Anda di halaman 1dari 24

KELOMPOK 8

PEMICU 1 BLOK 15
BUTET GIGINYA NGILU

SKENARIO
Seorang pasien wanita bernama Butet, usia
26 tahun, datang ke RSGM FKG USU
dengan keluhan ingin menambal gigi
geraham yang berlobang sejak 2 bulan
yang lalu. Gigi terasa ngilu sebentar pada
saat minum es. Pada pemeriksaan klinis
dijumpai gigi 36 karies meluas sampai ke
dentin pada bagian mesial diatas Cementoenamel junction meluas ke oklusal. Perkusi
dan palpasi menunjukan respon normal.
Gambaran radiografi periapikal gigi 36
terlihat gambar radiolusen pada daerah
mesiooklusal belum mencapai pulpa. Sisa
ketebalan dentin 2 mm, tulang alveolar

1. JELASKAN PROSEDUR PEMERIKSAAN


UNTUK MENEGAKKAN DIAGNOSA
PEM. SUBJEKTIF

2. JELASKAN KLASIFIKASI KARIES


MENURUT G.V BLACK, MOUNT & HUME,
ICDAS, WHO!
G.V BLACK

2.

MOUNT &

HUME

Berdasarkan Site (lokasi):


- Site 1 : Karies terletak pada pit dan fisur
- Site 2 : Karies terletak di area kontak gigi (proximal), baik anterior maupun
posterior
- Site 3 : Karies terletak di daerah servikal, termasuk enamel/ permukaan akar
yang terbuka
Berdasarkan Size (ukuran):
- Size 0 : Belum terjadi lesi, hanya berupa spot berwarna putih
- Size 1 : Kavitas permukaan yang minimal, sedikit melibatkan dentin yang mampu
memperbaiki diri dengan remineralisasi itu sendiri (lesi kecil)
- Size 2 : Melibatkan dentin yang cukup banyak, biasanya pada lesi ini
diperlukan
preparasi kavitas menyisakan enamel dan didukung oleh dentin dengan cukup baik &
masih mampu menekan beban oklusi
yang normal. Struktur gigi yang tersisa cukup
kuat untuk mendukung restorasi (lesi sedang)
- Size 3 : Karies yang mendekati pulpa. Lesi sudah cukup besar. Struktur gigi
yang
tersisa cukup lemah. Karies sudah melibatkan permukaan
insisal/cusp atau sudah
tidak mampu menahan beban oklusi.
- Size 4 : Karies yang luas/hilangnya beberapa struktur gigi. Contoh: hilangnya semua
cusp gigi /permukaan insisal (lesi luas)

2
ICDAS
- D0 : gigi yang sehat.
- D1 : perubahan awal pada email yang tampak secara visual. Biasa
dilihat dengan
cara mengeringkan permukaan gigi, dan tampak adanya
lesi putih di gigi tersebut.
- D2 : perubahan pada email yang jelas tampak secara visual. Terlihat lesi putih pada
gigi, walau gigi masih dalam keadaan basah.
- D3 : kerusakan email, tanpa keterlibatan dentin (karies email).
- D4 : terdapat bayangan dentin (tidak ada kavitas pada dentin). Karies pada
tahap ini
sudah menuju dentin, berada pada perbatasan dentin dan email (dentino-enamel
junction).
- D5 : kavitas karies yang tampak jelas dan juga terlihatnya dentin (karies sudah
mencapai dentin).
- D6 : karies dentin yang sudah sangat meluas (melibatkan pulpa).

WHO
Berdasarkan bentuk dan kedalamannya:
- D1 : terdapat lesi enamel pada permukaan (tidak berlubang)
- D2 : terdapat lubang karies sampai batas enamel
- D3 : terdapat lubang karies yang sudah mencapai dentin
- D4 : lesi karies sudah mencapai pulpa

2
KLASIFIKASI KARIES GIGI 36 DAN 47
G.V
BLACK

MOUNT
&HUME

ICDAS

WHO

GIGI
36

KLAiS
II

SITE 2,
SIZE 2

D5

D3

GIGI
47

KLAS I SITE 1,
SIZE 2

D5

D3

3. APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG


INFECTED DENTIN DAN AFFECTED
DENTIN
INFECTED DENTIN

AFFECTED DENTIN

Lapisan terluar pada lesi karies


Konsistensi basah dan lunak
Adanya penetrasi bakteri
Degradasi ireversibel pada fiber kolagen
Jaringan dentin tidak bisa di
remineralisasi dengan diberi karies
detektor lalu dibersihkan dan warnanya
tidak hilang

