Anda di halaman 1dari 64

Assalamualaikum wr wb

Universitas Dirgantara
Marsekal Suryadarma

Program Studi
Teknik Penerbangan

UNSURYA

KALKULUS II

Pengampu :
ENDAH YUNIARTI S.Si, M.Sc.

FEBRUARI 2016

Program Studi
Teknik Penerbangan

UNSURYA

Kontrak Pembelajaran
Kehadiran (Absensi) 70%
Penilaian, terdiri dari :
Kehadiran

: 10%

Tugas Individu/Kelompok

: 20%

UTS (Ujian Tengah Semester)

: 30%

UAS (Ujian Akhir Semester) : 40%


Total

: 100%

Range Nilai :
78 100 = A
68 77

=B

58 67

=C

48 57

=D

0 47

=E

Seminar Hasil Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

Program Studi
Teknik Penerbangan

UNSURYA

REFERENSI
Purcell, E.J. dan Varberg, D., 1991, Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 1,
edisi keempat, (diterjemahkan oleh : I Nyoman Susila, Bana Kartasasmita,
Rawuh), Erlangga, Jakarta.
Purcell, E.J. dan Varberg, D., 1991, Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 2,
edisi kelima, (diterjemahkan oleh : I Nyoman Susila, Bana Kartasasmita,
Rawuh), Erlangga, Jakarta

Seminar Hasil Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

Program Studi
Teknik Penerbangan

UNSURYA

MATERI
BAB I. INTEGRAL
BAB II. PERSAMAAN DIFERENSIAL
BAB III. TRANSFORMASI LAPLACE
BAB IV. SISTEM KOORDINAT

Seminar Hasil Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

I. INTEGRAL
1.1 Anti Turunan (Integral Tak Tentu)
Jika kita mengenakan sepatu, kita dapat melepasnya lagi. Operasi yang kedua
menghapuskan yang pertama, yaitu mengembalikan sepatu pada posisinya yang
semula. Kita katakan dua operasi tersebut adalah operasi balikan (inversi).
Matematika mempunyai banyak pasangan operasi balikan, seperti : penambahan dan
pengurangan, perkalian dan pembagian, pemangkatan dan penarikan akar, serta
penarikan logaritma dan penghitungan logaritma. Kita telah mengkaji pendiferensialan
(penurunan); balikannya disebut anti pendiferensialan atau anti turunan.
DEFINISI :
Jika F suatu anti turunan dari f pada selang I, maka :
atau
F ' x f x
untuk semua nilai x dalam selang I.
DF f

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA
3
Contoh 1 : Carilah suatu anti turunan dari fungsi f x 4 x pada ,
15

F x x4 6

F x x4

13

F x x 4
4

11
9
7
5
3
1
-2.5 -2 -1.5 -1 -0.5-1 0

x
0.5

1.5

-3
-5

Dalam tiap kasus


F ' x 4 x3
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

2.5

Kita mencari suatu fungsi F yang memenuhi


F ' x 4 x 3 untuk semua x riil. Berdasarkan
bab diferensial kita sudah mengetahui bahwa
F . x x 4
Tetapi ternyata F x x 4 6 dan F x x 4 4
Juga memenuhi nilai F untuk anti turunan
3
dari F ' x 4 x .
3
Jadi anti turunan dari F ' x 4 x adalah
F x x4 C

Kesimpulannya adalah jika suatu fungsi f mempunyai


suatu anti turunan, ia akan mempunyai keseluruhan
famili dan setiap anggota dari famili ini dapat diperoleh
dari
salah
satu
diantaranya
dengan
cara
menambahkan suatu konstanta yang cocok. Famili
fungsi ini dinamakan anti turunan umum dari f.
Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh 2 : Carilah suatu anti turunan umum dari fungsi f x x 2 pada ,


Jawab : anti turunan umumnya adalah 1 x 3 C

Menurut aturan Leibniz, anti turunan juga disebut integral tak tentu, cara
penulisannya adalah f x dx dengan

disebut tanda integral dan

f x

disebut

integran, sedangkan dx menyatakan integral terhadap x.

