Anda di halaman 1dari 140

LEARNING OBJECTIVE

1.Perubahan fisik dan fisiologis ibu hamil


2.Antenatal care
3.Pemeriksaan penunjang ibu hamil (laboratorium)
4.Pemeriksaan USG pada ibu hamil
5.Proses persalinan normal dan faktor yang mempengaruhi
6. Kebutuhan gizi ibu saat hamil, persalinan, pasca persalinan
7. Obat-obatan yang mempengaruhi kehamilan, persalinan, nifas.
8. Membaca partograf
9. Fisiologi nifas
10. Pemeriksaan panggul sebelum persalinan

PERUBAHAN FISIK DAN


FISIOLOGIS IBU HAMIL

Perubahan fisik pada ibu hamil dipengaruhi oleh hormon


estrogen dan progesteron
Perubahan ini terjadi segera setelah fertilisasi
Perubahan anatomis dan fisiologis ini merupakan respon
tubuh ibu terhadap janin.

1. Sistem Reproduksi
Uterus
Uterus membesar akibat hipertrofi dan hiperplasia otot
polos rahim. Berat uterus naik secara luar biasa dari 30
gram menjadi 1000 gram.
Serviks
Satu bulan setelah konsepsi serviks menjadi lebih lunak
dan kebiruan karena vaskularisasi dan terjadinya edema
pada seluruh serviks

Ovarium

Selama kehamilan proses ovulasi terhenti


Vagina dan Vulva
Peningkatan vaskularisasi dan hiperemia terlihat
jelas pada kulit dan otot-otot perineum dan
vulva sehingga vagina akan terlihat berwarna
keunguan yang dikenal dengan tanda
Chadwick.
Dinding vagina banyak mengalami perubahan
sebagai persiapan untuk mengalami
peregangan pada waktu persalinan. Terjadi
peningkatan ketebalan mukosa, hipertrofi sel
otot polos.

Payudara
Pada awal kehamilan payudara akan
menjadi lunak. Setelah dua bulan,
payudara akan bertambah ukurannya dan
vena-vena dibawah kulit akan lebih terlihat

Tractus Digestivus
Terjadi penurunan motilitas otot polos dan penurunan
sekresi asam hidroklorid dan peptin di lambung
sehingga akan timbul gejala berupa phyrosis (heart
burn) yang disebabkan oleh refluks asam lambung ke
esofagus bawah.

Tractus Urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan vesica urinaria
akan tertekan oleh uterus yang mulai membesar,
sehingga menimbulkan sering berkemih

Sistem Pernapasan
Wanita hamil kadang mengeluh sesak napas. Hal ini
disebabkan oleh usus yang tertekan ke arah diafragma
akibat pembesaran rahim.

ANTE NATAL CARE


1.
2.
3.

.
.

Tujuan utama tindakan ini adalah :

Menentukan status kesehatan ibu dan janin.


Menentukan usia gestasi janin.
Memulai rencana untuk melanjutkan perawatan
obstetrik

memastikan keselamatan dan kesehatan


kehamilan, baik ibu maupun bayi
merumuskan daftar faktor resiko

Pendahuluan

1.

Perawatan antenatal awal atau kunjungan pertama


- Anamnesis lengkap
- Pemeriksaan rutin
- Penilaian faktor resiko

2. Perawatan antenatal berikutnya.


Pada kunjungan pertama jika ditemukan faktor
resiko dari anamnesis dan pemeriksaan rutin,
maka dilakukan evaluasi selama kunjungan
berikutnya.

Komponen Perawatan Antenatal

Anamnesis
1. Identitas pasien dan suami termasuk
nama, umur, pekerjaan, nama suami,
agama alamat identifikasi /
mengenal pasien dan mengetahui
status sosial ekonomi untuk
menentukan anjuran / pengobatan
yang akan diberikan serta penentuan
prognosa kehamilan setelah
mengetahui umur pasien

Kunjungan pertama

2. Keluhan keluhan yang muncul


pada pemeriksaan
3. Riwayat menstruasi

- menarche, teratur / tidak,


lamanya, banyaknya darah, nyeri
+/- menilai faal alat
kandungan
HPHT / hari pertama haid
terakhir

4. Riwayat perkawinan kawin / tidak,


berapa kali, berapa lama (anak
mahalkah?)
5. Riwayat kehamilan sebelumnya
perdarahan +/- , hiperemesis gravidarum
+/- prognosa
6. Riwayat persalinan sebelumnya
spontan / buatan, aterm +/-, perdarahan
+/-, siapa yang menolong prognosa
7. Riwayat nifas sebelumnya demam +/-,
perdarahan +/-, laktasi ? prognosa

