Anda di halaman 1dari 59

KONSEP PERTUMBUHAN

DAN PERKEMBANGAN

PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN

APAKAH SAMA

perubahan fisik
peningkatan jumlah sel
peningkatan ukuran sel
kuantitatif
tinggi badan, berat badan, ukuran tulang, gigi
pola bervariasi
bisa diukur/dihitung
punya satuan

kualitatif
maturation
sistematis
progresif
berkesinambungan

Directional trends:
Tumbang berjalan secara teratur, berhubungan dengan
petunjuk/gradien/reflek dari perkembangan fisik dan
maturasi dari fungsi neuromuscular
Cepalo-caudal
Umum-khusus
Proksimal-distal

Sequential trends:
Semua dimensi tumbuh kembang dapat diketahui, maka
sequence dari tumbuh kembang tersebut dapat
diprediksi.
Setiap fase dipengaruhi oleh fase sebelumnya
Struktur mendahului fungsi
Berlangsung dari kongkrit - abstrak

PRINSIP-PRINSIP TUMBUH
KEMBANG
proses yang teratur, berurutan, rapi dan kontinyu --maturasi, lingkungan dan faktor genetik
pola yang sama, konsisten dan kronologis, dapat
diprediksi
variasi waktu muncul (onset), lama, dan efek dari tiap
tahapan tumbuh kembang
mempunyai ciri khas

Never ending process --seumur hidup dan meliputi


seluruh aspek
Cephalocaudal
Proximodistal
Differensiasi
hal yang unik -- setiap individu cenderung mencapai
potensi maksimum perkembangannya
Tugas perkembangan

perkembangan suatu aspek dapat dipercepat atau


diperlambat
perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau
berkorelasi dengan aspek lainnya
perkembangan terjadi dalam tempo yang berlainan

10

TAHAP-TAHAP TUMBUH KEMBANG


1. Neonatus (lahir 28 hari)
2. Bayi (1 bulan 1 tahun)

3. Toddler (1-3 tahun)


4. Prasekolah (3-6 tahun)

11

TAHAP-TAHAP TUMBUH KEMBANG


5. Usia sekolah (6-12 tahun)

6. Remaja (12-18/20 tahun)

12

TAHAP-TAHAP TUMBUH KEMBANG


6. Dewasa muda (20-40 tahun)
7. Dewasa menengah (40-65 tahun)

8. Dewasa tua
Young-old (tua-muda)
65-74 tahun
Middle-old (tua-menengah)
75-84 tahun
Old-old (tua-tua)
85 tahun keatas
13

Faktor-faktor yang mempengaruhi


tumbuh kembang
1. Faktor genetik
faktor keturunan -- masa konsepsi
bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan
menentukan beberapa karakteristik seperti jenis
kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik,
sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti
temperamen
Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat
berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga
diperoleh hasil akhir yang optimal.

14

2. Faktor eksternal / lingkungan


mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi
sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan
tercapai atau tidaknya potensi bawaan
faktor eksternal yang cukup baik akan
memungkinkan tercapainya potensi bawaan,
sedangkan yang kurang baik akan
menghambatnya

15

a. Keluarga

nilai, kepercayaan, adat istiadat, dan pola interaksi


dan komunikasi.
Fungsi :bertahan hidup, rasa aman,
perkembangan emosi dan sosial, penjelasan
mengenai masyarakat dan dunia, dan membantu
mempelajari peran dan perilaku
b. Kelompok teman sebaya
lingkungan yang baru dan berbeda, memberi pola
dan struktur yang berbeda dalam interaksi dan
komunikasi, dan memerlukan gaya perilaku yang
berbeda.
fungsi: belajar kesuksesan dan kegagalan,
memvalidasi dan menantang pemikiran dan
perasaan, mendapatkan penerimaan, dukungan
dan penolakan sebagai manusia unik yang
merupakan bagian dari keluarga; dan untuk
mencapai tujuan kelompok dengan memenuhi
kebutuhan dan harapan.

