Anda di halaman 1dari 20

NAMA KELOMPOK

URAY MAYANG SARI


VALENTINA KURNIAWATI
VENNY WIJAYA
VERONIKA
VIVI LESTARI

BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kualitas tenaga kerja selalu berkaitan dengan Sumber Daya Manusia
(SDM). SDM merupakan unsur yang paling penting di dalam sebuah
perusahaan karena sebagai penunjang keberhasilan suatu instansi dalam
mengelola atau memproduksi usahanya. Adanya modal yang besar,
canggihnya teknologi, banyaknya material, baiknya metode yang
digunakan, luasnya pasar yang tersedia, serta lengkapnya sumber
informasi tidak akan berarti dan tidak akan berguna jika tidak ada Sumber
Daya Manusia (SDM) yang mengelolanya.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas tenaga kerja sangat dibutuhkan
bagi perusahaan baik dari segi pengetahuan, kemampuan, maupun sikap
atau perilaku. Karena jika kualitas SDM atau tenaga kerjanya rendah akan
menyebabkan rendahnya pula produktivitas serta daya saing suatu
produk. Salah satu cara agar kualitas tenaga kerja dapat meningkat yaitu
dengan memperhatikan pola makan, dengan selalu mengonsumsi
makanan yang bergizi dan menjaga kesehatan dengan baik. Hal ini dapat
mendukung ketahanan fisik dan semangat kerja serta meningkatkan
kecerdasan dan daya serap dalam menerima pengetahuan baru.

RUMUSAN MASALAH
DAN TUJUAN
RUMUSAN MASALAH :
Pendidikan Formal
Pendidikan Nonformal
Bermitra Bisnis
Minat Kerja
Skill atau Kemampuan
TUJUAN MASALAH :
Tujuan kami membuat makalah ini, adalah sebagai berikut:
Untuk mengetahui seberapa besar manfaat tenaga kerja bagi suatu
perusahaan
Untuk menambah wawasan serta pengetahuan mengenai SDM sebagai
tenaga kerja yang berkualitas
Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan kualitas
tenaga kerja
Untuk memenuhi tugas mata pelajaran IPS Ekonomi

MANFAAT
Dengan ditulisnya makalah ini, semoga dapat
membantu teman-teman atau masyarakat agar dapat
mengetahui seberapa penting Sumber Daya Manusia
sebagai tenaga kerja yang berkualitas dan dapat
menguntungkan perusahaan serta dapat
mempraktikannya di dunia kerja.

BAB 2
PEMBAHASAN

Pendidikan Formal
Pendidikan sebagai komponen utama dalam pengembangan kualitas
Sumber Daya Manusia harus dapat ditingkatkan, baik dari segi mutu
maupun jumlah lulusannya. Perwujudan masyarakat yang bermutu
tersebut menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan terutama dalam
mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang semakin berperan
dalam menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri
dan profesional.
Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan
berjenjang.
Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan
pendidikan formal berstatus swasta. Kegiatan study yang berorientasi
akademis dan umum, serta latihan profesional yang dilaksanakan
dalam waktu jangka panjang.Pendidikan formal juga merupakan bagian
dari pendidikan nasional yang bertujuan untuk membentuk manusia
agar dapat menyelaraskan dunia pendidikan formal dan dunia kerja,
seperti:

Meningkatkan pemerataan dan perluasan kesempatan anak untuk


memperoleh pendidikan
Mengembangkan wawasan persaingan dan keunggulan bagi setiap
peserta didik
Memperkuat keterkaitan pendidikan di sekolah agar sesuai dengan
kebutuhan pembangunan
Mendorong terciptanya masyarakat
Perlunya pola fikir bahwa pendidikan merupakan sarana untuk
menyiapkan generasi masa kini dan masa depan
Meningkatkan pendidikan formal bagi penduduk (program wajib
belajar 9 tahun), dengan cara pembangunan unit sekolah baru,
pembangunan ruang kelas baru, beasiswa prestasi, dll.
Pendidikan formal merupakan faktor yang bisa mempengaruhi
peningkatan kerja karena kebanyakan sekarang lapangan kerja
memakai teknologi-teknologi yang canggih. Pendidikan formal sangat
penting dalam upaya peningkatan tenaga kerja. Tapi selain pendidikan
formal, pendidikan nonformal juga perlu diberikan secara seimbang,
karena banyak hal yang tidak dipelajari dalam pendidikan formal.

