Anda di halaman 1dari 40

Oxygen Delivery

and
Oxygen Consumption (uptake)

Yohanes George

Physiology of Oxygen
Delivery ?

6 Key steps inOoxygen cascade


2

Uptake in the Lung


Carrying capacity
Delivery
Organ distribution
Diffusion

Oxygenation

PaO2

Haemoglobin SaO2

CaO2

Cardiac Output Flow rate -


Autoregulation

VO2

Distance

O2ER
Cellular use

Mitochondria

ATP = energy
3

DO2

Ada 4 komponen dalam sistem


transpor oksigen, yang
kesemuanya disebut:
oxygen transport variables

The Oxygen Transport


Variables
Oxygen Content

[CaO2]

Oxygen Delivery

[DO2]

Oxygen Uptake

[VO2]

Extraction Ratio

[ER]

Oxygen Content

(1)

Oksigen dalam darah berada dalam bentuk


berikatan dengan hemoglobin atau terlarut
dalam plasma
Jumlah total oksigen tersebut di sebut Oxygen

Content
CaO2: kandungan oksigen dalam darah arteri (Content
of Oxygen in Arterial Blood)

Jadi, jika:
Hb = Hemoglobin (14 g/dl)
SaO2 = Arterial Saturation (98 %)
PaO2 = Arterial PO2 (100 mmHg)

Oxygen Content

(2)

* pada keadaan 100 % tersaturasi, 1 g of Hb dapat mengikat 1.34 ml


Oxygen !

CaO 2 = (1.34 x Hb x SaO2) + (0.003 x PaO2)


jumlah O2 yg diikat oleh Hb

Jumlah O2 yg larut dlm plasma

CaO2 = (1.34 x 14 x 0.98) + (0.003 x 100)


CaO2 = 18.6 ml/dl

(ml/dl = vol %; 18.6 vol %)

Oxygen Content (3)


Cat: Kontribusi PaO2 pada Oxygen Content sangat kecil
!!
Jadi, meski PaO2 sangat populer, namun PaO2 bukan
merupakan pengukuran penting dari oksigenasi arteri.
SaO2 merupakan variabel gas darah yang lebih penting
untuk menilai oksigenasi darah arteri.
PaO2 berguna hanya untuk evaluasi terhadap efisiensi
pertukaran gas paru.

Hemoglobin vs. PaO2: CaO2


the trifecta
Oksigenasi darah arteri hanya didasari oleh 3
faktor (ONLY 3):
Hb
SaO2
PaO2
Setiap penurunan 50% Hb akan menyebabkan 50%
penurunan langsung pada CaO2
Sedangkan setiap penurunan 50% dari PaO2 hanya
menyebabkan penurunan 20% dari CaO2

CaO2: mengapa sering dilupakan ?


Karena PaO2 lebih populer dari CaO2, padahal
PaO2 hanya akan mempengaruhi CaO2 pada
keadaan dimana nilai PaO2 mempengaruhi
saturasi dari hemoglobin.
Sebagai contoh; Hypoxemia (i.e. a decrease in
PaO2) dampaknya terhadap oksigenasi jaringan
sangat kecil, jika disamakan dengan perubahan
kecil dari saturasi oksigen

Oxygen Content

(5)

35 yr old male s/p GSW to Chest


Pulse 126
BP 164 / 72
RR 26
Hb = 12
Hct = 36
ABGs: pH 7.38 / PaO2 100 / PaCO2 32 / 96 % Sat
Berapa Oxygen Content pasien ini ?
Oxygen Content:
CaO2 = (1.34 x Hb x SaO2)
CaO2

= 1.34 x 12 x 0.96 = 15.4 ml O2/100 dl blood

Oxygen Delivery

(1)

DO2: kecepatan transpor oksigen dalam darah arteri.


* merupakan produk perkalian dari Cardiac Output
dengan Arterial Oxygen Content

DO2 = Q x CaO2
Cardiac Output = Q, dapat dibuat index terhadap body
surface area
Normal C.I. : 2.5 - 3.5 L/min-m2

Oxygen Delivery
DO2 = Q

(L/min/m2)

(2)

x CaO2 (L/min/m2)

DO2 =

(1.34 x Hb x SaO2) x 10

DO2 =

(1.34 x 14 x .98) x 10

DO2 = 551 ml/min


(10 dL/L adalah kator koreksi, sebab CI dalam L/min/m2 sedangkan CaO 2 in
ml/dl)

Normal Range (CO): 800 1000 ml/min


Normal Range (CI) : 520 - 720 ml/min/m2

Oxygen Delivery

(4)

