Anda di halaman 1dari 26

PERKOSAAN

Pembimbing:
Dr. Desi Darmayani,Sp.F
Disusun Oleh:
Ari Andriani
Chaira Khuntum
Melyana Rumapea
Mima Nasution
Nur Jannah H.

PERKOSAAN ??

Berasal dari kata latin


(RAPE) yang artinya mencuri,
memaksa , merampas atau
membawa pergi.
Secara umum pemerkosaan adalah
suatu tindakan kriminal disaat sikorban
dipaksa untuk melakukan hubungan
seksual, khususnya penetrasi dengan alat
kelamin, diluar kemauannya sendiri.

Dari hasil penelitian


National Institute of
Justice Diperkirakan
35 per 1000 orang
pertahun

Kasus
pemerkosaan

Indonesia
menduduki
peringkat ke 62
dunia

Jakarta dan surabaya


merupakan adalah
kota yang tinggu
kasus
pemerkosaanya di
Indonesia

Menurut RUU KUHP pemerkosaan dinormakan sebagai berikut :

Seorang laki-laki melakukan persetubuhan dengan perempuan, bertentangan


dengan kehendak perempuan
Seorang laki-laki melakukan persetubuhan tanpa persetujuan pihak
perempuan
Seorang laki-laki melakukan persetubuhan dengan perempuan dengan
persetujuannya, tetapi persetujuan tersebut dicapai melalui ancaman untuk
dibunuh atau dilukai
Seorang laki-laki melakukan persetubuhan dengan perempuan dengan
persetujuannya karena perempuan tersebut percaya bahwa ia adalah
suami yang sah atau ia orang yang seharusnya disetujui nya
Seorang laki-laki melakukan persetubuhan dengan seorang perempuan yang
berusia dibawah 14 tahun dengan persetujuannya

Dalam RUU KUHP


dirumuskan bahwa
dianggap melakukan
tindak pidana
perkosaan yaitu :

1. Seorang laki-

2. Barang siapa

laki memasukkan

memasukkan suatu

alat kelaminnya

benda yang bukan

kedalam anus atau

merupakan bagian

mulut seorang

tubuhnya kedalam

perempuan

vagina atau anus


seorang wanita

Ketentuan Hukum di Indonesia


KUHP pasal 285
Barang siapa yang dengan kekerasan atau dengan
ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan
istrinya bersetubuh dengan dia karena perkosaan,
dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 12
tahun.
KUHP pasal 286
barang siapa dengan perempuan yang bukan istrinya padahal
diketahuinya perempuan itu dalam keadaan pingsan atau tidak
berdaya, dihukum dengan hukuman selama-lamanya lima
tahun.

Ketentuan Hukum di Indonesia


KUHP pasal 287
(1). Barang siapa yang bersetubuh dengan perempuan yang bukan
istrinya dalam hal diketahui atau patut disangkanya bahwa
perempuan itu belum cukup 15 tahun atau tidak terang berapa
umurnya bahwa perempuan itu belum pantas buat dikawini dihukum
dengan penjara selama-lamanya sembilan tahun.
(2). Penuntutan dilakukan bila ada pengaduan, kecuali perempuan itu
belum sampai 12 tahun jika ada salah satu hal tersebut pada pasal
291 dan pasal 294.

Ketentuan Hukum di Indonesia


KUHP pasal 288
(1). Barang siapa yang bersetubuh dengan
perempuan yang diketahuinya atau patut
di sangkanya bahwa perempuan itu belum
pantas buat dikawini, dihukum dengan
hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun.
(2). Jika perbuatan itu berakibat badan
perempuan itu mendapat luka, dijatuhi
hukuman penjara selama-lamanya 8 tahun.
(3). Jika perbuatan itu berakibat matinya
perempuan itu, dijatuhi hukuman penjara
selama-lamanya 12 tahun

KUHP pasal 289


Barang siapa yangdengan kekersan
atau dengan ancaman kekerasan
memaksa seseorang atau
membiarkan dilakukan padanya
perbuatan cabul, karena perbuatan
yang merusak kesusilaan, dihukum
dengan hukuman penjara selamalamanya9 bulan.

