Anda di halaman 1dari 155

HYSYS Basic Knowledge

Chemical Engineering Gadjah


Mada University

By M. Darwis
Saturday & Sunday, Apr 23 & 24, 2011

Daftar Isi

Process Simulation
Process Simulator
Step by step Simulation Prepartion
Component
Gas Composition
Water Saturated Gas
Fluid Composition
Unit Operation

Process Simulation
Aktivitas memodelkan process fisis /
chemist dengan menggunakan
process simulator.
Process tsb bisa berbentuk buble
point suatu liquid, dew point suatu
gas, vapor pressure suatu liquid, gas
processing, oil processing, hydraulic
calculation & heat transfer.

Process Simulator
Process Simulator adalah peralatan
matematika yang memodelkan suatu
process dengan mass & heat flow
yang kontinu dari satu unit operasi ke
unit operasi lainnya.
Process simulator ini menggunakan
Numerical Analysis /Methods didalam
menyelesaikan persamaan
matematika yang dihasilkan.

Contoh Process Simulator

HYSYS
PRO-II
CHEMCAD
PIPEPHASE Hydraulic Calculation
PIPESIM Hydraulic Calculation
OLGA Hydraulic Calculation
FLARENET Hydraulic Calculation
PIPENET Hydraulic Calculation

Step by Step Process Sim.


Tentukan component yang terlibat dalam
process simulation.
Tentukan Property Package yang akan
digunakan Peng Robinson, SRK (Soave
Redlich Kwong).
Tentukan unit yang akan digunakan SI,
Field (British) or combine.
Solver selalu active.
Process Simulation preparation ready untuk
dimulai.

Component
Dalam process simulasi, dibutuhkan banyak
component yang terlibat di dalam process.
Gas Processing :
CH4 (methane) C6H14 (Heksane)
Methanol Plant :
CH3OH (methanol)
Pabrik Pupuk :
CO(NH2)2 (Urea)

Component Pabrik Pupuk


Pada pabrik pupuk Urea, component yang
ikut terlibat :
Methane
CH4 + 2H2O --- CO2 + 4H2
N2 + 3H2 --- 2NH3
2NH3 + CO2 --- CO(NH2)2 + H2O
Urea

Component Methanol Plant


Pada pabrik Methanol, component yang ikut
terlibat :
methane
3CH4 + 2H2O + CO2 --- 4CO + 8H2
CO + 2H2 --- CH3OH

methanol

Jenis Component
Ada 3 jenis component yang bisa
dihandle oleh HYSYS :
Standard Component
Hypothetical component
Hypothetical component crude
oil

Standard Component
Adalah component yang langsung
diprovide HYSYS ada di library
component.

CH4 Methane
C2H6 Ethane
C3H8 Propane
CO2 Carbon dioxide
H2S Hydrogen sulfide
H2O Water

Hypothetical component
Adalah component yang didefine
sendiri oleh user.
Minimum 2 variabel harus diinput.
Variabel lainnya akan dicalculate oleh
HYSYS.
Method yang akan digunakan dalam
memprediksi sebuah variabel dapat
dipilih oleh user.

Component Crude Oil


Actualnya adalah hypothetical
component, tetapi dibuat oleh HYSYS,
bukan oleh user.
Data yang diperlukan adalah crude oil
distillation ASTM D-86, ASTM D1160, ASTM D2887, TBP True
Boiling Point plus properties lainnya.
Based on data ini, HYSYS membuat
hypothetical componentnya.

Gas Composition
Dalam menentukan komposisi suatu
gas, diperlukan sampling, yang akan
dianalisa di laboratorium.
Laboratorium tidak menganalisa
water, sehingga komposisi gas yang
dihasilkan adalah tanpa water biasa
disebut DRY GAS.

