Anda di halaman 1dari 25

MEMBANGUN KEPEKAAN BUDAYA

Fase I

Fase II

Mendengarkan

Menanggapi

Mengamati

Ambil bagian

Merasakan

Tumbuh

Fase III
Menyesuaikan

Berbagi

Menikmati

Mengalami

Kompetensi budaya dapat dibangun dgn merangsang


perasaan kita ketika berinteraksi dgn orang lain

p. hp

KEPEMIMPINAN NASIONAL
KEPEMIMPINAN NASIONAL DALAM SANKRI DIARTIKAN SEBAGAI
SISTEM

KEPEMIMPINAN

DALAM

RANGKA

PENYELENGGARAAN

NEGARA DAN PEMBANGUNAN NEGARA MELIPUTI BERBAGAI UNSUR


DAN

STRUKTUR

KELEMBAGAAN

YANG

BERKEMBANG

DALAM

KEHIDUPAN PEMERINTAHAN NEGARA DAN MASYARAKAT BANGSA,


YANG BERPERAN MENGEMBAN MISI PERJUANGAN MEWUJUDKAN
CITA-CITA DAN TUJUAN NKRI SESUAI POSISI MASING-MASING
DALAM PEMERINTAHAN DAN MASYARAKAT, MENURUT NILAI-NILAI
KEBANGSAAN DAN PERJUANGAN YANG DIAMANATKAN KONSTITUSI
NEGARA.

KDKB rtn

KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI


OLEH APARATUR YANG PROFESIONAL
KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI OLEH APARATUR YANG
PROFESIONAL (MUSTOPADIDJAJA AR), MELIPUTI:
a) KEMAMPUAN PROFESIONAL DALAM PEKERJAANNYA
b) KEMAMPUAN UNTUK INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM
MELAKUKAN PEKERJAAN SEHINGGA DAPAT MENINGKATKAN
CITRA DAN KINERJA INSTANSI MASING-MASING
c) MEMILIKI KESUNGGUHAN DAN TANGGUNGJAWAB TERHADAP
PEKERJAANNYA (COMMITED TO WORK);
d) MAMPU MENUNJUKKAN MOTIVASI DAN KOMITMEN PELAYANAN
YANG TINGGI SEHINGGA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DAN
KEPUASAN MASYARAKAT, SERTA
e) MEMEGANG TEGUH ETIKA PROFESIONAL.

KDKB rtn

STEPHN R. COVEY DALAM PRINCIPLE CENTERED LEADERSHIP


(1992) MENGGAMBARKAN KONDISI ORGANISASIORGANISASI PEMERINTAH SECARA UMUM MEMILIKI
MASALAH-MASALAH ANTARA LAIN:

KETIADAAN

KEBERSAMAAN

NILAI

DAN

VISI

(NO

SHARED VISION),

TIDAK ADANYA KERANGKA DAN ALUR STRATEGI (NO


STRATEGIC PATH),

LEMAHNYA

KETERPADUAN

(POOR

ALIGNMENT),

ANTARA VISI DAN SISTEM,

GAYA MANAJEMEN YANG TIDAK PAS (WRONG STYLE)


DENGAN VISI,

LEMAHNYA KOMPETENSI (WRONG COMPETENT),

KRISIS KEPERCAYAAN (LOW TRUST), DAN

INTEGRITAS YANG LEMAH (NO INTEGRITY).

KDKB rtn

CIRI PEMIMPIN MULTI BUDAYA


(Menurut Simons, Vasques & Harris, 1993)
1.

BERPIKIR MELAMPUI PERSEPSI LOKAL DAN MENGUBAH PANDANGAN


NEGATIF MENJADI POSITIF;

2.

SIAP UNTUK BERGANTI DENGAN PEMIKIRAN BARU, SEMENTARA


MENYINGKIRKAN PERANGKAT PEMIKIRAN-PEMIKIRAN LAMA;

3.