KUHP pasal 290

Dihukum dengan hukuman selama-lamanya 7 tahun penjara


(1). Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang sedang
diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya.
(2). Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang sedang
diketahuinya atau disangkanya bahwa umur orang itu belum cukup 15
tahun kalau umur itu tidak terang, bahwa orang itu belum pantas untuk
dikawini.
(3). Barang siapa membujuk seseorang yang diketahuinya atau patut
disangkanya bahwa umur orang itu tidak cukup 15 tahun atau kalau umur
itu tidak terang bahwa ia belum pantas buat dikawini untuk melakukan atau
membiarkan diperbuat padanya perbuatan-perbuatan cabuk untuk berzinah
dengan orang itu.

KUHP pasal 291

(1). Kalau salah satu kejahatan yang diterangkan


dalam pasal 286, 287, 288, dan 290 itu berakibat
luka berat, dijatuhkan hukuman penjara selamalamanya 12 tahun.
(2). Kalau salah satu kejahatan yang diterangkan
dalam pasal 285, 286, 287 dan 290 itu berakibat
matinya orang, dijatuhkan pidanan penjara selamalamanya lima belas tahun.

KEADAAN TIDAK BERDAYA,YAITU

Keadaan dalam arti fisik tidak berdaya


spt pd KUHP Psl 89 : Membuat orang
pingsan atau tidak berdaya disamakan
dengan menggunakan kekerasan ,

Lumpuh
seluruh
dapat
disebabkan

badan
Tidak punya lengan
atau
tungkai sama sekali
Korban kebetulan
terikat
pada kedua lengan
atau kedua
tungkainya
Kecelakaan, tertindih
balok.

Dalam perkawinan
(pasal 288)

Dengan
persetujuan
perempuan

persetubuhan
Di luar perkawinan

umur perempuan
lebih dari 15 th
(pasal 284)

umur perempuan
belum cukup 15
th (pasal 287)
dengan
kekerasan/ancam
an
kekerasan
(pasal 285)

Tanpa persetujuan
perempuan

perempuan dalam
keadaan
pingsan/tidak
berdaya (pasal
286)

Secara keseluruhan terlihat bahwa bantuan yang diharapkan


dari dokter dalam kasus perkosaan adalah:
1. Menentukan adanya persetubuhan.
2. Menentukan adanya tanda-tanda kekerasan.
3. Menentukan perempuan disetubuhi dalam keadaan pingsan
atau tidak berdaya.
4. Memperkirakan umur korban.
5. Menentukan pantas tidaknya perempuan dikawini

Persetubuhan

adalah
masuknya alat kelamin laki-laki
kedalam alat kelamin perempuan
sebagian atau pun seluruhnya
dengan atau tanpa mengeluarkan
air mani yang mengandung sperma
atau tidak

Untuk menentukan ada nya


persetubuhan tergantung dari
alat kelamin laki-laki, dan
perempuan. Besar dan
ketegangan penis, cairan mani
dan sperma akan menentukan
derajat trauma dan penilaian
tanda persetubuhan

Sperma masih
tampak bergerak 5 Adanya ejakulat
laki-laki dalam
jam sesudah
liang senggama
persetubuhan
perempuan
Pada orang mati
sperma masih bisa
didapati sampai 14 hari
(dilihat dengan
pewarnaan khusus)

diambil dengan
sedotan maupun
kapas lidi

Penetrasi penis kedalam vagina


Bila telah terjadi beberapa jam atau
hari sebelumnya terlihat tanda
peradangan. Lokasi robekan ditulis
dokter searah jarum jam. Umumnya
lokasi luka dibagian posterior. Bisa
didapati tanda-tanda kekerasan
divulva maupun vagina. Pada anakanak sering luka sampai perineum.1
Tanda penetrasi ini dapat ditemui
pada penis pelaku yaitu adanya
epitel vagina dipenis pelaku