Anamnesis

Riwayat anak yang lahir jenis kelamin,


hidup +/-, berat lahir

Riwayat kehamilan sekarang kapan


merasakan gerak anak, hamil muda
(mual, muntah, sakit kepala, perdarahan
+/-), hamil tua (edema kaki / muka, sakit
kepala, perdarahan, sakit pinggang)

Anamnesis

Riwayat penyakit keluarga penyakit


keturunan +/- (DM, kelainan genetik),
riwayat kembar, penyakit menular +/(TBC)
Riwayat kontrasepsi pakai +/-,
metodenya ?, jenisnya, berapa lama, efek
samping

Anamnesis

1. Pemeriksaan Fisik Umum


- Tanda Vital
- Pemeriksaan fisik lengkap : Kepala
kaki
- status gizi
- tinggi dan berat badan
- pemeriksaan tanda tanda kehamilan
meliputi wajah, dada, abdomen dan
genetalia eksterna dan interna serta
pemeriksaan panggul

Pemeriksaan Rutin

menggunakan
speculum
Serviks
2.Pemeriksaan
Inspekulo
dan
mengidentifikasi
kelainan
pemeriksaan
dalamsitologis
Pap smear
pengambilan specimen
mikroorganisme
duh tubuh : - mukoid putih dalam jumlah
sedang
normal
- cairan kuning berbusa
Trichomonas
- duh seperti kepala susu
kandida.

konsistensi, panjang, dan pembukaan


serviks
bagian terbawah janin, terutama
menjelang akhir kehamilan
arsitektur tulang-tulang panggul dan pada
semua anomaly vagina dan perineum,
termasuk sistokel, rektokel, dan perineum
yang telah mengalami relaksasi atau
robek.
rectal touch
mengidentifikasi
hemoroid

Pemeriksaan dalam

3. Hitung Darah Lengkap


4. Urinalisis :
a. Analisis adanya glukosa, keton, protein
b. pemeriksaan mikroskopik atas
sedimen
c. Biakan kuantitatif atau penyaringan
biokimia untuk adanya basiluria
5. Golongan Darah, Faktor Rhesus dan
Penyaringan Antibodi

6. Penyaringan Glukosa
- Faktor resiko untuk Diabetes
Melitus :Umur 25 tahun atau lebih
Obesitas
Riwayat keluarga DM
Bayi yang sebelumnya berbobot >4000
mg
Bayi lahir mati yang sebelumnya
Bayi cacat bawaan yang sebelumnya
Polihidramnion
Riwayat aborsi berulang

7. Uji alfa-fetoprotein serum


meramalkan cacat tabung saraf terbuka
8. Pemeriksaan HIV-AIDS dan antigen permukaan
Hepatitis B (HbsAg)
9. Ultrasonograf
- usia kehamilan sejak usia 7 hari
- perkembangan janin
- kehamilan multiple
- komplikasi
- dll

Interval kunjungan Setiap 4 minggu


sekali sampai minggu ke-28; kemudian
setiap 2-3 minggu sekali sampai
minggu ke-36, dan sesudahnya setiap
minggu.
Setiap kunjungan Ukur tekanan darah,
berat badan, protein dan glukosa urin,
ukuran uterus, bunyi jantung janin,
gerakan janin, kontraksi, perdarahan
dan pecah ketuban, ultrasonografi
hanya dilakukan atas indikasi spesifik.

Kunjungan berikutnya

15-20 minggu : Penapisan alfa-fetoprotein


di serum ibu.
24-28 minggu : Penapisan untuk diabetes
gestasional apabila ada indikasi
28 minggu : Pemeriksaan antibody pada
wanita negatif-D (Rh-); pemberian globulin
imun anti-D apabila diindikasikan

Kunjungan berikutnya

1.Inspeksi Umum
Muka chloasma gravidarum, edema +/Mata conjungtiva anemis +/-, sklera ikterik
+/Mulut gusi dan gigi
Leher JVP, pembesaran kelenjar tiroid dan
kelenjar limfe +/-,
Mammae bentuk, simetris, pembesaran,
puting
susu melebar, areola
hiperpigmentasi,
vaskular , hiperplasia jaringan
kelenjar

Pemeriksaan Obstetrik

Abdomen membesar, pigmentasi linea


alba dan striae, sikatriks +/-,
terlihat gerak anak +/ Vulva
perineum, varices +/-, flour
albus +/ Anus
hemoroid +/-,
Tungkai varices +/-, edema +/- (pretibial,
ankle, punggung kaki),
sikatriks +/-

Pemeriksaan Obstetrik

Leopold I : pemeriksa berdiri menghadap ke


pasien, kemudian dengan kedua tangan meraba
dengan jari-jari untuk menentukan tinggi fundus
uteri dan bagian apa dari anak yang terdapat
dalam fundus

2. Pemeriksaan Abdomen (Leopold)

Leopold II : posisi masih sama, pindahkan tangan ke samping.


