Anda di halaman 1dari 97

Ilmu Kesehatan Masyarakat

dan
Statistik

PEMBIAYAAN KESEHATAN

SIAP UKDI

Langsung

Pembiayaan
kesehatan

Out of pocket

Pajak

Pra Upaya
(Prepaid)

Wajib
(Compulsory)

Asuransi

Sukarela
(Voluntary)
Sosial
(Social)

PEMBIAYAAN KESEHATAN
Out of Payment
(OOP)

Pasien langsung
membayar kepada pelayan
kesehatan

Pajak
(Taxation)

Pemerintah mengambil
pajak dari warganya untuk
pembiayaan kesehatan

Asuransi
(Insurance)

Peserta asuransi
membayarkan premi
kepada badan
penyelenggara asuransi

SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL

Program Pemerintah/masyarakat (negara) untuk


mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan
pendekatan sistem
Menanggulangi resiko ekonomi karena sakit, PHK,
pensiun, usia lanjut dan resiko lainnya
Bismarck (1883), Roosevelt (1935)
Merupakan cara (means), sekaligus tujuan (ends)
mewujudkan kesejahteraan
Welfare state
Kebutuhan dasar yang layak

Prinsip-Prinsip SJSN

Kegotong-royongan / solidaritas peserta yang


mampu membantu yang kurang mampu peserta
yang sehat membantu yang sakit peserta yang
berisiko rendah membantu yang berisiko tinggi

Kepesertaan wajib seluruh rakyat menjadi


peserta, sehingga dapat terlindungi. Pemberi
kerja secara bertahap wajib mendaftarkan
dirinya dan pekerjanya sebagai peserta, sesuai
dengan program jaminan sosial yang akan
diikuti
Pemerintah secara bertahap mendaftarkan
penerima bantuan iuran sebagai peserta
Nirlaba:tidak dimaksudkan untuk mencari

laba, tetapi untuk sebesar-besar


kepentingan peserta

Prinsip-Prinsip SJSN

Keberhati-hatian / akuntabilitas Keterbukaan, Kehatihatian, Akuntabilitas, Efisiensi dan Efektifitas, prinsip


manajemen ini diterapkan dan mendasari seluruh
kegiatan pengelolaan dana yang berasal dari iuran
peserta dan hasil pengembangannya
Dana Amanat dana yang terkumpul dari iuran peserta
merupakan titipan kepada badan-badan
penyelenggara untuk dikelola sebaik-baiknya
Portabilitas : dapat diakses dimanapun
Hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial dipergunakan
seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk
sebesar-besara kepentingan peserta.

Jenis-Jenis Manfaat SJSN


Jaminan Kesehatan (JK/JKN)
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Jaminan Penanggulangan Pemutusan Hubungan
Kerja (JPHK)
Jaminan Hari Tua (JHT)
Jaminan Pensiun (JP)
Jaminan Kematian
Besarnya manfaat ditetapkan secara berkala
dengan PP

SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL

(Kelembagaan dan Masa Transisi)


PRESIDEN

Cab

Cab

Cab

PT. A S A B R I

PT. A S K E S
Cab

DJSN
PT.T A S P E N

Cab

INFORMAL

PT. JAMSOSTEK

PT. A S A B R I

PT.T A S P E N

PT. A S K E S

PT.
JAMSOSTEK

DJSN

Cab

Cab

Administra
si
Program
Jangka
JSN
Pendek
JK

10-15 th

JKK

Kerjasama
dgn Ditjen
Minduk
Depdagri

Cab

Setiap Badan
Penyelenggara
merupakan Badan
Hukum sendiri

Satu
Badan
Large
number
Efisiensi
Uniformity

Progra
m
Jangka
Panjang
JPHK,
JHT
JP,
JKM

Portability
Equity
Technology/I
T

Badan
Penyelanggara

Badan Pembina

Masyarakat

Provider
INA CBG

Kapitasi
RS

Puskesmas/ DK
SIAP UKDI

PUSKESMAS

SIAP UKDI

RUJUKAN YAN KES


PERORANGAN

RS Umum/Khusus
Pusat/Provinsi
RS Umum/Khusus, BP4,
BKMM, Klinik Spesialis,
Dokter Spesialis Swasta
Dokter Umum swasta,
PUSKESMAS, BP,
BKIA, Bidan Swasta
Posyandu
Polindes
Upaya Kes
Keluarga
Mandiri