Sehingga, jika f x x r dan r adalah sembarang bilangan rasional kecuali -1, maka
formula umum untuk integral tak tentu adalah :

r 1
x
f x dx x r dx
C
r 1

Teorema A

Kata tak tentu mengandung arti bahwa hasil dari integral selalu mencakup suatu
konstanta sembarang.

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teorema B

(i)
(ii )
(iii )

kf x dx k f x dx
f x g x dx f x dx g x dx
f x g x dx f x dx g x dx

Latihan : Cari hasil integral tak tentu dari :

1. f x 4
2. f x 3x 2 2
3. f x x 2 3
4. f x 6 x 2 6 x 1
5. f x

4 3
4
5
x
x

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

x x dx
7. y 4 y dy
8. y y 3 dy
9. 3sin t 2 cos t dt
10. 1 t t dt
3

6.

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teorema C

g x

g ' x dx

r 1

g x

r 1

(1)

C , r 1

Jika : u g x

du g ' x dx

Maka, teorema C menjadi :


r 1
u
r
u
du r 1 C , r 1

(2)

Latihan : Cari hasil integral tak tentu menggunakan Teorema C (1) :

1.

3x 1 3 dx
4

2. x 4 2 x dx
2

3. 5 x3 18 15 x 2 dx

4. x 2 3x 2

2 x 3 dx

5. sin10 x cos x dx

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Latihan : Cari hasil integral tak tentu menggunakan Teorema C (2) :

6. 3x 4 2 x 5 9 dx
3

9. sin 4 x cos x dx

7. 5 x 1 5 x 3 x 8 dx

10. sin 5 x 2 x cos x 2 dx

8. 3t 3 2t 2 11 dt

11. cos 3 x 1 sin 3 x 1 dx

1.2 Integral Tentu


Jika F(x) adalah anti turunan dari f(x), maka :
b

f x dx F b F a F x

Teorema A

f x dx 0
a

f x dx f x dx
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teorema B

(i )

(ii )
(iii )

kf x dx k f x dx
a

f x g x dx f x dx g x dx
a

f x g x dx f x dx g x dx

Latihan : Cari hasil integral tentu dari :


2

2. 3 x

1.

x3 dx

6.

2 x 3 dx

1
3. y 2 3 dy
4
y

4
4 s 8
4.
ds
2
1
s
2

5.

cos x dx

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

x
1

10

7.

8.

9.

t 2

0
4

10.
0

2 x dx

dt

cos 2 x sin x dx

2 x sin x dx
x 2 x 1 dx
Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Jika

f x dx 4 dan

g x dx 2 . Gunakan Teorema B Integral Tentu untuk


0

menghitung masing-masing integral berikut :


1

3 f x dx
2. f x g x dx
3. 3 f x 2 g x dx
4. 2 g x 3 f x dx

1.

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

y
y = f(x)

R1
a

R2
c

Definisi tentang integral berhubungan dengan masalah luas untuk daerah yang
dibatasi oleh kurva. Pandang dua daerah melengkung R1 dan R2 pada Gambar di
atas dan andaikan R=R1 U R2. Jelas bahwa :

A R A R1 R2 A R1 A R2
maka,
c

f x dx f x dx f x dx
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

f x dx 2 ; f x dx 3 ; g x dx 1 dan g x dx 4.
1

Jika

Gunakan sifat-sifat integral tentu untuk menghitung :


2

1. f x 2 g x dx
0
2

2. g x dx
1

3. 3 f x dx
2

4. 2 f x 3 g x dx
0
2

5. f x dx f x dx
1

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Gunakan Teorema A (sifat ketambahan selang) untuk menghitung


gambarlah grafiknya.