Water Saturated Gas


Normally dry gas adalah water saturated.
Water saturated gas dapat diperoleh
dengan menambahkan water ke dry gas.
Caranya :
Dengan manual method yaitu
menambahkan sebanyak mungkin water ke
dry gas. Hasilnya kemudian dipisahkan
dengan separator. Gas yang dihasilkan
adalah saturated gas.
Dengan unit operation Saturate with
Water yang diprovide HYSYS.

Water Saturated Gas


Manual method :
Buat stream dry gas & flow-nya.
Buat stream water dengan flownya berlebih
sebanyak mungkin.
Masukan ke separator dan buat stream
outletnya.
Gas yang terbentuk adalah saturated gas.
Sebagian water akan keluar sebagai
component pada condensate & water
solution.

Water Saturated Gas


Manual method :

Water Saturated Gas


Dengan Unit Operation :
Buat stream dry gas & flow-nya.
Buat stream water tanpa flow.
Hubungkan ke-dua stream tsb
dengan unit operation Saturate with
Water dan buat stream outletnya.
Water flow akan terhitung dengan
sendirinya.

Water Saturated Gas


Dengan unit operation :

Fluid Composition
Untuk menentukan komposisi suatu
fluida di well, diperlukan data :
CGR = condensate gas ratio
(bbl/mmscfd)
WGR = water gas ratio (bbl/mmscfd)
Based on data tsb, komposisi fluida
bisa ditentukan.

Fluid Composition
Step by stepnya:
Dry gas dibuat saturated gas.
Saturated gas + water dicampur,
kemudian dipisahkan dengan 3-Phase
Separator.
Saturated gas flow akan di-try hingga
CGR yang diinginkan tercapai.
Water flow akan di-try hingga WGR
fluida yang diinginkan tercapai.

Fluid Composition

Untuk CGR, target variable mungkin :


Gas Flow MMSCFD
Condensate Flow Barrel/day
Untuk WGR, tidak ada pilihan, target
variabel adalah water flow
Barrel/day.

Fluid Composition
Ketika gas flow sebagai target variabel,
check condensate flow yang dihasilkan.
Jika :
Condensate flow > required condensate
flow, maka pemilihan gas flow sebagai
target variabel sudah benar.
Condensate flow < required condensate
flow, maka ubah target variabel menjadi
condensate flow.

Fluid Composition

Fluid Composition
Ketika condensate flow sebagai target
variabel, check gas flow yang dihasilkan.
Jika :
Gas flow > required gas flow, maka
pemilihan condensate flow sebagai target
variabel sudah benar.
Gas flow < required gas flow, maka ubah
target variabel menjadi gas flow.

Fluid Composition

Unit Operation - Stream


Ada 2 jenis stream :
Material Stream : menampilkan
komposisi, temperature, pressure,
flow dan properties.
Energy Stream : menampilkan
energy/waktu yang terlibat pada
process. Ini bisa energy yang
dihasilkan/dibutuhkan.

Unit Operation - Stream

Question - 1
Density (massa jenis) merupakan
fungsi dari massa & volume. Artinya
jika massa atau volumenya berubah
maka density juga berubah.
Pernyataan ini benar atau salah?
Jawab : salah.
Mengapa?

Unit Operation - Stream


Material stream membutuhkan :
Komposisi
Pressure
Temperature
Flow
Untuk variabel lain, tidak perlu di-input
sebab akan terhitung.
Variabel yang terletak dalam condition &
composition (tab Worksheet) dapat diinput.
Variabel yang terletak dalam properties
(tab Worksheet) tidak dapat diinput.

Unit Operation - Stream

3 variabel dibawah ini adalah 1 kesatuan dimana 2 variabel


menentukan 1 variabel lainnya :
Vapor Fraction
Pressure
Temperature
Pressure & Temperature diinput (berwarna biru),
automatically Vapor Fraction akan terhitung (berwarna
hitam).
Pressure & Vapor Fraction di-input (berwarna biru),
automatically Temperature akan terhitung (berwarna
hitam).
Vapor Fraction & Temperature di-input (berwarna hitam),
automatically Pressure akan terhitung (berwarna hitam).
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT KE-3 VARIABEL TSB.
Maximum 2 variabel yang boleh diinput.