RUJUKAN YANKES
MASYARAKAT
UK
Tersier

UK
Sekunder

Depkes,
Dinkes Provinsi
Dinkes Kab/Kota,
BP4, BKMM.

UK Primer

PUSKESMAS

Masyarakat

UKBM : Posyandu,
Polindes, UKBM
lain

Perorangan/Keluarga

Kader Kesehatan
Upaya Kesehatan
Keluarga
Mandiri

PUSKESMAS

(PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT)


(KEPMENKES R.I No. 128/MENKES/SK/II/2004)

PENGERTIAN :
Adalah Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan
di suatu wilayah kerja.

FUNGSI :
1. Pusat Penggerak Pembangunan
Berwawasan Kesehatan.
2. Pusat Pemberdayaan
Masyarakat.
3. Pusat Pelayanan Kesehatan
Strata Pertama :
- yankes perorangan.
- yankes masyarakat.

UPAYA KESEHATAN PUSKESMAS.


A. Upaya Kesehatan Wajib.
Ditetapkan berdasar komitmen nasional,
regional dan global dan mempunyai daya
ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kes
masyarakat:
1.
2.
3.
4.
5.

Promosi Kesehatan.
Kesehatan Lingkungan.
Kesehatan Ibu & Anak serta KB.
Perbaikan Gizi Masyarakat.
Pencegahan & Pemberantasan Penyakit
Menular.
6. Pengobatan.

AZAS PENYELENGGARAAN :
1. Azas Pertanggungjawaban Wilayah:
Puskesmas bertanggungjawab meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat yang bertempat
tinggal di wilayah kerjanya.

2. Azas Pemberdayaan Masyarakat :


Puskesmas wajib memberdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat, agar berperan aktif
dalam penyelenggaraan setiap upaya Puskesmas.

Azas Penyelenggaraan (lanjutan)


3. Azas Keterpaduan.
A. Keterpaduan Lintas Program :
memadukan penyelenggaraan berbagai
upaya kesehatan yang menjadi tanggung
jawab Puskesmas.
B.

Keterpaduan Lintas Sektor : upaya


memadukan penyelenggaraan upaya
Puskesmas dengan berbagai program dan
sektor terkait tingkat kecamatan, termasuk
organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha.

4. Azas Rujukan.
Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan
tanggung jawab atas kasus penyakit atau
masalah kesehatan yang diselenggarakan
secara timbal balik baik secara vertikal
maupun horizontal.
Macam Rujukan :
A. Rujukan Upaya Kesehatan
Perorangan.
Ada 3 jenis :
a. Rujukan kasus, utk keperluan
diagnostik, pengobatan, tindakan medik,
dll.
b. Rujukan bahan pemeriksaan
(spesimen)

B. Rujukan Upaya Kesehatan


Masyarakat
Cakupan rujukan ini adalah masalah
kesehatan masyarakat, misalnya kejadian
luar biasa, pencemaran lingkungan, dan
bencana.
Dibedakan :
a. Rujukan sarana dan logistik.
b. Rujukan tenaga
c. Rujukan operasional, yakni
menyerahkan sepenuhnya kewenangan
dan tanggung jawab penyelesaian masalah
kesehatan masyarakat dan/atau
penyelenggaraan upaya Puskesmas
kepada Dinkes Kab/kota.

