Anda di halaman 1dari 56

STRUKTU R ATOM

Setelah kuliah ini selesai, anda akan


memahami :
1.
2.
3.
4.
5.

Partikel dasar penyusun atom


Model model atom
Bilangan kuantum
Orbital
Konfigurasi elektron

Atom itu
apa ?
Dari bahasa Yunani, A = tidak, temos = terbagi

Atom = tidak terbagi = bagian


terkecil dari suatu unsur, jari-jari
atom 10-8 cm
Unsur itu
apa ?
Bagian terkecil dari suatu
materi
Materi adalah segala sesuatu
yang mempunyai massa dan
volume

Atom itu dibangun dari apa ?


Dibangun dari beberapa partikel
yang selanjutnya disebut partikelpartikel dasar penyusun atom

Apa saja yang masuk partikel dasar


penyusun atom itu

Partikel-Partikel Dasar Penyusun Atom

Proton
Elektron
Neutron

Proton
Proton merupakan partikel bermuatan
positif, posisinya terletak didalam inti
atom.
Goldstein menemukan
partikel dalam atom
bermuatan positif

Rutherford membuktikan
proton terletak dalam

Proton

Inti atom
End

e
e

Inti atom, terdapat proton


dan neutron

e
P
n
e

Kulit-kulit
atom

Massa proton = 1,67 x 10-24 g

End

Elektron
Elektron
ditemuka
n Oleh

Ahli fisika
inggris pada
tahun 1990 .

J.J
Thomson

Gambaran Posisi Elektron dalam Atom


e
e

Inti atom, terdapat proton


dan neutron

e
P
n

Kulit-kulit
Atom terdapat elektron
e

Massa elektron = 9,11 x 10-28 g


End

Neutron
Keberadaan proton didalam inti atom ternyata tidak
sendirian. James Chadwick Seorang ilmuan Inggris
berhasil menemukan adanya neutron dalam inti
atom Pada 1932.
Gambaran Posisi Neutron dalam Atom
e
e

Massa Netron = 1,67 x 10-24 g


Inti atom, terdapat proton
dan neutron

e
P
n
e

Kulit-kulit
Atom terdapat elektron
End

MODEL MODEL ATOM

Model Atom Dalton


Pada tahun 1803, John Dalton
mengemukakan
pendapatnaya
tentang atom.
Teori atom Dalton didasarkan pada dua
hukum, yaitu hukum
John Dalton

hukum
Lavoisier dan
hukum prouts

Dari
kedua
hukum
tersebut
Dalton
mengemukakan teori
tentang atom sebagai
berikut:

1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang


sudah tidak dapat dibagi lagi.
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat
kecil, suatu unsur memiliki atomatom yang
identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa
dengan perbandingan bilangan bulat dan
sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen
dan atom-atom oksigen.
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau
penggabungan atau penyusunan kembali dari
atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan
atau dimusnahkan.

Hipotesa Dalton digambarkan dengan model


atom sebagai bola pejal seperti pada tolak
peluru

Atom adalah partikel terkecil


Dan tidak dapat dibagi lagi.
Bentuk seperti Bola Pejal.

Model atom Dalton, seperti bola pejal


Gambar. Model Atom Dalton

Kelebihan Teori Atom Dalton

1. Dapat menjelaskan hukum kekekalan massa.


Jika atom-atom dari unsur-unsur tidak dapat dihancurkan,
maka atom-atom yang sama harus ada setelah reaksi
selesai. Seperti halnya sebelum reaksi berlangsung maka
massa keseluruhan dari pereaksi dari hasil reaksi harus
sama.
2. Dapat menjelaskan hukum perbandingan tetap.
Jika semua atom dari sebuah unsur memiliki massa yang
sama, dan jika satuan-satuan atom memiliki perbandingan
tetap, persentase susunan senyawa harus memiliki nilai
tertentu, dengan mengabaikan ukuran contoh yang
dianalisis atau keadaan semula.