f x dx dan
0

x 2 jika 0 x 2
1. f x
x jika 2 x 4

2. f x

jika 0 x 1

jika 1 x 2

4 x jika 2 x 4

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

1.3 Penggunaan Integral


1.3.1 Luas Daerah Bidang Rata

Andaikan y=f(x) menentukan persamaan sebuah


kurva pada bidang xy dan f kontinu pada interval
(selang) .
Gambar disamping (daerah R) dibatasi oleh
y=f(x), x=a, x=b dan y=0, maka luasnya dapat
dihitung menggunakan integral :

y f x

R
a

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

A R f x dx
a

Luas daerah di atas


sumbu x

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh :
1. Tentukan luas daerah R dibawah kurva y=x4-2x3+2 antara x=-1, x=2 serta y=0

A R

y x 4 2 x3 2

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

2 x 3 2 dx

x5 x 4

2 x
5 2

R
1

Penelitian

2 5 2 4

2 2

5
2


51

10

1
5

1
2


2 1

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Luas dinyatakan oleh bilangan positif. Apabila grafik y=f(x) terletak di bawah
sumbu x, maka hasil dari

dx adalah bilangan negatif, sehingga tidak

dapat melukiskan suatu luas. Maka untuk luas daerah di bawah sumbu x
dinyatakan oleh :
b

A R f x dx
a

Luas daerah di bawah


sumbu x

Contoh :
x2
4 , sumbu x (y=0), x=-2 dan x=3
2. Tentukan luas daerah R dibawah kurva y
3
y
2
3 x
3 x

A R
2

4 dx
3

R
x2
y
4
3

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

x 3 4 x
9
2
8
145
3 12 8
9
9

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh :
3. Tentukan luas daerah R dibawah kurva y=x3-3x2-x+3, ruas sumbu x antara x=-1,
dan x=2.
Daerah R adalah daerah yang diarsir pada
y
gambar disamping. Perhatikan bahwa ada
3
sebagian di atas sumbu x dan ada yang di
y x3 3x 2 x 3
bawah sumbu x. Luas masing-masing bagian
ini harus dihitung secara terpisah. Maka :

R1

R2

A R R1 R2
A R x 3x x 3 dx x 3 3x 2 x 3 dx
1

x4 3 x2

x 3x
2
4

23
7
4
4
4
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

x
x
x3 3x
4
2

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Cara berpikir yang dapat membantu :


Untuk daerah sederhana seperti contoh-contoh sebelumnya, penyelesaian pun
mudah. Tetapi jika kita menemui yang lebih rumit, misalnya daerah yang
dibatasi oleh dua kurva, maka pemilihan integral untuk menentukan luas akan
lebih sukar. Tetapi ada cara berpikir yang dapat membantu. Cara berpikir
tersebut terinci dalamm 5 langkah :
Langkah 1 : Gambarlah daerah yang bersangkutan
Langkah 2 : Potonglah menjadi lajur-lajur dan ambillah satu lajur untuk
dihitung
Langkah 3 : Hampiri luas lajur tersebut dengan luas persegi panjang
Langkah 4 : Jumlahkan luas semua lajur
Langkah 5 : Ambillah limit dari jumlah tersebut sehingga diperoleh suatu
integral tertentu.

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh :
4. Susunlah suatu integral untuk luas daerah dibawah kurva , yang terletak antara
garis x=0 dan x=4

Hampiri luas lajur : A 1 x x

y
x

Jumlahkan semua luas lajur :

A 1 x x
y 1 x
x

Ambil limitnya :

A lim 1 x x
x 0
4

A 1 x dx
0

Setelah kita memahami konsep di atas, kita dapat mempersingkatnya menjadi 3


langkah, yaitu : potong-potong, hampiri luasnya (aproksimasi) dan integralkan.
Ingat bahwa mengintegralkan dalam hal ini berarti menjumlahkan dan mengambil
limitnya atau menjadi
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

