Anda di halaman 1dari 60

Alat keselamatan di kapal

Pertemuan ke 6

Pembelajaran penting bagi


pelaut

Tentang tali menali


Blok dan takal
Kemudi
Jangkar

Alat-alat Penolong di kapal


Sekoci ( Life Boat)
Rakit Penolong (Life Craft)
Pelampung Penolong (Life Jacket)
Pakaian Cebur (Immersion Suit)
dll

Alat-alat Pemadam Kebakaran

Di atas kapal sendiri terdapat beberapa


alat keselamatan yang diwajibkan oleh
peraturan internasional untuk
mencegah jatuhnya korban jika musibah
terjadi
Selain itu di darat / pantai, pelabuhan
maupun tim SAR juga diperlengkapi
peralatan untuk membantu / menolong
kapal jika terjadi musibah

Kemudi kapal

Blok dan takal

Takal dasar

Jangkar

Sekoci

Sekoci / life boat


Persyaratan :
Semua sekoci penolong harus:
dibangun dengan tepat dan
mempunyai bentuk dan proporsi
sedemikian, sehingga mempunyai
mobilitas yang layak di semua
kondisi laut serta lambung timbul
yang meneruskan bila dimulai penuh
orang dan segala perlengkapannya.

Sekoci penolong harus memiliki lambung


tegar dan mempertahankan mobilitas
positif kalau dalam posisi tegak di air
yang tenang dan dimuati penuh dengan
orang dan perlengkapannya.
Lambung dan penutup-penutupnya harus
tahan api atau tidak mudah terbakar.
Tempat duduk harus disiapkan berupa
bangku-bangku melintang/membujur
dipasang tetap agar mampu mendukung
jumlah orang yang masing-masing
mempunyai berat 100 kg

Perlengkapan di life boat :

1 set dayung apung + 2 cadangan


Dayung kemudi
1,5 set keliti dengan rantai pengikat
Ganco
2 sumbat
2 ember
Kemudi dengan tonggak
Lampu
2 buah korek api
Tiang dan labrang
2 smoke signal

Resque Boat

Rakit Penolong (Life Craft)

LIFECRAFT

LIFERAFT

Perahu karet
Tenda pelindung
Obat-obatan
Perbekalan makanan dan minuman
darurat
Benda untuk beri signal &alat
keselamatan lain
Perlengkapan untuk 1 mg,

Disimpan dlm tabung fiberglass putih


Diperiksa minimal 1 th sekali,
bersertifikat dr bdn yg ditunjuk
administrator pelabuhan
Tanggal:
Pemeriksaan terbaru
kadaluarsa

Tempat: dipinggir geladak kapal


Pengaktifan dgn menarik pinjatuh
lkelaut dan mengembang

Persyaratan rakit penolong /


life craft:
Rakit penolong harus mampu menahan selama
30 hari terapung dalam semua kondisi lautan.
Bila dijatuhkan dengan ketinggian 18 meter rakit
dan perlengkapannya tidak rusak.
Mampu menahan loncatan yang berulang-ulang
kali diatasnya dari ketinggian paling sedikit 4.5
meter
Harus dapat ditunda pada kecepatan 3 knot di air
tenang lengkap dengan perlengkapannya dan
orangnya dengan salah satu jangkar diturunkan.
Harus mempunyai penutup untuk melindungi
penumpangnya.
Rakit penolong minimal 6 orang

Pada saat terjadi keadaan darurat


benda ini berperan penting jika
penumpang atau ABK harus
meninggalkan kapal,umumnya
keadaan ini di sebut abandon ship.
Cara kerjanya dengan menekan
hydrostatic release unit yang terdapat
di salah satu bagian dari life raft

Pelampung Penolong (Life Jacket)

Persyaratan
Pelampung Penolong (Life
Jacket)

Apabila terbakar harus tidak meleleh dalam


waktu 2 detik.
Mudah digunakan dengan benar dalam waktu 1
menit tanpa ditolong dapat digunakan luar dan
dalam dan tidak akan salah, enak dikenakan
Tidak menyebabkan cedera terlepas atau rusak
apabila melompat dari ketinggian 4,5 meter
Dilengkapi suling
Life jacket yang ditiup harus ada 2 kompartemen
terpisah dapat ditiup atau berkembang otomatis.
Life jacket dengan lampu, maka dapat terlihat
sebesar busur cakrawala.