Unit Operation - Stream


Vapor Fraction = ?
Adalah ratio antara volume gas di dalam
suatu fluida dengan volume total fluida tsb.
Adalah variabel yang menunjukan suatu
fluida dalam kondisi 1 phase (gas saja atau
liquid saja) atau 2 phase (campuran gas &
liquid).
Vapor Fraction adalah variable yang
mengindikasikan phase suatu fluida.

Aplikasi stream Phase


Untuk menentukan phase fluida pada pressure &
temperature tertentu, apakah berbentuk gas, liquid
atau campuran.
Indication variablenya : vapor fraction.
Vapor fraction = 0 liquid jenuh
0 < Vapor fraction < 1 campuran
Vapor fraction = 1 vapor jenuh
Input pada stream :
Komposisi
Pressure
Temperature
Vapor fraction akan terhitung.

Aplikasi stream Phase


Atau di diagram phase pada attachments utilities.

Aplikasi stream Phase

Aplikasi stream Phase


Diagram phase

Aplikasi stream Phase


Cara manual :
F = V + L
(1)
Zi.F = V.yi + L.xi
(2)
yi = Ki . xi
(3)
Ki = f(T,P)
....(4)
xi = F.zi / [F + V(Ki 1)] ..(5)
yi = F.zi / [F + L(1/Ki 1)] .(6)
Dengan mencoba-coba nilai L/F atau V/F
hingga didapatkan Sxi = 1 atau Syi = 1.

Aplikasi stream Buble Point


Adalah temperature pada pressure
tertentu dimana fluida dalam keadaan
liquid jenuh/saturate.
Input pada stream :
Komposisi
Pressure
Vapor fraction (=0)
Temperature akan terhitung.

Aplikasi stream Buble Point


Cara manual :
F = L
..(1)
zi.F = L.xi
..(2)
zi = xi
....(2)
Ki = f(T,P)
....(3)
yi = Ki xi
....(4)
yi = Ki zi
....(4)
Dengan mencoba-coba temperature (T) hingga
didapatkan yi = 1. Temperature inilah yang
disebut Buble Point.

Aplikasi stream Dew Point


Adalah temperature pada pressure
tertentu dimana fluida dalam keadaan
vapor jenuh/saturate.
Input pada stream :
Komposisi
Pressure
Vapor fraction (=1)
Temperature akan terhitung.

Aplikasi stream Dew Point


Cara manual :
F = V
(1)
zi.F = V.yi
..(2)
zi = yi
....(2)
Ki = f(T,P)
.....(3)
xi = yi / Ki
...(4)
xi = zi / Ki
...(4)
Dengan mencoba-coba temperature (T) hingga
didapatkan xi = 1. Temperature inilah yang
disebut Dew Point.

Aplikasi stream Vapor Pressure


Adalah pressure pada temperature
tertentu dimana fluida dalam keadaan
liquid jenuh/saturate.
Input pada stream tsb :
Komposisi
Temperature
Vapor fraction (=0)
Vapor pressure akan terhitung

Aplikasi stream Properties


Properties (density, viscosity, Cp/Cv,
conductivity, ) suatu fluida dapat
ditentukan dengan stream.
Input pada stream tsb :
Komposisi
Temperature
Pressure
Properties akan terhitung

Question 2
Variable apa saja yang dibutuhkan
untuk mengetahui properties suatu
fluida?
Jawab :
Komposisi
Temperature
Pressure

Question 3
Pada stream, bolehkah saya input
variable MOLAR FLOW dan MASS
FLOW?
Jawab : tidak boleh.
Mengapa?

