Anda di halaman 1dari 23

ARTI PENTING LEGAL AUDIT

Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H.

PENGERTIAN & ARTI PENTING


LEGAL AUDIT
~ LEGAL AUDIT = Legal (Hukum) & Audit (Pemeriksaan)
~ Audit (Pemeriksaan) ; Suatu Proses Penilaian dlm arti yg
Luas scr independen thd Data & Fakta utk menilai tingkat
kesesuaian, tingkat keamanan & tingkat kewajaran yg disajikan
dlm laporan mengenai Opini & Saran Perbaikan.
~ Legal Audit = Suatu proses penilaian thd Data & Fakta atas
berbagai bentuk tindakan hukum/ kebijakan hukum untuk menilai
tingkat keamanan institusi (organisasi), terutama dlm hal Legal
risk aspect yg pd akhirnya akan membahayakan institusi
(organisasi), yg disajikan dlm Laporan Hasil Pemeriksaan
Mengenai Opini dan Saran Perbaikan).
~ DATA & FAKTA; yg diperiksa Aspek Yuridisnya adlh data &
fakta yg mengandung nilai-nilai yuridis yg melahirkan Hak &
Kewajiban.

~ Pemeriksaan yg dilakukan o/ Legal Auditor idealx


dilakukan dgn Tegas, dlm arti bhw Setiap
kekurangan/kelemahanx hrs diungkapkan, sehingga
nantinya dpt ditindaklanjuti o/ Auditee (Aparat
Pelaksana)
~ Penilaian Utama yg dilakukan o/ Legal Auditor
adlah: Ttg Tingkat Keamanan suatu
institusi/organisasi, terutama apabila institusi/
organisasi tsb akan berpekara di pengadilan (apakah
sdh cukup kuat/ sempurna bukti-bukti yg ada?)
~ Dlm Legal Audit dikenal istilah Legal Risk Aspeck,
yaitu Tdk siapnya suatu institusi/organisasi utk
berpekara di pengadilan krn adanya
Penyimpangan/Problem yg terjadi sbg akibat tdk
dipenuhinya aspek2 suatu transaksi, yg pd akhirnya
akan berdampak kerugian atau membahayakan
harta perusahaan/institusi.

~ Legal Auditor jg hrs dilengkapi dgn Laporan Hasil


Pemeriksaan yg berisi Opini & Saran Perbaikan.
Opini yg disampaikan adlah Opini Yuridis, yaitu yg
menyangkut Kelemahan, Kekurangan & Cacat
yuridis yg Terkandung dlm suatu Transaksi (kalo
perbankan). Sedangkan Saran Perbaikan adlah: yg
menyangkut Penguatan/ Penyempurnaan suatu Data
& Fakta Transaksi (kalo perbankan) sbg Alat Bukti scr
Yuridis.
~ Jadi salah satu Pendekatan dlm melaksanakan
Pengawasan dan/ Pengendalian adalh Pemeriksaan
atau yg lebih dikenal dgn istilah Audit.
~ Jadi LEGAL AUDIT : Suatu Proses penilaian dlm arti
yg luas, scr independen thd data & fakta utk menilai
Tingkat Kesesuaian, Tingkat Keamanan, Tingkat
Kewajaran yg Disajikan dlm Laporan Mengenai Opini
& Saran Perbaikan.

DLM PROSES PEMERIKSAAN (AUDITING)


TERDAPAT UNSUR-UNSUR :
1. DATA & FAKTA
Data & Fakta ini sering jg disebut DOKUMEN. Data & Fakta ini byk
Jenisx, sgt tergantung pd Sifat/Ruang Lingkup Pemeriksaan yg
dilakukan.
Cth: Bila Pemeriksaan bsifat Financial Audit, mk Data & Faktax
antara lain; Laporan Keuangan, Catatan Akuntansi & Dokumen2
lain yg Mekanisme Penyusunanx Berhubungan dgn Transaksi
Keuangan.
Adapun SIFAT & RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN saat ini :
a. Financial Audit; Pemeriksaan thd Kewajaran Laporan
Keuangan dlm suatu Periode tertentu Guna Memberikan
Perlindungan thd Keamanan Harta Perusahaan;
b. Operational Audit; Pemeriksaan thd seluruh kegiatan
institusi, baik thd bagian/fungsi unit kerja maupun thd prosedur
pekerjaan, guna evaluasi & perbaikan rencana kerja, pencapaian
tujuan oranisasi, serta peningkatan manfaat atas semua Sumber
Daya Organisasi

