Anda di halaman 1dari 30

ACID FRACTURING

Dr. Ir. Sudjati Rachmat, DEA

ACID FRACTURING
1. Pendahuluan
1.1 Fluida Acidfrac
1.2 Pelaksanaan
1.3 Jenis Acidfrac

2. Penetrasi Asam Dalam Rekahan


3. Konduktivitas Acidfrac

Pendahuluan
Di Amerika Serikat, sekitar 70 % dari pekerjaan
pengasaman dilakukan bersamaan dengan perekahan
asam
atau
acidfrac.
Hal
ini
terutama
karena
menginjeksikan asam di formasi limestone dengan
permeabilitas kecil (< 5 md) biasanya sulit sekali.
Banyak formasi dengan permeabilitas 0.1 - 0.3 md
harus diasam di acid frac merupakan cara satu-satunya
kalau tidak ada rekahan alamiah di situ. Di Indonesia
jarang digunakan karena permeabilitas yang umum di
limestone untuk produksi di atas 100 b/d adalah > 10
md dan ini biasanya bisa dilakukan dengan asam biasa.
Untuk damage agak dalam pada limestone maka
dilakukan perekahan hidraulik biasa atau acid frac ini.

Pendahuluan
Pelaksanaannya dengan menginjeksikan pad yang
viscous (kental) untuk menghasilkan rekahan. lalu
diikuti dengan asam yang telah diberi fluid loss control
dan asam ini akan memakan permukaan rekahan secara
tidak merata (karena batuannya juga tidak merata sifat
kekerasannya) dan setelan nantinya rekahan menutup,
diharapkan saluran akan terbentuk dari lubang-lubang
yang dimakan asam (atched) tadi yang pasti tidak akan
tertutup seluruhnya dan permukaan tidak merata inilah
yang diharapkan untuk menjadi semacam proppant
atau pengganjalnya.
Ada dua hal yang mempengaruhi berhasilnya yaitu
panjang rekahan dan konduktivitasnya. Dalam hal acid
frac ini ditentukan oleh jarak tempuh asam yang masih

Pendahuluan
Dalam praktek digunakan laju injeksi yang tinggi
dengan tekanan yang cukup untuk merekahkan dan
mengalirkan
asamnya.
Hanya
asam
HCl
yang
digunakan. Untuk permeabilitas medium (K > 10 md)
hanya memerlukan asam sedikit dan hanya dilakukan
pengasaman di sekeliling sumurnya. Gambar 1
memperlihatkan suatu gambar mengenai penetrasi
asam pada limestone dan dolomite vs. lebar rekahan.
Dalam acidfrac ini, sebenarnya aliran yang dominan di
sekitar sumur adalah linier. Salah satu cara untuk
menghitung acidfrac adalah dengan grafik McGuireSikora seperti pada perekahan hidraulik. Gambar 2
memperlihatkan grafik mereka.

Gambar 1
Effek Lebar Rekahan Terhadap Penetrasi Asam (J. Fambrough, AEPT)

Fluida Acidfrac
Untuk fluidanya maka bisa digunakan gelled acid, oil
external emulsion, organic acid atau campuran dan
asam yang terlambat reaksinya. Fluida yang dipilih
harus disesuaikan dengan jenis batuan dan temperatur
formasi.

Tanpa fluid loss, effisiensi acidfrac akan sangat rendah


dan penetrasinya mungkin hanya beberapa kaki saja
dari sumur. Adanya rekahan alamiah dan lubang casing
(wormholes) merupakan persoalan yang sulit karena
andaikan diberi fluid loss, asam toh akan bisa bereaksi
lewat samping dan lolos ke dalam lubang tersebut. Jadi
hanya menahan reaksi sementara. Sifat fluid loss
additive (FLA) biasanya :

Fluida Acidfrac
Jenis umumnya :

100 mesh sand dan silica flour


Oil soluber resins (OSR)
Rock salt (garam)
Wax Particulates (butiran lilin)

Gambar 3 memperlihatkan hal


menggunakan FLA (hal 2) dan
1).

di mana injeksi tanpa


menggunakan FLA (hal

Gambar 2
Grafik McGuire dan Sikora

Gambar 3
Panjang Rekahan dengan (Case 1) dan Tanpa (Case 2) FLA

Pelaksanaan
1. Injeksi dengan air garam
2. Pompakan pad (misalnya crosslink gel)
3. Pompakan HCl dengan FLA
4. Overflush asam dengan brine yang sama volumenya
dengan volume
asam.

Jenis Acidfrac

Viscous Fingering (VF)


Closed Fracture Acidization (CFA)
Equilibrium Acidfrac (EAF)
Whisper frac (WF)

Pada teknik viscous fingering dilakukan pemompaan


dengan pad yang viscous, lalu asam yang kurang
viscous, dan ulangi lagi, baru dioverflush dengan brine.
Teknik ini tergantung dari pad untuk membuat rekahan,
lalu asam yang kurang viscous dipompakan untuk
membuat fingering (saluran kecil bercabang-cabang)
melalui padnya. Dengan ini akan terbentuk etching
(pelarutan tak beraturan) di dinging rekahan sehingga
rekahan tak akan tertutup rapat lagi.