Kelemahan Teori Atom Dalton

ya bahwa semua atom dari suatu unsur memiliki massa dan sifat yang s
tidak benar.
iketemukannya isotop oleh Mc. Coy dan Ross pada
op yang hampir tidak dapat dipisahkan satu sama lain secara kimia,
ai susunan elektron yang sama tetapi mempunyai massa yang berbeda.
ya bahwa selama reaksi kimia, atom tidak bisa diciptakan dan dimusnah
engalami perubahan), teori ini kurang tepat.
na atom dapat saling mengadakan ikatan baik dengan atom-atom lain yang
aupun yang tidak sejenis, jika sama sekali tidak mengalami perubahan?
ditemukan fakta bahwa ada sedikit perubahan energi listrik pada bagian
sehingga atom dapat mengadakan ikatan satu dengan lainnya.
m Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarka
k.
mana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik
ektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadin
tar listrik.

End

Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik


oleh
Model Atom Thomson (1897)
William
Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih
lanjut tentang
SINAR KATODE dan dapat dipastikan bahwa sinar
katode merupakan partikel, sebab dapat memutar balingbaling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari
hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar
katode merupakan partikel penyusun atom (partikel
subatom) yang
bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan
partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron
bermuatan negatif,
maka harus ada partikel lain yang bermuatan positif
untuk menetralkan
muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya
tersebut, Thomson
memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan
mengemukakan
teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson.

Percobaan Sinar Katode

Kutub
Negatif magnet

Kutub
Positif magnet

pengamatan:
ar katoda dibelokkan oleh medan magnet, tertarik oleh lempeng logam positif,
api ditolak oleh lempeng negatif.
telah menghitung dan membandingkan nilai muatan partikel (e) dan massa (m),
peroleh nilai perbandingan e/m=1,76X 108 coulomb/gram. Nilai ini sama untuk
mua gas.

Kesimpulan:
1. Setiap gas menghasilkan sinar katoda yang sama.
2. Sinar katoda ini disebut elektron dan bermuatan Animasi Percobaan Sinar Kato
negatif.
Yang dilakukan Thomson.

Menurut Thomson, Atom adalah materi yang


bermuatan positif dan didalamnya Tersebar
elektron (muatan negatif) bagaikan kismis
dalam roti kismis atau seperti jambu biji yang
telah dikupas kulitnya.

Roti kismis

Gambar. Model atom


Thomson seperti roti
kismis

Kelebihan

Membuktikan adanya partikel lain


yang bermuatan negatif dalam atom.
Berarti atom bukan merupakan bagian
terkecil dari suatu unsur.

Kelemahan
Model Thomson ini tidak dapat
menjelaskan susunan muatan positif
dan negatif dalam bola atom
tersebut.
End

3. Model Atom Rutherford (1911)


Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari
percobaan, Rutherford mengusulkan model atom yang
dikenal dengan Model Atom Rutherford yang
menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang
sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh
elektron yang bermuatan negatif. Rutherford
menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel
netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif
agar tidak saling tolak menolak.

Elektron mengelilingi inti


Dalam atom.
Percobaan Rutherford
Model atom Rutherford seperti tata surya

Kelebihan teori atom Rutherford

Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti


atom dan elektron yang mengelilingi inti
Kelemahan teori atom Rutherford

Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke


dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron
mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama
- kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya
makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti
Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan
sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang.
Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa yang
terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan dan
akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan
Anda pegal memegang tali tersebut. Rutherford telah
dikenalkan lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut
End
dengan kulit.

Model Atom Niels Bohr (1914)


Niels Bhor mengemukakan, Atom terdiri atas inti
atom yang
Bermuatan positif dan dikelilingi elektron-elektron
yang beredar
Pada kulit-kulit atom tanpa disertai pemancaran
atau penyerapan energi.
Inti atom, bermuatan
positif

Kulit-kulit Atom, terdapat


Elektron yang beredar
mengelilingi inti

Model Atom Niels Bohr

mahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya mengan
ktrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis. Hipotesis Bohr adalah :
Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang
bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.

Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau
memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan
menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan
memancarkan energi.
Model atom Bohr digambarkan sebagai berikut

Kelebihan

elebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat
erpindahnya elektron.
Kelemahan

erdasarkan hasil penelitian berikutnya terbukti bahwa gerakan elektron menyeru


elombang. Oleh karena itu posisi elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti.
di orbit Lingkaran dengan jari-jari tertentu yang diungkapkan Niels Bohr
dak dapat diterima.

dak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom berelektron banyak. Sehingga
perlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr.

