Anda di halaman 1dari 20

LOGO

Berbasis Problem Based


Learning
untuk Meningkatkan
Kemampuan Metakognisi
Materi Hukum Dasar
Kimia

Anggun Dwi Astiningsih


(4301412049)

Senin, 14 Maret

Latar
belakang
UU No. 20 tahun
2003
Pembelajaran
berbasis
masalah

Lembar Kerja
Siswa (LKS)
Kurikulum
2013
Hukum Dasar
Kimia

Kemampuan
Metakognisi

Hasil observasi

Rumusan
Masalah
1

Apakah Lembar Kerja Siswa berbasis Problem Based Learning (PBL)


produk pengembangan valid jika dilihat dari kriteria kelayakan?

Apakah penggunaan Lembar Kerja Siswa berbasis Problem Based


Learning (PBL) efektif untuk meningkatkan metakognisi siswa kelas
X materi Hukum Dasar Kimia?

Bagaimana respon siswa terhadap Lembar Kerja Siswa berbasis


Problem Based Learning (PBL) pada materi Hukum Dasar Kimia?

Tujuan
Penelitian
Mengetahui validitas Lembar Kerja Siswa
berbasis Problem Based Learning (PBL) hasil
pengembangan

Mengetahui efektivitas penggunaan LKS berbasis PBL


untuk meningkatkan kemampuan metakognisi materi
hukum dasar kimia

Mengetahui tanggapan siswa terhadap LKS berbasis PBL


untuk meningkatkan kemampuan metakognisi materi
hukum dasar kimia

Manfaat
Penelitian
Manfaat
Teoritik
menambah pengetahuan tentang pengembangan LKS
berbasis Problem Based Learning yang dapat
dijadikan sebagai alternatif sumber belajar

Manfaat Praktis
Bagi Siswa

Bagi Guru

Bagi
Sekolah

Bagi Peneliti

Kajian
Pustaka
Lembar
Kerja
Siswa

Syarat Didaktik
Syarat Konstruksi
Syarat Teknik

(Darmodjo &
Kaligis,
1993)

Kelayakan berdasarkan
(BSNP, 2007)
Problem
Based
Learning

Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis


Masalah
Sintaks Pembelajaran Berbasis
Masalah

LKS Berbasis
Masalah
Magdalena, et al (2014)
berisi suatu langkah kerja
yang menggunakan
keterampilan
menyelesaikan masalah

Tawil & Liliasari, (2013)


Disajikan dalam beberapa
tahap kegiatan yaitu :
Menyajikan Masalah,
Mendefinisikan masalah,
Mengumpulkan informasi,
Membahas Penyelesaian
Masalah,
Mengevaluasi Hasil

Kemampuan
Metakognisi
aktivitas dalam struktur
kognitif yang dilakukan
secara sadar oleh
seseorang untuk
mengatur, mengontrol,
dan memeriksa proses
berpikirnya sendiri
(Haryani, 2012)

(Anderson &
Krathwohl, 2001)
metakognisi dapat
diukur melalui tes
sebagaimana
penguasaan konsep
dengan indikator
metakognisi

Kajian yang
Relevan
Wasonowati et al,
(2014)
model PBL dilengkapi
LKS dalam penerapan
kurikulum 2013
dikategorikan baik
dengan nilai rata-rata
82,71 dan persentase
ketercapaian 81,25%,

Magdalena et al,
(2014)
Penggunaan LKS
PBL berpengaruh
terhadap prestasi
belajar pada materi
pokok hukum
dasar kimia

Wijayanti et al, (2015)


Media pembelajaran LKS
berbasis hierarki konsep
untuk pembelajaran kimia
kelas X materi Stoikiometri
pokok bahasan Pereaksi
Pembatas secara umum
memiliki kualitas yang baik

Kerangka
Berpikir

Kurikulum 2013

Mengedepankan pengalaman:
Mengamati, (2)Menanya, (3) Menalar, (4) mencoba

Permasalahan di lapangan:
Minat belajar siswa kurang
LKS yang digunakan belum memuat sintak suatu model pembelajaran.

Dibutuhkan pengembangan LKS berbasis PBL yang merupakan salah satu pembelajaran yang sesuai dengan
kurikulum 2013

Model pembelajaran yang mewajibkan peserta didik untuk melaksanakan tugas melalui tahapan aktivitas strategi
pemecahan masalah.
Menguji kemampuan metakognisi siswa.