Tentukan dimana punggung anak terdapat pihak yang
memberi rintangan terbesar kemudian carilah bagian
bagian kecil yang terletak bertentangan

Pemeriksaan Abdomen (Leopold)

Leopold III : memakai 1 tangan saja, rabalah bagian


terbawahnya dan tentukan apakah masih bisa digoyangkan
untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan
apakah sudah / belum terpegang oleh pintu atas panggul

Pemeriksaan Abdomen (Leopold)

Leopold IV : posisi pemeriksa menghadap kaki pasien,


dengan kedua tangan tentukan apa yang menjadi bagian
bawah dan apakah bagian ini sudah masuk kedalam PAP
dan berapa masuknya

Pemeriksaan Abdomen (Leopold)

bunyi jantung janin sudah dapat


didengar pada minggu ke-20 pada
80 persen wanita
Pada minggu ke-21, bunyi jantung
janin sudah terdengar pada 95
persen
pada minggu ke-22 pada semua
wanita hamil.

3. Bunyi Jantung Janin (Auskultasi)

4. Pengukuran Tinggi
Fundus

1.
2.

Pencitraan Resonansi Magnetik


Amniosentesis
adalah tindakan pengambilan sampel cairan
ketuban (likuor amnii) untuk diagnosis
antenatal abnormalitas kromosom dan
abnormalitas biokimia lewat pemeriksaan selsel janin yang terlepas serta cairan ketuban itu
sendiri
Dikerjakan setelah kehamilan 16 minggu
sehingga kehilangan cairan yang diaspirasi
tidak akan mengubah volume rongga uterus
secara bermakna, yang dapat menimbulkan
kontraksi uterus.

IV. Pemeriksaan Khusus

Amniosentesis

Upaya memperoleh jaringan yang


berasal dari janin pada tahap
kehamilan lebih dini
Teknik ini memungkinkan pembiakan sel
yang sedang membelah secara aktif,
berbeda dari sel lepasan pada
amniosentesis, dan seandainya
didapatkan abnormalitas, pengakhiran
kehamilan dapat dilakukan pada tahap yang
relatif dini

3. Pengambilan Sampel Vilus Korion

untuk mendiagnosis malformasi-malformasi kecil pada janin,


seperti sumbing wajah atau cacat jari pada keluarga yang
memiliki resiko menderita sindrom genetik spesifik dan
sebagai penuntun visual pada pengambilan contoh darah
janin, biopsy hati, dan kulit.

4. Fetoskopi

Lebih baik dari fetoskopi


Selain digunakan untuk diagnosis prenatal gangguan darah
herediter seperti hemofilia, kordosentesis juga digunakan
untuk diagnosis infeksi janin akibat prosedur ini kurang dari
1% (Nicolaides & Soothill, 1989).

5. Kardosentesis

1. Nutrisi
- kekurangan gizi yang berat selama
kehamilan tidak menimbulkan efek yang
dapat dideteksi pada perkembangan
mental selanjutnya
- Pertambahan berat ibu mempengaruhi
berat lahir
- Rerata pertambahan berat ibu selama
kehamilan adalah 33 lb (15 kg)

Asupan Makanan Yang Dianjurkan

2. Suplementasi Vitamin dan Mineral


Prenatal
Terjadi peningkatan selama masa
kehamilan dan laktasi

Asupan Makanan Yang Dianjurkan

Olah Raga
Mandi
Busana
Kebiasaan Buang Air Besar
Koitus
Perawatan Gigi
Alkohol
Kafein

VII. Perhatian Khusus Selama Kehamilan

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
PENUNJANG IBU HAMIL

TES LABORATORIUM
Tes

Tujuan

Blood group

To determine blood type.

Hgb & Hct

To detect anemia.

(RPR) rapid plasma reagin

To screen for syphilis

Rubella

To determine immunity

Urine analysis
Papanicolaou (pap) test

To detect infection or renal disease.


protein, glucose, and ketones
To screen for cervical cancer

Chlamydia

To detect sexual transmitted disease.