KRITERIA PUSKESMAS RAWAT INAP

Puskesmas terletak 20 km dari RS


Mudah dijangkau dengan kendaraan bermotor
Dipimpin oleh seorang dokter dan tenaga
kesehatan yang memadai
Jumlah kunjungan minimal 100 orang per hari
Penduduk wilayah puskesmas dan penduduk 3
puskesmas sekitar minimal 20.000 per
puskesmas
Pemda bersedia menyediakan anggaran rutin

KRITERIA PUSKESMAS PEMBANTU

Berada ditengah pemukiman penduduk


Meliputi 2-3 desa
Meliputi 2500 penduduk (diluar pulau jawa
dan bali)
Meliputi 10.000 penduduk (diperkotaan jawa
dan bali)
Jarak lokasi puskesmas pembantu dengan
saranan kesehatan lain berkisar 3-5 km

STRATA POSYANDU
Pratama

KRITERIA PEMBENTUKAN POSYANDU

Manajemen Puskesmas
Menilai hasil usaha
dan kekurangan untuk
masukan ke depannya

Pemantauan Ibu dan


Anak Setempat
(PIAS), Local
Area Monitoring
(LAM), Pemantauan
Wilayah Setempat
(PWS)
KIA, supervise,
monitoring,
evaluasi, audit

mikro planning,
perencanaan tingkat
Puskesmas

Struktur organisasi,
pembagian tugas,
pembagian
wilayah kerja,
pengembangan
program Puskesmas
Lokakarya mini,
kepemimpinan,
motivasi
kerja, koordinasi,
komunikasi melalui

Prioritas Masalah
Pengambilan keputusan

SIAP UKDI

Analisis penyebab

Diagram ishihara (fish bone analysis)

Pohon masalah

SIAP UKDI

DOKTER KELUARGA

SIAP UKDI

Prinsip Dokter Keluarga


Holistik

FIVE STARS DOCTORS


Care provider Penyedia layanan
Decision Maker

Pembuat keputusan
Contoh menentukan terapi yang terbaik bagi
pasien
Communicato Bisa melakukan komunikasi efektif untuk
r
meningkatkan kesehatan masyarakat
Contoh : Melakukan penyuluhan mengenai
PSN
Community
leader

Pemimpin masyarakat
Contoh : Menggerakan masyarakat untuk
membuang sampah pada tempatnya.

Manager

Kemampuan Manajerial
Contoh : mengkoordinasikan
/memerintahkan ketua RT untuk
memberitahukan masalah jadwal foging
nyamuk pada masyarakatnya

BENTUK BENTUK KELUARGA


Nuclear family
(Keluarga inti)

Terdiri dari Suami,istri dan anak

Blended Family
(keluarga
campuran)
Extended
Family
(Keluarga
besar)

Terdapat keluarga tambahan yang berasal dari


perkawinan sebelumnya (anak angkat atau
ibu/ayah tiri)
Terdiri dari Suami,istri dan anak serta
keluarga tamnahan lain seperti
kakek,nenek,paman dll.

Single parent
Hanya terdiri dari satu orang tua baik laki-laki
family
maupun
dan anaknya.
Communal/Coop
Terdiri perempuan
lebih dari satu
keluarga tanpa ada
(OrangFamily
tua
erate
ikatan keluarga
tunggal)
(Hidup bersama Contoh : Kos-kosan

ontoh soal : disebuh rumah dihuni oleh suami,istri berserta anaknya dan nenekn
aka termasuk dalam bentuk keluarga?

Identifikasi Masalah Keluarga

Identifikasi Masalah Keluarga


Apgar

APGAR
Adaptation

Keterlibatan Dokter Keluargadengan Pasiennya


1.

Sebagai seorang dokter umummnya kita akan telibat hingga level 4,


l ini biasanya dibutuhkan kemampuan dalam konseling. Sedangkan untuk melak
peran hingga level 5 dibutuhkan satu pelatihan khusus.

