Anda di halaman 1dari 25

REWARD DAN

SANKSI BAGI BIDAN


MK : KONSEP KEBIDANAN

REWARD (PENGHARGAAN)
Adalah segala bentuk perbuatan
untuk menghargai/menghormati
kepada individu atau organisasi atas
jasa yang dilakukannya

BERUPA
Imbalan Jasa oleh masyarakat
Pengakuan profesi dan rekomendasi
ijin praktek dari IBI
Pemberian kewenangan / hak

HAK BIDAN
1. Bidan berhak mendapat
perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan
profesinya.
2. Bidan berhak untuk bekerja sesuai
dengan standar profesi pada setiap
tingkat jenjang pelayanan
kesehatan

Next
3. Bidan berhak menolak keinginan
pasien/klien dan keluarga yang
bertentangan dengan peraturan
perundangan,dan kode etik profesi.
4. Bidan berhak atas privasi dan
menuntut apabila nama baiknya
dicemarkan baik oleh
pasien,keluarga ataupun profesi
lain.

5. Bidan berhak atas kesempatan


untuk meningkatkan diri baik
melalui pendidikan maupun
pelatihan.
6. Bidan berhak memperoleh
kesempatan untuk meningkatkan
jenjang karir dan jabatan yang
sesuai.

7. Bidan berhak mendapatkan


kompensasi dan kesejahteraan yang
sesuai.

DALAM LINGKUP IBI, BIDAN


BERHAK :
Berhak mengikuti kegiatan yang
dilakukan oleh organisasi.
Berhak mengemukakan pendapat
,saran, dan usul untuk kepentingan
organisasi.
Berhak memilih dan dipilih

WEWENANG BIDAN
Menurut KepMenKes RI No.900/
Menkes/SK/VII/2002 pada bab V tentang
paktek bidan
Pasal 14
Memberikan pelayanan kepada :
1. Pelayanan kebidanan
2. Yan KB
3. Yan Keshmas

Pasal 15
1. Yan pada ibu dan anak
2. Masa pranikah, prahamil, masa
kehamilan, masa persalinan, masa
nifas, menyusui
3. Masa BBL, masa bayi, balita dan pra
sekolah

Pasal 16
yan pada ibu
1. Penyuluhan dan konseling
2. Pemeriksaan fisik
3. ANC
4. Persalian abnormal : abortus
imminens, HG 1, PER dan anemia
ringan
5. Pertolongan persalinan normal

6. Pertolongan perslinan abnormal :


letsu, partus macet kepala didasar
panggul, KPD, Perdarahan PP,
laserasi jalan lahir, distosia, post
term dan pre term
7. Yan ibu nifas normal
8. Yan ibu nifas abnormal : ret plac,
infeksi ringan
9. Yan dan pengobatan pada
gynekologi : keputihan, pedarahan
tidak teratur

yan pada anak :


1. Pemeriksaan BBL
2. Perawatan tali pusat
3. Perawatan bayi
4. Resusitasi pada BBL
5. Pemantauan tumbang anak
6. Pemberian imunisasi
7. Pemberian penyuluhan

Pasal 17
Dalam keadaan tidak terdapat
dokter yang berwenang pada wilayah
tersebut, bidan dapat memberikan
pelayanan pengobatan pada
penyakit ringan bagi ibu dan anak
sesuai dengan kemampuannya

Pasal 18
1. Memberikan imunisasi
2. Memberikan suntikan pada penyulit
kehamilan, persalinan dan nifas
3. Mengeluarkan plasenta secara
manual
4. Bimbingan senam hamil
5. Pengeluaran sisa jaringan konsepsi
6. Episiotomi

7. Penjahitan luka epis derajat II


8. Amniotomi pada pembukaan > 4 cm
9. Pemberian infus
10.Pemberian suntikan IM uterotonika,
antibiotika dan sedativa
11.Kompresi bimanual
12.Versi ekstaksi gemelli pada
kelahiran bayi kedua dan seterusnya

13. vacum ekstraksi dengan kepala


didasar panggul
14.Pengendalian anemia
15.Meningkatkan pemeliharaan dan
penggunaan ASI
16.Resusitasi pada BBL dengan
asfiksia
17.Penanganan hipotermi
18.Pemberian minum dengan
sonde/pipet
19.Pemberian obat-obatan

20. pemberian surat keterangan lahir


dan kematian
. Pasal 19
1. Memberikan obat dan kontrasepsi
oral, suntikan, AKDR, AKBK dan
kondom
2. Pemberian penyuluhan/konseling KB
3. Pencabutan AKDR
4. Pencabutan AKBK

Pasal 20
1. Pembinaan peran serta masyarakat
dibidang KIA
2. Memantau tumbang anak
3. Melaksanakan yan bid komunitas
4. Melaksanakan deteksi dini,
melaksanakan pertolongan
pertama, merujuk dan memberikan
peyuluhan IMS, penyalahgunaan
NAPZA

PUNISHMENT (SANKSI)
Imbalan negative yang berupa
pembebanan pada bidan yang
ditentukan oleh aturan yang berlaku.
Menurut Kepmenkes no
900/menkes/SK/VII/2002 Bab IX pasal
42 s. d 44

SANKSI BAGI BIDAN


1. Pasal 42
Bidan yang dengan sengaja :
a. Melakukan praktek kebidanan tanpa
mendapat pengakuan adaptasi
sebagaima dimaksud dalam pasal 6
dan /atau

b. Melakukan praktek kebidanan tanpa


izin sebagaimana dimaksud dalam
pasal 9
c. Melakukan praktek kebidanan tidak
sesuai dengan ketentuan
sebagaimana dimaksud dalm pasal
25 ayat (1) , ayat (2)
Dipidana sesuai ketentuan pasal 35
PP nomor 32 tahun 1996 tentang
tenaga kesehatan

2. Pasal 43
Pimpinan sarana pelayanan
kesehatan yang tidak melaporkan
bidan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 32 dan/atau mempekerjakan
bidan yang tidak mempunyai izin
praktik, dapat dikenakan sanksi
pidana sesuai ketentuan Pasal 35
Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan

Pasal 44
Dengan tidak mengurangi sanksi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42,
Bidan yang melakukan pelanggaran
terhadap ketentuan yang diatur dalam
Keputusan ini dapat dikenakan tindakan
disiplin berupa teguran lisan, teguran
tertulis sampai dengan pencabutan izin.

TERIMAKASIH DAN
SUKSES SELALU