Glucose

To screen for gestational diabetes.

Test

purpose

Tes Feses

Mendeteksi telur dan


parasit

* Venereal disease tests should be performed

To screen for syphilis

(VDRL)

Hepatitis B surface
antigen

To detect carrier status or


active disease

* Hemoglobin will be repeated:


- At 36 weeks of gestation.
- Every 4 weeks if Hb is<9g/dl.
- If there is any other clinical reason.

PEMERIKSAAN USG
PADA IBU HAMIL

USG ( Ultrasonography)
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah
sebuah teknik diagnostik pencitraan
menggunakan suara ultra yang
digunakan untuk mencitrakan organ
internal dan otot, ukuran mereka,
struktur, dan luka patologi, membuat
teknik ini berguna untuk memeriksa
organ. Sonografi obstetrik biasa
digunakan ketika masa kehamilan.
Sumber gambar
http://alifis.wordpress.com/200
9/06/05/seri-fisika-kesehatan__u
sg-eeg/

USG adalah suatu alat dalam dunia


kedokteran yang memanfaatkan
gelombang ultrasonik, yaitu
gelombang suara yang memiliki
frekuensi yang tinggi (250 kHz
2000 kHz) yang kemudian hasilnya
ditampilkan dalam layar monitor.

Source picture : Book Biomedical


Engineering

Ultrasonografi medis digunakan


dalam:
*
*
*
*

Kardiologi
Endokrinologi
Gastroenterologi
Ginekologi

*
*
*
*

Obstetrik
Urologi
Intravascular ultrasound
Contrast enhanced ultrasound

Prinsip Kerja
Gelombang ultrasonik akan melalui
proses sebagai berikut, pertama,
gelombang akan diterima
transduser. Kemudian gelombang
tersebut diproses sedemikian rupa
dalam komputer sehingga bentuk
tampilan gambar akan terlihat
pada layar monitor. Transduser
yang digunakan terdiri dari
transduser penghasil gambar dua
dimensi atau tiga dimensi.

Peralatan USG
Transduser
Monitor Monitor yang digunakan
dalam USG
Mesin USG

Source: Book Biomedical Engineering

COURTESY FROM YOUTUBE

COURTESY FROM YOUTUBE

JENIS PEMERIKSAAN USG


1. USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan
melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian
besar keadaan janin dapat ditampilkan.
2. USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang
gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang
tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu
benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat
dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi
yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya
dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).

JENIS PEMERIKSAAN USG


USG 4 Dimensi

Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk


USG 3 dimensi yang dapat bergerak
(live3D).Kalau gambar yang diambil dari USG 3
Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi,
gambar janinnya dapat bergerak. Jadi pasien
dapat melihat lebih jelas dan membayangkan
keadaan janin di dalam rahim.
USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan
pengukuran aliran darah terutama aliran tali
pusat.

KESIMPULAN
Salah satu cara untuk memonitoring keadaan
janin adalah dengan menggunakan USG.
Ultrasonography mengealami perkembangan
mulai dari USG 1 dimensi hingga USG 4
dimensi.
Melihat fungsi dan cara kerja USG, dapat
dikatakan bahwa kinerja USG identik dengan
scanner secara umum yang membedakan
hanyalah data yang diterima, USG menerima
data berupa gelombang sedangkan scanner
menerima data berupa barang.

REFERENSI
http://navy102.wordpress.com/2008/10/07/usg-ultra-so
nography
/
http://alifis.wordpress.com/2009/06/05/seri-fisika-keseh
atan__usg-eeg
/
www.youtube.com
The Book Biomedical Engineering

PROSES PERSALINAN
NORMAL

FAKTOR MEMPENGARUHI
PERSALINAN
1.POWER
2.PASSAGE
3.PASSENGER

BISHOP SCORE

SEVEN CARDINAL MOVEMENTS OF


LABOR
1. Engagemen
2. Fleksi
3. Desensus
4. Putar paksi dalam
5. Ekstensi
6. Putar paksi luar
7. Ekspulsi

KEBUTUHAN GIZI IBU SAAT


HAMIL, MELAHIRKAN DAN
PASCA MELAHIRKAN

KEBUTUHAN ENERGI
Berdasarkan lemak / prot yang tertimbun maka
kebutuhan energi hamil 75000-80000 kal bila di bagi
lama kehamilan per hari + 300 kal
Tambahan kalori trimester I: tidak mutlak
trimester II: untuk pertumbuhan ibu
trimester III: untuk pertumbuhan anak

