Anda di halaman 1dari 114

PAPARAN DEBU DI

TEMPAT KERJA

A. Pengertian Debu :
Partikel kecil, padat dan kering yang
diproyeksikan ke udara oleh kekuatan alam
seperti angin, dan letusan gunung berapi, atau
oleh proses mekanis buatan manusia seperti
proses
menghancurkan,
menggiling,
pengeboran,
pembongkaran,
menyekop,
penyaluran, pengayakan, pembungkusan, dan
penyapuan.
Partikel debu ini diameternya terdiri dari
berbagai ukuran mulai dari 1 m sampai 100 m
dan menetap perlahan di bawah pengaruh
gravitasi bumi (IUPAC, 2001)

partikel padat yang berukuran sangat kecil


berukuran 1 sampai 500 mikron yang
dibawa oleh udara. Partikel-partikel kecil
ini dibentuk oleh suatu proses disintegrasi
atau
fraktur
seperti
penggilingan,
penghancuran atau pemukulan terhadap
benda padat.
Debu sebagai padatan halus yang
tersuspensi diudara yang tidak mengalami
perubahan secara kimia ataupun fisika
dari bahan padatan aslinya (MSHA, 1999)

Debu diudara (airborne dust) :


suspensi partikel benda padat diudara. Butiran
debu ini dihasilkan oleh pekerjaan yang
berkaitan dengan gerinda, pemboran dan
penghancuran pada proses pemecahan bahanbahan padat.
Ukuran besarnya butiran-butiran tersebut sangat
bervariasi mulai yang dapat dilihat oleh mata
telanjang (> 1/20 mm) sampai pada tidak
kelihatan.
Debu yang tidak kelihatan berada diudara untuk
jangka
waktu
tertentu
dan
hal
ini
membahayakan karena bisa masuk menembus
kedalam paru-paru

Aerosol (partikel)
Setiap sistem titik-titik cairan atau debu
yang
mendispersi
diudara
yang
mempunyai ukuran demikian lembutnya
sehingga kecepatan jatuhnya mempunyai
stabilitas cukup sebagi suspensi diudara.
Perlu diingat bahwa partikel-partikel debu
selalu berupa suspensi. Partikel dapat
diklasifikasikan sebagai kabut dan asap.

Kabut (mist)
Sebaran butir-butir cairan diudara. Kabut
biasanya
dihasilkan
oleh
proses
penyemprotan dimana cairan tersebar,
terpercik atau menjadi busa partikel buih
yang sangat kecil

Asap (fume)
Butiran-butiran
benda
padat
hasil
kondensasi bahan-bahan dari bentuk uap.
Asap ini biasanya berhubungan dengan
logam di mana uap dari logam
terkondensasi menjadi butiran-butiran
padat di dalam ruangan logam cair
tersebut. Asap juga ditemui pada sisa
pembakaran tidak sempurna dari bahanbahan yang mengandung karbon, karbon
ini mempunyai ukuran lebih kecil dari 0,5
micron

Gas
adalah bahan seperti oksigen, nitrogen,
atau karbon dioksida dalam bentuk gas
pada suhu dan tekanan normal, dapat
dirubah
bentuknya
hanya
dengan
kombinasi
penurunan
suhu
dan
penambahan tekanan

Uap Air (vavor)


adalah bentuk gas dari cairan pada suhu
dan
tekanan
ruangan
cairan
mengeluarkan uap, jumlahnya tergantung
dari kemampuan penguapannya. Bahanbahan yang memiliki titik didih yang
rendah lebih mudah menguap dari pada
yang memiliki titik didih yang tinggi

B. Karakteristik dan jenis Debu


Dapat mengendap karena dipengaruhi
gravitasi bumi, memiliki permukaan yang
selalu basah karena dilapisi air, mampu
membentuk gumpalan atau koloni karena
permukaannya yang selalu basah, bersifat
listrik statis artinya mampu menangkap
partikel lain yang berlawanan dan bersifat
opsis artinya debu mampu memancarkan
cahaya.