16

c. Pengalaman hidup
pengalaman hidup dan proses pembelajaran

membiarkan individu berkembang dengan


mengaplikasikan apa yang telah dipelajari
Tahapan proses pembelajaran
mengenali kebutuhan
penguasaan ketrampilan
menjalankan tugas
integrasi ke dalam seluruh fungsi
mengembangkan penampilan perilaku yang
efektif.
17

d. Kesehatan
Tingkat kesehatan --- respon individu terhadap
lingkungan dan respon orang lain pada individu
Kesehatan prenatal (sebelum bayi lahir)
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
dari fetal (janin)
Nutrisi adekuat
Keseimbangan antara istirahat, tidur dan olahraga
Kondisi sakit --- ketidakmampuan untuk
melaksanakan tugas-tugas perkembangan --tumbuh kembang terganggu
e. Lingkungan tempat tinggal
: Musim, iklim, kehidupan sehari-hari dan status
sosial ekonomi
18

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia


1. Neonatus (lahir 28 hari)
Pada tahap ini, perkembangan neonatus sangat
memungkinkan untuk dikembangkan sesuai keinginan.
Implikasi keperawatan : membantu orang tua untuk
mengidentifikasi dan menemukan kebutuhan yang tidak
ditemukan.

19

2. Bayi (1 bulan 1 tahun)


Bayi usia 1-3 bulan :
mengangkat kepala
mengikuti obyek dengan mata
melihat dengan tersenyum
bereaksi terhadap suara atau bunyi
mengenal ibunya dengan penglihatan,
penciuman, pendengaran dan kontak
menahan barang yang dipegangnya
mengoceh spontan atau bereaksi dengan
mengoceh

20

Bayi usia 3-6 bulan :


mengangkat kepala sampai 90
mengangkat dada dengan bertopang
tangan
belajar meraih benda-benda yang ada
dalam jangkauannya atau diluar
jangkauannya
menaruh benda-benda di mulutnya,
berusaha memperluas lapang pandang
tertawa dan menjerit karena gembira bila
diajak bermain
mulai berusaha mencari benda-benda
yang hilang
21

Bayi 6-9 bulan :


duduk tanpa dibantu
tengkurap dan berbalik sendiri
merangkak meraih benda atau mendekati
seseorang
memindahkan benda dari satu tangan ke tangan
yang lain
memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari
telunjuk
bergembira dengan melempar benda-benda
mengeluarkan kata-kata tanpa arti
mengenal muka anggota keluarga dan takut pada
orang lain
mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk
tangan
22

Bayi 9-12 bulan :


berdiri sendiri tanpa dibantu
berjalan dengan dituntun
menirukan suara
mengulang bunyi yang didengarnya
belajar menyatakan satu atau dua kata
mengerti perintah sederhana atau larangan
minat yang besar dalam mengeksplorasi
sekitarnya
ingin menyentuh apa saja dan memasukkan
benda-benda ke mulutnya
berpartisipasi dalam permainan
Implikasi keperawatan : mengontrol lingkungan
sekitar bayi sehingga kebutuhan perkembangan
fisik dan psikologis bayi dapat terpenuhi.
23

3. Toddler (1-3 tahun)


peningkatan kemampuan psikososial dan
perkembangan motorik
Anak usia 12-18 bulan :
mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi
rumah serta sekeliling rumah
menyusun 2 atau 3 kotak
dapat mengatakan 5-10 kata
memperlihatkan rasa cemburu dan rasa
bersaing

24

Anak usia 18-24 bulan :


mampu naik turun tangga
menyusun 6 kotak
menunjuk mata dan hidungnya
menyusun dua kata
belajar makan sendiri
menggambar garis di kertas atau pasir
mulai belajar mengontrol buang air besar
dan buang air kecil
menaruh minat kepada apa yang
dikerjakan oleh orang yang lebih besar
memperlihatkan minat kepada anak lain
dan bermain-main dengan mereka
25

Anak usia 2-3 tahun :


anak belajar meloncat, memanjat, melompat
dengan satu kaki
membuat jembatan dengan 3 kotak
mampu menyusun kalimat
mempergunakan kata-kata saya
Bertanya
mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya
menggambar lingkaran
bermain dengan anak lain
menyadari adanya lingkungan lain di luar
keluarganya
Implikasi keperawatan : keamanan sangat
penting. Strategi untuk mencegah risiko
keselamatan harus dilakukan secara seimbang
agar perkembangan anak tetap optimal.
26