End

Susunan Atom

Dengan ditemukannya struktur atom, maka perbedaan antara


atom yang satu dengan yang lainnya dapat dijelaskan.
Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan susunan, yaitu
jumlah proton, elektron, dan neutronnya. Dalam kaitan dengan
susunan atom, kita perlu memahami beberapa istilah, yaitu:
1. Nomor Atom
2. Nomor Massa
3. Notasi Susunan Atom
4. Isotop
5. Isobar
6. Isoton

Nomor Atom (Z)

alah bilangan yang menunjukkan jumlah proton didalam inti atom.


ga menunjukkan jumlah elektron dalam atom.

Artinya : - Jumlah proton = 11


- Jumlah elektron = 11
11 Elektron pada semua kulit atom
11 proton pada Inti atom

24
11

Na
End

Nomor Massa (A)


Nomor

Massa
adalah
bilangan
yang
menunjukkan jumlah proton +
neutron dalam inti atom.
Ada 11 proton dan 13 neutron
Sehingga nomor massa = 24

24
11

Na

End

Notasi Susunan Atom

h proton, elektron dan neutron dalam suatu atom dinyatakan dengan la


i) sebagai berikut.

A
Z

Contoh soal

Nomor Massa
( Jumlah Proton + Neutron)
dalam inti atom
Lambang Unsur
Nomor Atom
( Jumlah Proton)
dalam inti atom

23

Tentukan jumlah proton, elektron dan neutron pada 11


atom
Na
Jawab;

2
3
11

Nomor
Massa

Na

Jumlah Proton = 11
Jumlah Elektron = 11
Jumlah Neutron = 23 - 11=12

Artinya

Nomor
Atom

Keterangan; Jumlah proton diketahui dari nomor atom, Jumlah elektron


Diketahui dari nomor atom, sedangkan jumlah neutron adalah nomor
massa dikurangi nomor atom.

Contoh lain

ukan jumlah proton, elektron dan neutron pada ion dibawah ini !
a.

16
8

O 2-

b.

24
12

Mg

Jawab :
16
a. 8

O 2-

Jumlah proton = 8
Jumlah elektron = 8+2 = 10
Jumlah neutron = 16- 8 = 8

Keterangan; Jumlah proton diketahui dari nomor atom, jumlah


elektron diketahui
melalui menjumlahkan nomor atom dengan muatan ion (muatan ion
negatif
menunjukkan kelebihan elektron dalam atom) sehingga 8 elektron + 2
Jumlah proton = 12
elektron=
24
2
Jumlah elektron = 12 2 = 10
b.
10 12
elektron.
Jumlah neutron = 24 12 = 12

Mg

Keterangan; Jumlah elektron diketahui dengan menjumlahkan


nomor atom dengan muatan ion (muatan ion positif
menunjukkan kekurangan elektron dalam atom) sehingga 12
elektron 2 elektron = 10 elektron.

End

Isotop Unsur-unsur yang mempunyai nomor atom


sama tetapi nomor massanya berbeda. misalnya:

14
6

dengan 13

dengan12

Nomor
Massa beda
Nomor
Atom sama,
Yakni 6

Dengan kata lain isotop merupakan unsurunsur sejenis yang memiliki jumlah
Proton sama tetapi jumlah neutron
bebeda.

End

Isobar

Unsur-unsur yang mempunyai nomor massa


sama tetapi nomor atomnya berbeda, pada
unsur yang berbeda pula. misalnya:

14
6

dengan14

Nomor
Massa sama, yakni 14
Nomor
Atom beda

End

Isoton

Unsur-unsur yang mempunyai jumlah


neutron sama. misalnya:

14
6

dengan

15
7

Neutron =14 6 =Neutron


8
=15 7 = 8

Jumlah neutron masing-masing unsur diatas adalah 8. Sehingga ked


Unsur tersebut termasuk kedalam kelompok isoton. Isoton terjadi p
Unsur-unsur yang berbeda.