Jenis Acidfrac
CFA adalah metode lain untuk mendapatkan etching tak
beraturan. Pemompaan dilakukan bergantian asam
dengan pad. Lalu rekahan dibiarkan tertutup. Asam lalu
dipompakan di bawah closure pressure sehingga akan
menyebabkan asam akan membuat etching baru pada
rekahan yang terbentuk tadi. Karena rekahan sudah
tertutup maka konduktivitas yang terjadi tidak akan
hilang pada saat rekahan tertutup (SPE paper 14654).

EAF dipompa seperti pada CFA tetapi pada saat rekahan


tetap terbuka. Tingkat terakhir dipompakan di atas
closure pressure tetapi di bawah extension pressure.
Leak-off harus kecil agar berhasil (SPE 18883). Dalam
hal ini pad dan asam mulai membuka rekahan, lalu
pemompaan asam dilakukan setelah rekahan akan

Jenis Acidfrac
WF membutuhkan perforasi khusus dengan perforasi yang
selektif dan perbandingan viskositas antara fluida-fluidanya
agar berhasil. Tekniknya sama dengan viscous fingering tetapi
tidak akan memulai dengan satu cabang saja. Di sini akan
dipompakan pad yang sangat tinggi viskositasnya, lalu gel
asam yang mempunyai viskositas 1/10-nya injeksi dilakukan
dengan laju besar (SPE 15772).

Kembali ke effek temperatur, pada dolomite reaksi asam lebih


lambat dari pada limestone. Untuk limestone reaksinya cepat
dan terbatas oleh mass-transfer, dan effek temepartur pada
limestone tidak penting. Tetapi pada dolomite maksimum
temperatur adalah sekitar 170oF sebelum dibatasi oleh mass
transfer. Di atas temperatur ini reaksinya menjadi sangat
cepat (menjadi mass transfer limited). Penetrasi asam akan
lebih dalam pada dolomite dibandingkan pada limestone. Pada
temperatur tinggi (> 300oF) reaksi telah sangat cepat

Gambar 4
Effek Temperatur dan Konsentrasi Asam pada Penetrasi Acidfrac

Penetrasi Asam Dalam Rekahan


Untuk meramalkan jarak tempuh asam yang disebabkan
oleh acidfrac dan kondisin terakhir konduktivitasnya,
maka pelarutan batuan di sekitar rekahan harus
diketahui. Demikian pula konsentrasi asam di situ.
Beberapa ahli mengatakan bila konsentrasi asam telah
mencapai 10 % dari konsentrasi mula-mula, maka asam
tersebut tidak akan dapat membuat etched worm
holes yang berarti. Dengan ini harus ditentukan kapan
asam tersebut mencapai kadar 10 % dari asalnya
walaupun rekahan yang dibuat mungkin lebih dari itu,
tetapi ini menentukan jarak dari rekahan yang akan
terjadi setelah rekahan menutup.

Penetrasi Asam Dalam Rekahan


Persamaan matematisnya agak sulit dan berupa
demikian :

Untuk saluran aliran linier dalam rekahan, dengan leakoff dan difusi asam ke dinding rekahan (lihat Gambar 5),
u x C
u x C
maka :
C

C
t

dengan syarat-syarat batas :

C(x, y, t) = 0
C(x = 0, y, t) = Ci(t)

Deff
q Ci o
y
y

Penetrasi Asam Dalam Rekahan


Cu y CL q L Deff

di mana :
C
=
ux
=
uy
=
Deff =
Ci
=
Ef
=
n
=

=
o
=
CL
=

C
E f C n 1
y

konsentrasi asam
flux sepanjang rekahan
flux tranversal karena fluid loss
koefisien difusi effektif
konsentrasi asam yang diinjeksikan
konstante kecepatan reaksi
order reaksi
porositas batuan
dirac fanction
Konsentrasi sisa (Spent) asam

Gambar 5
Transportasi Asam dalam Rekahan dengan Difusi dan Fluid Loss
(Economides - Nolte : Reservoir Stimulation)

Penetrasi Asam Dalam Rekahan


dengan asumsi steady state, aliran laminer dan fluida
Newtonian antara dua bidang datar yang sejajar, Nierode dan
Williams *SPEJ, pp.306, 1972) memberikan solusinya untuk
keseimbangan asam di rekahan yang diambil dari solusi Terril
untuk heat transfer antara dua bidang sejajar. Solusi ini
diberikan pada Gambar 6 sebagai fungsi dari Peclet Number,
yang didefinisikan sebagai
N pe :u y w 2Deff

di mana uy adalah fluks leak-off rata-rata dan w = lebar


rekahan. Koefisien difusi effektif, biasanya lebih besar dari
koefisien difusi molekular karena tambahan dari pencampuran
akibat gradient densitas. Dari Gambar 6 terlihat bahwa pada
bilangan Peclet yang rendah, konsentrasi asam akan sangat
kecil sebelum mencapai ujung rekahan, sedangkan untuk
bilangan Peclet yang tinggi, konsentrasi asam akan tinggi