Kubler-Ross stages of griefing


1. Denial deny the reality of the situation. It
is a
defense mechanism that buffers the immediate shock.
block out the words and hide from the facts.
2. Anger The anger may be aimed at God,
complete
strangers, friends or family. Anger may be directed at
our dying or deceased loved one.
3. Bargaining
The third stage involves the hope that the individual
can somehow postpone or delay death. Usually, the
negotiation for an extended life is made with a higher
power in exchange for a reformed lifestyle (eg: God)

SIAP UKDI

4. Depression
During the fourth stage, the grieving person begins to understand
the certainty of death. Because of this, the individual may become
silent, refuse visitors and spend much of the time crying and
grieving. This process allows the dying person to disconnect from
things of love and affection.
Eg: "I'm so sad, why bother with anything?"; "I'm going to
die
soon so what's the point?"; "I miss my loved one, why go
on?"
5. Acceptance In this last stage, individuals begin to
come to terms
with their mortality, or that of a loved one, or other tragic event
Eg."It's going to be okay."; "I can't fight it, I may as well
prepare for it."

SIAP UKDI

Rujukan
Interval referral

Pelimpahan wewenang dan


tanggungjawab penderitasepenuhnya
kepada dokter konsultan untuk jangka
waktu tertentu, dan selama jangka
waktu tersebut dokter tsb tidak ikut
menanganinya.

Collateral referral,

menyerahkan wewenang dan


tanggungjawab penanganan penderita
hanya untuk satu masalah kedokteran
khusus saja.

Cross referral

menyerahkan wewenang dan


tanggungjawab penanganan penderita
sepenuhnya kepada dokter lain untuk
selamanya.

Split referral

menyerahkan wewenang dan


tanggungjawab penanganan penderita
sepenuhnya kepada beberapa dokter
konsultan, dan selama jangka waktu
pelimpahan wewenang SIAP
danUKDI
tanggungjawab tersebut dokter pemberi

KOMUNIKASI EFEKTIF

SIAP UKDI

Level Empati

Level 0: Menolak sudut pandang pasien


Mengacuhkan Pendapat pasien/ tdk
setuju dgn pasien
Kalau takut operasi, kenapa dgn ke
sini?

Level 1: Dokter mengenali sambil lalu


oooh begitu.. sambil menulis

Level 2: Dokter mengenali secara eksplisit


Pusing ini membuat saya sulit
bekerja.
Iya kah? Perkerjaan anda akhir2 ini
sulit?

SIAP UKDI

Level 3: Menghargai pendapat pasien


Anda bilang sedang stres? Apa yang
membuat anda stres?

Level 4: Mengkonfirmasi pd pasien


Anda terlihat sangat sibuk, sy
mengerti mengapa anda lupa minum
obat

Level 5: berbagi pengalaman dgn pasien


Memang keguguran membuat takut
untuk punya anak lagi. Pengalaman
dari beberapa pasien lain..

SIAP UKDI

Langkah

SIAP UKDI

Mengajukan Pertanyaan
Macam

Definisi

Contoh

Terbuka

Untuk tau perasaan,


kepercayaan, pengetahuan ps

Apa yang ibu rasakan


saat ini?

Tertutup

Untuk tau riwayat kesehatan


pasien. Jawaban yg diharapkan
iya/ tidak

Berapa umur ibu?

Mendalam

Menanggapi pernyataan
pasien, jk jawaban sebelumnya
belum memuaskan

Apa ibu bisa


menjelaskan lebih
lanjut?