Perhatikan saat akan


menggunakan
Kondisi life jacket dlam keadaan baik
Tidak ada benang jahitan yg lepas
Bahan pengapung masih keras
Belum gepeng atau tipis
Tidak robek-robek

Lihat angka kapasitas (misal: 50), hrs


>besar dari tubuh pemakai
Tali temali pelengkap hrs baik, tidak
rapuh, dpt berfungsiikatan tidak
longgar

Pakaian Cebur (Immersion


Suit)

Persyaratan :
Pakaian Cebur (Immersion Suit)
Dpt dibuka dan dikenakan tanpa bantuan dlm
waktu 2 menit, dengan memperhitungkan setiap
pakaian lain yang dipakai dan baju penolong kalau
pakaian cebur itu harus dikenakan secara berkaitan
dengan baju penolong.
Tidak terbakar atau terus-menerus meleleh setelah
terkurung api seluruhnya selama jangka waktu 2
menit.
Menutupi seluruh badan kecuali muka. Tangantangan juga harus tertutup, kecuali kalau serung
tangan yang secara tetap dikaitkan dengan
pakaian itu disediakan.
Diperlengkapi dengan kelengkapan-kelengkapan
untuk memperkecil atau mengurangi udara yang
masuk melalui kaki celana

Life buoy

Holmes Light

EPIRB
(Emergency Position-Indicating Radio
Beacon)

EPIRB
Diletakkan di area yang bebas dari halangan
biasaanya di atas anjungan kapal.
Sesaat setelah kapal tenggelam alat ini
secara otomatis terlepas dari dudukannya
dan mengambang di permukaan air dan
secara otomatis pula memancarkan sinyal
yang ditangkap oleh satelit INMARSAT
(International Mobile Satellite Organization)
dan diteruskan ke stasiun pantai, sehingga
bisa dengan segera diketahui posisi kapal
yang memerlukan pertolongan

Radar Transponder

Pyrotechnics
Orang awam menyebutnya kembang api Fungsi:
menarik perhatian secara visual tim penolong
(memancarkan cahaya maupun asap)
A.PARACHUTE SIGNAL
digunakan di malam hari,dengan menarik pemicu
akan meluncurkan roket ke atas dan memancarkan
cahaya merah terang di angkasa
B.RED HAND FLARE
benda ini tidak meluncur ke atas tapi hanya di
pegang di tangan .dan pemegangnynya cukup
melambai-lambaikan nya untuk menarik perhatian
tim penyelamat
C.SMOKE SIGNAL
biasanya digunakan jika bencana terjadi di siang hari,

PENYELAMATAN
KEBAKARAN
3 komponen :
Komponen zat asam O2
Suhu yang naik/titik nyala
Material yang dapat terbakar

segitiga kebakaran

Cara memadamkan kebakaran


ada 2 komponen yang harus di
CEGAH

1. Zat Asam dicegah dengan busa CO2 atau


gas
2. Suhu yang naik dicegah dengan
pendinginan, dgn air, salju asam arang atau
bubuk kering atau kombinasi darinya.

Dalam memadamkan kebakaran, Air bekerja


dgn 2 cara:

Dgn mendinginkan
dgn membentuk uap airO2 dihalau, karena udara
mengandung 21 % zat asam= O2 79 % zat lemas =
N2

Tabung Pemadam
Kebakaran

KELAS KEBAKARAN
Kelas A kebakaran biasa
a. Kayu, kertas, tekstil, seruk
b. Barang-barang di musim, arsip
Kelas B kebakaran cairan
a. Bensin, bensol, cat lak, aspal, Gemuk minyak
b. Alkohol, ether (pembius)
Kelas C kebakaran listrik: papan hubung, lemari
transpormator, Telepon, sentral listrik
Kelas D kebakaran motor: Motor bakar, mobil, traktor
Kelas E kebakaran Gas:
a. Gas yang mengalir keluar
b. Zat-zat yang dengan air membentuk kebakaran,
karbon, oson, helium.

TEKNIK PEMADAMAN
KEBAKARAN
Cooling ; kurangi panas sampai
dibawah titik nyala
Smothering; mengurangi
perbandingan udara dan bahan bakar
sampai dibawah batas pembakaran
Starvation; tutup aliran bahan bakar
atau mengambil / mengurangi jumlah
bahan bakar

Luka bakar
Luka bakar merupakan jenis luka,
kerusakan jaringan atau kehilangan
jaringan yang diakibatkan sumber
panas ataupun suhu dingin yang
tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi,
cahaya, radiasi dan friksi.

Kedalaman luka bakar


"Superficial Thickness",
"Partial Thickness" dan
"Full Thickness"

pembagian tersebut didasarkan pada


sejauh mana luka bakar menyebabkan
perlukaan:
- epidermis,
- dermis,
- subcutaneous dari kulit.