Debu fibrogenic seperti Kristal silica (free


crystalline silica FCS) atau asbestos adalah
jenis debu yang sangat beracun dan jika masuk
kedalam paru-paru dapat merusak paru-paru
dan mempengaruhi fungsi atau kerja paru-paru.
Nuisance dust atau inert dust dapat
didefinisikan sebagai debu yang mengandung
kurang dari 1% quartz (kuarsa). Karena
kandungan silica yang rendah, nuisance dust
hanya sedikit mempengaruhi kesehatan paruparu dan dapat disembuhkan jika terhirup

Dari sisi kesehatan kerja, debu


diklasifikasikan :
respirable dust,
inhalable dust
total dust

Respirable dust
Debu atau partikel yang cukup kecil yang
dapat masuk kedalam hidung sampai
pada sistem pernapasan bagian atas dan
masuk kedalam paru-paru bagian dalam.
Partikel yang masuk kebagian paru-paru
bagian dalam atau sistem pernapasan
bagian dalam secara umum tidak bisa
dikeluarkan oleh sistem mekanisme tubuh
secara alami (cilia dan mucous) maka
akibatnya partikel tersebut akan tinggal
selama-lamanya didalam paru-paru

inhalable dust
Debu yang bisa masuk kedalam tubuh
akan tetapi terperangkap atau tertahan di
hidung, tenggorokkan atau sistem
pernapasan bagian atas, ukuran inhalable
dust berdiameter kira-kira 10 mikron.

Total dust
Semua airborne partikel tanpa
mempertimbangkan ukuran dan
komposisinya. Pelepasan debu secara
berlebihan keudara dapat menyebabkan
gangguan kesehatan dan juga masalah di
industri

Klasifikasi debu berdasarkan jenis :


debu organic,
debu metal,
debu mineral

Debu organic adalah debu yang berasal


dari makhluk hidup,
Debu metal adalah debu yang di
dalamnya terkandung unsur-unsur logam
(Pb, Hg, Cd, dan Arsen),
Debu mineral ialah debu yang di
dalamnya terkandung senyawa kompleks.

Bahaya Debu
Dapat memasuki tubuh lewat inhalasi, ingesti, dan kulit
Luasnya permukaan yang dapat menyerap debu (luas paru-paru
orang dewasa = 55-75 m2, dan kulit 2 m2).
Luas permukaan debu semakin besar dengan semakin halusnya
ukuran debu. Misal 1 cm3 quartz murni bila ditumbuk halus
menjadi ukuran 1 mikron, maka terbentuk debu sebanyak 10 12
dengan luas permukaan 6 m2 dibanding dengan asalnya 6 cm2.
Volume benda padat yang dihaluskan akan bertambah, karena
adanya celah di antara partikel di dalam massa. Misalnya,
konsentrasi debu di udara sebesar 50 mppcf berasal dari 1 cm3
zat yang dihaluskan menjadi ukuran 1 mikron, di udara akan
memenuhi volume 20.000 ft3.

Bahaya Debu

Debu dalam industri ukurannya sangat bervariasi


dengan ukuran halus mendominasi yang lain.

Jika ada debu di sekitar proses industri, dan


orang dapat melihatnya, maka kemungkinan besar
debu yang lebih halus pun terdapat banyak di
sekitar itu.

Efek debu terhadap kesehatan


Bervariasi tergantung jenis, sifat kimiafisika debu.
Silicosis, asbestosis pada beberapa kasus
jantung ikut terpengaruh (cor-pulmonale),
terutama jika fibrosis parah.
Keracunan sistemik: Hg, Pb, Mn, Cd, Be,
dll. Zat organik.

Efek debu terhadap kesehatan (2)

Metal fume fever: Zn, Mg.


Alergi: tepung, kayu, dll.
Bakteri, jamur: Anthrax dari wool dan
tulang, jamur dari kayu, bagasse.
Iritasi pada hidung, tenggorokan: asam,
alkali, Cr, dll.
Kerusakan jaringan organ dalam: zat
radioaktif, Ra, dll.

Efek debu terhadap kesehatan (2)


Keracunan Pb: Biasanya kronis
Keracunan Beryllium: Biasanya parah, disebabkan oleh Be
fumes dan Be terikat pada debu. Be-fluorida juga berbahaya.

Demam logam: merupakan penyakit akut, jangka pendek,


terutama disebabkan Zn dan Mg dengan oksida logamnya. Gejala
timbul 12 jam setelah eksposur dengan demam dan menggigil.
Sembuh dalam satu hari, bila pekerja kembali kerja, maka
kemungkinan besar ia takkan memperlihatkan keracunan lagi, tetapi
apabila sudah lama tidak kena kontak dengan uap logam, maka
penyakin akan berulang.

