Anda di halaman 1dari 11

PENAMBANGAN EMAS

GUNUNG TUMPANG PITU


DI KECAMATAN PESANGGAAN
KABUPATEN BANYUWANGI
Sofia Natasha
(15030204054)
Intan Zusvie Herianto (15030204081)
Mustamil Arifin (15030204099)
Khusnul Khotimah
(15030204105)

MITOS SEJARAH GUNUNG TUMPANG PITU


DI KECAMATAN PESANGGARAN
BANYUWANGI
Sejak kecil Mas say laros sering di dongengi oleh orang
Tua dan kakek jika suatu hari nanti desa pesanggaran
akan menjadi kota orangnya akan kaya-kaya karena
adanya emas tumpang pitu yang konon katanya di
jaga oleh Ular yang bertapa yang Besar dan
melingkari gunung. Cerita tersebut memang berasal
dari lisan kelisan atau mungkin memang kisah
tersebut berasal turun-temurun dari nenek moyang
warga pesanggaran banyuwangi. Namun bagi generasi
muda disana saat itu memang tidak percaya dan
menganggap hanya sebagai dongeng pengantar tidur
saja karena memang sampai Mas Say Laros dewasa
belum pernah terbukti adanya orang yang menemukan
Emas di daerah tersebut.

KONFLIK
Kecamatan pesanggaran merupakan satu satunya
wilayah di kabupaten banyuwangi yang menyimpan
sejuta harta karun berupa gunung Emas. Hal ini
bukan sebuah mitos belaka karena memang
realitanya saat ini di sana tepatnya di gunung
tumpang pitu pulau merah kecamatan pesanggaran
banyuwangi ada aktifitas penambangan emas yang
dilakukan oleh PT Indo Multi Niaga dan ratusan
penambang liar yang 24 jam slalu berada disana.
Namun dibalik aktifitas penambangan emas
tersebut ternyata ada berbagai macam cerita
mistis yang mengiringi mereka selama melakukan
aktifitas pertambangan

Tapi seiring berjalannya waktu sekitar tahun


2009/2010 an baru banyak masyarakat berbondong
bonding ke sana untuk melakukan aktifitas
penambangan liar karena memang ada seseorang
yang menemukan butiran emas disana dan kawasan
itu diberi Patok/tanda oleh pemerintah kabupaten
dan kabarnya akan dilakukan aktifitas pertambangan.
Sejak saat itulah kawasan gunung tumpang pitu
kecamatan pesanggaran banyuwangi mulai dikenal
oleh masyarakat diluar daerah kabupaten bahkan
propinsi. Mereka datang berbondong-bondong untuk
melakukan aktifitas pertambangan liar sehingga
lambat laun menyulut konflik social baik diantara
sesame penambang, masyarakat setempat maupun
dengan pihak aparat.

Penemuan awal tambang emas ini di daerah


kucur (Sumber mata air di pegunungan yang
tidak pernah kering meskipun musim kemarau)
di petak 56 kecamatan pesanggaran
banyuwangi. Daerah kucur ini merupakan
lereng pegunungan yang sejak dahulu
digunakan masyarakat pesanggaran dan
sekitarnya untuk bercocok tanam dan bahkan
sebagai tempat untuk mencari bamboo wuluh
(Pohon Bambu kecil-kecil) serta mencari
Rebung (Bambu muda untuk sayur) pokoknya
daerah kucur ini merupakan lahan mata
pencaharian penduduk pesanggaran/Sanggar
sehari-hari.

DAMPAK

Disamping kisah-kisah yang bernuansa mistis mengiringi


mereka ternyata ada dampak social yang menimpa mereka
akibat penambangan emas tumpeng pitu. Dari banyak cerita
tersebut antara lain beberapa orang dari masyarakat
pesanggaran saat ini mulai malas melakukan kegiatan-kegiatan
keagamaan seperti tahlilan, jumatan atau selamatan dengan
masyarakat sekitar karena mereka lebih sibuk nglubang (istilah
pencari emas tumpang pitu) sehingga secara tidak langsung
aktifitas masjid begitu sepi.
Lalu jika dahulu mata pencaharian masyarakat pesanggaran
sebagai buruh tani atau mencari bamboo wuluh yang
penghasilannya tidak seberapa sekarang ketika mendapatkan
emas dan berpenghasilan ratusan juta banyak masyarakat yang
salah tingkah membeli kebutuhan-kebutuhan yang tidak perlu
dan beberapa kasus juga terkait perselingkuhan sehingga
sering terjadi cekcok dengan keluarga sehingga menimbulkan
perceraian.

5W+1H

(What) ? Terjadi penambangan emas yang


dilakukan masyarakat maupun oleh perusahaan
perusahaan asing secara besar besaran.
(Who) ?
Pelaku : Masyarakat sekitar Banyuwangi,
Masyarakat luar provinsi dan perusahaan asing
Korban : Masyarakat sekitar
(When) ? Mulai tahun 2009 dan 2010
(Where) ? Kecamatan Pesanggaran Kabupaten
Banyuwangi
(Why ) ? Karena mereka menginginkan emas
yang
tersimpan pada Gunung Tumpang Pitu

HOW

Ketua Pansus Pertambangan DPRD Jatim,


Ahmad Hadinuddin meminta Gubernur
Soekarwo untuk sementara menutup
tambang emas di Tumpang Pitu, Banyuwangi,
sambil melakukan kajian mendasar terkait
dampak sosial.
Ini munculnya dampak sosial salah satunya
karena dampak lingkungan yang luar biasa.
Kekeringan di daerah sekitar tambang,
misalnya. Sebenarnya permasalahannya
banyak, dulu kan hutan lindung itu,
paparnya kepada Tabloid Bongkar, Kamis
(26/11).

VIDEO

TERIMAKASIH