Unit Operation - Separator


Ada 3 jenis :
2-Phase Separator : memisahkan fluida
ke dalam 2 phase, yaitu gas & liquid.
3-Phase Separator : memisahkan fluida
ke dalam 3 phase, yaitu gas, condensate &
water.
Tank : fungsi utamanya sebagai storage.
Tetapi juga berfungsi untuk memisahkan
fluida ke dalam 2 phase, yaitu gas & liquid.

Unit Operation - Separator


Untuk Pressure Drop & Energy ,
defaultnya adalah tidak ada pressure
drop & tidak ada heating/cooling.
Jika ada pressure drop, input value
yang diinginkan.
Jika terjadi heating/cooling, input
value yang diinginkan.

Unit Operation - Separator


Pada Pressure Drop, ada 2 variabel yang
harus diperhatikan :
Pressure Drop atau Pressure Outlet.
Pressure Drop atau Pressure Outlet :
Jika Pressure Drop sudah di-input,
automatically Pressure Outlet akan
terhitung.
Jika Pressure Outlet sudah di-input,
automatically Pressure Drop akan
terhitung.
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT KEDUANYA.

Unit Operation - Separator


Pada Heating/Cooling, ada 2 variabel yang
harus diperhatikan :
Energy atau Temperature Outlet.
Energy atau Temperature Outlet :
Jika Energy sudah di-input, automatically
Temperature Outlet akan terhitung.
Jika Temperature Outlet sudah di-input,
automatically Energy akan terhitung.
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT KEDUANYA.

Unit Operation - Separator

Unit Operation - Separator

Unit Operation - Separator

Unit Operation - Separator

Unit Operation - Separator

Unit Operation - Separator

Unit Operation - Separator

Unit Operation - Separator

Unit Operation - Separator

Unit Operation Heat Transfer

Ada 6 jenis :
Cooler
Heater
Heat Exchanger
Air Cooler
LNG Exchanger
Fired Heater

Unit Operation Heat Transfer

Variabel yang harus diperhatikan :


Pressure drop
Duty
Temperature outlet (Q=U.A.T)

Unit Operation Heat Transfer


Duty atau Temperature Outlet :
Jika Duty sudah di-input,
automatically Temperature Outlet
akan terhitung.
Jika Temperature Outlet sudah diinput, automatically Duty akan
terhitung.
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT
KEDUANYA.

Unit Operation Heat Transfer


Pada Pressure Drop, ada 2 variabel yang
harus diperhatikan :
Pressure Drop atau Pressure Outlet.
Pressure Drop atau Pressure Outlet :
Jika Pressure Drop sudah di-input,
automatically Pressure Outlet akan
terhitung.
Jika Pressure Outlet sudah di-input,
automatically Pressure Drop akan
terhitung.
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT KEDUANYA.

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Heat Transfer


Pada Heat Exchanger, item yang
harus diperhatikan selain pressure
drop, duty/temperature outlet :
Temperature Cross (lihat Azas Black :
kalor yang dilepaskan = kalor yang
diterima)
Ft correction Factor is very low (lihat
T pada persamaan heat transfer : Q
= U.A.T).

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Heat Transfer


Pada Air Cooler, item yang harus
diperhatikan selain pressure drop,
duty/temperature outlet :
Temperature Cross (lihat Azas Black : kalor
yang dilepaskan = kalor yang diterima).
Design Air Flow (sesuaikan dengan kondisi
design).
Ft correction Factor is very low (lihat T
pada persamaan heat transfer : Q =
U.A.T).

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Heat Transfer


Pada LNG - Exchanger, item yang
harus diperhatikan selain pressure
drop, duty/temperature outlet :
Temperature Cross (lihat Azas Black :
kalor yang dilepaskan = kalor yang
diterima)
Ft correction Factor is very low (lihat
T pada persamaan heat transfer : Q
= U.A.DT).

