Anda di halaman 1dari 12

Kelompok 5 :

Chandra Fernandez
Helen
Ita Sari
Maya Fansiska
Uray Mayang Sari

Identitas Novel

Judul
: Sengsara Membawa
Nikmat
Penulis : Sutan Sati
Penerbit
: Balai Pustaka
Tahun Pertama Terbit : 1929
Tebal Buku : 192 Halaman

Sinopsis Sengsara membawa Nikmat


Novel Sengsara Membawa Nikmat ini
merupakan salah satu novel klasik Indonesia
yang sangat populer. Bahkan kisahnya telah
diangkat ke layar kaca dan menjadi tontonan
wajib di masanya. Kisah ini pada intinya
bertemakan cinta yang dibalut intrik-intrik.
Tokoh utama novel Sengsara membawa Nikmat
ini adalah seorang pemuda berdarah Minang
bernama Midun. Ia seorang yang santun,
berperangai baik, taat agama, pandai ilmu silat
dan rendah hati. Karena sederet kebaikan inilah
sehingga Midun sangat disukai warga
sekampungnya. Hal ini mengusik rasa iri hati
serta dengki pemuda lainnya bernama Kacak.

Secara umum, kisah ini bercerita mengenai suka duka


Midun yang menghadapi banyak cobaan sebelum
hidup bahagia bersama isteri dan keluarganya. Salah
satu cobaan terbesar Midun adalah rasa dengki dari
Kacak. Ia sering dicurangi dan difitnah oleh Kacak.
Pernah isteri Kacak terseret arus sungai, karena
Midun berada di tempat yang sama, ia langsung
menolong dan menyelamatkan isteri Kacak. Namun,
bukannya berterimakasih, Kacak malah memfitnah
Midun hendak memperkosa isterinya. Kacak
melaporkan hal tersebut pada pimpinan desa dan
mereka mempercayai fitnah tersebut. Dan sebagai
akibatnya, Midun dihukum untuk melakukan
pekerjaan tanpa digaji. Ia melakukan hukuman
tersebut di bawah pengawasan Kacak.

Tidak berhenti sampai di situ, Kacak masih gerah


melihat Midun masih berkeliaran di desa mereka. Ia
akhirnya merencanakan sejumlah hal dengan
tujuan membunuh Midun. Usaha tersebut selalu
gagal tetapi Kacak masih bisa memfitnah Midun
sehingga pada akhirnya ia dijebloskan ke dalam
penjara. Di dalam penjara Midun menjadi seorang
yang disegani sebab ia memiliki hati yang baik dan
kepandaian dalam bela diri. Dalam menjalani masa
tahanannya, Midun suatu hari bertugas menyapu
jalanan. Secara tidak sengaja ia melihat seorang
gadis cantik yang duduk termenung sendiri.
Setelah gadis itu pergi, Midun bermaksud menyapu
di tempat gadis tersebut tadi duduk. Ia kaget dan
mendapati sebuah kalung yang tercecer milik gadis
tersebut. Akhirnya setelah mengembalikan kalung

Singkat cerita, Midun akhirnya keluar dari penjara


dan membawa Halimah lari ke Bogor mencari ayahnya.
Setelah menemukan ayah Halimah, Midun menetap di
rumah tersebut selama 2 bulan. Dia merasa tak enak
dan kemudian memutuskan berangkat ke Batavia
mencari pekerjaan. Saat di Batavia, Midun mendapat
banyak sekali cobaan dan rintangan. Ia meminjam
uang pada rentenir dan memulai usahanya yang
akhirnya sukses. Si renternir menjadi iri dan memfitnah
Midun. Akhirnya, ia masuk ke penjara sekali lagi.
Setelah bebas, ia berjalan ke pasar baru dan secara
tidak sengaja menolong seorang sinyo Belanda yang
diganggu penjahat. Sinyo Belanda tersebut ternyata
anak seorang pejabat terkenal. Sebagai rasa
terimakasih, Midun diberi pekerjaan dan akhirnya ia ke
Bogor menikahi Halimah. Seiring perjalanan waktu,
karir Midun menanjak dan dipercaya memimpin sebuah
operasi di Medan. Hal tersebut mempertemukannya

Sinopsis novel Sengsara Membawa


Nikmat ini disusun agar Anda bisa
mengetahui cerita dalam karya yang
satu ini secara umum. Jika ingin
mengetahui detail cerita, Anda bisa
membaca novelnya langsung. Novel ini
merupakan karya Tulis Sutan Sati yang
paling baik di antara karya sastra hasil
pikirannya yang lain.
Selamat membaca ya! !

Unsur Instrinsik Novel Sengsara


Membawa Nikmat
Tema : Kesabaran seseorang dalam menerima
penderitaan
Tokoh dan Penokohan :
1. Midun adalah seorang pemuda berbudi,
sopan, taat pada agama, serta penyabar.
2. Tuanku Laras adalah seorang Kepala
Kampung yang sangat kaya. Dia sangat
ditakuti dan disegani dikampungnya.
3. Kacak adalah seorang pemuda yang
mempunyai sifat dan tingkah laku kurang
baik. Dia angkuh, kasar, serta suka berpoyapoya.
4. Haji Abbas adalah seorang penghulu dan

6. Halimah adalah seorang gadis yatim. Dia tinggal


dengan ayah tirinya yang kaya raya. Dia termasuk
perempuan berbudi dan taat pada agama.
7. Pak Karto adalah seorang sopir penjara tempat
Midun sewaktu dipenjara di Jakarta. Dia mempunyai
hati yang baik.
8. Syekh Abdullah Al-Hadramut adalah saudagar kaya
keturunan Arab. Hatinya kurang baik. Dia terkenal
sebagai seorang rentenir.
9. Tuan Hoofdcommissaris adalah seorang kompeni
dengan jabatan sebagai Kepala Komisaris. Dia
mempunyai hati yang baik.
10. Manjau adalah pemuda baik-baik, adik kandung
Midun.

Alur : Maju
Latar : Latar tempat
a. Padang (Minangkabau)
b. Bogor
c. Jakarta
Amanat : - Bersabarlah dalam menjalani
kehidupan karena tidak ada
kehidupan yang tanpa ujian atau cobaan, dan
percayalah
bahwa dibalik cobaan
dan ujian yang datang pasti ada
hikmah yang tersembunyi.
- Pandai-pandailah mengendalikan
hawa nafsu. Hawa
nafsu
tidak ada batasnya dan hawa nafsu ini sering
menjerumuskan orang

Sudut Pandang : Sudut pandang dalam Novel


Sengsara Membawa Nikmat yaitu sudut pandang
serba tahu.
Dalam tipe ini tentunya pengarang akan bertindak
serba tahu. Pengarang mengetahui serba watak,
keadaan, sifat hidup, dan sebagainya dari semua
yang ada. Dari tingkah laku yang amat pribadi
sampai kepada hal-hal yang jelas kelihatan dari
setiap tokoh. Dari pikiran yang terselubung sampai
kepada aktivitas konkret dapat diamati. Dengan
kata lain, pengarang benar-benar berperan
sebagai seorang dalang yang menciptakan bahkan
menentukan segala yang ada. Pengarang tidak
hanya tahu ciri-ciri lahir maupun isi hati semua
tokoh dalam cerita yang dikarangnya, tetapi juga
tahu tentang nasib yang akan dialami tokoh-tokoh

Sekian Presentasi Kami


Atas Perhatiannya Kami
Ucapkan TERIMA
KASIH !!!