MENCIPTAKAN KEMBALI NORMA-NORMA, DAN PRAKTEK-PRAKTEK


BUDAYA YANG DIDASARKAN ATAS PANDANGAN DAN PENGALAMAN
BARU;

4.

MEMPROGRAM KEMBALI PETA DAN BANGUNAN MENTAL;

5.

SIAP MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN SERTA GAYA HIDUP


YANG BARU;

6.

MENYAMBUT BAIK SERTA MEMPERLANCAR PENGALAMANPENGALAMAN LINTAS BUDAYA;

KDKB rtn

7.

MENDAPATKAN KEMAMPUAN DAN KECAKAPAN MULTIBUDAYA;

8.

MENCIPTAKAN SINERGI BUDAYA KAPAN SAJA DIMANA SAJA;

9.

BEKERJA EFEKTIF DALAM LINGKUNGAN MULTI


NASIONAL/MULTIBUDAYA;

10. MEMIMPIN KESEMPATAN-KESEMPATAN DAN USAHA-USAHA


TRANSNASIONAL;
11. MENCIPTAKAN SKENARIO UNTUK MASA DEPAN YANG OPTIMISTIK
DAN DAPAT DILAKUKAN;
12. PELAJARI HUBUNGAN ANTAR MANUSIA DAN NILAI YANG MELIPUTI
SELURUH DUNIA;
13. TERBUKA DAN FLEKSIBEL DALAM MENGHADAPI ORANG-ORANG
YANG SIFATNYA BERAGAM;
14. MUDAH BERGAUL DENGAN MEREKA YANG MENEKUNI BIDANG YANG
BERBEDA, LATAR BELAKANG, RAS, DSB;
15. FASILITATOR BAGI PARA PENDATANG BARU, ORANG ASING, KAUM
MINORITAS DI TEMPAT KERJA;
16. PELAKU PERUBAHAN YANG DIRENCANAKAN DAN FUTURIS.
KDKB rtn

Pembentukan Tim-Tim Kerja dalam ragam budaya

7.
1.

Pembaruan

Orientasi
2.
6.

Membin
a Rasa
Saling
Percaya

Kinerj
a
Tinggi
3.

5.

Klarifikasi
Tujuan/Peran

Implementasi

4.
Komitmen

KDKB rtn

MENGEMUDIKAN DILINGKUP KERJA MULTI


CULTURE
BEKERJA
DALAM
ORGANISAS
I MULTI
CULTURE

NILAI
BERBED
A
ASUMSI
BERBEDA

ATURAN
BERBEDA

E
N

JA

A
WAKTU
BERBEDA
BAHASA
BERBED
A
TEKNOLOG
I BERBEDA

KDKB rtn

KOMPETENSI MANAJEMEN-PEMIMPIN UNTUK


ABAD 21, antara lain :
1)

KEMAMPUAN

UNTUK

MEMAHAMI

DAN

BERKOMUNIKASI

KE

BERBAGAI MACAM KULTUR, SUATU KEMAMPUAN YANG DIMULAI


DENGAN PENGETAHUAN TENTANG KULTUR ITU SENDIRI;
2)

KOMPETENSI

TEKNOLOGI------DAPAT

DITERAPKAN

UNTUK

KERJASAMA TIM DALAM LINGKUNGAN LINTAS BUDAYA YANG


TERDESENTRALISASI;
3)

KETRAMPILAN KEPEMIMPINAN YANG UNIK YANG BERKAITAN


DENGAN PENCIPTAAN DAN PELESTARIAN TIM KERJA DALAM
SUATU LINGKUNGAN GLOBAL;

4)

KETRAMPILAN-SENI FASILITASI YANG RUMIT DAN TERUS


BERKEMBANG KOMPLEKS DAN KADANG MENYAKITKAN DALAM
MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS ORGANISASI.