SIAP UKDI

Mendengarkan aktif

Refleksi isi

Refleksi inti ucapan pasien


Mencakup:

Refleksi perasaan

Memakai kalimat: anda menyatakan


Memakai keterangan kunci
Pengecekan scr akurat

Umpan balik perasaan pasien yg teramati dokter

Merangkum

Mencakup beberapa info


Diakhir percakapan/ pergantian antar topik
SIAP UKDI

Menanggapi pasien

Yang harus dihindari


Memotong
pembicaraan
Mencela
Asumsi

Kesimpulan tanpa bukti

Evaluasi

Meragukan pernyataan
pasien

SIAP UKDI

Teknik Komunikasi
Negosiasi

SIAP UKDI

PROMOSI KESEHATAN

SIAP UKDI

SIAP UKDI

Metode Promosi

Perseorangan

Bimbingan/ konseling
Wawancara

Kelompok

Kecil: Diskusi, FGD, Role Play


Besar:

Ceramah: pendidikan tinggi dan rendah


Seminar pendidikan menengah ke atas

Massa

Ceramah Umum
Media elektronik dan cetak
SIAP UKDI

SIAP UKDI

MODEL KEPERCAYAAN KESEHATAN


HEALTH BELIEVE MODEL
Inti dari konsep ini adalah memperkirakan
atau meprediksikan mengapa seseorang
melakukan suatu tindakan tertentu seperti
mejaga,mencegah kondisi sakit

HEALTH BELIEVE MODEL


Perceived
Susceptib
ility
(Kerentan
an)
Perceived
Severity/
seriouslit
y
(Keserius
an)

Seseorang meyakinin bahwa dia memiliki


kemungkinan terkenan penyakit
Contoh
:
Seseorang
yang
merokok
kemungkinan terkena Ca paru
Seseorang menduga sendiri tingkat
keparahan penyakitnya
Contoh : Seseorang yang menderita batuk
lama dan sesak merasa sakit yang dia
derita sudah sangat parah dan akan
meninggal
dunia
padahal
belum
diperiksakan
Hambatan yang terdapat pada seseorang yang

Perceived
Barier
berprilaku sehat
(Hambatan Contoh : Seorang wanita yang memiliki resiko
)
untuk terkena Ca serviks, berusaha untuk
mengetahuinya dengan melakukan papsmear
namun sang suami tidak membolehkannya.

HEALTH BELIEVE MODEL


Percevied
Benefit
(Keuntung
an)

Cues to
action
Self
Eficacy

Seseorang akan memikirkan manfaat yang


diperoleh dari biaya yang dikeluarkan dengan
tingkat keparahan sakitnya
Contoh : Apakah efektif dengan pemeriksaan
treadmeal
yang
mahal
dengan
tingkat
Isyarat
pada
suatu
tindakan
atau
kesiapan
keseriusan penyakitnya

seseorang dalam bertindak

Kemampuan seseorang untuk mendapatkan


hasil tertentu

DEMOGRAFI

SIAP UKDI

Angka Kelahiran

SIAP UKDI

Angka Kematian

SIAP UKDI

CSMR = jumlah kematian krn penyakit


tertentu
Jumlah orang yang beresiko terkena
penyakit tsb

PMR = jumlah kematian krn penyakit


tertentu
Jumlah kematian dalam setahun

SIAP UKDI

EPIDEMIOLOGI

SIAP UKDI

SIAP UKDI

SIAP UKDI

Determinan Penyakit

SIAP UKDI

SIAP UKDI

Perjalanan Alamiah
Penyakit
Paparan

Onset
gejala

Waktu
biasanya
mulai
didiagnosis

Smoker
?

Perubahan
Patologis

Tahap
Kerentanan

PENCEGAHAN
PRIMER

Tahap
subklinis
penyakit

PENCEGAHA
N SEKUNDER

Tahap
klinis
penyakit

Tahap
recovery,
disabilitas
atau
kematian

PENCEGAHAN
TERTIER

Perjalanan Alamiah Penyakit dan Level


of Prevention

Definisi Kasus
Suspect

KRITERIA KEJADIAN L

Epidemik

Imunisasi
Rutin

Imunisasi
Back log fighting

Vaksinasi semua anak < 15 tahun pada suatu


waktu

Statistik

Insidensi vs prevalensi

Incidence rate

Period

Aktif

Dengan cara
datang
langsung

Data
Pasif

Surveilan
s
Analisa yang
dilakukan
secara
sistematis
dan terus
menerus
tehadap
suatu
penyakit
atau
masalah