Luas luka bakar


Luka bakar juga harus
diklasifikasikan sesuai dengan TBSA (
total body surface area ),
Luas Luka Bakar
menggunakan metoda rule of Nine
dari Wallace dengan membagi tubuh
seseorang yang terkena luka bakar
menjadi beberapa area.

Yang dimaksud dengan luka bakar minor


adalah luka bakar dengan persyaratan:

PTL < 10% dari total permukaan


tubuh orang dewasa
PTL < 5% dari total permukaan tubuh
anak-anak
FTL < 1% dari total luas tubuh
Tidak ada komorbiditas

Penentuan luas luka bakar adalah


dengan menggunakan criteria RULE
OF NINE dari Wallace:
RULE OF NINE tidak dapat
diterapkan pada penderita anak-anak.
Banyak rumah sakit di luar negeri yang
menggunakan criteria
LUND&BROWDER untuk menentukan
luas luka bakar pada anak. Luas luka
bakar diukur berdasarkan usia anak.

Derajat Dalamnya Luka


Bakar
Partial Thickness Loss (PTL)
Superficial
Superficial dermal
Deep dermal

Full Thickness Loss (FTL)


Gambar: Lapisan kulit dan dalamnya
luka bakar. Dari buku ABC of Burns

Patofisiologi Luka Bakar


Pada luka bakar terjadi 2 respon:
Respon lokal
Respon sistemik

Pada respon lokal terdapat 3 zona menurut


Jackson:
Zona koagulasi terjadi kerusakan maksimum,
bersifat irreversibel (tidak bisa kembali meskipun
dengan penanganan adekuat)
Zona stasis terjadi penurunan aliran darah (pucat),
bersifat reversibel dengan penanganan adekuat
Zona hiperemia terjadi penurunan perfusi,
berwarna kemerahan, sembuh meskipun tanpa
penanganan.

Penanganan Luka Bakar


Minor
Pertolongan pertama:
Stop the burning process. Padamkan api,
lepaskan pakaian, matikan listrik dan
sebagainya tergantung penyebabnya
Cooling the burn. Dinginkan dengan air 15 C
selama 20 menit. Jangan gunakan air es, karena
dapat meningkatkan progressivitas luka bakar
Analgesia (anti nyeri) seperti ibuprofen (Proris)
peroral
Covering the burn. PVC film adalah tutup luka
yang ideal karena: steril, impermeabel,
transparan, lentur, tidak lengket, dapat menjadi
barier

Tindakan ketika di rumah


sakit meliputi:

Cuci luka
Dressing
Follow up
Manajemen cuci luka:
Cuci luka dengan air dan sabun atau
klorheksidin yang diencerkan
Bulektomi (memecah luka melepuh) masih
kontroversi. Bula besar di buka dan bula kecil
dibiarkan.
Penggunaan antibiotik secara rutin hendaknya
dihindari

Managemen dressing:
Hindari cream topikal
Tutup dengan gauze berparafin tanpa antibiotik
seperti jelonet, atau cutigell bukan dengan
tulle.
Kemudian ditutup beberapa lapis kasa steril
Ditutup dengan nateplast atau hipafix
Penggantian dressing
Bisa digunakan cream silver sufadiazin seperti
flamazin, dermazin atau burnazin. Cream ini
berfungsi membunuh bakteri gram negative
termasuk pseudomonas. Kejelekan cream adalah
menjadikan luka tampak pucat sehingga
menyulitkan reevaluasi.
Cara mengganti dressing juga harus dengan cara
aseptic. Penggantian pertama adalah 48 jam setelah
dressing pertama. Kemudian diganti setiap 3-5 hari.

Dressing dapat diganti


sebelum jadwalnya dengan
indikasi berikut:
Luka mengeluarkan banyak cairan
Luka mengeluarkan bau
Dressing yang terkontaminasi atau
terkena tanah
Dressing yang tergeser
Ada tanda infeksi seperti demam

Perhatian
Facial Burn
Luka bakar yang mengenai wajah harus
dirujuk ke spesialis bedah plastik.
Follow Up
Luka yang tidak menyembuh dalam 3 minggu
harus dirujuk ke unit bedah plastik
Luka yang menyembuh biasanya akan
mengering dan menjadi hiperpigmentasi
(menghitam)
Dianjurkan menggunakan krim pelembab
pada luka yang mengering

Luka yang mengering harus dilindungi


dengan sunblock selama 6-12 bulan
Gatal (pruritus) biasanya menjadi
masalah utama. Ini dapat diatasi
dengan obat antihistamin seperti CTM
atau avil. Pada luka yang gatal dapat
dipijit dengan pelan dengan aquous
cream atau cream aloe vera (lidah
buaya)
Fisioterapi dibutuhkan pada luka bakar
di ekstremitas (kaki dan tangan)
Butuh dukungan semangat pada pasien
luka bakar

Pre Hospital
Sedang terbakar panik belari cari
air.
Hal ini akan memperbesar kobaran api
karena tertiup oleh angin.
Segera hentikan (stop), jatuhkan (drop),
dan gulingkan (roll) orang itu agar api
segera padam.
Bila punya karung basah, segera
gunakan air atau bahan kain basah
untuk memadamkan apinya.