Efek debu terhadap kesehatan (2)


Alergi: terjadi pada orang yang peka terhadap zat kimia, makanan,

obat, dll. Reaksi dapat berupa asthma, hay fever, hives. Eksposur
dalam konsentrasi kecil mungkin tidak menimbulkan reaksi alergi,
tetapi segera ia tidak kontak untuk jangka waktu cukup lama, maka
ia akan bereaksi alergi bila terekspos.
Bakteri dan fungi: anthrax yang masuk ke paru-paru dapat
mengakibatkan pulmonary anthrax.
Debu radioaktif: menimbulkan kerusakan organ internal

Debu pengganggu: yang tidak langsung menimbulkan masalah.

Pneumoconiosis

Pneumoconiosis:
paru-paru (pneumon) berdebu (conio)
Pneumoconiosis secara khusus: mengerasnya
jaringan paru-paru akibat terjadinya fibrosis
secara berlebih, disebabkan oleh iritasi debu
Penyebab: semua debu, asap, uap logam, dan
gas dapat menyebabkan iritasi dan fibrosis
Semakin lama pemaparan makin banyak
fibrosis terjadi sesak napas (inefisiensi
paru-paru)

Mekanisme kerja
Debu silika masuk paru-paru sel makrofag mencoba
menghancurkannya karena silika tidak dapat
dihancurkan/lisis kerusakan sel
Sel rusak diganti jaringan ikat terjadi fibrosis
Jaringan ikat berlebih jaringan paru tidak elastis, tidak
dapat berfungsi dalam respirasi, pembuluh darah akan
terpotong/tertutup jaringan ikat vaskularisasi
berkurang
Efek sesak napas, lemah, kekurangan oksigen,
ekspansi dada berkurang

MK TL3220 Keslingker

Pneumoconiosis
is a disease of the lungs caused by long-term
breathing of dust, especially certain mineral
dusts. Forms of pneumoconiosis include black
lung disease (coal worker's pneumoconiosis),
silicosis, and asbestosis. The disease typically
results from working in a mine for many years,
but factory work and other occupations can
expose people to the ill effects of breathing
dusts.

What Causes Pneumoconiosis?


Only microscopic-size dust particles, about
1/5,000 of an inch across or smaller, are able to
reach the tiniest air sacs (the alveoli) in the
lungs.
There they cannot be removed, and accumulate
to cause a scarring and thickening of the lungs
called fibrosis. Eventually, the lungs begin to
lose their ability to supply oxygen to the body.

Jenis-jenis

Silicosis = pneumoconiosis akibat silika (SiO2)


Asbestosis = pneumoconiosis karena asbestos
Anthrocosilicosis = disebabkan karena
kombinasi antrasit/karbon/C dan silika
Lain-lain: mica-pn-is (mica), kaolinosis (kaolin),
bauxite-pn-is (bauxite), Shavers disease,
bagassosis (bagasse = sisa tebu), karena
talcum, Barium, Besi (siderosis)
Semua proses crushing, grinding, polishing,
berbagai mineral, pulverized material
MK TL3220 Keslingker

THE WAR AGAINST BLACK


LUNG
The prevalence of black lung disease did
not begin to decrease until it became clear
that the cause was excessively high levels
of coal dust in mines.

Asbestosis
comes from breathing tiny asbestos fibers
in mining, building construction, and other
industries

What Happens When People


Have Pneumoconiosis?
Because pneumoconiosis usually takes 20 or 30 years to
develop, workers often do not notice symptoms until they
are over 50.
The main symptoms are coughing and difficulty in
breathing, which gradually increases.
Complications include emphysema and increased risk of
tuberculosis.
Asbestosis patients are more likely to develop lung
cancer, especially if they smoke cigarettes.
Damaged lungs make the heart work harder, and heart
problems can accompany severe cases of
pneumoconiosis.

Gejala
Sesak nafas, yang disebabkan oleh
berkurangnya efisiensi paru-paru dalam
mengambil oksigen.
Contoh:
Pneumoconiosis Asbestosis dan Silicosis
yang diakibatkan oleh debu asbes dan
silika.

Pneumoconiosis:

Asbestosis
Silicosis

Mengerasnya jaringan
paru-paru akibat fibrosis
berlebih karena iritasi
debu.

Fibrosis

Debu
Asap
Uap
Uap logam
Gas

Fibrosis.
is the formation or development of excess
fibrous connective tissue in an organ or
tissue as a reparative or reactive process.