KEBUTUHAN PROTEIN
Protein :
Bahan pembentuk
Elemen yang penting N (nitrogen) 1 gr N 6,25 g protein
Rata-rata berdasarkan kebutuhan 2,89 g N18 g protein /
hari
Protein defisiensi :
Berat bayi lahir turun
Preeclampsia meningkat
Tensi meningkat pada kehamilan

Protein intake berlebihan :


- Prematuritas
- Kematian bayi meningkat
- Calori > 20% terdiri dari protein foetus
pertumbuhan menurun

VITAMIN
Vitamin

Vit B1, Vit B2, Vit B6

Vit B1: Thiamine

Metabolisme KH (thiamine pyrophosphat)


Vit B2 pembentukan enzim
Vit B6 pelepasan N dari amino acid
Def Vit B1, B2, B6 pada binatang :

- foetal death

- pertumbuhan

- kelainan congenital
79

Asam folat dan vit.12


Folic acid : syntesis DNA & RNA
Def Folic acid :
Megaloblastik anemia
gangguan pada neural tube manusia

Def vit 12 :
Megaloblastik anemia
Kerusakan susunan saraf pusat

Vit D : - Keseimbangan Ca selama hamil


Vit A: epithel jaringan
Vit C : jaringan, kulit, tubuh
Def vit C dihubungkan dengan :
- Premature rupture membrane
- Preeclampsia
Vit E : aktif tocopherol
- Mencegah oksidasi dari unsaturated fatty
acid
- Defisiensi abortus spontan

MINERAL
Fe : - Pembentukan hemoglobin
- Mengangkut O2 ke sel
Fe defisiensi prematur
Ca & P : membentuk rangka & gigi foetus
P : kejang-kejang betis pada hamil
Mg : tertimbun pada tulang, saraf dan sel otot
Defisiensi :- tremor
- Konvulsi
- kontraksi pada partus
Zn : - Komponen insulin
- Synthesis RNA dan DNA
- Cofactor untuk enzyme

RDA adult (23-50 tahun)


Tidak hamil

Hamil

Energy (kcal)

1600 2400

+ 300

Protein (gm)

44

+ 30

Vit A (R.E)

800

+ 200

Vit D (mg)

+5

Vit E (mg)

+2

Vit C (mg)

60

+ 20

400

+ 400

Niacin (mg)

13

+2

Riboflavin (mg)

1,2

+ 0,3

Thiamin (mg)

1,0

+ 0,4

Vit B6 (mg)

2,0

+ 0,6

Vit B12 (mg)

3,0

+ 1,0

Ca (mg)

200

+ 400

Phosph (mg)

800

+ 400

Folic acid (mg)

83

Iodine (mg)

150

+ 2,5

Iron (mg)

18

+ 30

Magnesia (mg)

300

+ 150

Zinc (mg)

15

+5

Food and Nutrition Board, Nat Res Counc, RDA Wash,D,C,


1980, U.S Govern Printing office

84

Kebutuhan Energi dan Zat


Gizi
Ibu Menyusui

ENERGI
Kandungan energi ASI: 670-700 kkal/L
Konversi asupan energi ibu untuk energi ASI: 80%
Kesimpulan: dibutuhkan 850 kkal untuk memproduksi 1 L
susu
Sumber energi:
Asumsi 100 150 kkal/hari dari 2-4 kg cadangan lemak
ibu saat masa hamil
Tambahan 500 kkal dari asupan makanan selama masa
menyusui (AKG Indonesia, 2004) total: 2300 2400
kkal/hari

PROTEIN
dibutuhkan tambahan 15 g protein selama 6 bulan
pertama dan 12 g selama 6 bulan kedua (AKG
Indonesia: + 17 g)

Karbohidrat dan Lemak


Rerata ibu menyusui akan menyekresi melalui ASI
sebesar 56 g karbohidrat/hari (terutama laktosa) dan 32
g lemak/hari;
Dapat tercukupi dari pola asupan energi 50-60% dari
karbohidrat, dan 15-30% dari lemak

Vitamin A dan K
Kandungan vitamin A dalam ASI bergantung dari
asupan dan status vitamin A ibu, dan menurun selama
masa menyusui
Kandungan vitamin A ASI matur sekitar 670 g/L ibu
kehilangan 523 g/hari
AKG Indonesia: +300 g (dari 500 g/hari)

