Anda di halaman 1dari 8

Karakteristik

Liken Simpleks Kronikus

Psoriasis Likenifikasi

Liken Planus Hipertrofik

Definisi

Peradangan kulit kronis, gatal,


sirkumskrip, dan khas ditandai dengan
likenifikasi

Penyakit autoimun bersifat kronik dan


residif, ditandai adanya hiperproliferatif
kulit

Inflamasi kronis mukokutaneus yang


dimediasi oleh sel T ditandai dengan papul
yang mempunyai warna merah biru,
poligonal, berskuama, dan berbentuk sikusiku.

Etiologi

Belum diketahui

Faktor genetik dan imunologis

Belum diketahui

Predileksi

Skalp, leher bagian belakang,


pergelangan kaki, ekstrimitas bagian
ekstensor, labia mayora dan skrotum

Skalp, perbatasan daerah tersebut dengan


muka, ekstremitas bagian ekstensor
terutama siku serta lutut, dan daerah
lumbosakral.

Ekstrimitas terutama daerah tibia, sendi


interfalangeal, dan dorsum pedis

Manifestasi Klinis lesi

Hiperpigmentasi disertai likenifikasi,


skuama selapis, erosi dan ekskoriasi

Plak eritema berskuama berlapis, kasar,


putih seperti mika, disertai likenifikasi
akibat garukan dalam waktu lama.

papul poligonal,pruritik, purple, datar,


berkilat, kadang ada plak veruccae,
disertai pembentukan skar dengan hipomaupun hiperpigmentasi, terkadang
dijumpai delle, wickham striae.

Pemeriksaan
Histopatologi

Hiperkeratosis dengan berbagai


derajat, parakeratosis, orto
keratosis,dan hiperplasia epidermal
psoriasiform, Rete redges memanjang
dan melebar dan terdapat berbagai
infiltrat di sekitar pleksus vaskular.

Pada stratum spinosum tampak kelompok


leukosit yang disebut abses munro.
Terdapat parakeratosis, akantosis,
papilomatosis, vasodilatasi di
subepidermis.

Hiperkeratosis padat dan tebal,


hipergranulosis, dilatasi luas folikel rambut
dan hiperplasia epitel folikel dan rete
ridge, infiltrat lichenoid limfohistiosit padat
pada dasar epitel hiperplastik, perubahan
vakuolar lapisan basal, kolagen kasar dan
kapiler melebar di dasar lesi, keratinosit
nekrotik dalam jumlah yang bervariasi pada
lapisan basal

Alur Penatalaksanaan
Gatal, riwayat bercak dan bintik-bintik (skalp/leher (tengkuk)/ekstrimitas
(ekstensor) pergelangan tangan/ anogenotal, papul-papul, eritematosa, makula,
edema
Antihistamin sedatif/nonsedatif
Steroid topikal potensi sesuai derajat inflamasi

Sembuh
Stress psikis

Kambuh/kumat-kumatan

Antidepresan trisiklik (doksepin)


malam hari
Konsultasi psikiater jika diperlukan

PERDOSKI 2014

Kulit menebal,
hiperpigmentasi,
skuama

Steroid topikal, biasanya potensi kuat


bila perlu diberi penutup
impermeabel, dapat dikombinasi
dengan preparat ter/emolien
KS intralesi (triamsinolon/asetonid)
2

Penggolongan kortikosteroid
Berdasarkan potensinya, United State Pharmacopecial Drug Information For The Health
Care Professional membagi kortikosteroid menjadi empat golongan yaitu :
Potensi lemah :Deksametason 0,04-0,1%, Hidrokortison asetat 0,1-1%, Metil
prednisolon 0,25-1%
Potensi sedang : Klobetason butirat 0,05%, Diflukortolon valerat 0,1%, Hidrokortison
butirat 0,1%, Mometason furoat 0,1%, Desoksimetason 0,05%, Triamsinolon asetonid
0,1%
Potensi kuat :Betametason dipropionat 0,05%, Triamsinolon asetonid 0,5%, Mometason
furoat 0,1%, Desoksimetason 0,05%
Potensi sangat kuat :Diflukortikolon valerat 0,03%, Klobetasol propionate 0,05%

Faktor risiko
Penyebab neurodermatitis sirkumskripta belum diketahuisecara
pasti.Namun ada berbagai faktor yang mendorong terjadinya rasa gatal
pada penyakit ini.
SUHU TINGGI
EKSTERNA
GIGITAN SERANGGA

ATOPI
INTERNA

ANXIETAS
NEUROTRANSMITTER

Penegakan diagnosis
- Dewasa usia 30-50
- Perempuan >> laki
- Sangat gatal, sampai mengganggu tidur, terutama pada waktu tidak
sibuk
- Gatal bersifat paroksismal, continous, dan sporadik, menghebat bila
ada stress psikis
- Terdapat siklus gatal-garuk
Lesi biasanya tunggal, namun dapat lebih dari 1
Ukuran lesi lentikular-plakat
Bentuk umumnya lonjong
Predileksi umumnya pada tempat yang mudah dicapai tangan (skalp,
tengkuk leher, ekstrimitas, ekstensor, lutut, pergelangan tangan dan
anogenital)
- Stadium awal berupa eritema, edema, dan papul
- Stadium lanjut berupa kulit menebal dengan ekskoriasi
hiperpigmentasi atau hipopigmentasi
- Akibat garukan dan gosokan berulang, bagian tengah menebal,
kering dan berskuama serta pinggirnya hiperpigmentasi
-