c. Managerial Audit; Pemeriksaan thd Keputusan, Kebijaksanaan &


Peraturan Manajemen Organisasi & Mengevaluasi Dampakx, guna
evaluasi & perbaikan thd pelaksanaan fungsi2 manajemen dlm
mencapai tujuan organisasi.
~ Adapun KRITERIA DATA & FAKTA yg diperlukan Auditor utk
Memperoleh Hasil Audit Yg Lengkap & Objektif, adlah:
a. Kompoten, tingkat keyakinan sampai sejauh mana suatu data
& fakta dpt dipercaya & dpt diandalkan serta memiliki Relevansi
dgn Tujuan Pemeriksaan & scr Objektif dpt diuji kebenaranx;
b. Cukup, tingkat kecukupan data & fakta yg ditentukan oleh
besar kecilx/sedikit banyakx sampel yg dipilih; dan
c. Aktual, tingkat kesesuaian dr segi kurun wkt Data & Fakta
dibuat sampai dgn dilakukanx pemeriksaan thd Data & Fakta tsb.

2. PROSES PENILAIAN

a.

b.

c.

d.

e.

Dlm suatu Audit (Pemeriksaan) tentulah ada Proses Penilaian


& hal ini yg akan menghasilkan OPINI.
Dlm Proses Penilaian Auditor lazimnya menggunakan berbagai
Teknik Pemeriksaan yg Relevan. Teknik-teknik tsb, adlah :
Membandingkan (Compare),: meneliti dua hal/objek scr
bersamaan & memperhatikan persamaan & atau perbedaan
antara kedua hal/objek tsb;
Vouching; memeriksa sah tdkx suatu transaksi dg meneliti
dokumen2 dasar yg dipakai utk mencatat & mendukung
transaksi ybs;
Analisis; menilai sejauhmana kebenaran/kewajiban suatu
transaksi, meliputi kebenaran perhitungan, fluktuasi, frekuensi
bukti2 kejadian, termasuk hal2 lain yg lazim berlaku utk
transaksi tsb.
Pengamatan (checking); mengamati suatu pekerjaan yg
sdg dilakukan o/ suatu unit kerja utk menentukan kelayakan
kerja, apakah sesuai dgn ketentuan prosedur yg berlaku;
Inspeksi; memeriksa scr mendalam thd sesuatu hal/objek
guna membuktikan kebenaran dr Data & Fakta yg diperoleh;

f. Wawancara (interview); bertanya scr langsung kpd pihak yg


terkait langsung dlm proses suatu kegiatan/pekerjaan utk
memperoleh informasi thd sesuatu hal/objek yg diperiksa.
g. Inquiry; mempergunakan media utk memperoleh informasi thd
sesuatu hal/objek yg diperiksa;
h. Rekonsialiasi; mencocokkan dua sumber data & informasi yg
terpisah mengenai hal yg sama & menjelaskan penyebabx jk
terdpt perbedaan;
i.
Konfirmasi; permintaan tertulis o/ auditor kpd pihak terkait
dgn sesuatu hal/objek pemeriksaan utk mendptkan
pengakuan atas sesuatu hal/objek tsb;
j. Sampel (sampling); memeriksa sebagian dr suatu himpunan
(lazimx dg kriteria tertentu) yg dpt mewakili himpunan tsb utk
digunakan sbg dasar utk menarik kesimpulan;
k. Footing-Cross Footing; menguji kebenaran angka hasil
penambahan/ pengurangan & pengalian/ pembagian yg
terdpt dlm pembukuan;
l. Tracing; menelusuri kembali bukti dasar sehingga dpt diketahui
kronologis suatu kejadian/transaksi; dan
m. Opname; menghitung scr fisik jumlah barang/uang di tempat
barang/uang tsb berada serta mencocokkan dgn dokumen yg
ada.

DLM PROSES PENILAIAN, SUATU AUDIT


(PEMERIKSAAN) DILAKUKAN DGN DASAR :
a.

b.
c.

d.

Peraturan PerUUan; segala UU & Peraturan yg


dikeluarkan o/ PM yg berkaitan langsung/tdk langsung dgn
kegiatan organisasi/institusi;
Peraturan Khusus Organisasi/Institusi; dlm hal ini
terutama AD & ART serta Keputusan2 Manajemen;
Kebijaksanaan Manajemen; kebijaksanaan yg diambil o/
manajemen yg scr khusus belum/ tdk diatur o/ peraturan
yg ada; dan
Praktek-Praktek Organisasi/Institusi yg sehat.