Cairan
Disarankan minum 2 3L/hari dari makanan dan
minuman
Keluaran ASI tidak berhubungan dengan konsumsi
cairan peningkatan asupan cairan tidak
meningkatkan produksi ASI
Konsumsi cairan berlebihan melebihi kebutuhan karena
rasa haus akan menurunkan produksi ASI

OBAT-OBATAN YANG
MEMPENGARUHI KEHAMILAN,
PERSALINAN, NIFAS

Obat pada persalinan


1. OKSITOSIK
Obat yang meningkatkan kekuatan
kontraksi uterus
2.TOKOLITIK
Obat yang mengurangi/ menghambat
kontraksi uterus

oksitoksik
Oksitosin
Alkaloid Ergot
prostaglandin

oksitosin
Merangsang otot polos uterus & Kelenjar
mamae
Pada kehamilan aterm meningkatkan
Frekuensi, amplitudo & lama kontraksi
Memberikan hasil lebih baik pada pemberian
parenteral
Indikasi : Induksi partus aterm
awasi adanya tetania Uteri

Alkaloid ergot
Indikasi :
1.kontrol HPP
ergonovin (metil ergonovin)
Oral/subingual, intra muskular, intra vena
2.Migren

Prostaglandin E F
Merangsang persalinan pada setiap usia
PG F merangsang kontraksi uterus pada saat hamil dan
tidak hamil
Indeks terapi sempit mudah timbul hipertoni Folow
up ketat
tingkatkan kecepatan infus perlahan

Tokolitik
Indikasi :
Kehamilan Preterm ( 24-33 minggu )
Syarat : Kontraksi teratur
Interval < 10 menit
Lama kontarksi 30-60menit cukup kuat untuk
mendilatasi serviks

Tokolitik
2 adrenergik : Pitodrin, terbutalin,
Pitodrin merangsang reseptor 2
pada otot polos uterus

Kategori resiko laktasi


L1
L2
L3
L4
L5

(safest)
(safer)
(moderately safe)
(possibly hazardous)
(contraindicated)

Tabel keamanan analgenik


no

Nama obat

Resiko
kehamilan

Resiko
menyusui

Asetaminofen

L1

Aspirin

C
D

L3

Celecoksib

L3

Diklofenak

L2

Obat yang perlu diperhatikan saat


menyusui
Anti koagulan
Beberapa anti koagulan kadar lebih kecil
Pada ASI dibanding plasmawarfarin 99%
Terikat pada protein plasma ibu
AINS
AmanAsetaminofen (parasetamol)
Indometasin Oligohidramnion
Nefrotoksik pada neonatus

Antimikroba
Penisilin Reaksi anafilaktik
Tetrasiklin Gangguan pewarnaan gigi
Gangguan pertumbuhan tulang
Amoksisilin Diare & kandidiasis
Koramfenikol Sindroma Gray
Kolaps sirkulasi neonatus
INH defisiensi piridoksin bayi

MEMBACA PARTOGRAF

Partograph
A partograph is a graphical
record of the observations
made of a women in labour
For progress of labour and
salient conditions of the
mother and fetus
It was developed and
extensively tested by the
world health organization
WHO

Partograph function
The partograph is designed for use in all
maternity settings , but has a different
level of function at different levels of health
care
in health center, the partograph,s critical
function is
to give early warning if labour is likely to
be prolonged and to indicate that the
woman should be transferred to hospital
(ALERT LINE FUNCTION )
in hospital settings, moving to the right of
alert line serves as a warning for extra
vigilance , but the action line is the critical
point at which specific management

Components of the partograph


Part 1 : fetal condition
( at top )
Pqrt 11 : progress of
labour
( at middle )
Part 111 : maternal
condition
( at bottom )
Outcome :

Part 1 : Fetal condition


this part of the graph is used to monitor
and assess fetal condition
1 - Fetal heart rate
2 - membranes and liquor
3 - moulding the fetal skull bones
Caput

Fetal heart rate


Basal fetal heart rate?
< 160 beats/mi =tachycardia
> 120 beats/min = bradycardia
>100 beats/min = severe bradycardia
Decelerations? yes/no
Relation to contractions?
n
n
n

