Anda di halaman 1dari 13

PENGASAMAN (ACIDIZING)

Dr. Ir. Sudjati Rachmat, DEA

MEMILIH CALON SUMUR UNTUK PENGASAMAN

1. Pendahuluan
2. Metoda Evaluasi

Pendahuluan

Tidak semua sumur dengan produksi rendah bisa ditingkatkan


produksinya dengan pengasaman. Perforasi di sumur mungkin
tidak cukup baik, atau perforasi phasenya 0 (zero phasing,
pada satu sisi saja), ukuran tubing salah, jepitan terlalu kecil,
pipa di permukaan kecil (tekanan balik, back pressure) besar,
dan lain-lain dapat menyebabkan produksi kecil yang tak
dapat ditingkatkan dengan pengasaman. Juga banyak metode
lain
yang
akan
bisa
meningkatkan
produksi
selain
pengasaman. Perlu diingat bahwa pengasaman tidak akan
berhasil kalau di sumur tersebut tidak terjadi formation
damage.

Metode Evaluasi

Hal-hal seperti ini dapat membantu evaluasi apakah


terjadi formation damage :
1.
2.
3.
4.
5.

Perbandingan produksi dengan sumur sekitarnya.


Grafik sejarah produksi.
Pressure tekanan analysis.
Analisa completionnya.
Analisa sistem produksi sumurnya

Perbandingan produksi dengan sumur sekitarnya


dilakukan dengan menggunakan data porositas ( ) dan
ketebalan formasi (h) untuk bisa membandingkan
secara kwulitatitf.

Metode Evaluasi

Misalnya
berikut :

Sumur
GOR
A
B
C
D

8
7
6
0.1

kita

mempunayi

h
310
800
500
90

sumur-sumur

BOPD
40
0
200
0

sebagai

BWPD
700
900
600
1000

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa sumur A yang


h - nya lebih besar tetapi BFPD -nya lebih kecil dari B
dan C mungkin mengalami formation damage kalau tak

Metode Evaluasi

Dari grafik sejarah produksi bisa terlihat bahwa


penurunan mendadak setelah kerja ulang (workover)
misalnya.
Gambar
1
menunjukkan
contoh
dari
penggunaan completion fluid yang salah pada workover
tersebut.
Gambar 2 menunjukkan cara lain untuk mengetahui
terjadinya formation damage dengan menggunakan
decline curve. Perubahan penurunan dari decline curve
di mana mendadak sudut penurunan turun tajan
menunjukkan terjadinya pengembangan damage di
sekitar lubang sumur. Pengamatan lebih lanjut
menunjukkan adanya kenaikkan pada scale CaCO 3.
Pengasaman
pada
sumur
ternyata
dapat
mengembalikan produktivitas sumur tersebut.

Gambar 1
Grafik Sejarah Sumur Menunjukkan Adanya Formation Damage

Gambar 2
Perubahan Mencolok pada Decline Curve

Metode Evaluasi

Formation damage yang meningkat perlahan-lahan


sukar dilihat pada decline curve. Salah satu cara ialah
dengan membuat grafiknya dengan log produksi
terhadap waktu dan bandingkan dengan grafik dari
sumur sekitarnya. Perubahan relatif dapat diketahui
walaupun harga laju produksinya mungkin berbeda.
Gambar 3 menunjukkan metode ini.
Pressure transient analisis dapat menilai besaran skin
effect untuk menentukan adanya formation damage.
Kalau skin < 1 tidak perlu pengasaman. Jika > 1 perlu
pengasaman, analisa reservoir dan perforasi dan
ukuran tubing dll. dahulu sebelum pengasaman. Kalau
skin antara 1 - 7 belum tentu perlu pengasaman,
analisa perhitungan produktivitasnya. Hanya kalau skin

Sumur damage

Waktu

Sumur
Sekitarnya

Waktu

Gambar 3
Perbandingan Kemiringan Decline Curve antara Dua Sumur
untuk mencari Apakah Ada Damage yang Naik Perlahan-lahan

Metode Evaluasi
Akhirnya, kalau tidak ada informasi yang di atas tadi, di
bawah ini akan diberikan beberapa kondisi yang dapat
menunjukkan tanda-tanda formation damage.
1. Formasi dengan clay yang bisa membengkak/migrasi
2. Sumur dibor mengalami loss circulation
3. Berat jenis lumpur pemboran berlebihan
4. Water loss berlebihan (> 5 cc/30 men)
5. Produksi sumur lebih rendah dari DST (UKL)-nya
6. Sumur memproduksi silt atau lumpur
7. Sumur menurun produksinya setelah cement squeeze
8. Sumur dengan tekanan dasar statik sumur tinggi tetapi
lebih kecil hasil
produksinya dibandingkan dengan sumur
sekitar.
9. Sumur yang tiba-tiba menurun produksinya
10. Sumur yang memproduksi air sedikit pada waktu-waktu

Metode Evaluasi

Untuk sumur injeksi hanya dapat terlihat kalau injeksi


tiba-tiba menurun atau terus menerus menurun lajunya
tetapi tekanannya naik. Sumber kesulitan ada di
kualitas air yang diinjeksikan. Adanya minyak, emulsi,
paraffin, asphaltene, dan kotoran yang ikut diinjeksikan
bisa mengurangi efisiensi.

Tabel 1
Hal-hal yang Berhubungan dengan Skin Positif tetapi
Bukan Formation Damage

LGR tinggi > 100 bbl/MMCFD (sumur gas)


GOR tinggi > 1000 SCF/bbl (sumur minyak
Produksi 3 fasa (minyak, gas, dan air)
Pressure drawdown tinggi (Ps - Pwf) > 1000 psi
Perforasi < 4 spf
Perforasi satu sisi (Zeri phasing)
Perforasi kecil dengan tubing gun (diameter gun <
2)
Jika tekanan reservoir > bubble point pressure
(BPP), tetapi tekanan alir dasar sumur < BPP.