Luka bakar karena bahan kimia atau


benda dingin: segera basuh dan jauhkan
bahan kimia atau benda dingin.
Matikan sumber listrik
Bawa orang yang mengalami luka bakar
dengan menggunakan selimut basah
pada daerah luka bakar.
Jangan bawa orang dengan luka bakar
dalam keadaan terbuka (evaporasi cairan
tubuh yang terekspose udara luar
dehidrasi.
Diberikan obat-obatan penahan rasa sakit
(analgetik : Antalgin, aspirin, asam
mefenamat sampai penggunaan morfin
oleh tenaga medis)

Hospital
Pasien luka bakar harus dianggap sebagai pasien
trauma (cek Airway, breathing dan circulation-nya
lebih dahulu)
Airway - apabila terdapat kecurigaan adanya trauma
inhalasi, maka segera pasang Endotracheal Tube
(ET). Tanda-tanda trauma inhalasi a.l.: riwayat
terkurung dalam api, luka bakar pada wajah, bulu
hidung yang terbakar, sputum hitam.
Breathing - Periksa apakah ada trauma-trauma lain
yang dapat menghambat gerakan pernapasan,
misalnya pneumothorax, hematothorax, dan fraktur
costae
Circulation - luka bakar kerusakan jaringan
edema.
Pada luka bakar yang luas dapat terjadi syok
hipovolemik (kebocoran plasma yang luas).
Manajemen cairan pada pasien luka bakar, dapat
diberikan dengan Formula Baxter.

Formula Baxter
Total cairan = 4cc x berat badan x
luas luka bakar
Berikan 50% dari total cairan dalam
8 jam pertama, dan sisanya dalam
16 jam berikutnya

Yang Tidak Boleh Dilakukan


1.Jangan Melumuri Dengan Kecap, Margarin,
Salep, dll.
Kecap, salep, obat gosok, dll justru akan mengganggu
proses pengobatan. Kulit yg terbakar pasti akan dibersihkan
oleh dokter.

2. Jangan Diperban.
Pembalutan yang salah justru akan memperparah keadaan.
sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis atau paramedis.
Namun pembalutan dilakukan setelah luka dibersihkan, jadi
tidak langsung setelah terbakar.

3. Jangan Menekuk Tubuh

Ketika tubuh terbakar api, posisi tubuh harus dalam


keadaan menjauhi pusat tubuh. Misalnya tangan tidak
boleh menggenggam. Siku tidak boleh ditekuk. Kepala
jangan menunduk.
Bila ditekuk (lama), kulit akan mengkerutkontraktur

Yang Harus dilakukan :


1. Bukalah Pakaian.
Lepaskan pakaian, cincin, jam tangan, dan ikat pinggang.

2. Siram dengan Air Bersih


untuk melokalisir kerusakan jaringan.
air mengalir / celupkan langsung ke bak mandi sekitar 10-15
menit, luka bakar akibat apapun ini perawatan pertamanya. Jika
terbakar akibat bahan kimia, air berfungsi sbg penetral bahan
asam / basa tsb.
luka bakar berat siram air secukupnya , usahakan secepatnya
mendapat perawatan medis.

3. Mendapat Perawatan Medis Secepatnya


Pada luka bakar berat, perlu mendapatkan perawatan medis yg
segera. (luka bakar akan mengkerut, pada kasus tertentu akan
berakibat tertutupnya jalan nafas. Selain itu tubuh juga
kekurangan cairan.

Agam Rosyidi

Mercu Suar
Bangunan tinggi, biasa di kawasan laut
: batuan karang, perairan laut dangkal
Lampu sorot
Kayu bakar minyak (tanah, hiu,
tumbuhan)listrik

Sebagai pemandu pelaut tentukan


posisi dan arah kapal
Penjaga?

Pandu laut
(Pilot)
Orang yg bertugas mengarahkan kapal
saat masuk / keluar pelabuhan
Tanggung jawab tetap pada nahkoda
Kawasan yg butuh pandu:
Perairan wajib pandu
Perairan Pandu Luar Biasa

Macam Pandu
Pandu bandar: memandu dlm kolam
pelabuhan
Pandu laut: dari kolam keluar / sebaliknya