Anda di halaman 1dari 10

PERTOLONGAN PERSALINAN

OLEH TENAGA NON


KESEHATAN
OLEH :
SRI RAHMATULLAH

A. LATAR BELAKANG
Tenaga yang sejak dahulu kala sampai sekarang memegang peranan
penting dalam pelayanan kebidanan ialah dukun bayi atau nama
lainnya dukun beranak, dukun bersalin, dukun peraji. Dalam
lingkungan dukun bayi merupakan tenaga terpercaya dalam segala
soal yang terkait dengan reproduksi wanita. Ia selalu membantu pada
masa kehamilan, mendampingi wanita saat bersalin, sampai
persalinan selesai dan mengurus ibid an bayinya dalam masa nifas.
Dukun bayi biasanya seorang wanita sudah berumur 40 tahun ke
atas. Pekerjaan ini turun temurun dalam keluarga atau karena ia
merasa mendapat pangglan tugas ini. Pengetahuan tentang fisiologis
dan patologis dalam kehamilan, persalinan, serta nifas sangat
terbatas oleh karena itu apabila timbul komplikasi ia tidak mampu
untuk mengatasinya, bahkan tidak menyadari akibatnya, dukun
tersebut menolong hanya berdasarkan pengalaman dan kurang
professional. Berbagai kasus sering menimpa seoarang ibu atau
bayinya seperti kecacatan bayi sampai pada kematian ibu dan anak.

B. TUJUAN
Mengetahui gambaran tentang pertolongan persalinan oleh
tenaga non medis.
Tujan Khusus
1. Untuk mengetahui apa itu pertolongan persalinan oleh
tenaga non-medis
2. Untuk mengetahui cara-cara pertolongan persalinan oleh
tenaga non-medis
3. Untu mengetahui faktor-faktor penyebab mengapa
masyarakat lebih banyak yang meminta pertolongan persalinan
oleh tenaga non-medis
4. untuk mengethui usaha-uasa yang dilakukan untuk menjalin
kerjasama antara tenaga medis dan non-medis dalam
menolong persalinan
5. untuk mengetahui masalah yang dapat ditimbulkan apabila
persalinan ditolong oleh tenaga non-medis
6. untuk mengitahui pelayanan apasaja yang dapat diberikan
oleh tenaga kesehatan non-medis

C. MANFAAT
1. Untuk Masyarakat
a. Masyarakat lebih mengetahui tentang bagaimana pertolongan
persalinan oleh tenaga non-medis.
b. Masyarakat lebih bisa mengetahui apa keuntungan dan
kerugian pertolongan persalinan oleh non-medis.
2. Untuk Peraji
Peraji menyadari kelemahan dari pertolongan yang diberikannya
dan bersedia untuk menerima pelatihan dan menambah
pengetahuan.
3. Untuk Tenaga Medis
Kerjasam antara tenaga medis dan non-medis terus terjalin untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan teutama di desa
4. Untuk Pemerintah
AKI dan AKB bisa diturunkan karena mutu pelayanan bisa
ditingkatkan.

B. Cara-cara Pertolongan Oleh


Tenaga Non-medis
Tak berbeda dengan seorang bidan, dukun beranak
melakukan pemeriksaan kehamilan melalui indri raba
(palpasi). Biasanya perempuan yang mengandung, sejak
mengidam sampai melahirkan selalu berkonsultasi kepada
dukun, bedanya dibidan perempuan yang mengandunglah
yang datang ketempat praktek bidan untuk berkonsultasi.
Sedangkan dukun ia sendiri yang berkeliling dari pintu ke
pintu memeriksa ibu yang hamil. Sejak usia kandungan 7
bulan control dilakukan lebih sering. Dukun menjaga jika
ada gangguan, baik fisik maupun non fisik terhadap ibu
dan janinnya. Agar janin lahir normal, dukun biasa
melakukan perubahan posisi janin dalam kandungan
dengan cara pemutaran perut (diurut-urut)disertai doa

C. Fakto-faktor Penyebab Mengapa


Masyarakat Lebih Memilih Penolong
Bersalin Dengan tenaga Kesehatan Nonmedi

A. Kemiskinan
B. Masih langkanya tenaga
medis di daerah-daerah
pedalaman
C. Kultur budaya masyarakat

D. Masalah Yang Dapat Ditimbulkan


Apabila Persalinan Ditolong Oleh Nonmedis

Menurut sinyalemen Dinkes AKI


cenderung tinggi akibat
pertolongan persalinan tanpa
fasilitas memadai, antara lain tidak
adanya tenaga bidan apalagi
dokter obsgin. Karena persalinan
masih ditangani oleh dukun
beranak atau peraji, kasus
kematian ibu saat melahirkan

E. Usaha Untuk Menjalin Kerjasama


Antara Tenaga Medis dan Nonmedis Dalam Menolong Persalinan

Berdasarkan dukun di Indonesia masih mempunyai


peranan dalam menolong suatu persalinan dan
tidak bisa dipungkiri, masih banyak persalinan
yang ditolong oleh dukun beranak, walaupun
dalam menolong persalinan dukun tidak
berdasarkan kepada pengalaman dan berbagai
kasus persalinan oleh dukun seringkali terjadi dan
menimpa seorang ibu dan atau bayinya. Tetapi
keberadaan dukun di Indonesia tidak boleh
dihilangkan tetapi kita bisa melakukan kerjasama
dengan dukun untuk mengatasi hal-hal atau
berbagai kasus persalinan oleh dukun.

F. Pelayanan yang Dapat Diberikan


Oleh Tenaga Non-medis
1. Dukun mau mendatangi setiap ibu hamil untuk
melakukan pemeriksaan kehamilan.
2. Dukun mematok harga muruh, kadang bisa disertai
atau diganti dengan sesuatu barang misalnya beras,
kelapa, dan bahan dapur lainnya.
3. Dukun beranak dapat melanjutkan layanan untuk 144 hari pasca melahirkan dengan sabar memanjakan ibu
dan bayinya misalkan dia mencuci dan membersihkan
ibu setelah melahirkan.
4. Dukun menemani anggota keluarga agar bisa
beristirahat dan memulihkan diri, sebaliknya bidan
seringkali tidak bersedia saat dibutuhkan atau bahkan
tidak mau datang saat dipanggil.

Tentang Keberadaan
Dukun
Walaupun sekarang sudah jaman moderen kita masih memerlukan
tenaga dukun sebagai pendamping dalam mengawasi kehamilan
disaat tenaga bidan tidak bisa melakukan pengawasan secara
penuh dan disuatu daerahyang masih kurang nya tenagqa
bidan. Cara pertolongan persalinan yang dilakukan oleh dukun
tidak jauh berbeda dari cara pertolongan persalinan oleh bidan,
hanya saja dalam penerapannya mereka kurang memperhatikan
kesterilan dan alat-alat yang digunakan masih seadanya. Para
dukun juga melakukan pengawasan kepada ibu hamil semenjak
para dukun tahu tentang kehamilan ibu, hal ini sama dengan
lebih mengarah ke spiritual. Dan keberadaan dukun ini tidak bisa
dihilangkan dalam pemberian pertolongan persalinan. Dan kita
sebagai bidan harus menjalin kerjasama dengan dukun dalam
meningkatkan mutu pelayanan dalam pertolongan persalinan
untuk mencegah kematian ibu dan janin serta kecacatan yang
mungkin terjadi.