Ukuran

5-10 m
3-5 m
1-3 m
0,1-1 m

Ukuran partikel

5-10 m tertangkap pernafasan bagian atas


3-5 m tertangkap pernafasan bagian tengah
1-3 m tertangkap pada alveoli (paru-paru
bagian dalam)
0,1-1 m mengikuti gerak brown dan akan terbawa keluar
kembali.

Deposisi partikulat
Debu yang masuk paru-paru (2-5 mikron)
Ukuran kecil mudah masuk tetapi mudah keluar
lagi dari paru-paru
Tergantung ukuran aerodinamik partikel dapat
memasuki: nasopharyngeal tracheo bronchial
pulmonary
Sample dari impinger dianalisis ukuran dan
prosentasi silika bebasnya

MK TL3220 Keslingker

Pengukuran
Mengukur debu melalui metode impingement.
Alatnya Impinger
Impinger dapat digunakan untuk mengukur debu
ruangan + dapat juga sebagai personal sampler
pada breathing zone (mengukur debu masuk ke
paru-paru pekerja).

Pengukuran
Impinger dapat untuk debu ruangan umum, atau
personal sampler pada breathing zone pekerja
Debu yang dikumpulkan: udara setelah settlingdebu
besar tidak masuk
Jangan mengukur/mengambil sample udara pada
proses produksi debu
Semua debu udara (air borne dust) perlu diperiksa:
komposisinya, ukuran debunya, dan % silika bebas
Metode: petographic, XRD= X ray diffraction

MK TL3220 Keslingker

Ada Pertanyaan?

Manufacturers commonly use


asbestos in the following products:

Manufacturers commonly use


asbestos in the following products:
Metal Pouring into the
Assembled Mold

Grinding

Manufacturers commonly use


asbestos in the following products:
Products containing asbestos cement - Pipes,
shingles, clapboards, sheets
Vinyl-asbestos floor tiles
Asbestos paper in filtering and insulating products
Material in brake linings and clutch facings
Textile products - Yarn, felt, tape, cord, rope
Spray products used for acoustical, thermal, and
fireproofing purposes

Examples of occupations
associated with asbestosis
Insulation workers
Boilermakers
Pipefitters
Plumbers
Steamfitters
Welders

Silicosis
Semakin banyak silika bebas dalam debu
semakin parah
Karakteristik khas silicosis: fibrosis yang
merata di seluruh paru-paru, sesak napas,
ekspansi paru-paru berkurang, kapasitas
kerja menurun, tidak demam, menjadi
peka tehadap TBC

MK TL3220 Keslingker

Faktor penentu silicosis

Konsentrasi dan jenis debu


% silika bebas dalam debu
Senyawa silika
Ukuran debu terinhalasi
Lamanya terpapar
Daya tahan tubuh seseorang
Ada/tidaknya penyakit komplikasi
MK TL3220 Keslingker

Kandungan silika
Silika yang
berbahaya: silika
bebasnya, bukan
silika yang terikat
pada senyawa lain
atau SiO2

MATERIAL

% NORMAL
SiO2

Cetakan cor-logam

50-90

pottery

15-25

komposisi genting dan


tegel

10-35

batuan untuk jalan

0-80

kapur

0-3

feldspar

12-25

tanah liat

0-40

mica

0-10

talk

0-5

MK TL3220 Keslingker

NAB
MATERIAL

KEGUNAAN

NAB (mppcf)

Crystaline free silica

Heatresistant processes, filter,


keramik, metal polish, dll

Rumus

Amorphous free silica

insulation, filler, absorbent

Rumus

Silika gel

absorbent, drying dll

20 mppcf

Silikat: Asbotis, clays, feldspar

keramik, glass, abrasive,


cement, insulation, fetilizer

Asbestos: 5,
clays: 50,
feldspar: 50

Fuller's earth, kaolin, mica,


Portland cement, silicon
carbide, talc, vermiculite

filter medium, stoneware, tile,


keramik, electrical
insulation, construction
material, abrasive, plaster,
filler, fertilizer, catalyst
carrier, dll.