Early
Variable
Late -----Auscultation - return to baseline

> 30 sec contraction


----- Electronic monitoring
peak and trough (nadir)

membranes and liquor


intact membranes
.I
ruptured membranes + clear liquor
.C
ruptured membranes + meconiumstained liquor ..M
ruptured membranes + blood stained
liquor B
ruptured membranes + absent
liquor....A

moulding the fetal skull


bones
Molding is an important indication of how
adequately the pelvis can accommodate the fetal
head
increasing molding with the head high in the pelvis
is an ominous sign of cephalopelvic disproportion
separated bones . sutures felt easily .
.O
bones just touching each other ..+
overlapping bones ( reducible 0 ...+
+
severely overlapping bones ( non reducible ) ..
+++

part11 progress of
labour
. Cervical diltation
Descent of the fetal head
Fetal position
Uterine contractions
this section of the paragraph has as its central
feature a graph of cervical diltation against time
it is divided into a latent phase and an active phase

latent phase :
it starts from onset of labour until the
cervix reaches 3 cm diltation
once 3 cm diltation is reached , labour
enters the active phase
lasts 8 hours or less
each lasting < 20 sceonds
at least 2/10 min contractions

Active phase :
Contractions at least 3 / 10
min
each lasting < 40 sceonds
The cervix should dilate at a
rate of 1 cm / hour or faster

Descent of the fetal


head
It should be assessed by abdominal
examination immediately before doing a
vaginal examination, using the rule of fifth
to assess engagement
The rule of fifth means the palpable fifth
of the fetal head are felt by abdominal
examination to be above the level of
symphysis pubis
When 2/5 or less of fetal head is felt above
the level of symphysis pubis , this means
that the head is engage , and by vaginal
examination , the lowest part of vertex has

Uterine contractions
Observations of the contractions are made every hour in
the latent phase and every half-hour in the active phase
frequency how often are they felt ?
Assessed by number of contractions in a 10 minutes
period
duration how long do they last ?

Measured in seconds from the time the contraction is


first felt abdominally , to the time the contraction phases
off
Each square represents one contraction

Palpate number of contraction in


ten minutes and duration of
each contraction in seconds
Less than 20 seconds:
Between 20 and 40 seconds:
More than 40 seconds:

Part111: maternal
condition

Name / DOB /Gestation

Medical / Obstetrical issues


Assess maternal condition regularly by
monitoring :
drugs , IV fluids , and oxytocin , if labour is
augmented
pulse , blood pressure
Temperature
Urine volume , analysis for protein and
acetone

FISIOLOGI NIFAS

Masa nifas/postpartum/puerperium
Latin, Puer berarti Bayi, Parous berarti
melahirkan
Masa pulih kembali seperti sebelum hamil
6-8 minggu pasca persalinan

3 periode masa nifas


Puerperium dini : Ibu pulih dimana boleh berdiri dan
berjalan
Puerperium intermedial : alat-alat genitalis pulih
menyeluruh (6-8 minggu)
Puerperium remote : Ibu pulih sempurna terutama yang
memiliki komplikasi

Perubahan anatomi
UTERUS

LOKIA
Sekresi cairan rahim selama nifas
Reaksi alkalis
240-270 ml/ hari

SERVIKS
Pasca persalinan : 2-3 jari
6 minggu pasca persalinan : menutup

Vulva dan
Vagina
Awal pasca
persalinan : kendur
3 minggu pasca
persalinan : kembali
normal

Endometrium

Awal pasca persalinan : 2,5 mm

3 hari pasca persalinan : kembali

PERINEUM
Awal : kendur
5 hari pasca persalinan : kembali tidak
sepenuhnya

PAYUDARA
Progesteron turun,prolaktin meningkat
Awal: produksi kolosrum, hari ke 2 atau
3 : ASI
Hangat,bengkak dan sakit

PERUBAHAN FISIOLOGI
SISTEM
PERKEMIHAN
24 jam pertama :
sulit BAK
Urine dalam jumlah
besar : 12-36 jam
Estrogen turun :
diuresis
Dilatasi ureter
kembali : 6 minggu

SISTEM
GASTROINTESTINAL
3-4 Hari : normal
Asupan makanan turun

SISTEM KARDIOVASKULAR
diuresis,kembali 3-5 hari pasca persalinan
SISTEM ENDOKRIN

Hormon Plasenta : HcG turun-10% selama


3-7 jam
Hormon Pituitari : Prolaktin meningkat

SISITEM MUSKULOSKLETAL
Ligamen, fascia dan diafragma pelvis kembali
kendur : stabil 6-8 minggu pasca persalinan
dinding abdomen yang lunak dibantu
pemulihan dengan latihan

SISTEM HEMATOLOGI
Hari pertama : fibrinogen dan plasma turun
Mengental dan viskositas meningkat
Leukositosi meningkat
Normal : 4-5 minggu

Program Masa Nifas

meliputi:
1. Pencegahan
2. Deteksi Dini
3. Pengobatan penyakit atau komplikasi
4. Konseling pemberian ASI
5. Perawatan bayi
6. Penjarangan kehamilan
7. Imunisasi
8. Nutrisi bagi Ibu

Konseling mengenai kontrasepsi DIPERLUKAN.