35 yr old male s/p GSW to Chest


Pulse 126
BP 164 / 72
RR 26
H/H = 12/36
ABGs: pH 7.38 / PaO2 100 / PaCO2 32 / 96 % Sat
CO = 4.8 (CI = 2.1)
Berapa Oxygen Delivery pasien ini?
Oxygen Delivery:
DO2 = Q x CaO2 x 10
DO2 =
2.1 x 15.4 x 10 = 324 ml O2/min/m2

Oxygen
consumption/uptake

(1)

oxygen uptake merupakan langkah akhir dalam transport


oksigen dan merepresentasikan suplai oksigen untuk
metabolisme jaringan

The Fick Equation:


Oxygen Uptake adalah produk perkalian dari Cardiac
Output dan perbedaan antara Oxygen Content arteri
dengan vena:

VO2 = Q x [(CaO2 - CvO2)]

Oxygen Uptake

(2)

Oxygen Uptake

(3)

The Fick Equation:

VO2 = Q x (CaO2 - CvO2)


VO2 = Q x [(1.34 x Hb) x (SaO2 - SvO2) x 10]
VO2 = 3 x [ (1.34 x 14) x (.98 - .73) x 10 ]
VO2 = 3 x [ 46 ]
VO2 = 140 ml/min/m2
Normal VO2: 110 - 160 ml/min/m2

Oxygen Uptake

(4)

35 yr old male s/p GSW to Chest


Pulse 126
BP 164 / 72
RR 26
Hb/Hct = 12/36
ABGs: pH 7.38 / PaO2 100 / PaCO2 32 / 96 % Sat
CO 4.8 (CI 2.1)
SvO2 56 %
Berapa Oxygen Uptake Pasien ini?
Oxygen Uptake:
VO2 =
Q x (CaO2 - CvO2)
VO2 =

Q x [(1.34 x Hb) x (SaO2 - SvO2) x 10]

VO2

2.1 x [16.06 x 0.4 x 10] = 134 ml O2/min/m2

Extraction Ratio

(1)

adalah fraksi oksigen yang diambil dari kapiler (capillary bed)


O2ER: berasal dari rasio dari Oxygen Uptake terhadap
Oxygen Delivery
O2ER = VO2 / DO2 x 100
O2ER = 134 (n) / 324 () x 100
Extraction
O2ER = 41 % ()

Normal
22 - 32 %

atau 1-SvO2 = if SvO2 59% --O2ER = 41%

Extraction Ratio

(2)

Pertanyaan:
1. ER = 16 %, apa implikasinya ?
2. ER = 42 %, apa implikasinya ?

Control of Oxygen
Uptake
Pengaturan pengambilan oksigen dari mikrosirkulasi
dipertahankan konstan dengan cara menyesuaikan
rasio ekstraksi agar match dengan transport
oksigen (DO2)

Dan kemampuan untuk menyesuaikan


ekstraksi oksigen tersebut dapat
terganggu pada kondisi2 sakit kritis

The DO2 - VO2 Curve


Pada kondisi-kondisi
fisiologis dan patologis

O2 uptake (VO2) to O2 supply (DO2) relationship

Normal relationship
Pathologic
condition

VO2 ; catabolic state, sepsis, increased


muscle activity, awakening,
hyperthermia, shivering, inotrope
excess, etc.

300

VO2 tidak tergantung DO2

200

Oxygen
uptake
(VO2) 100

Setiap penurunan
DO2 2;
Hb,
SaO2 atau

VO
; rest,
sedation,
control
a
i
ox akan mempengaruhi
CO, stidak
uptake O2
ventilation, hypothermia
y
D dari sel, hal ini disebabkan sel-sel
2
= mempunyai
kemampuan meningkatkan
O
D
k ng
ekstraksi O2
c
o
u
Critical
t

Critical
DO
2
h
n
a
S
DO2
g
r
e
t
2
O
Critical DO2
V

0 ml/mnt

400

600

700

1000 ml/mnt

Oxygen Delivery (DO2)


2
3

Respon normal O2ER


Respon sel normal terhadap penurunan aliran darah
(Cardiac Output) adalah meningkatnya O2ER yg cukup
untuk menjaga agar VO2 dalam batas normal.

VO2 = Q x Hb x 13.4 x (SaO2 - SvO2)


O2ER normal

Q = 3; VO2 = 3 x 14 x 13.4 x (.97 - .73) = 110 ml/min


Q = 1; VO2

O2ER 63%
= 1 x 14 x 13.4 x (.97 - .37) = 109 ml/min

The DO2 - VO2 Curve

(2)

Sewaktu DO2 menurun dibawah normal, O2ER akan


meningkat proporsional untuk menjaga VO2 tetap
konstan.
Namun ketika O2ER mencapai level maksimal, (50-60%)
setiap penurunan dalam DO2 akan diikuti oleh
penurunan VO2
Critical DO2
Adalah DO2 dimana VO2 menjadi tergantung akan DO2
Adalah suatu titik dimana produksi enersi dalam sel menjadi
berkurang akibat keterbatasan oksigen.