KDKB rtn

10

IMPLIKASI KEPEMIMPINAN
Organisasi bersifat beragam (multi budaya)
Keragaman akan mewarnai tata cara kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Globalisasi-kebebasan-arus informasi
Tuntutan perbaikan mutu kehidupan
Woodraw Sears: memperkecil usaha,merger,joint venture,
cerdik:
- Meperbanyak orang berpartisipasi mencapai
tujuan yg berarti
- Memperjelas manajemen sbg harapan /
pengawasan
Mc Gregor: Praktek manajemen multi budaya berkisar
disekitar kepentingan manusia.
Pemimpin multi budaya adalah pemimpin yg inovatif yg
menjadi komunikator dan negosiator antar budaya yg efektif
baik pada tingkat regional maupun lintas budaya

CIRI MANAJER MULTI BUDAYA


(Simons,Vasques,Harris)
1. Berpikir melampaui persepsi lokal
2. Siap berganti pemikiran baru
3. Menciptakan norma baru
4. Memprogram kembali mental-set
5. Siap menyesuaikan diri
6. Menyambut baik pengalaman
lintas bangsa
7. Mendapatkan kompetensi lintas
budaya
8. Menciptakan sinergi budaya
9. Bekerja efektif lintas budaya

10.

11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Memimpin kesempatan,
usaha trans nasional
Mencitakan skenario
ms.depan
Pelajari hubungan antar
manusia
Terbuka dan fleksibel
Mudah bergaul
Fasilitator bagi pendatang,
org asing, minoritas,imigran
Sudi bekerjasama dlm jointventure,koalisi
Pelaku perubahan yg
direncanakan, futuris

IMPLIKASI
Seorang pemimpin harus memahami makna :
1.
2.
3.

4.

5.
6.

Keragaman : informasi,produktifitas,imajinasi
Mental set : antisipatif,inovatif, prima
Strategi dasar kebersamaan
a. Komitmen dlm mewujudkan pembaharuan
b. Kemitraan (alignment);shared values,norms, power,equity,
mutual benefit,networking,collaboration
c. Pemberdayaan: encouragement,challenge, opportunity,support,
training & guidance,reward
Demensi kerja dlm kerja tim:
a. Doing power work
b. Developing network
c. Discovering value work
d. Determining meta work
Disiplin kelima: system thinking,personal mastery,team learning,mental
model,shared vision
Kepemimpinan yg visioner

p. hp

KONSEKUENSI KEPEMIMPINAN

Perkembangan berpikir dan aspirasi keberhasilan pembangunan


Perkembangan kepentingan pribadi-kel-etnis.
Peran pem. berkurang
Era demokratisasi yang sedang berkembang
Kepemimpinan yang lebih terbuka
Berkembangnya regionalisme
UU 22/99
Kemiskinan konflik lebih besar
Kerjasama antar daerah.

p. hp

KOMITMEN PEMIMPIN
1. Mencari peluang yg menantang
2. Berani mencoba dan bersedia tanggung resiko
3. Pemimpin masa depan
4. Menggalang kerja sama
5. Membina kesamaan visi
6. Memperkuat mitra kerja
7. Menunjukkan keteladanan
8. Merencanakan keberhasilan bertahap
9. Menghargai setiap peran individu

p. hp

1.

Visioner :
a. Direction setter
b. Change agent
c. Spokes person
d. Coach

2.

Kolaboratif :

EMIMPINAN VISIBORA

a. Perilaku yg dikendalikan otak


b. Perlaku yg dikendalikan perasaan
c. Perilaku yg dikendalikan oleh semangat
3.

