Anda di halaman 1dari 18

DIKROMATOMETRI

Nama Anggota:
Davllensh Joshua Z M 161011032
Yunica Nur Witanjaya 161011037
Mariano Yosefus E
161011014

TITRASI REDOKS

DIKROMATOMETRI

PENGERTIAN

INDIKATOR

PENGERTIAN

PRINSIP

KELEBIHAN

REAKSI

KEKURANGAN

PEMBAHASAN

Pengertian

Titrasi adalah suatu metode untuk


menentukan kadar suatu zat dengan
menggunakan zat lain yang sudah
diketahui konsentrasinya. Titrasi juga
dikenal sebagai analisis volumetri, dimana
zat yang akan dianalisis dibiarkan bereaksi
dengan zat lain yang konsentrasinya
diketahui dan dialirkan dari buret dalam
bentuk larutan.
NEXT

Titrasi Reduksi oksidasi (redoks) adalah


suatu penetapan kadar reduktor atau
oksidator berdasarkan atas reaksi oksidasi
dan reduksiantara analit dengan titran,
dimana redoktur akan teroksidasi dan
oksidator akan tereduksi. Analit yang
mengandung spesi reduktor di titrasi
dengan titran yang berupa larutan standar
dari oksidator atau sebaliknya.
BACK

Indikator

Dalam titrasi redoks, indikatornya dapat


berupa: warna titran, amilum, indikator
lemah lainnya,, bahkan ada yang tidak
menggunakan indikator

BACK

Pengertian

Dikromatometri yaitu titrasi redoks yang


menggunakan senyawa dikromat sebagai
oksidator. Senyawa dikromat merupakan
oksidator kuat, tetapi lebih lemah dari
permanganat. Kalium dikromat merupakan
standar primer. Dikromatometri termasuk
ke dalam titrasi redoks, karena dalam
reaksinya terjadi perpindahan elektron
atau perubahan bilangan oksidasi.
BACK

Kelebihan

Murah
Sangat stabil
Tersedia dalam bentuk cukup murni
Standar primer

BACK

Kekurangan

Reaksinya lambat

BACK

Prinsip
PENYIAPAN KALIUM DIKROMAT
0,1 N
STANDARISASI LARUTAN KALIUM
DIKROMAT TERHADAP BESI
PENETAPAN BESI (II)
PENETAPAN KROMIUM DALAM
SUATU GARAM KROMIUM (III)

PENYIAPAN KALIUM DIKROMAT 0,1 N

Sejumlah tertentu Kalium Dikromat


dengan pemanasan pada suhu 140o150oC, didinginkan, ditimbang, kemudian
dilarutkan pada volume dan konsentrasi
yang diinginkan.

BACK

STANDARISASI LARUTAN KALIUM DIKROMAT TERHADAP BESI

Sejumlah tertentu larutan besi diasamkan,


kemudian dititrasi oleh larutan Kalium
Dikromat yang akan ditentukan
konsentrasinya dengan bantuan indikator
Natrium Difenilaminasulfonat atau Asam
N-Fenilantranilat sampai terjadi perubahan
warna menjadi violet-biru.
BACK

PENETAPAN BESI (II)

Sejumlah tertentu larutan yang


mengandung besi(II) diasamkan,
kemudian dititrasi oleh larutan Kalium
Dikromat dengan bantuan indikator
Natrium Difenilaminasulfonat sampai
terjadi perubahan warna menjadi biruviolet.

BACK

PENETAPAN KROMIUM DALAM SUATU GARAM KROMIUM (III)

Sejumlah tertentu garam Kromium(III)


dioksidasi oleh Dikromat dengan bantuan
Perak Nitrat sebagai katalis, dan bantuan
indikator Asam N-Fenilantranilat sampai
terjadi perubahan warna menjadi merahviolet.

BACK

Reaksi

Cr2O72- + 6H2SO4 2C3+ + 3S2O82- + 7H2O


+ 8H+
O2 + 4HSO4 2S2O82- + 2H2O
2PbCrO4 + 2H+

BACK

2Pb2+ + Cr2O72- + H2O

Pembahasan

Timbel atau Barium dapat ditetapkan


dengan mengendapkan Kromat yang
hanya sangat sedikit dapat larut, lalu
melarutkan endapan yang telah dicuci di
dalam Asam Sulfat encer, menambahkan
larutan Ammonium Besi(II) Sulfat berlebih
yang diketahui, dan mentitrasi kelebihan
ion Fe2+ dengan Kalium Dikromat 0,1 N
secara biasa.
BACK

Sekian dan Terima kasih