Anda di halaman 1dari 37

SISTEM PENCERNAAN

By : Dwi Mulyani, S.Si, M.Farm,


Apt

Diagram Sistem Pencernaan


Diagram sistem pencernaan
Kelenjar ludah
Parotis
Submandibularis (bawah rahang)
Sublingualis (bawah lidah)
Rongga mulut
Tekak / Faring
Lidah
Kerongkongan / Esofagus
Pankreas
Lambung
Saluran pankreas
Hati
Kantung empedu
Usus dua belas jari (duodenum)
Saluran empedu
Usus tebal / Kolon
Kolon datar (tranverse)
Kolon naik (ascending)
Kolon turun (descending)
Usus penyerapan (ileum)
Sekum
Umbai cacing
Poros usus / Rektum
Anus

Fungsi Saluran Pencernaan


Mulut
a. Pengunyahan
b. Penelanan (Deglutisi)
ada 3 proses :
1. Stadium Volunteer
2. Stadium Faringeal
3. Stadium Esofageal

Mulut

Kandungan ludah pada manusia


adalah :
Unsur-unsur organik antara lain : protein, lipida, glukosa, asam amino,
amoniak, vitamin, asam lemak.
Unsur-unsur anorganik antara lain : Sodium, Kalsium, Magnesium, Bikarbonat,
Khloride, Rodanida dan Thiocynate (CNS) , Fosfat, Potassium. Yang memiliki
konsentrasi paling tinggi dalam saliva adalah kalsium dan Natrium.

Saliva memiliki beberapa fungsi, yaitu :


1. Melicinkan dan membasahi rongga mulut sehingga
membantu proses mengunyah dan menelan makanan
2. Membasahi dan melembutkan makanan menjadi bahan
setengah cair ataupun cair sehingga mudah ditelan dan
dirasakan
3. Membersihkan rongga mulut dari sisa-sisa makanan
dan kuman
4. Mempunyai aktivitas antibacterial dan sistem buffer
5. Membantu proses pencernaan makanan melalui
aktivitas enzim ptyalin (amilase ludah) dan lipase ludah
6. Berpartisipasi dalam proses pembekuan dan
penyembuhan luka karena terdapat faktor pembekuan
darah dan epidermal growth factor pada saliva
7. Jumlah sekresi air ludah dapat dipakai sebagai ukuran
tentang keseimbangan air dalam tubuh.
8. Membantu dalam berbicara (pelumasan pada pipi dan
lidah)

Proses pencernaan dalam mulut


Di dalam mulut, makanan dihancurkan menjadi
partikel-partikel yang ukurannya lebih kecil.
Partikel tersebut akan dipecah menjadi molekulmolekul yang lebih kecil oleh enzim yang
dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat di bagian
bawah telinga, bagian bawah lidah dan di dekat
geraham.
Zat makanan yang mengalami pencernaan kimiawi
di mulut adalah zat tepung (amilum).
Enzim yang bekerja memecah molekul zat tepung
disebut enzim amilase.
Enzim amilase mengubah amilum menjadi zat
gula yang disebut maltosa.

Faring

Merupakan penghubung antara rongga mulut dan


kerongkongan. Berasal dari bahasa yunani yaitu Pharynk.
Tidak ada proses pencernaan yang terjadi di faring, proses
yang terjadi hanya menelan yang merupakan mekanisme
mekanik bagi makanan.
Setelah melalui rongga mulut, makanan akan masuk ke
dalam tekak (faring). Faring adalah saluran yang
memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke
permukaan kerongkongan (esofagus).

