Anda di halaman 1dari 20

ANTROPOMETRI

MELINDA FEBIANCA G
R0215067 / A
D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

PENGERTIAN

FAKTOR

PEMBAGIAN

ANTROPOMETRI

PENGUKU
RAN

JENIS
KELEBIHAN
KELEMAHAN

ANTROPOMETRI

Kata antropometri berasal dari


bahasa Yunani (Greek), yaitu
anthropos yang berarti manusia
(man, human) dan metrein (to
measure) yang berarti ukuran. Yang
dimaksud dengan Antropometri
adalah ilmu yang mempelajari
tentang pengukuran tubuh manusia.

Menurut Pendapat Ahli

Antropometri menurut Stevenson ( 1989 ) dan


Nurmianto ( 1991 ) adalah suatu kumpulan data
secara numerik yang berhubungan dengan
karakteristik fisik tubuh manusia ukuran, bentuk
dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut
untuk penanganan masalah desain.
Menurut Sanders & Mc Cormick, Pheasant (1988)
dan Pulat (1992) bahwa antropometri adalah
pengukuran dimensi tubuh atau karakteristik fisik
tubuh lainnya yang relevan dengan desain
tentang sesuatu yang dipakai orang.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


DIMENSI TUBUH MANUSIA
UMUR
Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20
tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Untuk lansia yang berumur
sekitar 60 tahun, ada kecenderungan untuk berkurang.
JENIS KELAMIN
Pada umumnya laki laki mempunyai struktur yang lebih besar dari
perempuan, kecuali dada dan pingglnya.
SUKU BANGSA DAN RAS
Ukuran tubuh manusia yang berbeda etnis dan ras mempunyai perbedaan
yang signifikan.
PEKERJAAN
Aktivitas sehari hari juga menyebabkan perbedaan ukuran tubuh manusia.
Contohnya : Pemain basket biasanya memiliki struktur tubuh yang lebih
tinggi daripaa orang biasa.

PEMBAGIAN ANTROPOMETRI
Antropometri Statis (Struktural)

Antropometri dengan dimensi statis adalah


pengukuran yang dilakukan pada saat tubuh
dalam keadaan posisi statis atau diam.
Antropometri Dinamis (Fungsional)

Antropometri dengan dimensi dinamis adalah


suatu pengukuran yang dilakukan pada saat
tubuh sedang melakukan aktivitas fisik.

PENGUKURAN POSISI
TUBUH

Pengukuran dimensi struktur tubuh (structural


body dimension)

Pengukuran ini diukur dengan berbagai


posisi standar dan tidak bergerak (tetap tegak
sempurna). Contohnya meliputi berat badan,
tinggi tubuh dalam posisi duduk maupun
berdiri, lebar tubuh, panjang lengan, dan
sebagainya. Ukuran pada dimensi ini dapat
diidentifikasi dengan menggunakan berbagai
persentil tertentu seperti 5th, 50th, dan 95th.

PENGUKURAN POSISI
TUBUH

Pengukuran dimensi fungsional tubuh (functional body


dimension)

Pengukuran ini dilakukan terhadap posisi tubuh pada


saat melakukan gerakan-gerakan tertentu yang
berkaitan dengan gerakan-gerakan kerja atau dalam
posisi yang dinamis. Cara pengukurannya seperti
perancangan fasilitas ataupun ruang kerja atau
perancangan kursi mobil, dimana posisi tubuh saat
melakukan gerakan mengoperasikan kemudi, pedal,
handrem dan jarak antara dengan atap mobil
maupun dashboard dalam menggunakan
antropometri dinamis

KELEBIHAN
Alatnya mudah didapat dan digunkan
Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang
dengan mudah dan objektif
Pengukuran bukan hanya dilakukan dengan
tenaga profesional, juga oleh tenaga lain setelah
dilatih untuk itu.
Biaya relatif murah
Hasilnya mudah disimpulkan karena mempunyai
ambang batas
Secara alamiah diakui kebenarannya

KELEMAHAN
Tidak sensitif, artinya tidak dapat
mendeteksi status gizi dalam waktu singkat
serta tidak dapat membedakan kekurangan
zat gizi tertentu seperti zink dan Fe
Faktor di luar gizi
Kesalahan yang terjadi pada saat
pengukuran dapat mempengaruhi presisi,
akurasi dan validitas pengukuran
antropometri.

JENIS YANG DIUKUR

Berat Badan (BB)


Tinggi Badan (TB)
Lingkar Kepala
Lingkar Dada
Lingkar Lengan Atas
Panjang lutut
Lingkat perut
Tekanan Darah
Suhu
Alat kerja

JENIS YANG DIUKUR

Alat Kerja