PERDOSKI 2014

PATOFISIOLOGI
Pada pasien yang memiliki faktor predisposisi, garukan kronik dapat menimbulkan penebalan dan likenifikasi. Jika tidak
diketahui penyebab yang nyata dari garukan, maka disebut neurodermatitis sirkumskripta.Adanya garukan yang terusmenerus diduga karena adanya pelepasan mediator dan aktivitas enzim proteolitik.Walaupun sejumlah peneliti
melaporkan bahwa garukan dan gosokan timbul karena respon dari adanya stress.Adanya sejumlah saraf mengandung
immunoreaktif CGRP (Calsitonin Gene-Related Peptida)dan SP (Substance Peptida) meningkat pada dermis. Hal ini
ditemukan pada prurigo nodularis, tetapi tidak pada neurodermatitis sirkumskripta.
Sejumlah saraf menunjukkan imunoreaktif somatostatin,peptidehistidine,isoleucin,galanin, dan neuropeptida Y, dimana
sama pada neurodermatitis sirkumskripta, prurigo nodularis dan kulit normal. Hal tersebut menimbulkan pemikiran bahwa
proliferasi nervus akibat dari trauma mekanik, seperti garukan dan goresan. SP dan CGRP melepaskan histamin dari sel
mast, dimana akan lebih menambah rasa gatal. Membran sel schwann dan sel perineurium menunjukkan peningkatan dan
p75 nervusgrowth factor, yang kemungkinan terjadi akibat dari hyperplasia neural. Pada papilla dermis dan dibawah
dermis alpha-MSH (Melanosit Stimulating Hormon) ditemukan dalam sel endotel kapiler.
Pruritus memainkan peranan sentral dalam timbulnya pola reaksi kulit berupa likenifikasi dan prurigo nodularis. Liken
simpleks kronis ditemukan pada regio yang mudah dijangkau tangan untuk menggaruk. Sensasi gatal memicu keinginan
untuk menggaruk atau menggosok yang dapat mengakibatkan lesi yang bernilai klinis, namun patofisiologi yang
mendasarinya masih belum diketahui.Hipotesis mengenai pruritus dapat oleh karena adanya penyakit yang mendasari,
misalnya gagal ginjal kronis, obstruksi saluran empedu, limfoma Hodgkin, hipertiroidia, penyakit kulit seperti dermatitis
atopik, gigitan serangga, dan aspek psikologik dengan tekanan emosi.
Beberapa jenis kulit lebih rentan mengalami likenefikasi, contohnya kulit yang cenderung ekzematosa seperti dermatitis
atopi dan diathesis atopi. Terdapat hubungan antara jaringan saraf perifer dan sentral dengan sel-sel inflamasi dan
produknya dalam persepsi gatal dan perubahan yang terjadi pada liken simpleks kronis. Hubungan ini terutama dalam hal
lesi primer, faktor fisik, dan intensitas gatal.
Pasien dengan dermatitis atopi memiliki kemungkinan lebih besar akan timbulnya liken simpleks kronis. Gigitan serangga,
jaringan parut (misalnya akibat trauma, postherpetic/zoster),acne keloidalis nuchae, xerosis venous
insufficiency,danasteatotic eczemamerupakan factor resiko yang umum. Factor psikologis berperan penting dalam
pembentukan atau eksaserbasi liken simpleks kronis; ansietas telah dilaporkan lebih tinggi prevalensinya pada pasien liken
simpleks kronis sehingga dahulu liken simpleks kronis diberi nama neurodermatitis. Pajanan jangka lama dengan asap
kendaraan bermotor berhubungan dengan meningkatnya frekuensi penyakit kulit pada anak termasuk liken simpleks kronis.
6

MEKANISME KRONIK PRURITUS PADA LSK


Penyakit
sistemik

Gangguan
barrier
epidermal

Sensasi gatal
dan nyeri

Faktor
lingkungan

Serabut saraf
sensorik nonmielin tipe C

CNS

Siklus gatalgaruk

PENYAKIT SISTEMIK DENGAN GEJALA PRURITUS


Gagal Ginjal Kronik

Penyakit saluran bilier

Xerosis
Peningkatan kadar serum histamin
Hipervitaminosis A
Peningkatan kadar hormon paratiroid
Anemia Defisiensi besi
Neuropati perifer

Peningkatan kadar opioid


Downregulasi reseptor opioid peptida di CNS
Penurunan sekresi empedu ke sistem bilier

Hipertiroid dan
Hipotiroid

Peningkatan aktivitas kinin dan vasodilatasi kulit


sebagai respon tehadap hormon tiroid yang berlebihan
Xerosis

Hodgkin limfoma

Pelepasan leukopeptidase dan bradikinin sebagai


respon imun terhadap sel limfoid maligna

Polisitemia Vera

Berhub. dg anemia defisiensi besi dan kombinasi


sel mast, prostaglandin dan peningkatan
8
degranulasi platelet yang memicu pelepasan
serotonin dan prostanoid