4. Pre sekolah (3-6 tahun)


Dunia pre sekolah berkembang. Selama bermain, anak
mencoba pengalaman baru dan peran sosial. Pertumbuhan
fisik lebih lambat.
Anak usia 3-4 tahun:
berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga
berjalan pada jari kaki
belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
menggambar garis silang
menggambar orang (hanya kepala dan badan)
mengenal 2 atau 3 warna
bicara dengan baik
bertanya bagaimana anak dilahirkan
mendengarkan cerita-cerita
bermain dengan anak lain
menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya
dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

27

Anak usia 4-5 tahun :


mampu melompat dan menari
menggambar orang terdiri dari kepala,
lengan dan badan
dapat menghitung jari-jarinya
mendengar dan mengulang hal-hal
penting dan cerita
minat kepada kata baru dan artinya
memprotes bila dilarang apa yang
diinginkannya
membedakan besar dan kecil
menaruh minat kepada aktivitas orang
dewasa.
28

Anak usia 6 tahun:


ketangkasan meningkat
melompat tali
bermain sepeda
menguraikan objek-objek dengan gambar
mengetahui kanan dan kiri
memperlihatkan tempertantrum
mungkin menentang dan tidak sopan
Implikasi keperawatan : beri kesempatan
untuk bermain dan berinteraksi sosial
29

5. Usia sekolah (6-12 tahun)


Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku
anak. Perkembangan fisik, kognitif dan sosial
meningkat. Anak meningkatkan kemampuan
komunikasi.
Anak usia 6-7 tahun :
membaca seperti mesin
mengulangi tiga angka mengurut ke belakang
membaca waktu untuk seperempat jam
anak wanita bermain dengan wanita
anak laki-laki bermain dengan laki-laki
cemas terhadap kegagalan
kadang malu atau sedih
peningkatan minat pada bidang spiritual
30

Anak usia 8-9 tahun:


kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik
meningkat
menggunakan alat-alat seperti palu
peralatan rumah tangga
ketrampilan lebih individual
ingin terlibat dalam segala sesuatu
menyukai kelompok dan mode
mencari teman secara aktif

31

Anak usia 10-12 tahun:


pertambahan tinggi badan lambat
pertambahan berat badan cepat
perubahan tubuh yang berhubungan dengan
pubertas mungkin tampak
mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan
menjemur pakaian sendiri
memasak, menggergaji, mengecat
menggambar, senang menulis surat atau catatan
tertentu
membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu
teman sebaya dan orang tua penting
mulai tertarik dengan lawan jenis
sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan
Implikasi keperawatan : memberikan waktu dan
energi agar anak dapat mengejar hoby dan aktivitas
sekolah. Mengakui dan mendukung prestasi anak.
32

6. Remaja (12-18/20 tahun)


Konsep diri berubah sesuai dengan
perkembangan biologi
Mencoba nilai-nilai yang berlaku
Pertambahan maksimum pada tinggi,berat badan
Stres meningkat terutama saat terjadi konflik
Anak wanita mulai mendapat haid, tampak lebih
gemuk
Berbicara lama di telepon, suasana hati berubahubah (emosi labil), kesukaan seksual mulai terlihat
menyesuaikan diri dengan standar kelompok
anak laki-laki lebih menyukai olahraga, anak
wanita suka bicara tentang pakaian, make-up
hubungan anak-orang tua mencapai titik terendah,
mulai melepaskan diri dari orang tua
takut ditolak oleh teman sebaya
33

Pada akhir masa remaja : mencapai


maturitas fisik, mengejar karir, identitas
seksual terbentuk, lebih nyaman dengan
diri sendiri, kelompok sebaya kurang begitu
penting, emosi lebih terkontrol, membentuk
hubungan yang menetap.
Implikasi keperawatan: bantu remaja
untuk mengembangkan kemampuan
koping atau strategi mengatasi konflik.

