Anda di halaman 1dari 16

Lokalatih HKSR Peka Gender untuk lembaga Layanan Kesehatan

Bengkulu, 10-12 Agustus 2016

Lokalatih HKSR Peka Gender untuk lembaga Layanan Kesehatan Bengkulu, 10-12 Agustus 2016

HKSR

HKSR: Hak kesehatan seksual dan hak kesehatan reproduksi

SRHR: Sexual and Reproductive Health & Rights

HKSR  HKSR: Hak kesehatan seksual dan hak kesehatan reproduksi  SRHR: Sexual and Reproductive Health
HKSR: 4kompone n Hak Reproduksi Seksual Kesehata n
HKSR:
4kompone
n
Hak
Reproduksi
Seksual
Kesehata
n
HKSR: 4kompone n Hak Reproduksi Seksual Kesehata n
Kesehata n seksual dan si reproduk
Kesehata n seksual dan si reproduk

Kesehata n seksual dan

si
si

reproduk

Kesehata n seksual dan si reproduk

Manusia sebagai mahluk seksual

Manusia sebagai mahluk seksual
Manusia sebagai mahluk seksual
Manusia sebagai mahluk seksual
Manusia sebagai mahluk seksual
Sensualitas Seksualisasi dambaan sentuhan, rangsang visual/audio, siklus respon seksual, body image, fantasi. menggoda, Keintiman pesan/gambar, merayu,
Sensualitas
Seksualisasi
dambaan
sentuhan,
rangsang
visual/audio,
siklus respon
seksual, body
image, fantasi.
menggoda,
Keintiman
pesan/gambar,
merayu,
withholding
Lingkara
sex, pelecehan,
incest,
perkosaan
Kedekatan,
menyukaiberbagi,
mencintai,
rasa percaya
n
Seksualit
as
Kesehatan
Seksual &
Reproduksi
Identitas
Seksual
Anatomi &
fisiologi
Sistem
seksual/reproduks
i
Perilaku
Jenis kelamin-
biologis
Identitas/peran
Gender
Orientasi
Seksual
Kontrasepsi/Abors
i
IMS

mencakup tingkat kesadaran, penerimaan, kenikmatan terhadap tubuhnya sendiri dan tubuh orang lain.

mencakup tingkat kesadaran, penerimaan, kenikmatan terhadap tubuhnya sendiri dan tubuh orang lain. Sensualitas Seksualisasi Keintiman Lingkara
Sensualitas Seksualisasi Keintiman Lingkara n Seksualit as Kesehatan Seksual & Reproduksi Identitas Seksual
Sensualitas
Seksualisasi
Keintiman
Lingkara
n
Seksualit
as
Kesehatan
Seksual &
Reproduksi
Identitas
Seksual

bagaimana kita menggunakan seksualitas kita, memanipulasi/ mengendalikan orang lain.

evel dimana kita mengekspresika n dan memiliki kebutuhan untuk berdekatan dengan orang lain.

terkait dengan sikap/perilaku terhadap kesehatan diri

bagaimana persepsi kita mengenai kita sebagai makhluk seksual

dan konsekuensi kegiatan seksual.
dan
konsekuensi
kegiatan
seksual.

Hak seksual:

Adalah Deklarasi IPPF 2007 tentang:

landasan pokok hak asasi manusia (internasional)

otoritas penafsiran standar internasional

tambahan yang berhubungan dengan seksualitas manusia.

Hak seksual: Adalah Deklarasi IPPF 2007 tentang:  landasan pokok hak asasi manusia (internasional)  otoritas

7 prinsip digunakan untuk

meyakinkan pendekatan berbasis HAM (terintegrasi dan komprehensif) terhadap hak seksual

mempromosikan realisasi Hak-Hak Seksual sebagai sebuah aspek keadilan, pembangunan dan kesehatan global

7 prinsip  digunakan untuk  meyakinkan pendekatan berbasis HAM (terintegrasi dan komprehensif) terhadap hak seksual

Prinsip 1

Seksualitas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan setiap orang. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu lingkungan yang menjamin terlaksananya hak-hak seksual sebagai bagian dari pengembangan diri.