Sentinel

Metode

Khusus
Rutin
terpadu

Dengan cara
melihat
laporan
Melakukan surveilans
pada satu wilayah
dengan tujuan
mendapatkan
permasalah kesahatan
pada wilayah yang
Dilakukan
lebih
luas.
terhadap satu
kejadian atau
faktor
resiko
Dilakukan
terhadap
beberapa
kejadian atau
faktor resiko

Desain Penelitian Berdasarkan Ada/Tidak


Hubungan Antar Variabel

Deskriptif

Analitik

Peneliti hanya
mendeskripsikan hasil
yang ditemukan baik
faktor resiko dll.

Peneliti mencari hubungan


antar variabel
Contoh :Hubungan antara
faktor resiko dengan
terjadiya suatu penyakit.

Desain Penelitian Berdasarkan


Keterlibatan Penelitian
Observasional

Eksperimental

penelitian dimana peneliti


hanya melakukan observasi,
tanpa memberikan intervensi
pada variabel yang akan
ditelit

penelitian dimana peneliti


melakukan intervensi pada
variabel sebab yang akan
diteliti

Case report
Case serial
Cross sectional
Case control study
Cohort

Pra Eksperimental
Quasy Experiment
True Experimen

Desain Penelitian Berdasarkan Waktu

Cross
Sectional

Case
Control
Study

Cohort

Laporan
kasus

Case
series

Cross Sectional
Penelitian observaional dimana cara
Study
pengambilan data variabel bebas dan variabel
Atau
tergantung dilakukan sekali waktu pada saat
Setudi
yang bersamaan
prevalensi
Contoh:
Hubungan antara Depo Provera dengan Obesitas
pada Wanita Usia Subur
Jika penelitian menggunakan pendekatan Cross
Sectional, maka populasinya adalah:
Semua Wanita Usia Subur (baik yang ikut depo
provera maupun tidak, serta baik yang obesitas
maupun tidak)
Cara pengambilan data, setiap responden diambil
datanya untuk dua variabel sekaligus.
Setiap responden (WUS), dilakukan pengambilan dua
data sekaligus, yaitu data tentang memakai depo
propera atau tidak, sekaligus diukur sedang
mengalami obesitas atau tidak

Cross
Sectional
Study
Populasi

Mengumpulkan data paparan


terhadap sesuatu

Terpapar
Sakit +

Terpapar
Sakit -

Tidak
terpapar
Sakit +

Tidak
terpapar
Sakit -

Paparan

Cross
Sectional
Study

Penyakit
+

Cross sectional PR = a / a+b


c/ c+d

Case Control
study

Penelitian untuk mengetahui apakah suatu


paparan berkaitan dengan suatu penyakit
dengan catatan terdapat kelompok
pembanding atau kontrol

Contoh:
Hubungan antara Depo Provera dengan
Obesitas pada Wanita Usia Subur Jika
penelitian menggunakan pendekatan case
control study, maka populasinya adalah:
Semua Wanita Usia Subur yang mengalami
obesitas (Kelompok studi)
Sedang kelompok kontrolnya adalah: semua
WUS yang tidak mengalami obesitas