Unit Operation Heat Transfer

Unit Operation Rotating

Ada 3 jenis :
Pump
Centrifugal Compressor
Expander
Reciprocating Compressor

Unit Operation Rotating

Variabel yang harus diperhatikan :


Energy
Pressure Outlet
Temperature outlet

Unit Operation Rotating


Energy atau Pressure Outlet :
Jika Energy sudah di-input,
automatically Pressure Outlet akan
terhitung.
Jika Pressure Outlet sudah di-input,
automatically Energy akan terhitung.
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT
KEDUANYA.

Unit Operation Rotating


Temperature outlet pada Pump,
Compressor & Expander akan
terhitung.
Ingat : TEMPERATURE OUTLET
JANGAN DIINPUT.

Unit Operation Rotating

Unit Operation Rotating

Unit Operation Rotating

Unit Operation Rotating

Unit Operation Rotating

Unit Operation Rotating

Unit Operation Piping

Ada 4 jenis :
Valve
Tee
Mixer
Piping

Unit Operation Piping


Pada VALVE, variabel yang harus
diperhatikan :
Delta P (pressure drop)
Pressure Outlet
Temperature outlet

Unit Operation Piping


Pada Pressure Drop, ada variabel yang
harus diperhatikan :
Pressure Drop atau Pressure Outlet.
Pressure Drop atau Pressure Outlet :
Jika Pressure Drop sudah di-input,
automatically Pressure Outlet akan
terhitung.
Jika Pressure Outlet sudah di-input,
automatically Pressure Drop akan
terhitung.
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT KEDUANYA.

Unit Operation Piping


Temperature outlet pada valve akan
terhitung.
Ingat : TEMPERATURE OUTLET
JANGAN DIINPUT.

Unit Operation Piping

Unit Operation Piping

Unit Operation Piping


Pada TEE, variabel yang harus
diperhatikan :
Flow ratio
Total jumlah ratio = 1
Flow ratio ini membagi aliran
berdasarkan ratio flow
(volume/waktu).
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT SEMUA
FLOW RATIO.

Unit Operation Piping


Flow Ratio atau Flow Outlet :
Jika Flow Ratio sudah di-input,
automatically Flow Outlet akan
terhitung.
Jika Flow Outlet sudah di-input,
automatically Flow Ratio akan
terhitung.
Ingat : TIDAK BOLEH INPUT
KEDUANYA.

Unit Operation Piping

Unit Operation Piping


Pada MIXER, variabel yang harus
diperhatikan :
Pressure, dimana pressure outletnya
adalah pressure terendah dari
pressure stream yang masuk.

Unit Operation Piping

Unit Operation Piping


Pada PIPING, variabel yang harus diperhatikan :
Diameter pipe outer & inner diameter
Panjang pipe & elevasinya
Material Pipe
Conductivity pipe
Variabel heat transfer seperti :
Medium tempat pipenya apakah udara, water, sea
water, clay dll.
Insulation, apakah pipenya diisolasi atau tidak? Kalay
ya, berapa tebalnya dan conductivitynya.
Ingat : PRESSURE OUTLET TIDAK BOLEH INPUT,
SEBAB AKAN TERHITUNG.

Unit Operation Piping

Unit Operation Columns

Ada 4 jenis :
Component Splitter
Short-cut Distillation
Absorber
Refluxed Absorber
Reboiled Absorber
Distillation

Unit Operation Columns


Component splitter adalah unit
operation dimana separationnya didefine
oleh user.
Actualnya alat ini tidak ada. Ini
digunakan untuk
mencover/melambangkan sebuat
process besar dimana kita hanya peduli
dengan inlet dan outletnya. Tidak peduli
dengan process di dalamnya.

Unit Operation Columns


Pada COMPONENT SPLITTER, variabel
yang harus diperhatikan :
Pembagian fraksi hasil dan hasil
bawah
Ada perubahan energy atau tidak?
Jika ada, harus ditambahkan sTream
energy.