DAERAH ANTARA DUA KURVA


Tinjaulah kurva-kurva dan dengan pada selang . Kurva-kurva tersebut dan
selangnya membatasi daerah yang tergambar di bawah ini :

y
x

y f x

A f x g x x
b

f x g x

A f x g x dx
a

y g x
x

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh :
5. Tentukan luas daerah antara kurva dan

y
2x x 2 x 4

4
y

x
x

1
y 2x x

Kita mulai dengan menentukan


dahulu titik potong kurva-kurva
tersebut, yaitu dari , didapatkan
dua titik potong yaitu pada x=0 dan
x=1 (terlihat juga pada gambar),
sehingga :

A 2 x x 2 x 4 x
1

A 2 x x 2 x 4 dx
0

5 1

x x
A x
3 5

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

15
0
Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh :
6. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh parabola dan garis
Menentukan titik potong :
3y 4 y2

4
4

y
4

y 2 4 x dan 4 x 3 y 4, maka :
y2 3y 4
y2 3y 4 0

y2 4x

y 4 y 1 0

4x 3 y 4

y 4 dan y 1

Sehingga luasnya :

3y 4
A

y 2
4 y

3y 4
A

1
4
4

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

1 3 y 2
y3
y 2
4 dy 4 2 4 y 3

125

24
1

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

MENGHITUNG VOLUME BENDA


Apa yang dimaksud dengan volume?
Kita mulai dengan benda-benda sederhana seperti gambar dibawah ini. Dalam tiap
kasus, benda tersebut diperoleh dengan cara menggerakkan suatu daerah pada
bidang rata sejauh h dengan arah yang tegak lurus pada daerah tersebut. Daerah
pada bidang rata tersebut, dikenal dengan luas alas A. Maka volume benda
diperoleh dari :

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

h
A

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Perhatikan sebuah benda yang bersifat bahwa penampang-penampang tegak


lurusnya pada suatu garis tertentu memiliki luas tertentu. Misalnya garis tersebut
adalah sumbu x dan andaikan bahwa luas penampang di x adalah A(x) dengan .
Selang (a,b) kita bagi dengan titik-titik bagi . Melalui titik-titik itu kita lukis bidang
tegak lurus pada sumbu x. Dengan demikian kita peroleh pemotongan benda
menjadi lempengan yang tipis-tipis.
Volume suatu lempeng dapat
dianggap sebagai volume tabung,
yaitu :

Sehingga Volume benda :


x

xi 1
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

V A x dx
a

xi

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

VOLUME BENDA PUTAR : Metode Cakram


Apabila sebuah daerah rata, yang terletak seluruhnya pada satu bagian bidang yang
terbagi oleh sebuah garis lurus tetap, diputar mengelilingi garis tersebut, daerah itu
akan membentuk sebuah benda putar. Garis yang tetap tersebut disebut sumbu
putar.
Contoh : Daerah segitiga diputar mengelilingi salah satu kakinya, daerah itu akan
membentuk sebuah kerucut (Gambar kiri). Apabila sebuah lingkaran diputar
mengelilingi sebuah garis pada bidang lingkaran yang tidak memotongnya, maka
diperoleh sebuah torus/ban (Gambar kanan).
Dalam tiap hal, volume benda dapat disajikan sebagai suatu integral.

sumbu

sumbu
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh 1:
Tentukan volume benda putar yang dibentuk oleh daerah R yang dibatasi oleh
kurva , sumbu , dan garis , apabila R diputar mengelilingi sumbu x.

y x

V A x x
V

V x dx
0

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

V x dx
0

x
x dx
2

16

8 25,13
2
Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh 2:
Tentukan volume benda putar yang yang terbentuk apabila daerah yang dibatasi
oleh kurva , sumbu , dan garis , apabila R diputar mengelilingi sumbu y.