Case Control
study

Wanita Usia
Subur yang
mengalami
obesitas

Wanita Usia
Subur yang
tidak
mengalami
obesitas

Pengguna
Depo
Provera

Tidak
mengguna
Depo Provera

Pengguna
Depo
Provera

Tidak
mengguna
Depo Provera

Dibadingkan
daintara
masingmasing
kelompok

Paparan

Case Control
study

Penyakit
+

Case control OR = ad/bbc

penelitian dimana pengambilan data variabel


bebas (sebab) dilakukan terlebih dahulu, setelah
Cohort
beberapa waktu kemudian baru dilakukan
pengambilan data variabel tergantung (akibat)
Contoh: Hubungan antara Depo Provera dengan Obesitas pada
Wanita Usia Subur
Jika penelitian menggunakan pendekatan Cohort, maka populasinya
adalah:
Semua Wanita Usia Subur yang kemudian diabgi menjadi dua
kelompok yaitu yang menggunakan Depo Provera dan tidak
menggunkan depo provera dan masing masing kelompok tersebut
diamati dalam jangka waktu tertentu kemuadian
dilakukan
pengambilan data obesitas (variabel akibat). Kemudian data kedua
kelompok dianalisa dengan menggunakan uji statistik yang sesuai
Prospektif
Cohort
Retrospek
tif

Cohort

Prospektif
Obesitas
Menggunakan
Depo Provera
Tidak Obesitas

Wanita Usia
Subur

Obesitas
Tidak
menggunakan
Depo provera
Tidak Obesitas

Cohort

Retrospek
tif

adalah penelitian dimana pengambilan data variabel akibat


(dependent) dilakukan terlebih dahulu, kemudian baru diukur
varibel sebab yang telah terjadi pada waktu yang lalu,
misalnya setahun yang lalu, dengan cara menanyakan pada
responden
Contoh: Hubungan antara Depo Provera dengan Obesitas pada
Wanita Usia Subur
Jika penelitian menggunakan pendekatan Retrospektif, maka
populasinya adalah:
Semua Wanita Usia Subur yang mengalami obesitas (Kelompok
studi)
Sedang kelompok kontrolnya adalah: semua WUS yang tidak
mengalami obesitas

Cohort

Retrospek
tif

Paparan
Paparan

Cohort

Penyakit
+

Cohort RR = a / a+b
c/ c+d

Laporan Kasus

Laporan yang berisi laporan yang


rinci terkait gejala dan
tanda,diagnosis,pengobatan follow
up secara individual

Cases series

Tulisan yang melaporkan kasus


lebih dari satu

Sensitivity vs Specificity
Penyakit / Gold standard
-

a+b

c+d

Hasil
Hasil

Sensitivity = a/(a+c)
PPV = a/ (a+b)
Specificity = d/(b+d) NPV = d/(c+d)

Sampling
Random

Observasi
Peneliti berada
didalam
proses
observasi
Peneliti
tidak
berada
didalam
proses
observasi
Peneliti
diketahui oleh
orang lain
sebagai
pengobservasi
Peneliti tidak
diketahui oleh
orang lain
sebagai
pengobservasi

Bias penelitian
Recall Bias

Neyman

Skala Pengukuran
SKALA
VARIABEL

SIFAT

CONTOH

Nominal

Bukan tingkatan

Jenis kelamin :laki-laki dan


perelmpuan
Golongan darah

Ordinal

TIngkatan

Klasifikasi kadar kolesterol :


Rendah
Normal
TInggi

Interval

Tidak punya 0
alamiah

IQ
Suhu Badan

Rasio

Punya 0 alamiah

Kadar Hb

Katergorik

Numerik

Variabel
Bebas

Metode

Tergantung

Nominal

Nominal

Chi Kuadrat,Uji Fischer

Nominal dan.numerik
>2

Nominal

Regresi logistik

Nominal (dikotomi)

Numerik

T-test :
-Berpasangan
-Independen

Nominal > 2

Numerik

ANOVA

Numerik

Numerik

Regresi liner (A B)
Korelasi (AB)

Numerik >=2

Numerik

Regresi multipel

Uji Hipotesis
Skala
pengukur
an
variabel

Jenis Hipotesis
Kompratif/Asosiatif (membandingkan / mencari
adanya hubungan)
2 kelompok

> 2 kelompok

Berpasangan

Tidak
Berpasangan Tidak
berpasangan
berpasangan

Numerik

Uji t
berpasangan

Uji t
independen

Anova

Anova

Ordinal

Wilcoxon

Mann
Whitney

Friedman

Kruskal-Walls