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns


Pada SHORT-CUT DISTILLATION,
variabel yang harus diperhatikan :
Light key & Heavy key
Mole fraksi light key di hasil bawah
Mole fraksi heavy key di hasil atas
Pressure condenser & reboiler
Reflux ratio

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns


Pada ABSORBER, tidak ada variabel
yang harus diperhatikan, kecuali :
Penyerap yang digunakan harus
mempunyai daya serap yang berbeda
terhadap component-component di
dalam umpan gas, khususnya
component yang akan diserap.

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns


Pada REFLUXED ABSORBER,
REBOILED ABSORBER,DISTILLATION,
variabel yang harus diperhatikan :
Degree of freedom

Unit Operation Columns


Disini Degree of Freedom bermakna selisih
antara jumlah variabel dengan jumlah
persamaan.
Contoh :
x+y=5
..(1)
2x y = 4
..(2)
Jumlah variabel = 2 ( x & y)
Jumlah persamaan = 2
Degree of freedom = 2 2 = 0
Persamaan ini bisa diselesaikan.

Unit Operation Columns


Contoh :
x+y+z =5
..(1)
2x y + 3z = 8
..(2)
Jumlah variabel = 3 ( x & y & z)
Jumlah persamaan = 2
Degree of freedom = 3 2 = 1
Persamaan ini tidak bisa diselesaikan.

Unit Operation Columns


Untuk menyelesaikannya kedua persamaan
tsb, satu variabel harus didefinisikan.
misal z = 1,
kedua persamaan tsb menjadi :
x+y=4
..(1)
2x y = 5
..(2)
Sekarang jumlah variabel = 2 (x & y)
Sekarang jumlah persamaan = 2
Degree of freedom = 2 2 = 1
Persamaan ini bisa diselesaikan.

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns

Unit Operation Columns

Unit Operation Reactor


Ada 5 jenis :
CSTR Continuous Stirred Tank
Reactor
Plug Flow Reactor
Gibbs Reactor
Equilibrium Reactor
Conversion Reactor

Unit Operation Reactor


Pada REACTOR, variabel yang harus
diperhatikan :
Reaksi yang akan digunakan harus
didefinisikan di Simulation Basis
Manager

Unit Operation Reactor

Unit Operation Logical

Ada 5 jenis :
Adjust
Set
Recycle
Balance
Spreadsheet

Unit Operation Logical


Adjust adalah suatu unit untuk
mencoba-coba value sebuah variabel
untuk mendapatkan required value
sebuah variabel lainnya.
Atau bisa dikatakan tryal & error
methods.
Dalam numerical methods ada
secant, broyden, bisection & newton
raphson.

Unit Operation Logical


Pada ADJUST, variabel yang harus
diperhatikan :
Adjusted variable
Target variable
Target value
Tolerance
Step size
Minimum adjusted variable
Maximum adjusted variable
Maximum iterations

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical


SET adalah suatu unit untuk
menentukan value sebuah variable
target dari sebuah variable source.
Penghubungnya adalah persamaan
linier : Y = MX + C, dimana M =
gradien/slope & C = intercept.
Nilai M selalu bulat.
Nilai C = bebas.

Unit Operation Logical


Pada SET, variable yang harus
diperhatikan :
Target variable
Source
Persamaan yang menghubungkan
source & target variable
Y = MX + C
Pada SET, variable source & variable
target harus sama.

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical


Recycle adalah suatu unit di HYSYS
yang akan mencari penyelesaian
sehingga nilai yang diasumsikan
sama dengan nilai yang dihasilkan.

Unit Operation Logical


Pada RECYCLE, variable yang harus
diperhatikan :
Sensitivity variable-variable utama
Semakin rendah sensitivity suatu
variable, maka akan semakin bagus
nilai yang dihasilkan.

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical


BALANCE adalah suatu unit/facilitas
untuk heat & mass balance.

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical


Spreadsheet adalah suatu unit
bantu di HYSYS yang fungsinya
sebagai spreadsheet.

Unit Operation Logical

Unit Operation Logical

TERIMA KASIH