Anda di halaman 1dari 18

Snake bite

Snake bite
Di dunia
terdapat 5 juta
kejadian,
125.000
kematian tiap
tahun karena
snake
bite( WHO)

Snake bite
Bisa ular (Venom) 90% terdiri atas
protein terutama terdiri dari enzim
dan polipeptida, jenisnya :
Merusak
endotel
pembuluh
darah

Haemoragins
(Zinc
metaloproteinase)

Cytolitic/necrotic
toxin

Terdiri dari enzim


proteolitik dan
fosfolipase
A,menyebabkan
edema lokal,rusak
membran sel dan
jaringan

Merusak
membran sel,
endotel, saraf
dan eritrosit
Hemolitik dan
myolitik
Fosfolipase A2

Snake Bite

Jenis Ular Berbisa


Naya S Sputarix ( cobra)
Ankistrodon rhodostoma
( Rattle)
Bungarus fasciatus (welang)
Trimeresurus Albolaris (ular
hijau)

Famili
Hydropidae
:
Ular Laut

Famili Elapidae:
Ular weling
Ular welang
Ular Sendok
Ular anang
Ular Cabai

Jenis
ular
Berbis
a
Famili
Colubridae
:
Ular Pohon

Famili
Viperidae :
Ular tanah
Ular Hijau
Ular
Bandotan
Puspo

Jenis Ular Berbisa dan Dampaknya


Hematotoksik:
Ular hijau dan Ular tanah
Bisa pada ular jenis
Viperidaesebabkan
perdarahan spontan dan
kerusakan endotel

Neurotoksik:
Ular welang, ular sendok,ular kobra
dan ular laut
Neurotoksin pasca sinaps terikat pada
reseptor asetilkolin pada motor endplate sedangkan neuritoksin prasinaps
seperti
bungarotoxin,crototoxin,taipoxin
merupakan fosfolipase A2yang cegah
pelepasan asetilkolin pada

Perbedaan Ular Berbisa dan Tidak


Berbisa

Gambaran Klinis
Gejala lokal : edema, nyeri tekan pada luka gigitan, ekimosis (30mnt24jam)

Gejala sistemik: hipotensi, mual, muntah, menggigil, nyeri kepala, pandangan


kabur

Gejala khusus:
Hematotoksik, Neurotoksik, Kardiotoksik,
Sindrom Kompartemen (edema tungkai dan 5P
Pain, Pallor,Parestesia,Paralysis, pulselesness)

Klasifikasi Gigitan ular menurut Schwartz


Deraja
t

Vener
asi

Luka

Nyeri

Edema Sistem
/
ik
eritem
a

+/-

< 3 cm/12
jam

+/-

3-12
cm/12
jam

II

+++

> 12-25
cm/ 12
jam

+,
neurotoksi
k, mual,
pusing,
syok

III

+++

> 25
cm/12
jam

++,
Ptekiae,
syok,

Derajat parrish
Di Indonesia sediaan bisa
1. Derajat 0
ular 5 ml mengandung :
tidak ada gejala sistemik setelah 12 jam
1. 10-50 LD50 bisa
pembengkakan minimal, diameter 1 cm
ankystrodon
2. Derajat 1
2. 25-50 LD50 bisa
bekas gigitan 2 taring
bungarus
bengkak diameter 1-5 cm
3. 25-50 LD50 bisa naya
tiadak ada tanda sistemik sampai 12 jam
sputarix
3. Derajat 2 (ABU 5-20 cc)
4. Phenol 0,25% v/v
sama dengan derajat 1
Diberikan IV dalam larutan
petechie, echimosis
NaCL dan dextrose 5 %
nyeri hebat dalam 12 jam
40-80 tetes permenit
4. Derajat 3 (40-100 cc)
atau habis dalam 1 jam
sama derajat 1 dan 2
syok,distress nafas, petekie,echimosis seluruh tubuh
5. Derajat 4 (sama derajat 3)
sangat cepat memburuk

Pemeriksaan Penunjang

Darah :
Hb, Leukosit,
Trombosit,
Elektrolit,
Waktu
perdarahan,
Waktu
pembekuan,
Waktu
Protrombin,
APTT

Pemeriksaan
Urin :
Hematuria,
glikosuria,
Proteinuria

EKG

Foto
Dada

Penatalaksanaan
Tujuan Penatalaksanaan

Tindakan Pelaksanaan
Sebelum dibawa ke RS

Tindakan Penatalaksanan

Tindakan Penatalaksanaan
Setelah Tiba di RS

Pedoman Terapi SABU Menurut Luck


Derajat

Beratnya Taring
Ukuran
Gejala
evenoma atau gigi zona
Sistemik
si
edema/er
itemato
kulit
(cm)

Jumlah
vial
venom

Tidak ada

<2

Minimal

2-15

II

Sedang

15-30

10

III

Berat

>30

++

15

IV

Berat

<2

+++

15

Pedoman Terapi SABU Menurut


Luck

TERIMAKASIH