Anda di halaman 1dari 9

Teori

Ketergantunga
n

Berdasarkan Buku Teori Pembangunan Dunia Ketiga (2000) Oleh Arief Budiman

Oleh : Sonia Ezra Pratiwi Malau


(15/382423/GE/08193)

TEORI KETERGANTUNGAN

Menurut Para
Ahli

Kritik

Kelemahan
dan
Kelebihan

Bentuk Bentuk
Pembagian

Teori Ketergantunganatau dikenal teori depedensi


(Dependency Theory) adalah salah satu teori yang
melihat permasaalahan pembangunan dari sudut
Negara Dunia Ketiga.
Menurut
Theotonio Dos Santos,
Dependensi
(ketergantungan) adalah keadaan dimana kehidupan
ekonominegaranegara tertentu dipengaruhi
oleh
perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi
negaranegara lain, di mana negaranegara tertentu ini
hanya berperan sebagai penerima akibat saja.

ori Ketergantungan Menurut Para Ahli


Menurut Neo - Marxisme
Sentuhan negara-negarakapitalismaju kepada
negara-negara pra-kapitalis yang terbelakang
akan membangunkan negara-negara yang
terakhir ini untuk berkembang, seperti negaranegara kapitalis diEropa.
Melihat imprealisme dari sudut pandangan
negara pinggiran.
Dengan lebih memberikan perhatian pada akibat
imperialisme pada negara-negara dunia ketiga.
Negara dunia ketiga telah matang untuk
melakukan revolusi sosialis.

Lebih tertarik pada arah revolusi Cina dan Kuba,


ia berharap banyak pada kekuatan revolusioner
potensial dari para petani pedesaan dan perang
gerilya tentara rakyat

Menurut Paul Baran


Sentuhan ini akan mengakibatkan negaranegara kapitalis tersebut terhambat
kemajuannya dan akan terus hidup dalam
keterbelakangan.
Di negara pinggiran sistem kapitalisme
seperti terkena penyakit kretinisme.Orang
yang dihinggapi penyakit ini tetap kerdil dan
tidak bisa besar.
Kapitalisme di negara-negara pusat bisa
berkembang karena adanya tiga prasyarat:
-Meningkatnya
produksi
diikuti
dengan
tercabutnya masarakat petani di pedesaan.
-Meningkatnya produksi komoditi da terjadinya
pembagian kerja mengakibatkan sebagian
orang menjadiburuhyang menjual tenaga
kerjanya sehingga sulit menjadi kaya, dan
sebagian lagi menjadi majikan yang bisa
mengumpulkan harta.
-Mengumpulnya harta di tangan parapedagang
dan tuan tanah.

ntuk - Bentuk Teori Ketergantungan


Dos Santos menguraikan ada 3 bentuk ketergantungan:
Ketergantungan Kolonial
Terjadi penjajahan dari
negara pusat ke negara
pinggiran.
Kegiatan
ekonominya
adalah
ekspor
barangbarang yang dibutuhkan
negara pusat.
Hubungan
penjajah

penduduk sekitar bersifat


eksploitatif negara pusat.
Negara
pusat
menanamkan
modalnya
baik langsung maupun
melalui kerjasama dengan
pengusaha lokal.

Ketergantungan Teknologis-IndustrialKetergantungan Teknologis-Industrial


Bentuk ketergantungan baru.
Kegiatan ekonomi di negara
pinggiran tidak lagi berupa ekspor
bahan mentah untuk negara
pusat.
Perusahaan multinasional mulai
menanamkan modalnya di negara
pinggiran dengan tujuan untuk
kepentingan negara pinggiran.

Bentuk ketergantungan baru.