Pembuktian persetubuhan

Bentuk bentuk Hymen

Lubang himen bisa berbentuk anular,


bulan sabit (semilunaris), labiriformis
(celah seperti bibir), fimbriformis
(bergelambir), cribriformis (berlubanglubang kecil), corolliformis, biseptus,
imperforatus (tidak ada lubang),
myrtiformis dan telah robek

PEMERIKSAAN MEDIK
TINGKAT PENYIDIK
Segera kirim korban pada dokter
Alat kelamin tidak dicuci
Amankan pakaian bila
kemungkinan msaih ditemukan
adanya cairan mani/sperma.
I.

II.TINGKAT DOKTER
Korban diperiksa bersama dgn penerimaan
VER
Catat waktu, nama penyidik, nama
bidan/perawat yg menemani/membantu Dokter
Catat waktu & tempat pemeriksaan
Korban menandatangani formulir bersedia
diperiksa
Anamnesis dilakukan, meliputi:
nama, umur, tgl.lahir,pekerjaan,status
perkawinan, anamnesis kejadian,dst.

Pemeriksaan korban dilakukan posisi litotomi, perhatikan rambut


kemaluan kadang bergumpal dapat dijumpai cairan sperma, pada kulit
genitalia lihat apakah ada bercak darah akibat perkosaan atau cairan
sperma, kemudian perhatikan alat genitalia bagian luar kemungkinan lukaluka/bengkak kemerahan dan perabaan terasa nyeri.

Gambar 4.2 Posisi Litotomi

Himen korban diperiksa teliti dilakukan traksi libia pada


arah mendatar dengan jari. lubang himen pada anak-anak
dibawah 5 tahun 5 mm, dan umur 9 tahun atau lebih
besarnya 9 mm.
Kondisi robek nya himen tergantung pada ukuran penis
yang masuk. Pemeriksaan himen mempunyai arti bila
didapati robek baru, bengkak, berdarah, nyeri sentuh, dan
tanda inflamasi.
Pada perkosaan yang telah lama terjadi atau pada wanita
yang telah bersetubuh, robek nya himen telah sembuh,
sehingga sulit dibuktikan telah terjadi persetubuhan

Pemeriksaan Pelaku

Bila pelaku kejahatan seksual dapat segera tertangkap maka


dalam rangka pembuktian, pelaku tersebut dapat diperiksa
secara kedokteran forensik. Pemeriksaan tersebut dapat berupa
adanya sel epitel vagina yang melekat pada penis, tentunya
hasil pemeriksaan ini hanya membuktikan bahwa laki-laki
tersebut baru bersetubuh. Dengan siapa ia bersetubuh perlu
dikonfirmasi dengan data lain.

Dampak terhadap korban:

Dampak Sosial

Dampak Psikologis
Depresi

Kerusakan organ genital


pingsan,meningal,dapat
tertular penyakit IMS Menjadi murung, menangis,
rasa tidak percaya diri dengan
lingkungan,
Rasa bersalah pada diri telah
merusak nama baik keluaga
Korban pemerkosaan merasa
dirinya perempuan yang hina.

fobia, merasa curiga pada orang lain


Korban mengalami stres pasca
perkosaan: yaitu:
stres yang langsung terjadi ( kesakitan
secara fisik, rasa bersalah, takut, cemas,
malu, marah, dan tidak berdaya)
Stres jangka panjang (konsep diri yang
negatif, menutup diri dari pergaulan, dan
juga reaksi somatik seperti jantung berdebar
dan keringat berlebihan)
Kemungkinan akan merasakan dorongan
untuk bunuh diri.

TERIMA KASIH