Anda di halaman 1dari 32

GEJALA SALURAN NAFAS &

PARU-PARU
Divisi Pulmonologi Departemen Penyakit Dalam

Gejala pada Saluran Nafas dan Paru-paru


1. Batuk
2. Sesak
3. Nyeri dada

Beberapa mekanisme pertahanan tubuh pada


saluran napas :

1)
2)
3)
4)
5)

Filtrasi udara pernapasan


Pembersihan melalui mukosiliaris
Sekresi oleh humoral lokal
Fagositosis
Refleks batuk, bersin, menelan, muntah,
bronkokonstriksi

BATUK
Batuk = Tusif
Refleks normal yang melindungi tubuh kita dan
merupakan sebuah gejala penyakit yang paling umum,
prevalensinya 20% pada orang dewasa.
Bertujuan membersihkan sal. napas dari lendir, iritasi,
partikel asing dan mikroba
Ekspektorasi adalah dahak yang dikeluarkan pada waktu
batuk.
Batuk dahak, tanpa dahak (kering) atau dengan darah.

Klasifikasi Batuk
Klasifikasi batuk menurut onsetnya dibagi :
Akut ( < 3 minggu ), respiratory infection, aspiration, or
inhalation of respiratory irritants
Sub akut (3-8 minggu), persistent inflammation from a
tracheobronchitis episode.
Kronik (> 8 minggu), pulmonary and cardiac diseases.
Harrisons Manual of Medicne, 18th Edition. p 231235

Etiologi Batuk

M
E
K
A
N
I
S
M
E

Proses Batuk
1. Fase Iritasi
2. Fase Inspirasi
3. Fase Kompresi
4. Fase Ekspulsi

Fase Iritasi
Iritasi dari salah satu saraf
sensoris nervus vagus atau
serat afferen cabang faring
dari nervus glosofaringeus,
nervus trigeminus dan nervus
frenikus

Fase Inspirasi
Glotis
secara
refleks
terbuka
lebar
akibat
kontraksi otot abduktor
kartilago aritenoidea.
Inspirasi terjadi secara
dalam dan cepat, sehingga
udara dengan cepat dan
dalam
jumlah
banyak
masuk ke dalam paru.

Fase Kompresi
Fase
dimulai
dengan
kontraksi otot adduktor
kartilago aritenoidea, glotis
tertutup (selama 0,2 dtk),
otot
interkostal
dan
abdominal
berkontraksi
hingga tekanan rongga dada
menjadi tinggi.

Fase Ekspulsi
Glottis
membuka
tiba-tiba
sehingga terjadi pengeluaran
udara dalam jumlah besar dan
berkecepatan tinggi dari saluran
nafas.
Tekanan intrapulmoner turun
Diafragma naik secara tajam
Pengeluaran udara yang kuat
dari paru Mendorong benda
asing dari saluran nafas

SESAK
Suatu ungkapkan rasa atau sensasi yang dialami
individu dengan keluhan tidak enak atau tidak nyaman
saat bernafas yang bersifat subjektif
Adalah kebutuhan oksigen yang tidak tercukupi di
dalam sel, bisa oleh karena inputnya yang kurang atau
kebutuhannya yang meningkat

Bentuk Sesak
Orthopneu
Dispneu deffort
Paroxysmal (Nocturnal) Dispneu
Platypneu
Trepopneu

Masalah/Sistem yang Menimbulkan Sesak


Sistem Kardiovaskuler
Sistem Pernafasan - Sistem saraf pusat
- Rongga dan otot toraks
- Saluran Nafas dan Paru
Gangguan Hematologik
Gangguan metabolik
Ketinggian
Gangguan Psikogenik
Kehamilan
Kebugaran yang buruk

Etiologi Sesak
1. Penyakit saluran napas
- asma bronkial & PPOK
- bronkitis kronik
-emfisema
- sumbatan laring
- tertelan benda asing
2. Penyakit parenkimal
- pneumonia
- gagal jantung
kongestif
- ARDS
- pulmonary infiltrate
with
eosinophilia