Arif bijaksana
a. Sopan,terhormat
b. Good judgement
c. Problem solver
d. Teacher
e. Ideas seller

p. hp

EPEMIMPINAN PANCASILA
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Berpikir modern
Asas kebersamaan/integralistik
Asas kekeluargaan dan gotong royong
Asas persatuan dan kesatuan dlm
kebinekaan
Asas selaras,serasi dan berkesinambungan
Komitmen:
a. Rumangsa Handarbeni
b. Melu hangrungkebi
c. Mulat sarira hangrasa wani

p. hp

TRILOGI KEPEMIMPINAN
Ing Ngarso Sung Tulodo (seorang pemimpin di depan
harus bisa memberi contoh).
Ing Madyo Mangun Karso (Seorang pemimpin harus
mampu membangun semangat kepada kolega kerja
untuk berprestasi).
Tutwuri Handayani (Seorang pemimpin mempunyai
peran dalam memberi daya kekuatan dan daya
dukung untuk memperkuat sikap-langkah dan
tindakan.)

p.
p. hp
hp

BUDAYA,MANAJEMEN DAN
KEPEMIMPINAN
PETER F.DRUCKER:
Manajemen menyandang fungsi sosial, tidak
dapat dipisahkan dengan masyarakat yang
dilayaninya
Tidak dapat lepas dari kaitan budaya
Kultur tampil sebgai bagian terpadu dari
manajemen dan menjadi bingkai
Gaya manjemen :Jepang ,Cina, Indonesia

p. hp

KESIMPULAN
Sebagai rangkuman esensial dari keseluruhan uraian
KEPEMIMPINAN DALAM RAGAM BUDAYA, pada hakekatnya
menyangkut 4 (empat) masalah pokok, yaitu :
1.

Profil Kepemimpinan dalam keragaman


Visi yang kuat, kinerja organisai yang bermutu tinggi,
kompensasi yang selaras dengan tingkat kinerja,
terciptanya kolaborasi atau mitra kerja, kesetiaan pada
etika
kerja,
dan
yang
terakhir
kesinambungan
kepemimpinan yang terencana

KDKB rtn

20

2.

Paradigma
Paradigma sebagai kemampuan melihat, memberikan
makna, dan memberikan reaksi terhadap satu fenomena
kehidupan dari seorang difokuskan terhadap pemahaman
tentang :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

KDKB rtn

Fenomena gelombang perubahan dunia


Mental set menyongsong persaingan global
Revolusi dan persaingan mutu
Strategi dasar pembaharuan
Dimensi keempat dalam kerja pembaharuan
Kepemimpinan visioner dan
Disiplin kelima dalam organisasi belajar

21

3.

Komoitmen
Sebagai fenomena batiniah seorang pemimpin yang harus
diwujudkan ke dalam praktek kehidupan, sebagai rasa
tanggung
jawab
kepemimpinannya, memiliki unsurunsur :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

KDKB rtn

Mencari peluang yang menantang


Berani membaca dan bersdia tangung jawab
resiko
Memimpikan masa depan
Membina kesamaan visi
Menggalang kerja sama
Memperkuat mitra kerja
Menunjukkan keteladanan
Merencanakan keberhasilan bertahap
Menghargai setiap peran individu
Mensyukuri setiap keberhasilan
22

4.

Konsep pemikiran kepemimpinan Pancasila


Sebagai tantang (challenge), dan sekaligus sebagai satu
femonema yang perlu dikaji lebih jauh, adalah pokokpokok pikiran yang menyangkut nilai-nilai kepemimpinan
Pancasila :
a.

Paradigma dan pola pikir

KDKB rtn

Bersifat modern, visi, pola pikir ilmiah,


prinsif efisien dan efektifitas
Bertumpu pada asas, kebersamaan atau
inntegralistik, kekeluargaan dan gotongroyong persatuan dan kesatuan dalam
kebhinekaan, dan azas selaras, serasi dan
kesinambungan

23

b.

Komitmen atau rasa tanggung jawab

c.

Trilogi kepemimpinan

KDKB rtn

Remangsa handarbeni (sense of belonging)


Melu hangrukebi (sense of participation)
Mulat
sarira
hangrasani
wani
(Self
corection)

Ing ngarsa sung tulada


Ing madya mangun karsa, dan
Tur wuri handayani

24