Anda di halaman 1dari 4

KARAKTERISTIK SUNNAH DAN

IJTIHAD
1. SUNNAH
A. Pengertian Sunnah

Arti Sunnah secara bahasa adalah Jalan yang ditempuh atau


cara, cara atau jalan yang sudah biasa, sesuatu yang dilakukan
para sahabat, sebagai lawan dari bidah. Sunnah menurut istilah
syarI adalah sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW, baik
berupa perkataan, perbuataan, maupun penetapan pengakuan.
As-Sunnah dibagi menjadi 3 macam: Pertama: Sunnah Filiyah
yaitu semua perbuatan Rasul. Kecuali perbuatan-perbuatan nabi
yang bersifat pribadi atau khusus untuk Nabi tidak wajib ditaati
kecuali ada penjelasan berupa hadits. Kedua Sunnah Taqririyah
yaitu penetapan dan pengakuan Nabi terhadap pernyataan dan
perbuatan orang lain. Ketiga Sunnah Hammiyah yaitu sesuatu
yang akan direncanakan atau dikerjakan oleh Nabi tetapi tidak
sempat dikerjakan. Seperti puasa pada 9 Muharram.

B. Karakteristik Sunnah
a. sunnah adalah penjelasan dari Allah Subhanahu wa Taala untuk Rosulnya shallallahu
alaihi wasallam
b. sunnah sampai kepada kita karena perantara Nabi, sebab kita tidak mungkin dapat
mendengar langsung dari Allah Subhanahu wa Taala dan juga dari Jibril Alaihissalam.
c. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Taala telah menjamin dan menjaga As-sunnah.
d. As-sunnah adalah hujjah yang Allah Subhanahu wa Taala turunkan kepada
makhluknya.
e. As-sunnah merupakan sumber ilmu tentang Allah Subhanahu wa Taala dan cara
Allah Subhanahu wa Taala mengabarkan kepada para hambanya.
f. As-sunnah adalah sumber untuk mengetahui hal yang halal dan yang haram, serta
sumber untuk mengetahui hukum-hukum Allah dan aturan-aturan Allah.
g. Sesungguhnya kewajiban untuk mengikuti As-sunah adalah bersifat umum, maka
tidak boleh meninggalkan sesuatu apapun hal-hal yang terkandung di dalamnya dan
diharamkan untuk menyelisihinya pada kondisi apapun. (bersifat umum pula bisa
berarti, diperuntukkan bagi seluruh makhluk pada setiap jaman atau tempat).
h. Wajibnya tunduk dengan sempurna kepada As-sunnah, serta tidak boleh
menentangnya.
i. Sesungguhnya menentang As-sunnah merupakan salah satu kecacatan iman.

2. IJTIHAD

A. Pengertian Ijtihad
Kata ijtihad datang dari kata ijtahada yajtahidu ijtihad yang
berarti mengerahkan semua kekuatan untuk memikul
beban. Menurut bahasa, ijtihad berarti bersungguh-sungguh
dalam mencurahkan pikiran. Sedang, menurut arti,
pengertian ijtihad adalah mencurahkan segenap tenaga
dan pikiran secara bersungguh-sungguh untuk menetapkan
suatu hukum. Oleh karenanya, tak dimaksud ijtihad jika tak
ada unsur kesulitan didalam suatu pekerjaan. Dengan cara
terminologis, berijtihad bermakna mencurahkan seluruh
kekuatan untuk mencari syariat lewat cara tertentu. Ijtihad
dilihat juga sebagai sumber hukum Islam yang ketiga
sesudah Al-Quran serta hadis, dan ikut memegang manfaat
utama dalam penetapan hukum Islam. Sudah banyak contoh
hukum yang dirumuskan dari hasil ijtihad ini. Orang yang
lakukan ijtihad dimaksud mujtahid.

B. Karakteristik Ijtihad
a.Ijtihad tidak keluar dari Alquran dan Hadits.
b.Menggunakan pendekatan akal.
c.Ijtihad merupakan produk akal sehingga memiliki
keterbatasan keterbatasan.
d.Hasilnya bersifat relatif dan temporal.
e.Setiap ijtihad tidak dapat dinilai benar atau salah.
Rasulullah SAW bersabda Hakim apabila berijtihad
kemudian mencapai kebenaran, maka ia mendapat dua
pahala. Apabila ia berijtihad kemudian tidak mencapai
kebenaran, maka ia mendapat satu pahala. (HR. Bukhari
dan Muslim)
f.Ijtihad dapat dilakukan secara perorangan (Ijtihad Fardi)
juga secara kelompok(Ijtihad Jamai). Para ulama berbeda
pendapat tentang siapa saja yang boleh berijtihad.