Faring Lanjutan
Ketika bolus makanan didorong ke
belakang oleh lidah, otot konstiktor
faring berkontraksi sebagai bagian
refleks menelan. Pusat refleks bagi
proses menelan terdapat di medula,
yang akan mengkoordinasi berbagai
aksi yang terjadi yaitu : konstriksi
faring, penghentian proses bernapas,
penutupan nasofaring, penutupan
epiglotis dan gerakan peristaltik

Faring Lanjutan

Didalam lengkung faring terdapat tonsil (


amandel ) yaitu kelenjar limfe yang
banyak mengandung kelenjar limfosit
dan merupakan pertahanan terhadap
infeks
Disini terletak bersimpangan antara
jalan nafas dan jalan makanan, letaknya
dibelakang rongga mulut dan rongga
hidung, didepan ruas tulang belakang
Untuk mencegah supaya makanan tidak

C. Esofagus (Kerongkongan)
Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata
yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke
dalam lambung. Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan
menggunakan proses peristaltik.

Suatu saluran muskular yang akan menyalurkan makanan


dari faring menuju ke lambung, proses pencernaan juga tidak
terjadi pada tempat ini.

Sering juga disebut esofagus(dari bahasa Yunani: i,


oeso membawa, dan , phagus memakan).
Gerakan peristaltik esofagus akan mendorong makanan dalam
satu arah dan memastikan makanan masuk ke lambung
walaupun tubuh dalam posisi horizontal ataupun terbalik.

Kerongkongan (peristaltik)

Pada tempat
persambungannya dengan
lambung, esofagus dikelilingi
oleh Sfingter Esofagus
Inferior ( Lower esophageal
sphincter/ LES) yang
merupakan otot polos sirkular.
Ketika LES relaksasi ,
makanan akan memasuki
lambung dan ketika
berkontraksi akan mencegah
masuknya isi lambung ke
dalam esofagus.

Sekresi Esofagus
Sekresinya bersifat mukoid,
berfungsi memberikan pelumasan
untuk pergerakan makanan ,melalui
esofagus

D. Lambung

Walaupun merupakan saluran


pencernaan, lambung sendiri bukan
merupakan saluran, melainkan
kantung yang terbentang dari
esofagus dan usus halus.
Karena merupakan suatu
kantung, lambung berfungsi sebagai
penampung makanan.
Pada lambung juga terjadi
proses pencernaan secara mekanik

Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung


adalah :
HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
Sebagai disinfektan, serta merangsang
pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin
pada usus halus dan duodenum
Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak
dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat
sedikit
Renin , Mengendapkan protein pada susu
(kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh
bayi.
Mukus , Melindungi dinding lambung dari
kerusakan akibat HCl.
amylase

Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat


penting :

* Lendir
Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam
lambung. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan
kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung.
* Asam klorida (HCl)

Enzim pepsin berasal dari pepsinogen yang telah diubah oleh asam lambung

Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang


diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung
yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan
cara membunuh berbagai bakteri.
* Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)
Enzim pepsin berasal dari pepsinogen yang telah diubah oleh asam
lambung
Amylase

Bagian-bagian Lambung
Fundus dan korpus
Tempat penyimpanan
makanan
Pilorus
Batas antara lambung dan
duodenum. Berfungsi sebagai
tempat sebagian besar
pencernaan terjadi
Rugae
Lipatan mukosa lambung.
Memungkinkan perluasan
permukaan lambung tanpa
harus merobeknya.

Lapisan otot sirkular, longitudinal dan obliq


Memungkinkan mekanisme pencernaan yang efisien untuk
mengubah makanan menjadi bentuk cairan kental yang
disebut Kimus.
Sfingter Pilorikus
Katup tempat lewatnya kimus dari lambung ke duodenum.
Keadaan relaksasi menyebabkan kimus masuk ke
duodenum.
Keadaan kontraksi mencegah masuknya bahan-bahan
dari usus ke dalam lambung.

E. Usus Halus
Diameter 2,5 cm dengan panjang 6m
dan menghubungkan lambung dengan
sekum kolon.
- Duodenum (Usus 12 jari)
merupakan bagian 25 cm pertama
usus halus. Saluran empedu akan
memasuki duodenum ini pada bagian
ampula hepatopankreatik
- Jejenum (Usus kosong)
Memiliki panjang sekitar2,3 m
- Ileum (Usus penyerapan)
Memiliki panjang 3,3 m.