y
3

3
3

y
x

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Latihan :
Tentukan volume benda putar yang yang terbentuk apabila daerah yang dibatasi oleh
kurva diputar (a) mengelilingi sumbu x dan (b) mengelilingi sumbu y

y 4 2x

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

VOLUME BENDA PUTAR : Metode Cincin


Ada kalanya apabila sebuah benda putar kita potong-potong tegak lurus pada
sumbu putarnya, kita memperoleh sebuah cakram yang ditengah-tengahnya ada
lubangnya. Daerah demikian kita sebut cincin.

r1

r2

V V2 V1
r h r h
2
2

2
1

r22 r12 h

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh :
Tentukan volume benda putar apabila daerah yang dibatasi oleh parabola-parabola
y=x2 dan y2=8x
y
V

y
4

y 8x

y x2
2 2
2

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

8x

x2

8 x x 4 dx

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh :
1. Daerah setengah lingkaran yang dibatasi oleh kurva dan sumbu y diputar
mengelilingi garis x=-1. Susunlah integral yang merumuskan volume benda
putar itu.

x 4 y2

r1
1

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

x 4 y2

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

r2 4 y 2 1 4 y 2 1
r1 1
V r22 r12 h

2
V 1 4 y
1 y

2
2
2

2
V 1 4 y
1 dy
2

V 1 2 4 y 2 4 y 2 1 dy
2

V 2 2 4 y 2 4 y 2 dy
0

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Latihan :
1. Tentukan volume benda putar yang terbentuk apabila daerah yang dibatasi
oleh garis x-2y=0 dan parabola y2-2x=0 diputar mengelilingi sumbu x.
Gambarlah.

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Kisi-Kisi UTS
NPM 120 dan 130. Serta 14010046-14010070 (Sesi I, pukul
10.45 -11.45)
NPM 14010071-14010090 dan 14010112 (Sesi II, pukul 11.50
-12.50)
Jumlah soal adalah 3 nomor yang terdiri dari :
1. Integral Tentu
2. Menghitung Luas Daerah
3. Menghitung Volume benda putar

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
April 2015
H1C006046

UNSURYA

TEKNIK PENGINTEGRALAN
A. Pengintegralan dengan Penggantian
Himpunan fungsi-fungsi yang sering kita jumpai terdiri atas apa yang dinamakan
dengan fungsi elementer, yaitu fungsi konstanta, fungsi pangkat, fungsi
logaritma dan fungsi eksponen, fungsi trigonometri dan bahkan fungsi
trigonometri balikan, berikut fungsi-fungsi yang diperoleh dengan penjumlahan,
pengurangan, pengalian, pembagian dan komposisi.
Pendiferensialan suatu suatu fungsi elementer dapat dilakukan dengan aturaaturan yang telah kita kenal dan hasilnya selalu fungsi elementer.
Pengintegralan (anti turunan) adalah adalah persoalan yang berbeda. Ia

melibatkan sedikit teknik dan banyak sekali akal ; celakanya lagi,


hasilnya bukan selalu fungsi elementer.

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Andaikan kita menghadapi integral tak tentu. Apabila bentuk ini baku, segera
dapat ditulis hasilnya. Apabila tidak, carilah sebuah penggantian yang akan
mengubahnya menjadi suatu bentuk baku. Apabila pada penggantian yang
pertama, kita tidak memperoleh bentuk baku, kita coba dengan cara lain.
Apabila sering berlatih, kita dapat menemukan penggantian yang tepat.
Daftar Integral yang dapat digunakan sebagai pengganti.

1. k du ku C
u
C

r
2. u du r 1
ln u C

r 1

Konstanta, pangkat

r 1
r 1

3. eu du eu C
au
4. a du
C
ln a
u

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Eksponen

a 1, a 0

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Trigonometri

5. sin u du cos u C
6. cos u du sin u C
7. sec 2 u du tan u C
8. csc 2 u du cot u C
9. sec u tan u du sec u C
10. csc u cot u du csc u C
11. tan u du ln cos u C
12. cot u du ln sin u C

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Aljabar

u
sin 1 C
a
a2 u2
du
1
1 u
14. 2

tan
C
2
a u
a
a
13.

