Anda di halaman 1dari 20

CORPORATE

GOVERNANCE
Om
Swastyastu

OLEH:
N i P u t u I n d a h Ay u M u l i a n t a r i
(1306305208)
Kadek Agus Wira Pradipta
(1306305209)
Ni Made Ari Prihastini
(1306305213)
Putu Anggadewi Darmawan Putri
(1306305214)
Kadek Wisnu Perdana
(1306305217)

POKOK BAHASAN
K

Kualitas Pelaporan
Keuangan

Kualitas Pelaporan Keuangan

Pengertian kualitas pelaporan keuangan hingga saat ini masih beragam,


namun pada prinsipnya pengertian kualitas pelaporan keuangan dapat
dipandang dalam dua sudut pandang.
1

Karakteristik Laporan Keuangan

Jenis Laporan Keuangan


Laporan
Laporan

Fungsi Laporan Keuangan

Peran Auditor Eksternal dalam


Good Corporate Governance

Audit eksternal adalah audit terpisah dari


perusahaan yang disewa oleh perusahaan untuk
memastikan bahwa laporan keuangan
perusahaan yang disusun telah mengikuti
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Auditor eksternal adalah orang
yang melakukan audit eksternal pada
sebuah organisasi/perusahaan.

Fungsi Auditor Eksternal


Membentuk dan menyatakan pendapat atas laporan keuangan.
Mendokumentasikan semua penilaian dan simpulan yang telah dicapai.
Memastikan sifat cakupan tugas yang dilaksanakan oleh pemeriksa
internal untuk manajemen dan memastikan apakah manajemen
mempertimbangkan rekomendasi pemeriksaan internal dan bagaimana
rekomendasi tersebut dibuktikan.
Memastikan bahwa pekerjaan pemeriksaan internal dilaksanakan oleh
orang yang telah menjalani pelatihan yang cukup dan mempunyai
keahlian sebagai auditor.
Memastikan apakah pekerjaan pemeriksa internal telah secara baik
direncanakan, disupervisi, ditelaah, dan didokumentasikan.
Menguji pekerjaan pemeriksa internal, termasuk pengujian kembali item
yang telah diuji sendiri oleh pemeriksa internal, pengujian item yang
sama serta observasi dari prosedur yang diikuti oleh pemeriksa internal.

Tujuan pemeriksaan auditor


eksternal
adalah untuk dapat memberikan pendapat
mengenai kewajaran laporan keuangan yang
telah disusun oleh manajemen perusahaan.
Laporan Eksternal Auditor berisi opini
mengenai kewajaran laporan keuangan, selain
itu berupa management letter, yang berisi
pemberitahuan kepada manajemen mengenai
kelemahan dan pengendalian intern beserta
saran-saran perbaikannya.

KASUS

PROFILE PERUSAHAAN
Telkom merupakan salah satu
perusahaan terbesar dan
tertua Indonesia dalam bidang
telekomunikasi yang sudah
didirikan sejah zaman Kolonial
pada tahun 1882 yang
menyediakan layanan telegraf
dan pos.

PT Telkom memiliki
omset lebih dari 60
triliun dan
menciptakan target
omset mencapai 80
trilliun dalam tahun
2013.

Telkom merupakan salah satu


BUMN yang sahamnya saat ini
dimiliki oleh
Pemerintah Indonesia
(52,47%), dan 47,53%
dimiliki oleh Publik, Bank of
New York, dan Investor dalam
Negeri. Telkom juga menjadi
pemegang saham mayoritas di
13 anak perusahaan, termasuk
PT Telekomunikasi Selular (Te
lkomsel)
.

KRONOLOGI KASUS
Ditolaknya Laporan
Keuangan PT Telkom oleh
SEC Amerika Serikat

KAP Hadi Sutanto yang merupakan partner


Pricewaterhouse Coopers (PwC) kemudian
ditunjuk Telkom untuk melakukan audit ulang
laporan keuangan 2002 Telkom setelah laporan
itu ditolak komisi pengawas pasar modal Amerika
Serikat (US Securities and Exchanges-SEC).

Telkom berkewajiban menyampaikan


laporan keuangan tahunan ke US SEC
karena saham Telkom diperdagangkan
juga di bursa saham New York.

KAP
Inti
Pada

Bagi KAP Eddy, perlakuan tidak sehat dari KAP Hadi Sutanto (HS) bukan hanya merugikan
Telkom dan namanya, tetapi juga menyangkut kelangsungan usahanya, KAP Eddy Pianto
(EP). Ini pula yang dituntut Eddy kepada organisasi profesi, IAI. Yakni, demi membersihkan
namanya, bukan hanya kepada Bapepam, Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan dan
perusahaan yang bakal menggunakan jasa auditnya, tetapi kepada masyarakat luas.

PEMBAHASAN KASUS
Terjadi pelanggaran kode etik dan praktik persaingan tidak sehat antar KAP Drs.
Hadi Sutanto & Rekan yang mengaudit laporan keuangan PT. Telkomsel tahun buku
2002 dimana tidak bersedia terasosiasi dengan pekerjaan audit KAP Eddy Pianto
untuk menghindari risiko yang dapat merugikan jika terasosiasi dengan pekerjaan
audit KAP Eddy Pianto dalam Form 20-F PT. Telkom karena keraguan kelayakan hak berpraktek
KAP Eddy Pianto dihadapan US SEC.

Kejadian ini dianggap melanggar kode etik karena KAP Drs. Hadi S. & Rekan tidak memiliki
wewenang untuk menilai kualifikasi KAP lainnya untuk berpraktek dihadapan US SEC. Hal
tersebut juga pelanggaran kode etik atas ancaman akibat dari keadaan yang menghalangi untuk
bertindak obyektif karena sebenarnya atau tekanan, termasuk upaya mempunyai pengaruh yang
tidak semestinya dilakukan akuntan profesional yang seharusnya memenuhi prinsip-prinsip dasar
yaitu integritas.

DISKUSI