Proses pencernaan berakhir pada usus halus dan produk akhir


proses pencernaan akan diserap ke dalam pembuluh darah dan
limf.
Lapisan otot eksternal pada umumnya memiliki tipe lapisan otot
polos sirkular dan longitudinal yang akan mengaduk kimus dengan
sekresi pencernaan dan mendorong kimus menuju kolon. Impuls
saraf bagi aktivitas tersebut dibawa oleh nervus vagus.
Sumber sekresi pencernaan dalam usus halus ada 3 : hati,
pankreas, dan usus halus itu sendiri.

F. Usus Besar
Memiliki diameter lebih kurang 6,3 cm dan panjang sekitar 1,5 m.
Menghubungkan bagian usus halus yang disebut ileum dan anus
yang merupakan lubang paling akhir.
Fungsi usus besar :
1. Absorpsi air mineral dan vitamin
- air sekitar 80%
- ion positif dan negatif
- vitamin K diproduksi dan diserap dalam jumlah
- Riboflavin, tiamin, biotin dan asam folat
2. Menyimpan feses sampai dapat dikeluarkan

yang cukup

Bagian-bagian Usus Besar


Sekum
bagian yang paling awal dan
persambungannya dengan ileum
disebut Valva ileosekalis yang
sebenarnya bukan sfingter tetapi
mempunyai fungsi yang sama.
Apendiks
melekat pada sekum yang
merupakan suatu saluran kecil
dengan ujung buntu dan banyak
mengandung jaringan limfatik.

Bagian-bagian Usus Besar Lanjutan


Kolon Asenden, Transvesa dan Desenden
Kolon sigmoid
Anus
Tidak ada proses pencernaan makanan yang terjadi
di kolon. Satu-satunya sekresi mukosa kolon adalah
cairan mukus yang akan melumasi jalannya feses.

Pengeluaran Feses
Feses terdiri dari sellulosa dan
bahan lain yang tidak dapat
dicerna, bakteri hidup maupun
mati, dan air.
Pengeluaran feses dilakukan oleh
suatu refleks yang disebut refleks
defekasi, suatu refleks medula
spinalis yang dapat dikendalikan
secara volunter.

Proses Defekasi :
Rektum umumnya berada dalam keadaan kosong sampai gerakan
peristaltik kolon mendorong feses masuk ke dalamnya.

Gelombang peristaltik tersebut biasanya muncul setelah makan,


terutama ketika makanan memasuki duodenum.
Dinding rektum akan diregangkan oleh masuknya feses, dan hal ini
akan merangsang refleks defekasi.

Reseptor regangan yang berada dalam lapisan otot polos rektum akan
menghasilkan impuls sensorik yang akan menjalar ke medula spinalis.
Impuls motorik yang dihasilkan akan menyebabkan otot polos rektum
berkontraksi.
Sfingter ani internus mengelilingi anus dan otot polos, akan
berelaksasi sehingga defekasi bisa terjadi.

Bagian-bagian Rektum

Sfingter ani eksternus


Sfingter ani eksternus disusun oleh otot rangka dan
mengelilingi sfingter ani internus. Jika defekasi harus
ditunda, sfingter ani eksternus dapat berkontraksi
secara volunter untuk menutup anus. Kesadaran akan
perlunya defekasi muncul akibat regangan yang
dialami rektum. Resesptor ini akan dirangsang
kembali apabila ada gelombang peristaltik lagi yang
mencapai rektum.