3. INDEPENDENSI
Seorang AUDITOR dlm Proses Auditing haruslah bersikap TDK
MEMIHAK, TDK MERANGKAP TUGAS EKSEKUTIF yg BERHUBUNGAN
DGN OBJEK Yg DIPERIKSA. Inilah INTI KODE ETIK AUDITOR dlm
melaksanakan Tugasnya.
KODE ETIK AUDITOR LAINNYA, Adalah :
a. Bertindak Objektif berdasarkan bukti2 / Data & Fakta yg Otentik;
b. Menjaga Rahasia Data2 organisasi/institusi yg diperiksa kpd
pihak2 yg tdk berkepentingan (tdk terafiliasi);
c. Melaksanakan Tugas dgn Penuh Rasa Tanggungjawab
beserta Hasil yg Optimal scr Profesional;
d. Menjaga Hubgn yg Harmonis, baik scr kedinasan maupun scr
pribadi dgn pihak2 yg berhubungn langsung dgn hal/objek
pemeriksaan;
e. Menjauhkan diri dr Perbuatan Tercela dan slalu menjaga
nama baik Profesi sbg Auditor;
f. Bersikap Tegas dlm memberikan Kesimpulan hasil pemeriksaan,
Opini dan saran-saran Perbaikan;
g. Tdk Merasa Kedudukan lbh Tinggi dr aparat pelaksana; dan
h. Selalu Berusaha utk meningkatkan Pengetahuan & Kemampuan

SELAIN KODE ETIK AUDITOR, DIKENAL JG NORMA


PEMERIKSAAN :
a. Norma2 Umum (general standards)
Norma Pemeriksaan yg menitikberatkx pd PROFESIONALITAS Auditor
di bidg keahlian, independen dlm plaksanaan tugas, serta berwibawa
dlm penyusunan laporan;
b. Norma2 Pelaksanaan Pemeriksaan (standard of fild
work)
Norma pemeriksaan yg menitikberatkx pd PEMBUATAN PROGRAM,
penilaian sistem pengendalian internal & pembuatan pendapat
berdasarkx bukti2 Otentik;
c. Norma2 Pelaporan (standard of Reporting)
Norma pemeriksaan yg menitikberatkx pd MATERI LAPORAN HASIL
PEMERIKSAAN spt Ruang lingkup, Temuan & Saran Perbaikan; dan
d. Norma Tindak Lanjut
Norma Pemeriksaan yg menitikberatkx pd TINDAKAN2 MANAJEMEN
(auditee) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan.

4. MENILAI TINGKAT KESESUAIAN, TINGKAT


KEAMANAN & TINGKAT KEWAJARAN
DALAM PEMERIKSAAN, PENILAIAN DIFOKUSKAN TERUTAMA
PADA:
a.
Tingkat Kesesuaian; utk menilai tingkat kesesuaian
Transaksi/ Keputusan dibandingkan dgn peraturan (sistem &
prosedur) perusahaan, termasuk peraturan pemerintah yg
terkait;
b.
Tingkat Kewajaran; utk menilai tingkat kewajaran suatu
Transaksi/Keputusan dibandingkan dgn Prinsip2 Akuntansi;
dan
c.
Tingkat Keamanan; utk menilai tingkat keamanan suatu
transaksi/keputusan thd Aset Perusahaan, dgn kata lain
apakah Transaksi tsb dpt Mengamankan Aset Perusahaan
(secured) atau sebaliknya.
Jk ke 3 hal tsb di atas dilaksanakan dlm proses pemeriksaan, mk
dpt dikatakan bhw 7an dr Pemeriksaan sdh Tercapai, yaitu
utk mendapatkan Keyakinan bhw semua
kebijakan/ketentuan & peraturan yg ditetapkan telah
dilaksanakan sbgmana mestinya & dpt dijamin bhw
perusahaan dpt dilindungi dr sgala resiko, baik financial
risk, coorporate image risk & legal risk.

PEMERIKSAAN SCR UMUM DIBAGI KEDALAM 3 JENIS


:
a.

b.

c.

Pemeriksaan Umum; Pemeriksaan yg dilakukan thd


seluruh aspek operasional organisasi/ perusahaan,
baik secara bertahap maupun secara menyeluruh;
Pemeriksaan Tertentu; Pemeriksaan yg dilakukan
thd beberapa bagian tertentu organisasi/perusahaan
saja dgn pertimbangan tertentu/khusus atas dasar
permintaan manajemen;
Pemeriksaan Khusus; Pemeriksaan yg dilakukan
apabila Ada Indikasi tdk baik dari Aparat Pelaksana,
termasuk Perilaku yg dipandang dpt mempengaruhi
performance organisasi/ perusahaan.