Gambar 6
Profil Konsentrasi Asam Sepanjang Rekahan
(Schechter, Oil Well Stimulation, Prentice Hall, 1992)

Konduktivitas Acidfrac
Konduktivitas acidfrac sukar diramalkan karena sangat
tergantung dari stochastic prosess (proses yang tidak
pasti bagaimana), misalnya kalau dinding tidak etched
secara keterogen, maka hasil konduktivitas rekahan
akan sedikit, jadi untuk meramalkan hasilnya adalah
secara empiris. Pertama berdasarkan distribusi asam di
rekahan, jumlah batuan yang dilarutkan sepanjang
rekahan
dihitung.
Lalu
korelasi
empiris
untuk
menghitung konduktivitas rekahan berdasarkan jumlah
batuan yang terlarut. Akhirnya, karena konduktivitas
akan berubah-ubah sepanjang rekahan, harus diambil
harga rata-ratanya. Metode ini tidak akan teliti.
Sebaiknya hasilnya diukur dengan PTA (Pressure
Transient Analysis) untuk mengkalibrasi hasil di atas.

Jumlah
batuan
yang
dilarutkan
pada
acidfrac

Konduktivitas Acidfrac
Bila semua asam yang diinjeksikan ke rekahan
melarutkan batuan di dinding rekahan (tidak masuk ke
matriks atau wormhole, lubang casing) maka lebar ideal
rata-rata bisa ditulis sebagai todal volume batuan
terlarut dibandingkan dengan luas rekahan, atau :
w i XV 2 1 h f x f

di mana X = daya pelarutan volumetris asam, V = total


volume injeksi asam, hf adalah tinggi rekahan, dan xf
adalah panjang rekahan satu sayap. Untuk bilangan
Peclet yang rendahg, kebanyakan asam bereaksi dekat
sumur dan konsentrasi asam akan sangat berlainan
sepanjang rekahan, sehingga lebar rekahan juga
bervariasi. Schechter juga memberikan Gambar 7

Gambar 7
Lebar Rekahan Ideal Sepanjang Rekahan (Schechter, 1992)

Konduktivitas Acidfrac
Dari lebar rekahan ideal (ideal fracture width),
konduktivitas acidfrac dihitung dari korelasi Niorode
dan Kruk (SPE paper 4549, 1973). Korelasi ini
berdasarkan perhitungan ekstensif di laboratorium dari
konduktivitas acidfrac dan dikorelasikan dengan lebar
ideal, closure stress c, dan rock embedment stregth,
Srock. Rock embedment strength didefinisikan sebagai
gaya yang mendorong suatu bola logam pada jarak
tertentu dari permukaan batuan.

k f w C1e C 2
Korelasi mereka adalah sbb :
c

Konduktivitas Acidfrac
Dimana
C1 1.47 x 10 7 w i2 .47
C2 13.9 1.3 ln Srock x 10 3

untuk Srock < 20000 psi

C2 13.9 0.28 ln Srock x 10 3 untuk Srock > 20000 psi

Untuk satuannya kfw = md-ft, wi - in, c dan Srock = psi.


Pengukuran laboratorium untuk embedment strength
dan konduktivitas asam untuk beberapa formasi di
Amerika diberikan oleh Nierode dan Kruk sebagai Tabel
1.

Konduktivitas Acidfrac
Setelah variasi konduktivitas sepanjang rekahan
diketahui,
harga
rata-rata
konduktivitas
seluruh
rekahan
dapat
dihitung
untuk
mendapatkan
produktivitas sumur acidfrac. Bennett (PhD thesis Univ.
of Tulsa, 1982) memberikan rata-rata konduktivitas
sebagai sebagai berikut :1 x
kf w

xf

k f w dx

Harga rata-rata ini cukup baik untuk bilangan Peclet >


3. Untuk < 3 maka peramalan produktivitas akan terlalu
optimistik karena akan diperbesar oleh besarnya
konduktivitas yang diambil dari dekat sumur. Mungkin
saja asam akan bereaksi lebih banyak dalam jarak

Konduktivitas Acidfrac
Untuk hal demikian, Ben-Naceur dan Economides
menganjurkan harga rata-rata harmonis sbb :
kf w

xf

xf

dx k f w

Tabel 1
Konduktivitas Effektif Rekahan untuk Beberapa
Formasi Karbonat di Amerika sebagai Fungsi dari Rock Embedment
Strength dan Closure (Niorode & Kruk)

Tabel 2
Hasil Perhitungan pada Contoh Di atas

x/xf

wi wi

wi

C1

kfw

0.1

2.1

0.1911

246621

13877

0.2

1.7

0.1547

146338

8234

0.3

1.45

0.1320

98886

5564

0.4

1.2

0.1092

61905

3483

0.5

1.0

0.0910

39459

2220

0.6

0.95

0.0865

34813

1958

0.7

0.9

0.0819

30417

1711

0.8

0.8

0.0728

22739

1279

0.9

0.5

0.0455

7122

401