Struktur Lapisan Saluran Pencernaan


Mukosa
Tersusun atas jaringan sel epitel.
Mukosa akan mensekresi mukus yang akan
melicinkan lewatnya makanan dan juga
mensekresi enzim pencernaan dari lambung dan
usus halus.
Di bawah lapisan mukosa terdapat nodus
limfatikus yang mengandung makrofag yang akan
menfagosit bakteri atau bahan asing yang telah
menembus mukosa.

SubMukosa
Tersusun dari jaringan ikat longgar yang
mengandung banyak pembuluh darah dan
pembuluh limf.
Jaringan saraf otonom yang disebut Pleksus
Meissner akan mensarafi mukosa untuk
mensekresi mukus. Impuls parasimpatik akan
meningkatkan sekresi sedangkan impuls simpatik
akan menurunkan jumlah sekresi.

Lapisan Otot Eksterna


- Bagian dalam lapisan otot sirkuler
- Bagian luar lapisan otot longitudinal
Kontriksi lapisan otot ini membantu
menghancurkan makanan dan mencampurnya
dengan bahan makanan yang lain. Pleksus
Auerbach (Mientrikus) adalah suatu jaringan
otonom pada daerah ini. Impuls simpatik akan
menurunkan kontraksi dan peristaltik, sedangkan
impuls parasimpatik akan meningkatkan kontraksi
dan peristaltik.

Serosa
Cairan serosa akan
mencegah terjadinya
gesekan ketika saluran
pencernaan
berkontraksi dan organorgan saling
bergesekan antara satu
dengan yang lainnya.

Organ Pencernaan Tambahan


Hati
terdiri dari 2 lobus besar, yaitu lobus kanan dan kiri, tepat di bawah
diafragma.
Sel-sel hepar memiliki banyak fungsi, tetapi fungsi pencernaannya
hanya menghasilkan empedu.
Empedu sebagian besar terdiri atas air dan memiliki fungsi
ekskretorik, yaitu membawa bilirubin dan kelebihan kolesterol ke
dalam usus untuk dikeluarkan bersama feses. Fungsi pencernaan
empedu dilakukan oleh garam empedu yang akan mengemulsikan
lemak di dalam usus halus.Proses ini merupakan proses mekanik.
Sekresi empedu dirangsang oleh hormon sekretin, yang diproduksi
oleh duodenum ketika makanan memasuki usus halus.

Kandung Empedu (Vesika biliaris)


adalah suatu kantung dengan panjang 7,5 10 cm yang terletak
pada permukaan bawah lobus kanan.
Empedu di dalam duktus hepatikus hepar akan mengalir melalui
duktus kistikus ke dalam kandung empedu yang akan menampung
empedu sampai dia diperlukan di dalam usus halus.
Ketika makanan yang mengandung lemak memasuki duodenum,
mukosa duodenum akan mensekresi hormon kolesistokinin yang
akan merangsang kontraksi otot polos pada dinding kandung
empedu, yang akan menndorong empedu memasuki duktus
kistikus, lalu ke dalam duktus koledokus komunis dan berlanjut ke
dalam usus halus.

Bagian-bagian Hati (Hepar)

Pankreas
Kelenjar eksokrin pada pankreas disebut acini, yang menghasilkan
enzim yang terlibat pada proses pencernaan ketiga jenis molekul
kompleks makanan.
1. Amilase
akan mencerna zat pati menjadi maltosa
2. Lipase
akan mengubah lemak yang teremulsi menjadi asam lemak dan
gliserol
3. Tripsinogen
berubah menjadi bentuk aktif yaitu Tripsin, yang akan mencerna
polipeptida menjadi asam-asam amino rantai pendek
Sekresi enzim ini dirangsang oleh Hormon Kolesistokinin.

Pankreas juga memproduksi Cairan


Bikarbonat (mengandung natrium
bikarbonat) yang bersifat basa.
Fungsinya adalah menetralkan asam
lambung yang memasuki duodenum
untuk mencegah kerusakan mukosa
duodenum.
Sekresi cairan bikarbonat
dirangsang oleh Hormon Sekretin.