50

Ket: mppcf=million particles per cubic feet, atas dasar 40 jam/minggu

MK TL3220 Keslingker

Asbestosis
Asbestos bersifat karsinogenik
Bila debu yang masuk banyak asbestosis cepat
Asbestos masuk sedikit, paparan lama pekerja tidak
menderita asbestosis, tetapi di masa datang
kemungkinan menderita kanker karena asbes
Kanker akibat asbestos yang terkenal: mesothelioma,
kanker pada selaput paru-paru
Bentuk asbestos: kristal seperti jarum -> mudah ikut
udara inspirasi (sangat aerodinamik), menembus paruparu sampai pada selaputnya
Mesothelioma pertama kali ditemukan pada pekerja
perkapalan di Schiphol, Belanda
MK TL3220 Keslingker

Penentuan konsentrasi debu


Penentuan konsentrasi debu (C) dalam udara untuk
yang bekerja 8 jam/hari, 40 jam/minggu adalah:
C (mppcf) =

250
5 + %kristal SiO2 dlm udara

Contoh TLV debu di lingkungan kerja


Bahan

TLV (mppcf)

Quartz
Asbestos
Mica
Portland Cement
Talc

2,5
2,5
20
50
20

Treatment.
The only treatment is to avoid smoking
and further exposure to dust, and to treat
complications.

Imaging Studies:
Radiography

Chest radiographs are basic and required diagnostic


imaging studies.
The International Labor Office standardized
classification of radiographic abnormalities is useful in
grading the extent of disease in asbestosis and in
other pneumoconioses.

Computed tomography scan

CT scan is useful in delineation of pleural or pleurabased abnormalities (eg, effusion, thickening, plaque,
malignant mesothelioma, rounded atelectasis).

Other Tests:
Pulmonary function tests

Diffusing capacity reduction may precede lung volume


changes, but findings from a diffusing capacity
measurement are not specific. Besides diffusing
capacity reduction, the earliest physiologic
abnormality is exertional hypoxemia.
Total lung capacity is reduced in asbestosis and in
other restrictive disorders.
Using spirometry, vital capacity typically appears
reduced, without a reduction in the ratio of forced
expiratory volume in 1 second to forced vital capacity
(FEV1-to-FVC).

Hubungan antara volume dan kapasitas paru-paru


B

C
F
A
D
G

Keterangan:
A
= kapasitas paru-paru total (TLC)
B
= volume cadangan inspirasi (IRV)
C
= tidal volume (TV)
D
= volume cadangan expirasi
E
= volume residual (RV)
F
= kapasitas vital (VC)
G
= kapasitas residual fungsional (FRC)
C+B = kapasitas inspirasi (IC)

Prevention
Pneumoconiosis can be prevented by
enforcing maximum allowable dust levels
in mines and at other work sites, and by
using protective masks.
Regular medical examinations, including
chest x-rays for people at risk, can detect
pneumoconiosis during its earlier stages,
before it becomes disabling.

Ada Pertanyaan?

Metoda Pengontrolan

Selection Methods of Control

Metoda Pengontrolan
Isolasi
Ventilasi setempat/ LEV
Ventilasi umum
Metoda basah/
pengendalian kelembaban
Alat Pelindung Diri (APD)

Metoda Pengontrolan
Ventilasi lokal (Local Exhaust Ventilation),
langsung dekat pada sumber kontaminan
Ventilasi umum (General ventilation), untuk
sumber kontaminan yang tersebar dan tidak
terlalu berbahaya
Perlindungan perorangan (personal protection),
berupa perlindungan pernafasan dengan masker,
desain sebaik mungkin jika perlu diberi supply
oksigen.

Isolasi
Paling efektif: Isolasi dengan LEV, dan
ruang bertekanan negatif (debu tidak
keluar apabila dibuka)
Tidak mungkin apabila pekerja harus
dekat dengan alat
Alat besar tanpa perlu pekerja mudah
diisolasi. Pekerja pakai APD bila masuk

MK TL3220 Keslingker

LEV
LEV = Local Exhaust Ventilation/ventilasi
setempat
Di tempat debu diproduksi dalam jumlah besar
LEV kombinasi dengan ruang tertutup sangat
efektif
Contoh: LEV menghisap debu dari proses
casting shakeout di suatu pengecoran,
menghisap fume dari proses welding dan
grinding

Substitution
Replacement of a toxic
material with a
harmless one
Substitution of solvent
Experiment on a small
scale before making the
new solvent part of the
operation or process

Carbon tetrachloride

methyl chloroform,
dichloromethane,
aliphatic petroleum
hydrocarbons.
Benzene toluene
(paint remover)
Foundries using
parting compounds
that contain free silica
(minimize silicosis)