OPINI & SARAN PERBAIKAN YANG DISAJIKAN


DALAM LAPORAN
HASIL AKHIR DARI PEMERIKSAAN AUDITOR BERUPA OPINI &
SARAN PERBAIKAN YG DISAJIKAN DLM LAPORAN TEMUAN
HASIL PEMERIKSAAN.
OPINI TSB LAZIMNYA HAL2 YG BERKAITAN DENGAN :
a.
Adanya Ketidaksesuaian dgn Aturan yg berlaku;
b.
Adanya Ketidakwajaran dalam Transaksi (keluar masukx
uang);
c.
Adanya Ketidakamanan terhadap Aset
Perusahaan/Organisasi.
SARAN2 PERBAIKAN YG LAZIM DISAMPAIKAN AUDITOR :
a.
Perbaikan atas Penyimpangx2 yg terjadi;
b.
Mendorong utk Taat & Patuh thd Pelaksanaan Aturan2
perusahaan/organisasi, agar penyimpangn2 tsb dpt dihindari;
c.
Peningkatan Profitability, Efektivitas, & Efisiensi
Perusahaan/organisasi serta Mengamankan Aset Perusahaan;
d.
Menyempurnakx Sistem & Prosedur perusahaan/organisasi
termasuk Pengendalian Internal

TUJUAN LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN :

a.

Bukti & Keyakinan bhw Pemeriksaan thd


sesuatu hal/ objek telah dilakukan;

b. Referensi dlm penyusunan rencana


pemeriksaan;
c. Dokumentasi hasil pemeriksaan yg penting;
dan
d. Dapat dijadikan dasar penilaian kemampuan
teknik auditor dlm melakukan pemeriksaan
& pihak2 terkait dgn hal/ objek pemeriksaan

LAPORAN PEMERIKSAAN YG IDEAL HARUS


MEMENUHI MINIMAL 4 HAL :
a.

Objektivitas; Lap yg didasarkx dgn realitas yg ada


tanpa terkesan mencari cari kesalahan aparat
pelaksana (auditee);

b. Kewibawaan; Lap yg dibuat dgn pemaparan yg dpt


dipercaya tanpa memaksa pihak aparat pelaksana
(auditee) utk mengakui kebenarannya;
c. Keseimbangan; Lap yg dibuat dgn memaparkan pokok2
permasalahan yg ada tanpa kesan menggurui; dan
d. Penulisan yg Profesional; Lap yg dibuat dgn bahasa yg
baik & benar menurut kaidah yg ada dgn tata urutan
yg scr kronologis dpt dimengerti dgn cepat oleh
aparat pelaksana.

Sondang P. Siagian :
Bhw keberhasilan pelaksanaan audit sgt ditentukan
o/ MANTAPNYA PENGAMBILAN LANGKAH2 yg o/ para
Pakar & Praktisi Manajemen sdh diakui sbg Tindakan
yg hrs diambil.

Adapun URUTAN LANGKAH2 yg LUMRAH


DIAMBIL dlm Pelaksanaan Audit, yaitu :
a. Penentuan Cakupan Kegiatan Audit;
b. Perencanaan Kegiatan Audit;
c. Pengumpulan Data;
d. Analisis Data yg telah Terkumpul;
e. Penyusunan Laporan Hasil Audit.

a. PENENTUAN CAKUPAN KEGIATAN AUDIT


Harus dicegah timbulx perbedaan interpretasi
antara Pihak Manajemen dgn Pihak Auditor ttg
Cakupan Kegiatan Audit.
meskipun jk hal tsb terjadi, mk interpretasi
Pihak Manajemen puncaklah yg akan
mengambil tindakan pelaksanaan Audit.
hal tsb disebabkan o/ krn keberadaan
pelaksana Audit hrs ditujukan pd upaya
membantu Manajemen Puncak dlm membuat
keputusan yg tepat ttg bidang apa yg perlu
diaudit.

b. PERENCANAAN KEGIATAN AUDIT

a.
b.
c.
d.
e.

