien
mengacu pada sistem interaksi secara positif atau hubungan theraupetik.
Praktik Keperawatan Profesional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.Otonomi dalam Pekerjaan
2. Bertanggung Jawab dan Bertanggung Gugat
3.Pengambilan Keputusan yang Mandiri
4. Kolaborasi dengan disiplin lain
5. Pemberian pembelaan (advocacy)
6.Memfasilitasi kepentingan pasien atau klien.

Tujuan Praktik Keperawatan


Profesional
Tujuan Praktik Keperawatan Professional diantaranya adalah untuk membantu
individu agar mandiri, selain itu mengajak individu atau masyarakat berpartisipasi
dalam bidang kesehatan, kemudian membantu individu mengembangkan potensi
untuk memelihara kesehatan secara optimal agar tidak tergantung pada orang
lain dalam memelihara kesehatan, serta membantu individu memperoleh derajat
kesehatan secara optimal.
Peran perawat :
Pemberi Asuhan Keperawatan
Advokat Klien
Edukator
Koordinator
Kolaborator

Konsultan

Peneliti / Pembaharu

Fungsi Perawat

Fungsi Independet

Merupan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada


orang lain, dimana perawat dalam melaksanakan
tugasnya
dilakukan
secara
sendiri
dengan
keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam
rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti
pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan
kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan
cairan dan elektrolit, pemenuhan kebutuhan nutrisi,
pemenuhan kebutuhan aktifitas dan lain-lain),
pemenuhan
kebutuhan
keamanan
dan
kenyamanan,
pemenuhan
cinta
mencintai,
pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi
diri.

Fungsi Perawat

Fungsi Dependen

Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan


kegiatan atas pesan atau instruksidari perawat
lain. Sehingga sebagian tindakan pelimpahan
tugas yang di berikan. Hal ini biasanya dilakukan
oleh perawat spesialis kepada perawat umum
atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.

Fungsi Perawat

Fungsi
Interdependen

Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang


bersifat saling ketergantungan di antara tim satu
dengan yang lainnya. Fungsi ini dapat terjadi
apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerja
sama tim dalam pemberian pelayanan seperti
dalam memberikan asuhan keperawatan pada
penderita yang mempunyai penyakit kompleks.
Keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim
perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun
yang lainnya.

Pembahasan
Setelah menonton video mengenai profesi perawat kemarin kami dapat
menyimpulkan perbandingan mengenai peran perawat profesional dengan
perawat yang terdapat pada video tersebut
Perbandingan tersebut dapat dilihat pada :
Dalam video perawat tersebut sudah menerapkan 18 nilai karakter namun
tidak secara keseluruhan karena pada saat memasuki ruang perawatan
pertama perawat Dona tidak menerapkan nilai religius dengan tidak
mengucapkan salam.
Pada saat melakukan tindakan perawat Dona kurang menjaga privasi pasien
dengan membawa orang dari luar yang bukan kerabat pasien tanpa meminta
ijin terlebihdahulu kepada pasien. Perbuatan tersebut termasuk melanggar
hak privasi pasien dan melanggar prinsip etik keperawatan dimana prinsip
etik merupakan dasar dalam melakukan tindakan keperawatan.

Lanjutan
Pada saat setelah selesai melakukan tindakan perawat Dona tidak mencatat
atau tidak mendokumentasikan hasil tindakan yang ia lakukan padahal dalam
tindakan apaun perawat sebaiknya langsung mendokumentasikan hasil
tindakan yang ia lakukan agar tidak menimbulkan kesalahan dikemudian hari
Perawat tidak menunjukan sikap peduli lingkungan yang terdapat dalam 18
nilai karakter terlihat pada saat setelah melakukan tindakan memijat bayi
perawat Dona tidak merapihkan kembali alat-alat yang telah ia gunakan. Dan
pada saat setelah selesai melakukan pijat bayi perawat Dona tidak melakukan
komunikasi theraupetik untuk mengakhiri tindakannya namun ia langsung
keluar tanpa permisi meninggalkan orang tua dan bayinya tersebut. Namun
sebaiknya sebagai perawat profesional seharusnya setiap selesai melakukan
tindakan kita harus merapikan kembali alat-alat yang telah kita pakai juga
harus melakukan salam theraupetik untuk mengakhiri tindakan.

Pembahasan wawancara
Saat menjalankan tugasnya, mahasiswa tingkat tiga mengalami kendala
contohnya seperti saat berada di ruang perawatan atau di rumah sakit
dimana dalam lingkup rumah sakit terdapat banyak pasien yang
memiliki beragam watak, sikap dan beban pikiran masing-masing,
dimana saat kita ramah dalam memberikan pelayanan dan respon
pasien atau klien yang kita rawat itu ketus atau tidak ramah kita
sebagai perawat harus tetap ramah dan juga tetap harus tersenyum.
Masyarakat sangat menerima kehadiran perawat saat dalam
melaksanakan tugasnya, seperti penuturan mahasiswa tingkat tiga yang
mengatakan bahwa dimana saat ia melakukan penyuluhan kesehatan
masyarakat sangat antusias dalam mengikuti setiap acara penyuluhan
yang ia adakan.

Lanjutan
Saat menjalankan tugasnya, mahasiswa tingkat tiga mengalami kendala
contohnya seperti saat berada di ruang perawatan atau di rumah sakit
dimana dalam lingkup rumah sakit terdapat banyak pasien yang
memiliki beragam watak, sikap dan beban pikiran masing-masing,
dimana saat kita ramah dalam memberikan pelayanan dan respon
pasien atau klien yang kita rawat itu ketus atau tidak ramah kita
sebagai perawat harus tetap ramah dan juga tetap harus tersenyum.
Masyarakat sangat menerima kehadiran perawat saat dalam
melaksanakan tugasnya, seperti penuturan mahasiswa tingkat tiga yang
mengatakan bahwa dimana saat ia melakukan penyuluhan kesehatan
masyarakat sangat antusias dalam mengikuti setiap acara penyuluhan
yang ia adakan.

Lanjutan
Mahasiswa tingkat tiga juga paham mengenai perawat yang
berkarakter dimana menurut mahasiswa tingkat tiga perawat
yang berkarakter adalah perawat yang menerapkan prinsip
selalu tersenyum, menyapa , sopan dan santun tidak dilupakan
dan hal yang paling penting adalah carring (peduli) dalam
setiap melakukan pelayanan kesehatan yang ia lakukan.

Terima Kasih