End

BILANGAN KUANTUM

Model atom Bohr tersebut


menyatakan :
Keadaan suatu elektron di dalam suatu atom
dinyatakan oleh 4 bilangan kuantum, yaitu :
Bilangan kuantum utama
(n)
Bilangan kuantum azimut
(l)
Bilangan kuantum
magnetik (m)
Bilangan kuantum spin
(s)

Bilangan kuantum utama (n)


yang mempunyai harga 1,2,3, n), yang memberi
gambaran apakah elektron ada dilintasan pertama,
kedua, ketiga dst
n = 1 merupakan lintasa pertama = kulit K
n = 2 = lintasa kedua = L
n = 3 = lintas ketiga = M, dst
Setiap lintasan diisi dengan elektron maksimal 2 n2

Bilangan kuantum azimut (l)


yang mempunyai harga 0,1,2,3, n-1), yang
menyatakan sublintasan atau sub kulit dimana
elektron bergerak
n = 1 , l = 0, hanya satu harga, jadi kulit K hanya
mempunyai 1
sub kulit
n = 2 , l = 0,1, kulit L terdiri atas dua sub kulit
n = 3 , l = 0,1,2 kulit M terdiri atas 3 sub kulit
Sub kulit adalah subkulit s untuk l = 0
p untuk l = 1
d untuk l = 2
f untuk l = 3

Bilangan kuantum magnetik (m)


setiap harga l harga m -l, (-l+1), -1, 0,1 (l
1), (+l)
Bilangan kuantum ini menunjukkan adanya satu
atau beberapa tingkat-tingkat energi yang
setingkat yang merupakan penyusun suatu
subkulit
Subkulit d untuk l = 2, m dapat berharga -2, -1,0,
+1, +2, ada lima harga m, oleh karena itu subkulit
d mempunyai 5 tingkat energi setingkat

Bilangan kuantum spin (s)


Bilangan kuantum ini mempunyai harga +1/2, -1/2
memberikan gambaran tentang arah perputaran
elektron pada sumbunya sendiri
dua elektron yang mempunyai arah berlawanan
akan dapat membentuk pasangan elektron
+1/2 searah jarum jam
-1/2 berlawanan arah jarum jam

Kesimpul
Kulit
K sub kulit
an
1s
Kulit L
2p
Kulit
3p,
Kulit
4d,

sub kulit

M sub kulit
3d
N sub kulit
4f

2 s,
3 s,
4 s, 4p,

Tingkat-tingkat energi dalam suatu


atom
4f

N
M
L
K

N= 4

N= 3

4d
4p
3d
4s
3p
3s

N= 2

2p
2s

N= 1

1s

Model atom Erwin Schrodinger :


Kedudukan elektron dalam atom tidak pasti,
dalam arti elektron tidak mempunyai lintasan
yang pasti, hanya keboleh jadian menemukan
elektron pada berbagai jarak dari inti dan pada
berbagai arah dalam ruang
Pengertian kulit dan subkulit menjadi kabur,
oleh karena itu 1s, 2s, 2p dst tidak dapat lagi
diartikan sebagai subkulit suatu atom
Menurut mekanika gelombang simbol-simbol s,
p, d dan f berati daerah dalam ruang yang dapat
ditempati oleh sejumlah elektron tertentu,
disebut orbital, jadi orbital s,p,d dan orbital f

Konfigurasi elektron
Tiga aturan yang digunakan dalam
menyusun elektron dalam suatu atom, atau
membuat konfigurasi elektron (cara elektron
tersusun dalam atom)
1. Prinsip aut bau
menyatakan orbital atom terisi elektron sesuai
energi relatifnya, orbital lebih rendah energinya terisi
oleh elektron lebih dahulu, jadi s dulu baru p, d dan f

2. Prinsip eksklusi Pauli :


yang menyatakan dalam satu atom tidak boleh
ada dua elektron yang mempunyai keempat
bilangan kuantum sama,
s max 2 e
p max 6 e
d max 10 e
f max 14 e
3. Aturan Hund
menyatakan pada pengisian orbital-orbital yang
setingkat, elektron tidak membentuk pasangan lebih
dulu, sebelum masing-masing orbital setingkat itu terisi
sebuah elektron