Anda di halaman 1dari 4

Tokoh di Bidang Mikrobiologi

ROBERT KOCH
Robert Koch lahir di Clausthal,
Kerajaan Hanover, Jerman, 11
Desember 1843 dan meninggal di
Karlsruhe, Grand Duchy of Baden, 27
Mei 1910 pada umur 66 tahun.
Koch mempelajari ilmu kedokteran di
University of Gottingen pada tahun
1862

ANTRAKS
Antraks adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang
disebabkan bakteri bacillus anthracis dalam bentuk paling ganas.
Koch menemukan metode pemurnian bacillus dari sampel darah untuk
kemudian dikembangkan. Dengan metode tersebut Koch mampu
mengidentifikasi, mempelajari, dan mengambil gambar bacillus yang sedang
dikembangbiakkan.
Setelah itu dapat disimpulkan, jika Bacillus anthracis berada dalam
lingkungan yang tidak disukainya dan berada di luar inang (host), bakteri
tersebut akan memproduksi spora untuk melawan lingkungan yang tidak
cocok baginya. Kondisi seperti ini dapat bertahan dalam waktu yang sangat
lama.
Ketika kondisi lingkungan telah kembali cocok dan normal, spora akan
memicu berkembangnya kembali bacillus. Jika spora tersebut tertanam
dalam tanah, maka akan menyebabkan penyebaran antraks secara spontan
(spontaneous outbreak).

POSTULAT-POSTULAT KOCH
(KOCHS POSTULATES)
Berbagai metode yang ditemukan oleh Koch tersebut dapat membuat bakteri
patogen lebih mudah didapatkan dalam kultur murni (pure culture). Bakteri patogen
sangat sulit didapatkan karena tercampur dengan organisme lain yang dapat ikut
teridentifikasi. Dengan alasan tersebut, Koch memberikan rumusan berupa
sejumlah kondisi yang harus dipenuhi sebelum bakteri dianggap sebagai penyebab
penyakit. Rumusan tersebut dikenal dengan Postulat-postulat Koch (Kochs
Postulates).
Dalam Postulat-postulat Koch disebutkan, untuk menetapkan suatu organisme
sebagai penyebab penyakit, maka organisme tersebut harus memenuhi sejumlah
syarat. :
Pertama, ditemukan pada semua kasus dari penyakit yang telah diperiksa
Kedua, telah diolah dan dipelihara dalam kultur murni (pure culture).
Ketiga, mampu membuat infeksi asli (original infection), meskipun sudah
beberapa generasi berada dalam kultur.
Keempat, dapat diperoleh kembali dari hewan yang telah diinokulasi dan dapat
dikulturkan kembali.

TUBERCULOSIS
Ketertarikannya pada bakteri Tuberculosis tak pernah sirna.
Dia membuat zat semacam antibakteri yang diambil dari kultur
bakteri tersebut dan disebutnya sebagai tuberculin. Secara
berturut-turut Koch membuat dua preparat Tuberculin, yang satu
disebut sebagai tuberculin muda dan yang lainnya tuberculin tua.
Tuberculin ini menjadi penemuan yang kontroversi.
Bagaimana tidak, harapan menyembuhkan tuberculin terhadap
penyakit tuberkulosis ternyata tidak tercapai. Banyak kalangan
yang menyalahkan Koch akan hal ini. Tuberculin ini diumumkan
Koch di tahun 1896. meskipun demikian, penemuan ini pada
akhirnya ditanggapi sebagai kemajuan positif dari diagnosis
tuberkulosis.