du

a
1
1
1 u
1
15.
sec C cos
C

2
2
a
a
a
u
u u a


du

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

TEKNIK PENGINTEGRALAN
B. Beberapa Integral Trigonometri
Apabila kita menggunakan metode penggantian dan dibarengi dengan pemakaian
kesamaan trigonometri yang tepat, maka kita dapat mengintegralkan banyak
bentuk trigonometri. Kita perhatikan terlebih dahulu lima jenis integral yang sering
muncul, yaitu :

a. sin n x dx dan

n
cos
x dx

b. sin m x cos n x dx
c. tan n x dx dan

n
cot
x dx

d . tan m x sec n x dx dan

m
n
cot
x
csc
x dx

e. sin mx cos nx dx ; sin mx sin nx dx ; cos mx cos nx dx

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Jenis (a ) yaitu sin n x dx dan cos n x dx


Perhatikan : Pertama, apabila n bilangan bulat ganjil dan positif. Setelah
kita mengeluarkan faktor sin x atau cos x, kemudian gunakan kesamaan .
Kedua, apabila n positif genap, kita gunakan rumus setengah sudut :

sin 2 x

1 cos 2 x
2

& cos 2 x

1 cos 2 x
2

Contoh 1 (apabila n ganjil) : Tentukan


Contoh 2 (apabila n genap) : Tentukan

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

5
sin
x dx

sin x dx
2

dan

4
cos
x dx

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Jenis (b) yaitu sin m x cos n x dx


Apabila m atau n ganjil positif sedangkan eksponen yang lain bilangan
sembarang, kita keluarkan sin x atau cos x dan menggunakan
kesamaan .
Apabila m dan n genap maka gunakan :

sin 2 x

1 cos 2 x
2

& cos 2 x

1 cos 2 x
2

3
4
sin
x
cos
x dx
Contoh 3 (apabila m atau n ganjil) : Tentukan

Contoh 4 (apabila m dan n genap) : Tentukan

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Dalam kasus tangen, keluarkan faktor


Dalam kasus cotangen, keluarkan faktor .

Contoh 6 : Tentukan cot

Contoh 5 : Tentukan tan x dx

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

x dx

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Jenis (d ) yaitu tan m x sec n x dx dan cot m x csc n x dx


Gunakan kesamaan

dan .

Contoh 7 (apabila n genap, m sembarang) : Tentukan


Contoh 8 (apabila m ganjil, n sembarang) : Tentukan

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

tan

x sec 4 x dx

tan x sec
3

x dx

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Jenis (e) sin mx cos nx dx ; sin mx sin nx dx ; cos mx cos nx dx


Untuk menyelesaikan integral jenis ini, kita gunakan kesamaan berikut :

1
sin m n x sin m n x
2
1
sin mx sin nx cos m n x cos m n x
2
1
cos mx cos nx cos m n x cos m n x
2
sin mx cos nx

Contoh 9 : Tentukan

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

sin 2 x cos 3x dx

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

II. PERSAMAAN DIFERENSIAL


Dalam Bab sebelumnya, tugas kita adalah mengintegralkan (anti penurunan)
suatu fungsi f untuk memperoleh suatu fungsi baru. Kita tuliskan :

x C
f x dx Fatau
Asalkan

dF x dx F x C

F ' x f x

Apakah Persamaan Diferensial itu ? Pertama, Perhatikan sebuah contoh.


Cari persamaan xy dari kurva yang melalui (-1,2) dan yang kemiringannya
pada setiap titik pada kurva sama dengan dua kali absis titik itu.
Jawab :
Kondisi yang berlaku adalah :

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

dy
2x
dx
Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Kedua ruas kalikan dengan dx atau lakukan perkalian silang, sehingga


didapatkan :

dy 2 x dx
Selanjutnya kedua ruas diintegralkan dan sederhanakan, menjadi :

dy 2 x dx
y C1 x 2 C2
y x 2 C2 C1
y x2 C
Kurva melalui (-1,2), maka :

2 1 C
2

2 1 C
C 1

Sehingga persamaan kurva adalah y x 1

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

dy
2 x disebut sebagai suatu persamaan diferensial.
Persamaan
dx
2
Sedangkan y x C disebut sebagai penyelesaian umum dari persamaan
diferensial dan y x 1 adalah penyelesaian khususnya.
2

Jadi, suatu persamaan yang mengandung satu atau beberapa turunan dari suatu
fungsi yang tidak diketahui, disebut persamaan diferensial.