Kegiatan ekonomi di negara
pinggiran tidak lagi berupa
ekspor bahan mentah untuk
negara pusat.
Perusahaan multinasional mulai
menanamkan
modalnya
di
negara pinggiran dengan tujuan
untuk
kepentingan
negara
pinggiran

embagian Teori Ketergantungan


Secara Garis Besar Dibagi Menjadi 2:

1)
Teori Depensi Klasik
Teori ini digagas oleh Andre Gunder Frunk, yang menyatakan bahwa
kapitalisme global akan membuat ketergantungan masa lalu dan sekarang
oleh karena itu negara yang tidak maju dan berkembang harus
memutuskan hubungan dengan negara maju supaya negara berkembang
bisa maju.
2) Teori Depensi Modern
Teori ini digagas oleh Fernando Henrigue Cardoso, teori ini menyatakan
bahwa antara negara yang satu dengan lainnya perlu kerjasama dengan
melihat karakteristik histori dari daerah tersebut.

emahan dan Kekuatan Teori Ketergantungan


Menurut Robert A. Packenham :
Kelemahan
1.Menyalahkan hanya kapitalisme sebagai
penyebab dari ketergantungan.
2.Konsep-konsep inti, termasuk konsep
ketergantungan itu sendirikurang
didefinisikan secara jelas.
3.Hanya didefinisikan sebagai konsep
dikotomi.
4.Sedikit sekali dibicarakan tentang proses
yang memungkinkan sebuah negara dapat
lepas dari teori tersebut.
5.Selalu dianggap sebagai sesuatu yang
negatif.
6.Kurang membahas dengan teori lain
(otonomi).

Kekuatan
1.Menekankan aspek internasional
2.Mempersoalkan akibat dari politik luar negeri.
3.Membahas proses internal dari perubahan di
negara-negara pinggiran.
4.Menekankan pada kegiatan sektor swasta
dalam hubungannya dengan kegiatan perusahaanperusahaan multinasional.
5.Membahas hubungan antar klas yang ada di
dalam negeri.
6.Mempersoalkan bagaimana kekayaan
nasional ini dibagikan antar klas-klas sosial, antar
daerah, dan antar negara.

Kritik Terhadap Teori Ketergantungan:


1. Kritik Packenham
Teori Ketergantungan mempunyai kelemahan yaitu hanya menyalahkan kapitalisme sebagai
penyebab ketergantungan. Tidak mendefinisikan secara jelas tentang konsep ketergantungan.
Pembicaraan tentang proses sebuah Negara bisa keluar dari ketergantungan sedikit sekali, bahkan
Frank hanya menawarkan Revolusi Sosialis sebagi jalan keluarnya. Ketergantungan selalu dianggap
sebagai sesuatu yang negative, Teori Ketergantungan sangat menekankan konsep kepentingan
kelompok, kelas dan Negara. Kepentingan antara Negara pusat dan Negara pinggiran tidak selalu
bersifat zero-sum game (bila satu menang maka lainnya kalah) karena bisa saja keduanya
2.
Penelitian
Chase Dunn
mendapat
keuntungan.
Christopher Chase Dunn menganggap investasi modal asing dan utang tidak selalu berakibat negatif
pada pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pada pemerataan pendapatan, investasi tersebut dapat
juga positif bagi ekonomi negara pinggiran, dalam arti Modal asing langsung memproduksi barang dan
menimbulkan permintaan barang-barang lain yang dibutuhkan bagi produksi; Utang luar negeri
membiayai pembangunan sarana yang dibutuhkan untuk pembangunan; dan Transfer teknologi,
perbaikan kebiasaan kerja, modernisasi organisasi

3. Komentar Cardoso
Usaha untuk mengerti terjadinya keterbelakangan itu dituangkan dalam analisis yang bersifat kualitatif,
karena banyak persoalan yang tidak bisa dikuantifikasikan. Cardoso membalas kritik Packenham yang
dianggap mau memformalkan Teori ketergantungan menjadi seperangkap konsep yang bisa diukur dan
bersifat a-historis, seakan-akan konsep ini bisa berlaku dalam segala situasi dan kapan saja. Cardoso
mengkritik Chase Dunn dalam usahanya mengkuantifikasikan konsep-konsep masalah ketergantungan
dan menyalahkan Frank, yang mereduksikan masalah ketergantungan menjadi dikotomi antara
kekuatan imperialis negara-negara maju dengan negara-negara yang terkebelakang.