The DO2 - VO2 Curve

(3)

Flat Portion dari kurve


VO2 Flow - Independent
Variasi dari O2 Extraction sebagai respon terhadap DO2 dimana VO2
konstan

Linear Portion dari kurva


VO2 tergantung DO2
Mengindikasikan adanya defek dari O2ER dari mikrosirkulasi
Extraction menjadi fixed dan VO2 menjadi tergantung pada DO2

Critical Level of Oxygen Delivery


Adalah batas ambang DO2 yang diperlukan untuk mencukupi oksigenasi
jaringan

In the ICU
The critical DO2 in anesthesized patients is around 300
ml/min.
However, in critically-ill patients, the Critical DO2 varies
widely from 150 1000 ml/min
[Leach et al. Dis Mon. 1994;30:301-368]

Mixed Venous Oxygen

Apakah Mixed Venous Oxygen Saturation


(SvO2), dan bagaimana mengukurnya?

SvO2:
Terminologi sederhana; adalah saturasi oksigen
dari darah yang kembali ke jantung kanan
Hal ini merefleksikan, jumlah dari oksigen yang
tersisa setelah digunakan oleh jaringan
(tissue).

SvO2: Dapat dihitung dengan rumus


Faktor2 penentu SvO2 dapat didefinisikan
berdasarkan persamaan modifikasi Fick:
SvO2 = SaO2 - (VO2/[CO x 1.38 x Hgb])
Jadi, SvO2 dipengaruhi oleh Saturasi oksigen
arteri, konsumsi oksigen sel, , curah jantung
(cardiac output) dan hemoglobin

tapi, SvO2 tidak pernah di


hitung (kalkulasi) namun
diukur (measure)

Bagaimana mengukur SvO2?


Oximetric Swan
Two wavelength systems
Three wavelength systems

Pengukuran langsung:
Sampel darah diambil dari PA cath distal, dan
dianalisa dengan mesin Analisa Gas Darah
(AGD)
Sampel darah diambil dari lumen distal kateter
vena sentral (CVC) dan dianalisa dengan
mesin AGD

Berapa nilai normal SvO2 ?


Nilai normal adalah SvO2 berkisar antara 68%
to 77%
Nilai kurang dari 50% = berbahaya
Nilai kurang dari 30% = menunjukkan adanya
metabolisme anaerob (oxygen debt)
Namun yang paling baik adalah mengikuti trend
sebagai respon dari terapi/resusitasi dibanding
hanya melihat satu nilai saja.

O2ER and SvO2

Hypoxemia
Anemia

In Shock or
Catabolic State

Acute DO2
CO

O2ER
Cellular Hypoxia

VO2

OO
==25%
50%
2ER
2ER

DO2

SvO2
50%
O2 return
500

SvO2 50%

If SvO2 decreases, it means that DO2 is not high enough to meet


tissue needs VO2

1. This might be due to inadequate DO2 (poor saturation, anemia,


low cardiac output)
2. Or, it might be due to increased tissue extraction VO2 (fever,
shivering, thyrotoxicosis, agitation, exercise, etc.)

3
5

Organ failure and


Septic Shock
O2 is available but
cells are unable to extract oxygen
Dysoxia
Cellular/Mitochondrial
O2ER
= 10%
dysfunction

DO2 n/

SvO2
90%
SvO2 90%

Increases in SvO2 combined with rising lactate levels indicate


tissues are unable to extract oxygen
This can be seen in such things as septic shock, cyanide
toxicity, carbon monoxide, methemoglobin. Might also indicate
hypothermia, shunt, inotrope excess, etc.

O2 return
900

3
6

Starting haemodynamic
monitoring using SvO2

3
7

SvO2
Vincent protocol, 2005

Low
(<70%)

Normal
(79%)

Do nothing
SaO2 Normal (95%)
( O2ER)

SaO2 Low
(Hypoxemia)

Oxgen therapy
PEEP

High
(>2.5 L/min/m2)

Low
(<2.5 L/min/m2)

Hemoglobin

PAOP

>8 g/dL
Stress, anxiety, pain
(High VO2)

Analgesic
Sedation

Cardiac Output

<8 g/dL
Anemia

Blood
transfusion

>18 mm Hg
Myocardial
dysfunction

Dobutamine

<18 g/dL
Hypovolemia

Fluid challenge

Pinsky MR, Vincent JL: Let us use the PAC correctly and only when we need it. Crit Care Med 2005;33:1119-1122

Questions?
The Oxygen Transport Variables
Oxygen Content

[CaO2]

Oxygen Delivery

[DO2]

Oxygen Uptake

[VO2]

Extraction Ratio

[O2ER]

Terima kasih