F
x
,
y
,
y
,
y
,...,
y
Khususnya, suatu persamaan berbentuk :
1

dimana, y(n) menyatakan turunan y terhadap x yang ke n, disebut persamaan


diferensial berorde n. Contoh-contoh persamaan diferensial berorde 1, 2 dan 3 :

y ' 2sin x 0
d2y
dy

3
x
2y 0
2
dx
dx
3

d y dy
x

e
0

3
dx dx
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Pemisahan Peubah
Perhatikan persamaan diferensial :

dy x 3x 2

dx
y2

Jika kedua ruas kita kalikan dengan


diperoleh :

y 2 dx

atau kita kalikan silang, maka

y 2 dy x 3 x 2 dx

Dalam bentuk ini, persamaan diferensial mempunyai peubah-peubah terpisah


yakni suku-suku y berada pada satu ruas dari persamaan dan suku-suku x
berada pada ruas yang lainnya. Sehingga kita bisa menyelesaikannya,
2
2
y
dy

3
x

dx

y3
x2
C1
x 3 C2
3
2
y3 x2

x3 C2 C1
3
2
Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

2
3
x
y3
3 x 2 3C2 3C1
2
2
3
x
y3
3x 2 C
2
2
3
x
y3
3x 2 C
2

Ini adalah penyelesaian umum, sedangkan untuk penyelesaian khususnya yaitu


jika x=0 untuk y=6, maka :

3x

3x
2
2
3
3x 216
3x 216
Penyelesaian khusus : y
2
2

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Penggunaannya pada masalah gerak


Ingat kembali bahwa jika s(t), v(t) dan a(t) masing-masing menyatakan posisi,
kecepatan dan percepatan pada saat t dari suatu benda yang bergerak
sepanjang suatu garis koordinat, maka :
ds

v t s ' t

dt
dv
a t v ' t
dt

Contoh 1:
Jika suatu benda dilempar ke atas dari suatu ketinggian 1000 ft dengan
kecepatan 50 ft/s, cari kecepatan dan tingginya 4 sekon kemudian (percepatan
suatu benda yang jatuh karena gravitasi adalah 32 ft/s2 )

1000 ft

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Contoh 2 :
Percepatan suatu benda yang bergerak sepanjang suatu garis koordinat
3
diberikan oleh a t 2t 3
dalam m/s 2. Jika kecepatan pada saat t=0
adalah 4 m/s, carilah kecepatannya 2 sekon kemudian.
Contoh 3 :
Dari ketinggian berapa di atas permukaan bumi sebuah bola harus dijatuhkan
agar menyentuh tanah dengan suatu kecepatan -136 ft/s ?
Contoh 4 :
Cari persamaan xy dari kurva yang melalui (1,2) dengan kemiringan pada
sembarang titik adalah 4 kali koordinat x nya
Contoh 5 :
Pada permukaan bulan, percepatan gravitasi adalah -5,28 ft/s2. Jika sebuah
benda dilemparkan ke ats dari suatu ketinggian awal 1000 ft dengan
kecepatan 56 ft/s, cari kecepatan dan tingginya 4,5 sekon kemudian.

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

SELESAI

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

4.3 Deret Pangkat

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

4.4 Deret Taylor

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

UNSURYA

Teknik
Penerbangan
Seminar
Hasil

Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046

TERIMA
KASIH
Seminar Hasil Penelitian

Endah Yuniarti
H1C006046