NONFORMAL
Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar
pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara
terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan nonformal dapat
dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal
setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga
yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah
dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga
masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang
berfungsi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap
pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan
sepanjang hayat.
Pendidikan nonformal ini berfungsi untuk mengembangkan
potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan
pengetahuan dan keterampilan fungsional serta
pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan


hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan
kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan,
pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan
pelatihan kerja. Pendidikan kesetaraan meliputi Paket
A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang
ditujukan untuk mengembangkan kemampuan
peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga
pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar,
pelatihan kerja,magang,simbiose mutualistis dan lain
sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan
untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

Kursus dan pelatihan ini diselenggarakan bagi


masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan,
keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk
mengembangkan diri, mengembangkan profesi,
bekerja, usaha mandiri, atau melanjutkan pendidikan
ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, di dalam
upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja pendidikan
nonformal juga sangat diperlukan untuk tercapainya
tujuan dari suatu instansi atau organisasi.

BERMITRA BISNIS
Seorang wirausaha atau wiraswasta pasti memiliki mitra
bisnis yang luar biasa.
Mitra bisnis yaitu suatu wadah untuk dapat bertukar
informasi mengenai seputar bisnis, membahas permasalahan
bisnis, mencari penjual atau pembeli serta untuk
meningkatkan tali persahabatan diantara pelaku bisnis.
Seseorang yang mempunyai mitra bisnis akan lebih mudah
dalam melakukan suatu pekerjaan yang menurut pandangan
orang lain itu sangat sulit. Untuk itu sangat diperlukan
ditanamkannya mitra bisnis didalam diri setiap karyawan
agar dapat terciptanya hubungan kerja yang baik dan
menyenangkan sehingga dapat terwujudnya tenaga kerja
yang berkualitas.

Cara menanamkan mitra bisnis didalam diri :


1. Memperluas informasi melalui internet seminar
bisnis atau melalui buku-buku seputar bisnis
2. Mengikuti pelatihan bisnis yang dilaksanakan oleh
pihak swasta maupun pemerintah
3. Membiasakan diri bergabung diforum-forum bisnis
untuk bertukar pikiran dengan para pembisnis
ataupun calon pelaku bisnis lainnya
4. Berani bersaing untuk menjadi seorang pemenang

MINAT KERJA
Minat kerja merupakan suatu kecenderungan untuk
menyerap suatu pengalaman dan
mengembangkannya. Didalam memilih suatu
pekerjaaan hendaknya disesuaikan dengan minat
atau keinginan kita. Karena jika bekerja sesuai dengan
yang diinginkan maka kita dapat bekerja dengan baik
dan menyenangkan, sehingga dapat membuahkan
hasil dari yang dikerjakan yaitu berupa kesuksesan.
Minat kerja juga dapat mendorong atau menentukan
seberapa jauh keikutsertaan di dalam suatu pekerjaan
atau tingkat keseriusannya didalam bekerja.

Tips untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan


minat, yaitu sebagai berikut:
1. Temukan ketertarikan, artinya jika kita telah tertarik
atau berminat dengan sesuatu terutama didalam
bidang pekerjaan maka hal itu dapat menunjang kita
agar bekerja lebih produktif dan bahagia.
2. Pertimbangkan alasan, artinya setiap pilihan yang
telah kita pilih harus dipertimbangkan lebih matang
lagi agar mendapatkan keputusan yang benar-benar
tepat.
3. Lakukan ujian online, contohnya sering mengikuti
tes atau syarat-syarat yang tersedia di jejaring sosial
untuk menguji sebarapa besar kemampuan serta
minat yang dimiliki terhadap hal-hal tersebut.