Lapisannya dibawah infected dentin


Konsistensi keras dan leathery
Tidak ada penetrasi bakter, hanya
terdapat toksin
Demineralisasi sebagian, fiber kolagen
masih intak
Jaringan dentin masih bisa
diremineralisasi dengan diberi karies
devektor dibersihkan maka warnanya
akan hilang lagi

4. JELASKAN DIAGNOSA GIGI 36 & 47


GIGI 36 Karies Media

Karies sudah mengenai dentin, tetapi


belum melebihi setengah dentin

GIGI 47 Karies Profunda

Karies sudah mengenai lebih dari dentin


dan kadang sudah mengenai pulpa

5. JELASKAN PERAWATAN DAN TINDAKAN APA YANG


DILAKUKAN PADA PASIEN TERSEBUT UNTUK
MELINDUNGI PULPA SERTA BAHAN RESTORASI YANG
DIGUNAKAN

Rencana Perawatan Gigi 36

Restorasi
direct

Restorasi dg
bahan
amalgam

-Ekonomis
-Tahan lama
-Kuat
-Mudah diadaptasi
pada RM

Polish stlh 24
jam

Rencana Perawatan Gigi 47

Pulp
Capping

-Dapat melindungi
pulpa dengan baik
-Tidak mengiritasi
-Melepaskan flour

Restorasi
direct

Restorasi dg
bahan
amalgam

-Ekonomis
-Tahan lama
-Kuat
-Mudah diadaptasi
pada RM

Polish stlh 24
jam

6. JELASKAN PROSEDUR RESTORASI PADA 36 DAN 47


(ERGONOMI, GAMBAR DESAIN KAVITAS, ALAT, TEKNIK
MANIPULASI BAHAN

ERGONOMI

DESAIN KAVITAS

ALAT-ALAT

GIGI 47

GIGI 36
Handpiece

Bur

(diamond, stone, sikat,


mandril, disk, rubber cup)
Sonde
Pinset
Ekskavator
Amalgam pistol
Matriks band dan holder
Wooden wedge
Plugger
Burnisher
Spatula
Mortar and stampher
Glass lab

Handpiece
Bur (diamond, stone, sikat,
rubber cup)
Sonde
Pinset
Ekskavator
Amalgam pistol
Amalgam stopper
Plugger
Burnisher
Spatula
Mortar and stampher
Glass lab

TEKNIK MANIPULASI Teknik


BAHAN
GIGI
47
Manipulasi
Amalgam
Teknik Manipulasi Semen
Powder

& liquid semen zinc


phospat diletakkan secara terpisah
pada glass lab dengan ratio 1:1

Campur powder semen lebih dulu

(gerakan sirkular) pada daerah yang


lebar dengan spatula. Tiap powder
harus dicampur dengan baik
sebelum
mencampur
porsi
berikutnya. Semen dapat digunakan
bila konsistensi seperti krem kental
tidak putus bila diangkat dengan
spatel (1 cm)
Semen diletakkan di dasar kavitas

dengan sonde. Sebelum semen


mengeras, kelebihan semen di email
dibersihkan dengan ekskavator

Liquid

&

powder

amalgam

disiapkan
Campur dalam mortar & stampher.

Triturasi selesai bila ada bunyi


krepitasi & bahan dapat dimasukkan
ke ujung amalgam pistol
Pemampatan amalgam ke kavitas

dilakukan layer per layer dengan


amalgam stopper, hingga kavitas
penuh
Contouring

dengan
burnisher.
Lakukan
pengukiran
&
pembentukan
dengan
plastis
instrument (anatomi tidak TO)

Permukaan

restorasi dihaluskan
dengan butiran kapas kering dengan
pinset

TEKNIK MANIPULASI BAHAN GIGI 36

Teknik manipulasi amalgam


Band diletakkan mengelilingi gigi, 0,5 mm dibawah margin gingival
cavosurface
Pemampatan amalgam dimulai pada bokster dulu sedikit demi sedikit dengan
plugger & diteruskan ke oklusal sampai kavitas penuh
Biarkan amalgam mengalir sebelum kelebihan amalgam didaerah ridge
diambil dengan sonde & permukaan tumpatan diperbaiki & diukir
Longgarkan tangkai matrix & lepaskan penyekat kayu. Lempeng matrix
dilepas ke arah samping hingga penarikan ke oklusal dapat dicegah
Kelebihan amalgam di proksimal dibuang dengan sonde (hati-hati)
Band diletakkan mengelilingi gigi, 0,5 mm dibawah margin gingival
cavosurface
Pemampatan amalgam dimulai pada bokster dulu sedikit demi sedikit dengan
plugger & diteruskan ke oklusal sampai kavitas penuh
Biarkan amalgam mengalir sebelum kelebihan amalgam didaerah ridge
diambil dengan sonde & permukaan tumpatan diperbaiki & diukir
Longgarkan tangkai matrix & lepaskan penyekat kayu. Lempeng matrix
dilepas ke arah samping hingga penarikan ke oklusal dapat dicegah
Kelebihan amalgam di proksimal dibuang dengan sonde (hati-hati)

7. JELASKAN ALAT DAN TEKNIK UNTUK


MENGEMBALIKAN KONTAK PROKSIMAL PADA
RESTORASI GIGI 36
Alat

Teknik :

Lakukan pemasangan matrix band pada holdernya.


2. Kemudian lempeng dimasukkan pada gigi melalui
permukaan oklusal.
3. Ujung bawah matrix band diletakkan sedikit melewati tepi
gingival kavitas dan berakhir di sulkus gingival. Holder
lalu diletakkan secara perlahan-lahan.
4. Masukkan penyekat kayu dari sisi bukal atau lingual
sehingga lempeng matrix rapat dengan kavitas
1.

8. JELASKAN DAMPAK YANG TERHADAP JARINGAN


PERIODONTAL APABILA RESTORASI YANG DILAKUKAN
PADA GIGI 36 TIDAK MENGEMBALIKAN KONTAK
PROKSIMAL (OVER HANGING, UNDER CONTOUR DAN
OKLUSI YANG TRAUMATIK)
Over Hanging : kondisi ini merupakan lingkungan ideal untuk terjadinya

akumulasi plak dan menyulitkan pengambilan plak dengan daya


pembersihan mulut yang normal dan area yang sudah berada tepat
disebelah apikal restorasi yang menggantung, sehingga dapat
menyebabkan terjadinya gingivitis dan kehilangan perlekatan jaringan
periodontal.
Under Contour : cenderung mempermudah penumpukan plak dan
kemungkinan juga mencegah mekanisme. Self cleansing oleh pipi, bibir,
dan lidah kontak proksimal yang inadekuat cenderung menimbulkan
impaksi makanan yang mengakibatkan cederanya jaringan periodontal.
Oklusi yang traumatik : restorasi yang tidak sesuai dengan oklusal akan
menimbulkan disharmoni oklusi yang bila mencederai jangan
periodontal pendukung.

9. JELASKAN KEMUNGKINAN PENYEBAB


KEGAGALAN RESTORASI GIGI 36 DAN 47 SESUAI
DENGAN BAHAN YANG DIGUNAKAN
FRAKTUR PADA STRUKTUR GIGI

10. JELASKAN KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN


DARI BAHAN RESTORASI YANG ANDA PILIH
PADA KASUS TERSEBUT!
KEUNTUNGAN

KERUGIAN

-Sangat mudah dipasang


-Tekniknya tidak terlalu sensitif
-Mempertahankan anatomi gigi
sangat baik
-Cukup resisten terhadap fraktur
-Mencegah kebocoran tepi
-Lebih murah daripada bahan
restorasi gigi posterior lainnya

- Tidak estetis (tidak sewarna


gigi)
- Rasa sensitif terhadap panas
atau dingin setelah gigi ditumpat
-Tidak bersifat adhesif terhadap
jaringan gigi
- Perlekatan dengan jaringan
gigi hanya bersifat mekanis
(bukan secara kimiawi)
- Mudah korosi
- Permukaan restorasi kasar

11.JELASKAN PEMERIKSAAN APA YANG HARUS


DILAKUKAN SETELAH PENUMPATAN UNTUK
MENGEMBALIKAN OKLUSI YANG BAIK
EXAMINE

12. FAKTOR-FAKTOR APA YANG HARUS


DIPENUHI AGAR HASIL TUMPATAN BAIK
Adaptasi
Bentuk
Permukaan
Adaptasi

13. JELASKAN PROGNOSIS KASUS DI


ATAS
Prognosa BAIK - pasien usia muda
- pada gigi 36 tulang alveolar normal
- pasien kooperatif
- tidak memiliki penyakit sistemik