Bila ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan,
tanpa diselingi PASI, pemberian 8-10x/hari dapat
mendapatkan efek kontrasepsi amenore laktasi.
Setelahnya, kontrasepsi lain, seperti pil progestin,
DMPA, AKDR, metode barier.

Tata Laksana dan Konseling

1. Ibu perlu istirahat yang cukup 8-12 jam/hari


2. Banyak minum 1500 cc/hari, makanan tambahan mencapai 2100
kkal/hari untuk memenuhi kebutuhan selama menyusui
3. Mobilisasi dilakukan pada hari pertama setelah melahirkan. Dapat
mengurangi masalah miksi dan defekasi
4. Pemeriksaan tinggi fundus, kondisi umum, tanda vital, dan keluhan
lain
5. Pemberian tablet besi karena 50% ibu hamil dan bersalin di
Indonesia mengalami anemia
6. Rujuk bila ada komplikasi saat nifas

Perawatan Luka Episiotomi


1. jika episiotomi midline, tidak melebihi otot perineum
transversal, daerah tersebut dijaga supaya tetap bersih dan
kering serta diberikan analgesik OAINS
2. Pada pasien dengan robekan derajat 3-4, episiotomi meluas,
atau episiotomi mediolateral, biasanya perlu analgesik lebih kuat
3. Jika ada edema, dikompres dengan air dingin/ice pack atau
dengan sizt bath (berendam dengan air hangat/dingin) pada
waktu di rumah untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.
4. Boleh diberikan obat untuk melembutkan feses.
5. Edukasi kepada ibu untuk tidak melakukan aktivitas yang
berat dulu, seperti mengangkat barang yang berat.

Perawatan Setelah Operasi Sesar


1. Setelah operasi sesar, dilakukan pengawasan terhadap jalan
napas (dapat bernapas tanpa bantuan), kardiorespirasi stabil atau
tidak (frekuensi napas, frekuensi nadi, tekanan darah), nyeri, dan
pengaruh sedasi (dapat berkomunikasi). Dilakukan observasi setiap
30 menit selama 2 jam. Selanjutnya, setiap jam.
2. Pemberian analgesik NSAID dapat diberikan sebagai
analgesik tambahan dan dapat mengurangi kebutuhan dari
analgesik opioid.
3. Makan dan minum sedini mungkin. Jika proses pemulihan baik
dan tidak ada komplikasi setelah operasi sesar, boleh makan dan
minum ketika merasa lapar/haus. Pemberian asupan oral sedini
mungkin berhubungan dengan berkurangnya waktu untuk rawat
inap di rumah sakit dan bising usus akan kembali lebih cepat.

4. Selang kateter boleh dilepas ketika pasien sudah


dapat berjalan setelah anestesi regional dan di atas 12
jam setelah dosis epidural berakhir.
5. setelah operasi sesar, biasanya dirawat inap
selama 3-4 hari di rumah sakit. Sedangkan jika
melahirkan normal, 1 hari saja. Melahirkan dengan alat
rawat inapnya 1-2 hari.

Perawatan Umum setelah Operasi Sesar


1. Boleh diresepkan analgesik, jika dibutuhkan ditambah dengan antibiotik.
2. Perawatan luka operasi
- Mengganti dressing setelah 24 jam
- Observasi demam, tanda-tanda infeksi di luka (semakin nyeri, kemerahan, cairan), jahitan
yang terlepas.
- Edukasi untuk memakai baju yang longgar, nyaman, dan katun.
- Edukasi untuk membersihkan badan (mandi) setiap hari, minimal 2 kali.
- Membersihkan luka, luka tidak boleh digosok, dan menjaga agar luka tetap
hari.

kering setiap

3. Observasi tanda-tanda infeksi (infeksi di luka, infeksi saluran kemih, atau endometritis)
4. Edukasi mengenai aktivitas yang sebaiknya dihindari dahulu, yaitu menyetir,
barang berat, olahraga berlebihan, dan melakukan aktivitas seksual.

membawa

PEMERIKSAAN
PANGGUL SEBELUM
PERSALINAN