34

35

7. Dewasa muda (20-40 tahun)


Gaya hidup personal berkembang.
Membina hubungan dengan orang lain
ada komitmen dan kompetensi
membuat keputusan tentang karir, pernikahan dan
peran sebagai orang tua
Individu berusaha mencapai dan menguasai
dunia, kebiasaan berpikir rasional meningkat
pengalaman pendidikan, pengalaman hidup dan
kesempatan dalam pekerjaan meningkat.
Implikasi keperawatan : menerima gaya hidup
yang mereka pilih, membantu dalam penyesuaian
diri, menerima komitmen dan kompetensi mereka,
dukung perubahan yang penting untuk kesehatan.
36

8. Dewasa menengah (40-65 tahun)


Gaya hidup mulai berubah karena perubahanperubahan yang lain, seperti anak meninggalkan
rumah
anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan mulai
meninggalkan rumah
dapat terjadi perubahan fisik seperti muncul rambut
uban, garis lipatan pada muka, dan lain-lain
waktu untuk bersama lebih banyak
Istri menopause, pria ingin merasakan kehidupan
seks dengan cara menikah lagi (dangerous age).
Implikasi keperawatan: bantu individu membuat
perencanaan
sebagai
antisipasi
terhadap
perubahan hidup, untuk menerima faktor-faktor
risiko yang berhubungan dengan kesehatan dan
fokuskan perhatian individu pada kekuatan, bukan
pada kelemahan.
37

9. Dewasa tua
a.Young-old (tua-muda), 65-74 tahun: beradaptasi
dengan masa pensiun (penurunan penghasilan),
beradaptasi dengan perubahan fisik, dapat
berkembang penyakit kronik.
Implikasi keperawatan: bantu individu untuk
menjaga
aktivitas
fisik
dan
sosialnya,
mempertahankan interaksi dengan kelompok
sebayanya.

38

b.Middle-old (tua-menengah), 75-84 tahun :

diperlukan adaptasi terhadap penurunan


kecepatan dalam pergerakan, kemampuan
sensori dan peningkatan ketergantungan
terhadap orang lain.
Implikasi keperawatan: bantu individu
untuk
menghadapi
kehilangan
(pendengaran,
penglihatan,
kematian
orang tercinta).

39

c. Old-old (tua-tua), 85 tahun keatas : terjadi


peningkatan gangguan kesehatan fisik.
Implikasi keperawatan : bantu individu dalam
perawatan diri dan mempertahankan kemampuan
mandirinya jika memungkinkan

40

41

1. Infancy & Early Childhood


(masa bayi dan kanakkanak awal)
Belajar berjalan,
mengambil makanan
padat
Belajar bicara
Belajar mengontrol
eliminasi (urin & fekal)
Belajar tentang
perbedaan jenis kelamin
Belajar mengadakan
hubungan emosi

Middle childhood (masa


sekolah)
Membangun perilaku yang
sehat
Belajar ketrampilan fisik yang
diperlukan untuk permainanpermainan yang luar biasa
Belajar bergaul dengan teman
sebaya
Belajar peran sosial terkait
dengan maskulinitas dan
feminitas
Mengembangkan ketrampilan
dasar seperti membaca,
menulis dan berhitung
42

3. Adolescence (remaja )

Membina hubungan baru yang


lebih dewasa dengan teman
sebaya baik laki maupun
perempuan
Pencapaian kemandirian
emosi dari orang tua, orang
lain
Pencapaian kemandirian
dalam mengatur keuangan
Memilih dan mempersiapkan
pekerjaan
Pencapaian tanggungjawab
sosial

4. Early adulthhood
5. Midle age
6. Late maturity

43

Teori Perkembangan Psikoseksual (Sigmund Freud)


a. Tahap oral-sensori (lahir sampai usia 12 bulan)
karakteristik :
aktivitas melibatkan mulut (sumber utama kenyamanan)
Perasaan dependen (bergantung pada orang lain)

44

b. Tahap anal-muskular (usia 1-3 tahun / toddler)


Karakteristik :
Organ anus dan rectum merupakan sumber
kenyamanan
Masa toilet training --- dapat terjadi konflik
Mengotori adalah aktivitas yang umum
Gangguan pada tahap ini dapat menimbulkan
kepribadian obsesif-kompulsif seperti keras kepala,
kikir, kejam dan tempertantrum
Implikasi : toilet training sebaiknya adalah sebagai
pengalaman yang menyenangkan, pujian yang tepat
dapat menimbulkan kepribadian yang kreatif dan
produktif &tdk malu mengambil keputusan
45

c. Tahap falik (3-6 tahun / pra sekolah)