Changing the process


Often offers an ideal chance to improve
working condition
Changes are made to improve quality or
reduce cost of production only occasionally to
improve the in-plant environment

Examples
Automobile industry
The amount of lead dust created by grinding solder
Small, rotary, high speed sanding disk low speed,
oscillating-type sanders

Brush painting or dipping instead of spray painting


will minimize the concentration of air borne
contaminants from toxic pigments
Arc welding in place of riveting, vapor degreasing
with adequate controls to replace hand-washing of
parts in open container

Examples
Airless spraying techniques and electrostatic
devices to minimize overspray as replacements for
hand-spraying
Machine application of lead oxide to battery grids
which reduced lead exposure to operators in
making storage batteries
Before purchase the new machine, should be
considered :

Ventilation
Vibration
Heat control

Isolation or Enclosure
Some potentially dangerous operations can be
isolated from the people nearby, which solves the
exposure problem

Physical barrier
By time (semi automatic equipment)
By distance (remote control)

Enclosure will prevent or minimize the escape of


solvent vapor into the workroom atmosphere
Where highly toxic solvents are used, enclosure
should be one of the first measures attempted after
considering substitution.

Examples
Shipbuilding : using dry sand

isolation the process


Off shift : few employees, should wear an air supplied
respirator

Radium dial painting, gloves booths


Airless blast or shoot blast machines for cleaning
castings, and abrasive blasting cabinets
In chemical industry : using closed system
Mechanical industries : complete enclosure
from sand blasting or metal spraying operations

Isolation &
enclosure

Wet methods
Dust hazards can frequently be minimized or greatly
reduced by application of water or other suitable liquid at
the source of dust
Simplest methods for dust control. Its effectiveness,
however, depends upon proper wetting of the dust
Kelembaban udara dengan NAB sekitar 75% dapat
mengurangi jumlah debu di udara
examples : rock drilling operation, foundries
sandblasting

Local Exhaust Ventilation


A local exhaust system traps the air
contaminant near its source so that a
worker standing at the process is not
exposed to harmful concentrations
Should be used when the contaminant
cannot be controlled by substitution,
changing the process, or isolation or
enclosure

Its performance should be checked

Correct rates of air flow


Duct velocities
Negative pressures
The others

A Local exhaust system consists of four


part
Hood : the air borne contaminant is drawn
Ducts : carrying the contaminated air to a
central point
An air-cleaning devices : a dust arrestor
for purifying the air before it is discharged
A fan : create the required air flow through
the system

Local exhaust system


Duct
Single duct, hanya
melayani satu sumber
pengotor
Multiple duct,
bercabang

Velocity contour

Principles of hood design..1


Enclose the operation as much as possible to
reduce the rate of air flow needed to control the
contaminant (Picture A)
Always locate a hood so the contaminant is
moved away from the breathing zone of the
operator (Picture B)
Locate and shape the hood so the initial velocity
of the contaminant will throw it into the hood
opening operator (Picture C)

Principles of hood design2


Solvent vapors in health-hazard
concentration are not appreciably heavier
than air. Capture them at their source rather
than collect them at the floor level (Picture
D)
Locate the hood as close as possible to
source of contaminant (Picture E)
Design the hood so it will not interfere with
the worker

Picture A

The more completely the hood enclosed the


source, the less air is required for control in this
straight-line automatic buffing operation

Picture B : Direction of air flow


BAD

GOOD

The hood should be located so the contaminant is


removed away from the breathing zone of the
worker

No protection from toxic fume

Picture C
BAD

GOOD

THE HOOD SHOULD BE SO LOCATED AND


SHAPED THAT THE ORIGINAL VELOCITY OF
THE CONTAMINANT WILL THROW IT INTO
THE HOOD OPENING

Picture D

BAD

GOOD

Exhaust from the floor usually gives fire


protection only

Picture E

GOOD

BAD

The required volume varies with the square of the


distance from the source

Perhitungan:
Kecepatan aliran udara dapat dihitung dengan
rumus:
2

v = Q/A = Q/4 X

dimana X = jarak terhadap suatu titik dari


mulut hood
Q
=
X
=
A
=
B
=
opening

air flow into duct (cfm)


distance outward along hood axis (ft)
area of hood opening (sq ft)
a constant which depends on the shape of the

Rumus pendekatan untuk X<1,5 diameter Hood

v = bQ/(X2+bA)
dimana b = 0,1 untuk mulut hoods berbentuk lingkaran atau
bujursangkar

Contoh:
V suatu aliran udara pada duct yang
berdiameter 6 adalah 4000 fpm beberapa
pada jarak 2 dan 4?

