Anda di halaman 1dari 10

KEBAKARAN HUTAN

PENYEBAB

FAKTOR
ALAMI

FAKTOR
BUATAN

FAKTOR ALAMI
Dipicu oleh munculnya fenomena
iklim El-Nino
Musim kemarau berkepanjangan
Aktivitas vulkanis

FAKTOR BUATAN MANUSIA


Penggunaan api dalam persiapan
lahan
Adanya kegiatan pembukaan lahan
dengan teknik tebang-tebas-bakar
yang tidak terkontrol,
Illegal logging
Membuang puntung rokok yang
menyala secara sembarangan

DAMPAK KEBAKARAN HUTAN


DAMPAK POSITIF
Metode pembersihan lahan
untukperkebunan dan pertanian.
Menyuburkan tanah dan mempercepat
penambahan mineral dalam tanah
Memusnahkan hama dan penyakit

DAMPAK NEGATIF
Sejumlah species statusnya kini
terancam punah
Meningkatkan emisi gas rumah kaca
penyebab perubahan iklim.

Dampak kesehatan
Asap yang ditimbulkan mengganggu
sistem pernafasan
Seperti sulfur dioksida (SO2), karbon
monoksida (CO), formaldehid,
akrelein, benzen, nitrogen oksida
(NOx) dan ozon (O3).

Kerusakan hutan
telah
meningkatkan
emisi karbon
hampir 20 %.

S
sig ang
a
n
ka ifka t
re
na n

Karbon dioksida
merupakan salah satu
gas rumah kaca yang
berimplikasi pada
kecenderungan
pemanasan global.

CARA PENANGGULANGAN
Menghilangkanbahan bakar ataupanas
Memuat peta tentang daerah yang rawan
terjadinya kebakaran.
Memantau keadaan dan tanda-tanda
kebakaran.
Memberikan penyuluhan tentang pentingnya
hutan.
Melarang pembukaan lahan dengan membakar
hutan.
Tidak membuang puntung rokok sembarangan.

DAFTAR PUSTAKA
Luca Tacconi. 2003. Kebakaran Hutan di Indonesia:
Penyebab, Biaya dan Implikasi Kebijakan. CIFOR. Hal 1
Hartono, B. 1988. Kebakaran Hutan. Direktorat Jenderal
Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Bogor.
Faisal,Fikri. Yunus, Faisal. Harahap, Fachrial. 2012.
Dampak Asap Kebakaran Hutan pada Pernapasan. CDK189/ vol. 39 no. 1.
Syaufna, L. 2008. Kebakaran Hutan dan Lahan di
Indonesia. Bayumedia, Malang
Saharjo, B.H. 2003. Pengendalian Kebakaran Hutan dan
Lahan Yang Lestari Perlukah Dilakukan. Departemen
Silvikultur. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor