Anda di halaman 1dari 54

KOMUNIKASI

INTERPERSONAL
NURINDAH FITRIA, M.Psi.

KOMPETENSI
Mahasiswa mampu memahami prinsip-prinsip
komunikasi dalam hubungan interpersonal
dari pengetahuan tentang:
1. Pengertian komunikasi interpersonal
2. Model komunikasi interpersonal
3. Prinsip komunikasi interpersonal
4. Penggunaan bahasa verbal dan nonverbal
5. Komunikasi efektif antara dokter dan
pasien

SASARAN PEMBELAJARAN

Mahasiswa mengetahui tentang definisi,


model, dan prinsip dalam komunikasi
interpersonal (C1)
Mahasiswa mengetahui tentang pentingnya
penggunaan bahasa nonverbal (C1)
Mahasiswa mampu menerapkan komunikasi
efektif antara dokter dan pasien

MATERI PEMBELAJARAN

Pendahuluan
Definisi Komunikasi Interpersonal
Model Komunikasi Interpersonal
Prinsip Komunikasi Interpersonal
Bahasa Verbal dan Nonverbal
Komunikasi efektif antara dokter dan pasien

WHY WE SHOULD
COMMUNICATE?

PSIKOLOG WILLIAM SCHUTZ


(1966):

Teori kebutuhan dasar interpersonal:


membangun

dan mempertahankan hubungan


tergantung pada tiga kebutuhan dasar, yaitu
1. Afeksi, keinginan untuk memberikan dan
menerima rasa cinta dan sayang
2. Kesertaan, keinginan untuk berhubungan
sosial dan termasuk ke dalam kelompokkelompok
3. Kontrol, yaitu keinginan untuk
mempengaruhi orang lain atau kejadian
dalam hidup kita

KOMUNIKASI?

Dalam Bahasa LATIN komunikasi berarti


berbagi, menjadi lumrah
Hewes (dalam Hargie, 2011)
mengidentifikasi dua tema inti komunikasi:
Intersubjektivitas,

yaitu berusaha untuk


memahami orang lain dan sebaliknya
juga dipahami;
Akibat, merepresentasikan seberapa luas
pesan yang ada membawa perubahan
pada pikiran, perasaan atau perilaku.

KOMUNIKASI?

Hamilton (dalam Hargie, 2011)


Komunikasi proses dimana orang-orang
berbagi pikiran, ide, dan perasaan satu sama lain
dalam cara yang umumnya dipahami (Hamilton
dalam Hargie, 2011)

Konsil Kedokteran Indonesia


Komunikasi adalah sebuah proses penyampaian
pikiran-pikiran atau informasi dari seseorang
kepada orang lain melalui suatu cara tertentu
sehingga orang lain mengerti betul apa yang
dimaksud oleh penyampai pikiran atau informasi

CAKUPAN KOMUNIKASI

Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Kelompok dan Tim
Komunikasi Publik
Komunikasi Organisasi
Komunikasi Massa
Media Pribadi dan Sosial
Komunikasi Antar-Budaya

TEMA UMUM KOMUNIKASI

Aktivitas simbolik
Simbol

adalah dasar dari bahasa, berpikir, dan


komunikasi nonverbal
Simbol adalah representasi sembarangan,
ambigu, dan abstrak dari fenomena

Makna
Bagaimana

kita menggunakan simbol untuk


menghasilkan makna, seperti pertemanan,
kelompok spiritual, budaya organisasi, dll.

Etika

KOMUNIKASI INTERPERSONAL?

Sebuah kontinum mencakup mulai dari


sesuatu yang sangat tidak pribadi (misal
interaksi dengan tukang parkir) hingga sangat
interpersonal (misal interaksi dengan
sahabat)

KOMUNIKASI INTERPERSONAL?

Burleson (2010a dalam Hargie, 2011)


Proses kompleks bersituasi sosial yang mana di
dalamnya orang-orang menghadirkan hubungan
komunikatif saling bertukar pesan sebagai usaha
untuk berbagi makna dan mencapai tujuan sosial

Brooks dan Heath (1993)


Proses dimana informasi, makna, dan perasaan
dibagi oleh orang-orang melalui pertukaran
pesan verbal dan nonverbal

JENIS KOMUNIKASI
INTERPERSONAL

Percakapan (offline dan online)


Surat
Laporan
Surat kabar
Berkas
Surat elektronik
Televisi
Dll.

KOMPONEN KOMUNIKASI
INTERPERSONAL

Komunikator
Terdiri

dari: Sender dan Receiver

Pesan
Terdiri

dari pikiran, konfigurasi ide, atau respon


lain terhadap kondisi internal yang
mengekspresikan individu

Media
presentational

(suara, wajah, tubuh),


representational (buku, lukisan, arsitektur, foto),
dan
technological/mechanical (internet, telepon,
MP3, televisi, radio, CD).

KOMPONEN KOMUNIKASI
INTERPERSONAL

Saluran
Menghubungkan

komunikator dan
mengakomodasi medium
Terdiri dari:
saluran vocal-auditory (membawa bahasa);
saluran gestural-visual (memfasilitasi
kebanyakan komunikasi nonverbal);
saluran chemical-olfactory (mengakomodasi
aroma);
saluran cutaneous-tactile (memungkinkan
kita membuat sentuhan interpersonal).

KOMPONEN KOMUNIKASI
INTERPERSONAL

Kode
Sistem

makna yang dibagi dalam sebuah grup,


mendesain tanda dan simbol khusus yang
mengkodekan dan mengkhususkan aturan-aturan
serta kebiasaan penggunaannya.
Contoh: Bahasa Morse, Bahasa Perancis, huruf Braille,
dll.

Bunyi
segala

bentuk yang dapat mengganggu penyampaian


informasi
Dari luar komunikator: suara-suara yang mengganggu
Dari dalam komunikator: adanya pemblokiran
Berupa bentuk ekspresi atau pilihan kata yang
berbeda karena perbedaan etnis atau budaya.

KOMPONEN KOMUNIKASI
INTERPERSONAL

Umpan balik
Pengirim

pesan mampu untuk menentukan


apakah pesannya diterima dengan baik dan
bagaimana efek pesannya terhadap si penerima
pesan
Komunikasi yang ada dapat diadaptasi dan
diatur untuk mencapai efek yang diinginkan

Konteks/keadaan
meliputi

kondisi fisik, sosial, kronologis,


budaya, lokasi geografis, dan status psikososial.

PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI

Persepsi adalah proses aktif memilih, mengatur,


dan menginterpretasikan orang, objek,
kejadian, situasi, dan aktivitas
Persepsi membentuk pemahaman kita akan
komunikasi orang lain dan pilihan yang kita buat
untuk komunikasi kita
Komunikasi juga mempengaruhi persepsi kita
akan orang dan situasi
Bahasa dan perilaku nonverbal yang digunakan
orang lain mempengaruhi persepsi kita akan
intelijensi, kejujuran, dan hal lain dari diri
mereka

PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI

Proses persepsi mencakup tiga hal:


Seleksi
Organisasi
Interpretasi

PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI

Seleksi:
Kita memperhatikan secara selektif terhadap
apa yang kita anggap penting saat ini
sehingga tidak mempehatikan hal lain yang
terjadi di sekitarnya
Kita tidak dapat memperhatikan semua hal di
lingkungan kita karena hal itu terlalu banyak
dan kebanyakan diantaranya tidaklah penting
untuk saat itu
Kebutuhan, minat, dan motif yang kita miliki
mempengaruhi apa yang kita pilih untuk kita
perhatikan

PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI

Organisasi:
Kita tidak mempersepsi secara acak,
sebaliknya kita mengatur persepsi kita dalam
cara yang lebih bermakna
Konstruktivisme adalah teori yang
menekankan bahwa kita mengatur dan
menginterpretasi pengalaman dengan
menerapkan struktur kognitif yang disebut
skemata kognitif, atau skemata
Terdapat 4 skemata: prototype, personal
construct, streotype, dan script

PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI

PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI

Interpretasi:
Interpretasi

merupakan proses subjektf membuat


penjelasan terhadap apa yang kita amati dan
alami
2 hal yang mempengaruhi interpretasi: atribusi
dan bias
Atribusi adalah tindakan menjelaskan mengapa
sesuatu terjadi atau mengapa seseorang
melakukan perilaku tertentu
Bias adalah kecenderungan untuk membentuk
atribusi yang sesuai dengan minat pribadi kita

PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI

Dimensi atribusi:

LEVEL INTERAKSI DALAM


KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Dipengaruhi oleh hubungan, persepsi,
respon, dan situasi
Terdiri dari tiga level interaksi:
1. Interaksi Level 1

Pertukaran

yang tidak mengancam, aman,


mengenai topik-topik seperti kampung halaman,
profesi, acara olahraga, pendidikan, dan
keluarga
RELATIONAL DISTANCE, belum ada sejarah
hubungan, rasa percaya belum terbangun, peran
hubungan antara superior dan subordinate

LEVEL INTERAKSI DALAM


KOMUNIKASI INTERPERSONAL
2.

Interaksi Level 2
Berbicara

tentang topik yang pribadi,


kontroversial, mengancam
Menggali kepercayaan, sikap, nilai, dan posisi
(sudut pandang)
CLOSER RELATIONSHIP: perubahan dari
pertukaran yang bersifat superficial menjadi
lebih terbuka
Area abu-abu, pihak lain dapat membuka pintu
sepenuhnya atau bahkan menutup dengan cepat

LEVEL INTERAKSI DALAM


KOMUNIKASI INTERPERSONAL
3.

Interaksi Level 3
Berisikan

area pertanyaan yang intim dan


kontroversial
Respon penuh dengan perasaan, keyakinan,
sikap, dan persepsi
Adanya persamaan yang diterima, keinginan
untuk ikut masuk dan terlibat, rasa hangat atau
pertemanan, berbagi kontrol, dan tingginya rasa
percaya

BAHASA VERBAL DAN


NONVERBAL

Komunikasi terbentuk oleh (Mehrabian


dalam Heiger, 2011):
55%

bahasa tubuh
38% paralanguage (aspek nonverbal dari
bahasa) intonasi suara dll.
7% bahasa verbal

Penelitian terbaru menunjukkan 60-65 %


makna dalam komunikasi diberikan secara
nonverbal selama pertukaran sosial
(Guerrero dan Floyd dalam Heiger, 2011)

BAHASA VERBAL DAN


NONVERBAL

Bahasa verbal: kata-kata


Rangkaian

huruf sebagai sebuah simbol untuk


orang, hewan, benda, tempat, kejadian, ide,
keyakinan, dan perasaan

Bahasa verbal
Bahasa verbal
Bahasa verbal
hipotesis
Bahasa verbal
Bahasa verbal
interaksi

mengevaluasi fenomena
mengatur pengalaman
memungkinkan pikiran
memungkinkan refleksi diri
mendefinisikan hubungan dan

BAHASA VERBAL DAN


NONVERBAL

Bahasa nonverbal mengatur interaksi


Bahasa nonverbal menghadirkan makna
level interaksi
Bahasa nonverbal mengekspresikan budaya
Bahasa nonverbal: sinyal-sinyal nonverbal
Penampilan

fisik, objek pribadi (pakaian), kontak


mata, suara, sentuhan, bau, persepsi, anggukan
kepala, jeda, jabatan tangan, kedipan, lirikan,
diam, postur, lingkungan dan kedekatan/jarak
Ekspresi wajah, kecepatan bicara

BAHASA VERBAL DAN


NONVERBAL

KomunikasiVerbal

KomunikasiNonverbal

Vokal

Isi pembicaraan

Intonasi, nada suara,


volume suara, aksen,
kecepatan bicara, dll.

Nonvokal Bahasa isyarat, tulisan,


dll.

Bahasa tubuh (gestur,


postur, ekspresi wajah,
tatapan, dll.)

CARA MENINGKATKAN
KOMUNIKASI VERBAL

Terlibat dalam komunikasi yang berpusat pada


orang, menyadari perspektif orang lain dan
dirinya, kenali dengan siapa kita berbicara
Menyadari tingkat abstraksi dalam verbal
seseorang
Mengkualifikasikan bahasa agar lebih mudah
dipahami orang lain, misalnya mengubah yang
bersifat umum menjadi lebih khusus
Kenali pikiran dan perasaan kita, bedakan
antara Anda dan Saya, ubah dari kata Anda
menjadi Saya

CARA MENINGKATKAN
KOMUNIKASI VERBAL

CARA MENINGKATKAN
KOMUNIKASI NON VERBAL

Awasi komunikasi nonverbal kita


Interpretasi komunikasi nonverbal orang lain
secara berkala, bedakan antara kualifikasi
pribadi dan kualifikasi situasi

MODEL KOMUNIKASI
INTERPERSONAL

Model Linear
Model Interaktif
Model Transaksional

MODEL LINEAR

MODEL INTERAKTIF

MODEL TRANSAKSIONAL

PRINSIP KOMUNIKASI
INTERPERSONAL

Kita tidak bisa tidak berkomunikasi


Komunikasi interpersonal bersifat permanen
Komunikasi interpersonal melibatkan pilihan etika
Orang-orang membangun makna dalam komunikasi
interpersonal
Metakomunikasi mempengaruhi makna
Komunikasi interpersonal membangun dan
mempertahankan hubungan
Komunikasi interpersonal bukanlah obat untuk
semua penyakit
Efektivitas komunikasi interpersonal dapat
dipelajari

DOKTER SEPERTI APA YANG


MEMBUAT ANDA MERASA
NYAMAN?

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

Inti komunikasi dokter-pasien: paparan pasien


mengenai masalah kesehatan yang dialaminya,
dengan tujuan dokter dapat membantu
menyelesaikan masalah kesehatan pasien
Berlangsung dalam keadaaan setara sangat
diperlukan agar pasien mau/dapat
menceritakan keluhan yang dialaminya secara
jujur dan ikhlas
Mampu mempengaruhi emosi pasien dalam
pengambilan keputusan tentang rencana
tindakan selanjutnya

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

Tujuan: mengarahkan proses penggalian


riwayat penyakit lebih akurat untuk dokter,
lebih memberikan dukungan pada pasien,
sehingga lebih efektif dan efisien bagi
keduanya
Dasar komunikasi efektif: bagaimana
menyatukan sudut pandang pasien maupun
dokter menjadi sebuah bentuk relasi dokterpasien (doctor-patient partnership), keduanya
berada dalam level yang sejajar dan saling
bekerja sama untuk menyelesaikan masalah
kesehatan pasien

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

Dua gaya komunikasi antara dokter dan pasien:


Disease

centered communication style, yaitu


komunikasi berdasarkan kepentingan dokter dalam
usaha menegakkan diagnosis, termasuk
penyelidikan dan penalaran klinik mengenai tanda
dan gejala;
Illness centered communication style, yaitu
komunikasi berdasarkan apa yang dirasakan pasien
tentang penyakitnya yang secara individu
merupakan pengalaman unik, termasuk pendapat
pasien, apa yang menjadi kepentingannya, apa
kekhawatirannya, harapannya, apa yang
dipikirkannya akan menjadi akibat penyakitnya

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN
Model komunikasi dokter-pasien, terdiri dari
3 tahapan:
1. Pasien memimpin pembicaraan melalui
pertanyaan terbuka yang dikemukanan oleh
dokter;
2. Dokter memimpin pembicaraan, melalui
pertanyaan tertutup/terstruktur yang telah
disusunnya sendiri;
3. Kesepakatan apa yang harus dan akan
dilakukan berdasarkan negosiasi kedua
belah pihak.