Pinsip 2

Hak dan perlindungan menjamin setiap orang yang berusia di bawah delapan belas tahun yang berbeda dengan orang dewasa. Harus mempertimbangkan aspek tumbuh kembang dalam melaksanakan hak-hak seksualnya

Prinsip 3

Non diskriminasi, memayungi semua perlindungan

dan promosi hak asasi manusia

Prinsip 1 Seksualitas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan setiap orang. Oleh karena itu perlu

Prinsip 4 Seksualitas dan kenikmatan seksual merupakan aspek penting manusia, tanpa memandang apakah seseorang akan melahirkan atau tidak.

Prinsip 5 Menjamin Hak-Hak Seksual bagi semua orang, termasuk komitmen terhadap kebebasan dan perlindungan dari bahaya

Prinsip 6 Hak-Hak Seksual dalam pelaksanaannya akan dibatasi oleh adanya hukum di suatu negara, walaupun demikian penghargaan, pengakuan kebebasan orang harus dijunjung tinggi dalam masyarakat yang demokratis

Prinsip 7 hak-hak seksual dan
Prinsip 7
hak-hak seksual dan

Kewajiban untuk menghormati , melindungi dan memenuhi

kebebasan.

10 pasal hak seksual

  • 1. Hak mendapatkan persamaan perlindungan hukum yang sama dan bebas dari semua bentuk diskriminasi berdasar seks, seksualitas dan gender

  • 2. Hak semua orang untuk berpartisipasi, tanpa memandang seks, seksualitas atau gender.

  • 3. Hak untuk hidup, merdeka, keamanan individu dan integritas tubuh

  • 4. Hak privasi

  • 5. Hak otonomi personal dan diakui didepan

hukum
hukum

10 pasal hak seksual dan reproduksi

  • 6. Hak untuk bebas berfikir, berpendapat, dan berekspresi dan hak untuk ber-asosiasi

  • 7. Hak untuk mendapatkan kesehatan dan keuntungan perkembangan ilmiah

  • 8. Hak mendapat pendidikan dan informasi

  • 9. Hak untuk memilih menikah atau tidak, menentukan serta merencanakan memiliki keluarga dan memilih bagaimana dan kapan akan mempunyai anak Atau tidak

10. Hak akuntabilitas dan ganti rugi

10 pasal hak seksual dan reproduksi 6. Hak untuk bebas berfikir , berpendapat, dan berekspresi dan

Hak kesehatan seksual dan reproduksi

IPPF Charter on SRHR 1994

  • 1. Hak untuk hidup

  • 2. Hak atas kesetaraan dan bebas dari segala bentuk diskriminasi

  • 3. Hak atas kerahasiaan pribadi

  • 4. Hak untuk menikah atau tidak menikah serta membentuk dan merencanakan keluarga

  • 5. Hak atas pelayanan dan perlindungan kesehatan

  • 6. Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik

Hak kesehatan seksual dan reproduksi IPPF Charter on SRHR 1994 1. Hak untuk hidup 2. Hak

Hak kesehatan seksual dan reproduksi

IPPF Charter on SRHR 1994

  • 7. Hak atas kemerdekaan dan keamanan

  • 8. Hak mendapat informasi dan pendidikan

  • 9. Hak atas kebebasan berfikir

    • 10. Hak untuk memutuskan mempunyai anak atau tidak dan memutuskan kapan mempunyai anak

    • 11. Hak untuk mendapatkan manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan

    • 12. Hak untuk bebas dari penganiyaan dan perlakuan buruk

Hak kesehatan seksual dan reproduksi IPPF Charter on SRHR 1994 7. Hak atas kemerdekaan dan keamanan