Untuk jarak 2, v adalah 47,5%x4000 fpm=1900 fpm


Untuk jarak 4, v adalah 19,3%x4000 fpm=771 fpm
Jika X>diameter duct, rumus pendekatannya adalah:
v = Q/10 X2

Canopy Hood
Perkiraan jumlah udara yang
diperlukan adalah dapat dihitung
dengan rumus pendekatan:

Q = 1,4 x 2 (L+W) H x V
Q = rate of air flow (cfm)
L= tank length (ft)
W = tank width (ft)
H = height of canopy above tank
(ft)
V = desired control velocity (fpm)

Canopy Hood

Air cleaner (Pembersih Udara)

Kolektor sentrifugal: tunggal dan paralel


Kolektor sentrifugal basah
Electrostatic precipitator

Fan
Penghisap berbentuk kipas yang
digerakkan oleh motor listrik, ada 2
macam:

Sentrifugal, aliran udara bergerak mengelilingi sumbu kipas, baik


untuk LEV, terdiri dari 2 macam:
Backward curved blades, efisiensi tinggi, bising
Forward curved blades, untuk beban yang rendah, silent.

Axial, aliran udara bergerak searah sumbu putaran kipas, baik untuk
mengurangi kelembapan pada ventilasi umum (yang tidak
mengandung partikel)

More local exhaust

BAD

GOOD

Hoods and ducts

General ventilation
Ventilasi umum (General ventilation),
untuk sumber kontaminan yang tersebar
dan tidak terlalu berbahaya
Ventilasi umum = ventilasi dilusi
ada suplai dan ada udara dikeluarkan

Penting diperhatikan lokasi udara masuk


dan keluar terhadap posisi pekerja dan
arah dispersi debu

General ventilation

Perlindungan perorangan (personal


protection
Perlindungan perorangan (personal protection), berupa
perlindungan pernafasan dengan masker, desain
sebaik mungkin jika perlu diberi supply oksigen.
Untuk debu: yang relevan adalah respirator, proteksi
sistem pernapasan
Kenyamanan penting agar pekerja mau pakai
Jumlah debu tinggi, respirator harus digunakan, dan
dipakai sesaat saja
Kesulitan respirator adalah dalam memenuhi standar
yang berlaku

Respirator
Alat pengaman pernafasan
Bila lingkungan kerja tidak dapat sama
sekali aman dengan cara pengendalian
Bukan substitut bagi engineering control
Peralatan harus sesuai dan memenuhi
standar

MK TL3220 Keslingker

Macam respirator

Air purifying
Air-line
Self contained

MK TL3220 Keslingker

AIR PURIFYING

Digunakan bila O2 cukup (16%) pada 1 atm


Masih baik/useful-life
Ada 3 macam:
- saringan mekanis: dari serat, untuk debu, asap, fumes,
bentuk: half mask, full mask
(bukan untuk gas)
- kimia (reaksi): berisi zat kimia yang dapat menetralisir
zat kimia tertentu; konsentrasi kontaminan rendah (0,050,1 vol%)
(BUKAN untuk: emergency, toxic gas kombinasi
mekanis dan kimia)
- gas: special gas, ada warna standar: CO=biru,
HCN=putih hijau; organik=hitam; tidak 2 vol% toxic gas
MK TL3220 Keslingker

AIR PURIFYING

Digunakan bila O2 cukup (16%) pada 1 atm


Masih baik/useful-life
Ada 3 macam:
- saringan mekanis: dari serat, untuk debu, asap, fumes,
bentuk: half mask, full mask
(bukan untuk gas)
- kimia (reaksi): berisi zat kimia yang dapat menetralisir
zat kimia tertentu; konsentrasi kontaminan rendah (0,050,1 vol%)
(BUKAN untuk: emergency, toxic gas kombinasi
mekanis dan kimia)
- gas: special gas, ada warna standar: CO=biru,
HCN=putih hijau; organik=hitam; tidak 2 vol% toxic gas
MK TL3220 Keslingker

Housekeeping
Is always important
Dust on the floor can readily be dispersed to the
inplant atmosphere by traffic, vibration, and random
air currents.

Housekeeping

Ada Pertanyaan?