Karakteristik :
Organ genital sebagai sumber kenyamanan
Masturbasi dimulai dan keingintahuan seksual menjadi
terbukti
Dapat mengalami kompleks Oedipus atau kompleks
Elektra
Hambatan pada tahap ini dapat menyebabkan kesulitan
dalam indentitas seksual dan bermasalah dengan
otoritas, ekspresi malu, dan takut.
Implikasi : mengembangkan identitas seksual. Anak
sebaiknya mengenali hubungan dengan orang lain di
luar anggota keluarga.
46

d. Tahap latensi (6-12 tahun / masa sekolah)


Karakteristik :
energi digunakan untuk aktivitas fisik dan intelektual
Ini adalah periode tenang, dimana kegiatan sexual tidak
muncul (tidur).
Anak mungkin terikat dalam aktivitas erogenus
(perasaan erotik) dengan teman sebaya yang sama
jenis kelaminnya.
Penggunaan koping dan mekanisme pertahanan diri
muncul pada waktu ini
Konflik yang tidak diatasi pada masa ini dapat
menyebabkan obsesif dan kurang motivasi diri.
Implikasi : anjurkan anak mencari aktivitas fisik dan
intelektual
47

e. Genital (13 tahun keatas / pubertas atau remaja


sampai dewasa)
Karakteristik :
genital menjadi pusat dari tekanan dan kesenangan
seksual
Produksi hormon seksual menstimulasi perkembangan
heteroseksual
Energi ditujukan untuk mencapai hubungan seksual
yang matur
Pada awal fase sering terjadi emosi yang belum matang,
kemudian mulai berkembang kemampuan untuk
menerima dan memberi cinta
Implikasi : anjurkan untuk mandiri, dapat membuat
keputusan sendiri dan berpisah dengan kedua orang tua
48

1. Trust VS Mistrust (0 s.d 1 thn)


Kemamp mpercayai org
lain dan percaya pd diri
sendiri
Melalui : pemenuhan
kebuth fisik, psikologi dan
sosial
Gangguan berupa:
menarik diri, rasa tdk
percaya, bermusuhan dan
masingkan diri

2. Autonomy VS Shame & Doubth


(1 3 tahun)
Kemamp mengontrol diri tanpa
kehilangan harga diri, kemamp
keras
Kemampuan unt bekerja sama
dan mengekspresikan dirinya
Sedikit terpisah dari ortu
Gangguan, berupa: malumalu, ragu 2, pengekangan diri
berlebihan

49

3. Initiative VS Guilty
Hub segitiga antara anak, ibu,
ayah
Anak mulai menutut tugas
tertentu
Anak mengambil inisiatif
untuksuatu tindakan
Anak dpt menghargai
perasaan dan hak org lain
Gangguan : rasa bersalah,
kurang inisiatif/tergantung,
pasif dan kesulitan belajar

4. Industry VS Inferiority
Masa realisasi pd kemampuan
masa sekolah
Anak siap menerima tugas dan
dilibatkan dlm aktifitas
Keinginan anak untuk
menghasilkan sesuatu
Belajar berhubungan dengan
orang lain dalam : kompetisi,
saling memberi, saling
menerima.
Gangguan: malas, tidak
sanggup belajar, rasa rendah
diri, gangguan prestasi, takut
bersaing
50

5. Identity VS Role confusion


Perubahan fisik & psikis
sangat pesat
Anak mulai mencari orang
yang dianggap sebagai
panutan
Bila diterima oleh masyarakat :
Identitas diri yang positif
Gangguan : Bingung, merasa
asing, Hilang percaya diri,
tidak berdaya, dysfungsi peran

6. INTIMACY VS
ISOLASI (18 25
Thn)
7. GENERATIVITY VS
STAGNANCY
(25 65 Thn)
8. INTEGRITY VS
DESPAIR
(LEBIH 65 TAHUN)

51

1. SENSORIMOTOR (LAHIR 2
THN)
Anak berkembang dr aktif
reflek ke penggunaan
tingkah laku sederhana
Anak menggunakan indra
dan aktifitas motorik unt
mengenal lingkungan
Rasa ingin tahu anak
besar dan mencoba
memperoleh kesenangan
Pd akhir tahap ini bhs
anak mulai berkembang