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

Prinsip dasar komunikasi efektif dokter-pasien


adalah adanya konsep EMPATI
Empati terbentuk dari keahlian mendengarkan
(listening), berbicara (talking), dan pengamatan
(observasi) dokter.
Empati memiliki batasan definisi sebagai berikut:
Kemampuan kognitif seorang dokter dalam
mengerti kebutuhan pasien;
Menunjukkan afektivitas/sensitivitas dokter
terhadap perasaan pasien;
Kemampuan perilaku dokter dalam
memperlihatkan/menyampaikan empatinya kepada
pasien.

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

Keterampilan empati dapat diperoleh


melalui proses belajar dengan cara:
Mendengarkan secara aktif
Responsif pada kebutuhan pasien
Responsif pada kepentingan pasien
Usaha memberikan pertolongan pada
pasien

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

Manfaat komunikasi efektif:


Meningkatkan

kepuasan pasien dalam


menerima pelayanan medis dari dokter atau
institusi pelayanan medis
Meningkatkan kepercayaan pasien kepada
dokter yang merupakan dasar hubungan dokter
dan pasien yang baik
Meningkatkan keberhasialan diagnosis terapi
dan tindakan medis
Meningkatkan kepercayaan diri dan ketegaran
pada pasien fase terminal dalam menghadapi
penyakitnya

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN
S = SALAM
A = AJAK BICARA
J = JELASKAN
I = INGATKAN

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

SALAM
beri

salam, sapa dia, tunjukkan bahwa Anda


bersedia meluangkan waktu untuk berbicara
dengannya
Dapat dilakukan dengan menyapa nama pasien,
mengucapkan selamat pagi/siang/sore,
menjelaskan tugas dokter, menawarkan situasi
pembicaraan yang nyaman

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

AJAK BICARA
Usahakan

berkomunikasi secara dua arah.


Jangan bicara sendiri. Dorong agar ia mau dan
dapat mengemukakan pikiran dan perasaannya.
tunjukkan bahwa Anda menghargai
pendapatnya, Anda dapat memahami
kecemasannya, dan Anda bisa mengerti
perasaannya
Dapat dilakukan melalui pertanyaan terbuka
maupun tertutup dalam usaha menggali
informasi

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

JELASKAN
Beri

penjelasan mengenai hal-hal yang menjadi


perhatiannya, yang ingin diketahuinya, dan
yang akan dijalani/dihadapinya agar ia tidak
terjebak oleh pikirannya sendiri. Luruskan
persepsi yang keliru. Bicarakan sumber
informasinya dan ketepatannya tanpa
menyinggung atau melecehkan.
Dapat dilakukan dengan memeberikan
penjelasan mengenai penyakit, terapi, atau
apapun secara jelas, detail, sampai kepada
proses mendidik pasien serta melakukan
konseling

KOMUNIKASI EFEKTIF
DOKTER-PASIEN

INGATKAN
Percakapan

yang Anda lakukan bersama pasien


mungkin memasukkan berbagai materi secara
luas, yang tidak mudah diingatnya kembali. Di
bagian akhir percakapan, ingatkan dia untuk halhal yang penting dan koreksi untuk perseptis yang
keliru. Jangan lupa mengingatkan dia tenang halhal yang perlu dipikirkan dan dilakukan.
Dapat dilakukan dengan selalu melakukan
klarifikasi apakah pasien telah mengerti benar,
maupun klarifikasi terhadap hal-hal yang masih
belum jelas bagi kedua belah pihak serta
mengulang kembali pesan-pesan kesehatan yang
penting

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M.M. & Sidi, I.P.S (Eds). (2006). Manual


Komunikasi Efektif Dokter-Pasien. Jakarta: Konsil
Kedokteran Indonesia.
Hargie, O. (2011). Skilled Interpersonal
Communication: Research, Theory, and Practice.
(Ed.ke-5). New York: Routledge.
Stewart, C.J. & Cash, W.B. (2006). Interviewing:
principles and practices. New York: McGraw-Hill
Wood, J.T. (2010). Interpersonal communication:daily
encountered. (Ed. Ke-6). Boston: Wadsworth.
Wood, J.T. (2011). Communication Mosaics: An
Introduction to the Field of Communication. (Ed. Ke6). Boston: Wadsworth

TERIMA KASIH