Perencanaan Kegiatan Audit (Rencana Aksi)


dilakukan setlah Cakupan Kegiatan Audit sdh
disepakati Pihak Manajemen Puncak dgn Pelaksana
Audit.
Perencanaan Kegiatan Audit (Rencana Aksi)
Umumnya memuat :
Identifikasi komponen perusahaan/organisasi yg
akan menjadi sumber data;
Jangka waktu pelaksanaan audit;
Pengorganisasian kegiatan audit;
Penentuan instrumen pengumpulan data;
Teknik analisis yang akan digunakan.

c. PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan Data merupakan langkah pertama dr
proses Rencana Aksi Audit.
Tdk ada satupun teknik pengumpulan data yg sama
efektifx utk smua kegiatan audit. Penentuan pilihan ttg
jenis teknik pengumpulan data yg akan digunakan dlm
suatu proses audit skaligus merupakan salah satu
ukuran kehandalan seorg auditor .

Beberapa Teknim Pengumpulan Data yg sering


digunakan dlm suatu proses audit :
a.
b.

c.
d.

Mempelajari dokumen resmi perusahaan/organisasi tt


bidg fungsional/ komponen yg akan diaudit;
Melakukan wawancara dgn manajemen (pengurus) &
para karyawan (anggota organisasi) yg menangani bidg
fungsional/ satuan kerja tertentu;
Menyusun & Menyebarluaskan kuesioner kpd pihak2
tertentu;
Melakukan Survei langsung di lapangan

d. ANALISIS DATA
Pemilihx & Penggunaan Teknik Analisis Data yg tepat dlm
proses pelaksanaan audit akan menghasilkx Informasi yg
relevan, mutakhir, lengkap & dapat dipercaya.

1.
2.
3.

DLM MELAKUKAN ANALISIS DATA AUDITOR HARUS :


Ada jaminan bhw dlm proses analisis tdk terjadi
manipulasi atau rekayasa;
Informasi yg dihasilkx hrs mengungkap berbagai
alternatif yg mungkin ditempuh oleh manajemen puncak;
Terlihat dgn jelas keunggulan & kelemahan setiap
alternatif.
Ttg jenis teknik analisis data apa yg digunakan seorg
auditor sgt tergantung pd beberapa faktor; cakupan
kegiatan audit; bidg fungsional/operasional yg diaudit;
hasil studi perbandingan (jk ada); serta kerangka acuan
teoritikal yg telah dikembangkan oleh para pakar.

e. PENYUSUNAN LAPORAN AUDIT


Suatu proses Legal Audit dikatakan Berhasil jk proses tsb diakhiri
dgn Penyusunan Laporan yg Bermanfaat bagi Manajemen Puncak
utk mengambil keputusan dlm upaya meningkatkan Efisiensi,
Efektivitas, dan Produktivitas Perusahaan/ Komponen2 tertentu
dlm perusahaan yg dipimpinannya.

Laporan Kegiatan Legal Audit dpt Dikatakan BAIK jika :


1.

2.

3.
4.

5.

Memuat Resume ttg kegiatan yg telah diselenggarakx yg jg


dikenal dg istilah Ringkasan Eksekutif, yg brarti bhw dg hanya
membaca ringkasan tsb sj manajemen puncak sdh memperoleh
gambaran menyeluruh ttg isi laporan tsb;
Terdpt uraian ttg Cakupan kegiatan audit yg mencerminkan
adanya Kesatuan Persepsi antara Manajemen puncak & Pelaksana
Audit;
Batang Tubuh Laporan mengandung uraian yg rinci ttg temuan2
dlm melaksanakan audit;
Pembahasan yg Sistematik ttg berbagai alternatif yg mungkin
ditempuh dg menunjukkan Keunggulan &/ kelemahan setiap
aalternatif, termsk penghematan yg dpt diwujudkx apabila
alternatif tertentu dianggap lebih unggul dibandingkan dg
alternatif lain
Laporan Bersifat Faktual & Objektif.

Utk mengubah Sifat Pemeriksaan dr Pengawasan


menjadi Pengendalian, mk unsur2 Pemeriksaan hrs
ditambah satu lagi, yaitu Tindak Lanjut Temuan
Hasil Pemeriksaan;
Utk membantu manajemen dlm mencapai 7an
organisasi, mk Temuan hasil pemeriksaan yg
tertuang dlm Laporan Auditor, perlu diadakan
tindak lanjut, baik oleh karyawan pelaksana
ataupun manajemen dlm suatu organisasi/
perusahaan;
Jenis2 Tindak Lanjut tsb dpt berupa Koreksi/
Perbaikan atas suatu Transaksi, menambah/
melengkapi hal2 yg msh kurang dlm suatu
transaksi, memperbaharui suatu transaksi dsb.