4. Tingkatkan keahlian, dalam hal ini untuk meningkatkan


minat, bakat serta kemampuan yang dimiliki hendaknya
sering melakukan berbagai macam latihan yang diminati.
5. Sediakan waktu, sebaiknya gunakan waktu yang ada
dengan sebaik-bainya seperti sediakan waktu untuk mencoba
melakukan minat yang Anda miliki dan mempraktikannya
diwaktu senggang. Hal ini akan memberi pandangan yang
jelas bila nantinya Anda memilih langkah ini.
6. Jangan terburu-buru, dalam menentukan sebuah pilihan
pekerjaan yang sesuai dengan minat, lakukan dengan
berangsur-angsur. Jangan terburu-buru, karena jika tidak hatihati akan kehilangan kedua pekerjaan tersebut.

Akan tetapi skill yang dimaksud disini yaitu berupa


kemampuan
didalam
berkomunikasi,
kejujuran,
kerjasama, motivasi, kemampuan beradaptasi dan
kemampuan interpersonal dengan orientasi nilai pada
kinerja yang efektif.
Selain itu kemampuan yang berupa kecepatan serta
ketanggapannya didalam menguasai atau memahami
suatu pengetahuan yang disampaikan sangat penting
dalam menilai kualitas kerja seseorang.

SKILL ATAU
KEMAMPUAN
Pada dasarnya seorang tenaga kerja sudah dituntut
untuk memiliki kemampuan agar dapat bekerja
secara profesional. Terlebih di dunia kerja sekarang
banyak dipengaruhi oleh perubahan pasar, ekonomi
dan teknologi.
Tenaga kerja yang memiliki kecerdasan emosional
(Emotional
Quatient)
sangat
mendukung
kemampuannya didalam bekerja dibanding dengan
kecerdasan intelektual. Karena disini seseorang dapat
mengelola
emosinya
dengan
baik
sehingga
mempunyai
kemampuan
dalam
mengelola
pekerjaannya dengan sebaik mungkin.

Akan tetapi skill yang dimaksud disini yaitu berupa


kemampuan
didalam
berkomunikasi,
kejujuran,
kerjasama, motivasi, kemampuan beradaptasi dan
kemampuan interpersonal dengan orientasi nilai pada
kinerja yang efektif.
Selain itu kemampuan yang berupa kecepatan serta
ketanggapannya didalam menguasai atau memahami
suatu pengetahuan yang disampaikan sangat penting
dalam menilai kualitas kerja seseorang.

Tetapi didalam beberapa perusahaan keterampilan


atau skill yang meliputi leadership, kreatifitas,
komunikasi, kejujuran serta fleksibel sangat
dibutuhkan untuk kemajuan suatu perusahaan atau
instansi.
Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas
tenaga kerja didalam bidang kemampuan atau skill
juga harus diperhatikan. Dengan cara memberikan
pelatihan-pelatihan yang dapat mengasah atau
menambah kemampuan seseorang, walaupun
didalam perkembangannya rata-rata dipengaruhi oleh
karakter pribadi yang berasal dari didikan didalam
lingkungan keluarga, tradisi serta lingkungan sosial
seperti sekolah maupun masyarakat.

Namun sebelum angkatan kerja tersebut masuk ke


dunia kerja terlebih dahulu dibekali beberapa
keterampilan melalui media pendidikan baik formal
maupun nonformal serta berbagai macam pelatihan
dan bimbingan. Maka perlahan-lahan kemampuan
dari dalam diri seseorang akan terbentuk sehingga
dapat menciptakan tenaga kerja yang berkualitas.
Untuk itu berbagai macam pelatihan yang
diberikan hendaknya dilaksanakan secara terpadu,
series dan berkelanjutan agar tercipta lingkungan
tempat kerja yang bermutu, sehat dan aman.

SEKIAN DAN
TERIMA KASIH