Uji kelayakan dan uji peningkatan metakognisi

LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) yang layak dan dapat meningkatkan metakognisi siswa

Metode
Penelitian
Lokasi dan
Waktu Penelitian
MA Negeri
Purbalingga
Materi Hukum
Dasar Kimia
April - Mei
(semester genap
tahun ajaran 2015
/ 2016)

Subjek
Penelitian
Teknik
purposive sampling
Uji Coba Skala
Kecil
siswa kelas XI MIA
sebanyak 10 siswa.
Uji Coba Skala
Besar
siswa kelas X MIA
sebanyak 30 siswa

Desain
Penelitian
S
T
U
D
I
P
E
N
D
A
H
U
L
U
A
N

pengumpulan
data

Ujicoba skala
besar

Perencanaan

Revisi Produk

Pengembangan
draft awal

Uji coba
lapangan awal
skala kecil

Revisi hasil uji


coba

Pengembangan
model

Borg dan Gall, 1989


Sukmadinata
(2009)

Metode
Pengumpulan
Data
Metode Observasi
Metode Wawancara
Metode Angket
Metode Tes
Metode Dokumentasi

Sumber
Data

Data hasil
validasi LKS
berbasis Problem
Based Learning
oleh ahli

Data hasil angket


siswa tentang
kelayakan LKS

Data hasil pretest


dan posttest
siswa terkait
metakognisi
siswa

Data metakognisi
siswa
(Lembar
Kuesioner MCA-I)

Data hasil angket


tanggapan siswa
terhadap LKS

Instrumen
Penelitian
Jenis Data

Studi pendahuluan

Metode
Pengumpulan
Data
Observasi dan
wawancara

Instrumen

Panduan wawancara dan


Lembar angket siswa tentang
pembelajaran kimia.

Validasi Produk

Angket

Lembar angket validasi


produk
Lembar angket respon
guru dan siswa

Respon guru dan


siswa terhadap
produk

Angket

Validasi perangkat
pembelajaran
(RPP, Soal
evaluasi pretest
dan posttest)

Angket

Lembar angket validasi


perangkat pembelajaran

Analisis
metakognisi siswa

Hasil pretest
dan postest
serta kuesioner
MCA-I

Hasil pretest dan posttest


serta observasi kuesioner
MCA-I dengan indikator
metakognisi

Metode
Analisis Data

lembar observasi afektif metakognisi siswa, lembar


observasi praktikum siswa, dan lembar observasi
diskusi siswa

Lembar
Observasi
Validitas
validitas konstruksi
dilakukan dengan
mengkonsultasikan
kepada ahli (judgement
expert).
(Sugiyono, 2013)

Analisis Deskriptif Metakognisi


Melalui Lembar Observasi
Kuesioner MCA-I

Skor Kriteria afektif metakognisi


Dilihat dari skor total, jika:
Skor
85
70
55
40
20

x
x
x
x
x

<
<
<
<

100
85
70
55
40

Kriteria
Metakognisi
Metakognisi
Metakognisi
Metakognisi
Metakognisi

berkembang sangat baik


sudah berkembang baik
mulai berkembang
masih sangat beresiko
belum berkembang

Metode
Analisis Data
lembar angket validasi produk LKS berbasis PBL, lembar angket
respon siswa, dan lembar validasi perangkat pembelajaran.

Lembar
Angket
Validitas
validitas konstruksi
dilakukan dengan
mengkonsultasikan
kepada ahli (judgement
expert).
(Sugiyono, 2013)

Analisis Data Validasi LKS Berbasis


Problem Based Learning

didasarkan pada hasil penilaian LKS dilihat dari segi isi ,


penyajian, dan bahasa, dan kegrafisan.
Skor Kriteria kevalidan
Dilihat dari skor akhir, jika:
63 x 76 sangat valid
50 x 63 valid
37 x 50 cukup valid
19 x 37 kurang valid

Analisis Data Peningkatan


Metakognisi

Uji peningkatan metakognisi


menggunakan data berupa skor
pretest dan posttest. Rumus
yang digunakan berupa
rumus normalitas gain (NGain) sebagai berikut:
g
Klasifikasi N-gain disajikan
dalam tabel
Besarnya g

Interpretasi

g 0,7

Tinggi

0,3 < g < 0,7

Sedang

g 0,3

Rendah

Uji t-satu sampel


Keterangan:
= rataan sampel
= rataan populasi
pengujian (dalam
hal ini
diharapkan =75 sebagai standar
nilai KKM).
= simpangan baku
= banyak data observasi
(Sukestiyarno, 2012)
H0 =
LKS berbasis Problem
Based Learning (PBL) tidak
dapat
meningkatkan
metakognisi siswa

LOGO

Terimakasih...