2. PREOPERASIONAL (2-7 THN)


Ciri egosentris mulai kelihatan
Blm mampu berpikir dr sudut
pandang org lain
Anak mulai berpikir konkrit
Tdk dpt
menggunakan/mengungkapka
n sesuatu sblm melihat dan
mendengar
Mampu menggunakan fungsi
simbolik

52

3. OPERASIONAL KONKRIT (711 THN)


Mulai bpikir logis, terarah, dpt
memilih,
mgolongkan/morganisasikan
fakta
Mampu bpikir dr sudut
pandang org lain
Anak dpt mengetahui konsep
baru, tetapi blm dpt berpikir
hal2 yg abstrak
Anak telah dapat matasi
persoalan dg konkrit dan
sistematis menurut
persepsinya

4. OPERASIONAL FORMAL (1115 THN)


Anak tlh fleksibel dan
badaptasi
Dpt bpikir abstrak, dpt
membuat hipotesa
Mampu memecahkan masalah
scr rasional
Mampu memikirkan hal-2 yg
akan tjd

53

INFANCY
(Lahir-mulai
pakai
bahasa)
CHILDHOOD (Bahasa-5 tahun)
JUVENILE (5-8 tahun)
PRE-ADOLESCENCE
(8-12
tahun)
ADOLESCENCE
(Pubertyadulthood)
54

Tingkat premoral (prekonvensional) : lahir sampai 9 tahun


kewaspadaan terhadap moral yang bisa diterima secara sosial
Kontrol didapatkan dari luar.
Anak menggabungkan label baik dan buruk, benar dan salah dalam
perilaku
Hidup dinilai dengan bagaimana anak dapat memuaskan kebutuhan
dari orang lain
Tahap orientasi hukuman dan kepatuhan (lahir - 6 tahun) :
Peraturan diikuti untuk menghindari hukuman
Tahap orientasi egoistik secara sederhana (6-9 tahun) : Anak
menyesuaikan minat diri sendiri dengan aturan, berasumsi
bahwa penghargaan atau bantuan akan diterima
55

Tingkat moralitas konvensional : 9-13 tahun

Usaha dilakukan untuk menyenangkan orang lain.


Kontrol didapat dari dalam
Anak setia dan peduli pemeliharaan dan pengharapan keluarga
tanpa memperhatikan konsekuensinya
- tahap anak laki-laki yang baik, anak perempuan yang manis (9-10
tahun)
Keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain
merupakan hal yang paling sering.
Hidup dinilai dari seberapa bagus hubungan interpersonal dengan
mengidentifikasi kepentingan individu secara emosional.
- tahap autoritas memepertahankan moralitas (10-13 tahun)
Anak melakukan kewajiban untuk menghindari kritik oleh yang
berwenang
Identifikasi pergeseran pada agama atau institusi sosial seperti
sekolah
56

Tingkat moralitas pasca konvensional : 13 tahun sampai


meninggal
individu memperoleh nilai moral yang benar
kontrol adalah dari dalam
Pencapaian nilai moral yang benar terjadi setelah dicapai formal
operasional
Tidak semua orang mencapai tingkat ini
- orientasi kontraktual dan legalistik
Individu memilih prinsip moral untuk mematuhi atau
meninggalkan aturan
Individu berhati-hati untuk tidak melanggar hak-hak dan
kehendak orang lain
- orientasi prinsip etis yang universal
Individu bersikap dalam cara yang menghargai martabat. Tahapan ini
jarang dicapai. Jika rancangan pemikiran dari dalam diganggu, akan
muncul rasa bersalah
57

Daftar Pustaka
Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Edisi 1. Bandung:
Pustaka Setia
Soetjiningsih. 2005. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC
Wong, Donna L. 2003. Nursing Care of Infant and Children,
St.Louis: Mosby
Wong, Donna L, 2000. Clinical Manual of Pediatric Nursing.
St.Louis: Mosby

58

59