3. Penyakit vaskular paru


- emboli paru
- cor pulmonale
- hipertensi paru primer
- penyakit veno oklusi paru
4. Penyakit pleura
- pneumothorak
- efusi pleura,hematothoraks
- fibrosis
5. Penyakit dinding paru
- trauma
- penyakit neurologik
- kelainan tulang

Patofisiologi Sesak

1. Oksigenasi jaringan menurun


2. Kebutuhan oksigen meningkat
3. Kerja pernafasan meningkat
4. Rangsang pada sistem saraf pusat
5. Penyakit neuromuskular

Mekanisme Sesak
Sensasi sesak nafas Input sensori ke korteks serebri:
informasi
dari
reseptor2
khusus
terutama
mekanoreseptor di berbagai aparatus pernapasan +
tempat lain.
Tidak ada area spesifik di SSP yang dapat diidentifikasi
sebagai tempat sensori untuk sesak nafas.
Interpretasi dai informasi yang tiba pada korteks sensor
otot, sangat bergantung pada psikologis penderita

Mekanisme Sesak
1. Sense of respiratory effort (pe kerja otot pernapasan)
2. Kemoreseptor - hiperkapnia
- hipoksia
3. Mekanoreseptor
- Reseptor saluran nafas atas ( aliran udara, suhu)
- Reseptor paru
- Reseptor dinding dada

Mekanisme Sesak Nafas yang


mungkin terjadi
Keadaan

Mekanisme

Asma

Pe sense of effort
Rangsang reseptor iritan pad jalan nafas

PPOK

Pe sense of effort
Hipoksia
Hiperkapnia
Kompresi jalan napas dinamik

Peny. Neuromuskular

Pe sense of effort

Emboli paru

Rangsangan reseptor pada


pembuluh darah paru

Derajat Sesak
American Thoracic Society (ATS)

Tingkat

Derajat

Kriteria

Normal

Tidak ada kesulitan bernapas kecuali dengan aktivitas berat.

Ringan

Terdapat kesulitan bernapas, napas pendek-pendek ketika


terburu-buru atau ketika berjalan atau mendaki.

Sedang

Berjalan lebih lambat daripada kebanyakan orang berusia


sama karena sulit bernapas atau harus berhenti berjalan
untuk bernapas.

Berat

Berhenti berjalan setelah 100 meter untuk bernapas atau


setelah berjalan beberapa menit.

Sangat berat

Terlalu sulit bernapas bila meninggalkan rumah atau sulit


bernapas ketika memakai baju atau membuka baju.

NYERI DADA
Chest pain (or chest discomfort) is a common symptom that can
occur as a result of cardiovascular, pulmonary, pleural, or
musculoskeletal disease, esophageal or other gastrointestinal
disorders, or anxiety states
Current Medical Diagnosis & Treatment 2015

Etiologi Nyeri Dada pada Paru


Biasanya berhubungan dengan gangguan :
Pleura
Radang paru
Thrombo-emboli
Tumor pada satu sisi dan dipengaruhi oleh pernapasan
atau pergerakan rongga dada

Nyeri dada khas serangan jantung


Dada terasa ditekan, diremas, ditindih benda berat,
panas, sesak .
Berkeringat dingin
Cemas
Nyeri menjalar ke leher, rahang, bahu dan lengan kiri
Mual dan muntah

Nyeri dada bukan serangan jantung


Nyeri pada rusuk trauma dada
Nyeri pada otot atau tulang kegiatan fisik yang terlalu
berat
Nyeri dada timbul ketika sedang batuk atau menarik
nafas Infeksi sal nafas
Nyeri dada dan sulit bernafas Pnemothorak

Kesimpulan
Batuk, sesak dan nyeri dada adalah gejala yang
sering ditemui pada kelainan saluran nafas dan
paru-paru.
Gejala2 ini melibatkan berbagai organ / sistem2
tubuh
Penting untuk mengetahui mekanisme terjadinya
gejala2 ini untuk dapat melakukan pendekatan atau
penanganan yang tepat.

Terima kasih