Anda di halaman 1dari 23

Edisi awal, April 2014

Revisi 1, Maret 2015

Konsep Mutu Agroindustri


Oleh :

Darwin Kadarisman

2014
JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Pendahuluan
Penelitian HOPKINS & BALLEY (1971)
Terhadap 125 Pejabat Pemasaran di USA
Bentuk Superioritas Produk
Preferensi Utama (%)
Mutu Superior
40
Harga Rendah
17
Ciri Khas, Opsi, Penggunaan dsb
12
Lainnya
31

Penelitian SCHOEFFLER, BUZZELL & HEANY (1974)


Terhadap 521 Perusahaan
TINGKAT MUTU
DIBANDINGKAN PESAING

JUMLAH PERUSAHAAN PADA PANGSA


PASAR
< 12 %

12-16 %

> 26 %

Inferior (rendah)

79

58

35

Rata-rata

51

63

53

Superior (lebih tinggi)

39

55

88

169

176

176

JUMLAH

BUZZELL &

GALE (1987); ROSS (1999), Institute of

Cambridge, Massachusetts meneliti 3000 perusahaan


Kesimpulan

Mutu Meningkatkan Pangsa Pasar


Pangsa Pasar tinggi & Mutu Superior Profit Meningkat

Manfaat Perbaikan Mutu Bagi


Perusahaan

Berbagai Definisi Mutu


Berdasarkan gabungan (komposisi) atribut produk
2. Berdasarkan kesesuaian terhadap persyaratan
(Conformance to Requirement)
3. Berdasarkan kelayakan penggunaan
(Fitness for Use)
4. Berdasarkan kepuasan / harapan pelanggan
(Customer Satisfaction)
1.

1. Berdasarkan Gabungan Karakeristik /


Atribut Mutu
KRAMER & TWIGG (1983)
Gabungan karakteristik/atribut organoleptik yang memberikan
identitas khusus suatu produk (warna, tekstur, rasa, flavor)
ISO 9000 (versi 2000)
Tingkatan dari serangkaian karakteristik untuk memenuhi
kebutuhan yang
dinyatakan atau diwajibkan
ASQC (1987)
Keunggulan dan karakteristik menyeluruh suatu produk atau jasa
yang menghasilkan kemampuannya memenuhi kebutuhan yang
ditentukan

2. Berdasarkan Kesesuaian Terhadap Persyaratan

CROSSBY (1979)
Kesesuaian dengan persyaratan (Conformance to
Requirements)
Requirement Spesification
GATCHALLAN (1989)
Suatu persyaratan tentang apa yang diinginkan
pengguna dan
apa yang dapat diberikan produsen

3. Berdasarkan Kelayakan Penggunaan


(Fitness for Use)

JURAN (1988) : Fitness For Use


Cukup populer dan banyak diadopsi
SUMNER (1995) : Fitness For Purpose

4. Berdasarkan Pemenuhan Kepuasan /


Harapan Pelanggan

ISHIKAWA (1985)
Mutu ditentukan oleh sebaik apa karakteristik mutu sebenarnya
(kebutuhan pelanggan/bahasa pelanggan) diwakili oleh karakteristik
pengganti (spesifikasi produk)

KOLARIK (1995)
Dua unsur mendasar tentang mutu : pengalaman pelanggan dan
kreatifitas produsen mengenai mutu

TENNER & DETORO (1992)


Suatu strategi bisnis dengan menghasilkan produk/jasa yang secara
lengkap memuaskan pelanggan internal dan eksternal dengan
memenuhi
harapan yang eksplisit maupun implisit

LUNNING, MARCELIS & JURAN (2002)


Mutu adalah memenuhi atau melebihi harapan pelanggan

Konsep Mutu
1. Model ZIP
Van den Berg dan Delsing (1999), menjelaskan mutu sebagai hubungan
antara pemasok (perusahaan) yang menyampaikan produk yang
memenuhi harapan spesifik pelanggan atau konsumen

HARAPAN KONSUMEN
PRODUK
PEMASOK
MUTU

2. Titik Pandang Mutu


EVANS & LINSEY (1996) : Konsep mutu sering rancu sebab orang
mempertimbangkan dengan kriteria yang berbeda. Ada 5 kriteria :
1)
2)
3)
4)
5)

Judgemental : mutu dipertimbangkan dari aspek keunggulan dan


superioritas perbandingan karakteristik produk
Product-based : mutu didefinisikan sebagai suatu fungsi spesifik dan
variabel yang dapat diukur perbedaan kuantitatif
User-based
: mutu ditentukan sebagai apa yang diinginkan pelanggan
Value-based : mutu produk dikaitkan dengan kebergunaan (usefullness)
atau kepuasan dengan harga bersaing
Manufacturing
based
: mutu sebagai hasil yang diinginkan dari praktek
rekayasa dan produksi (kesesuaian dengan
spesifikasi)

PERSPEKTIF
MUTU

Product-based

KONSUMEN

User-based

PEMASAR

Value-based

PERANCANG

Manufacturing-based

PERSONEL
PRODUKSI

DISTRIBUTOR

Perbedaan Titik Pandang Mutu

3. Quality of Design dan Quality of Comformance


(JURAN, 1988)
QUALITY of DESIGN
( Mutu Rancangan )
Sering disebut dengan mutu absolut
Menaikkan mutu rancangan akan meningkatkan biaya,
tetapi dapat meningkatkan harga (nilai) lebih tinggi
Contoh : mobil biasa dengan mobil mewah

QUALITY of CONFORMANCE
( Mutu Kesesuaian )

Merupakan tingkat kesesuaian terhadap rancangan produk dan jasa


Produk atau jasa bisa mempunyai rancangan yang baik tapi dalam
pembuatan banyak ketidak sesuaiannya (kekurangannya)
Akibat ketidak sesuaian bisa terjadi :
Scrap
Pekerjaan ulang
Penurunan mutu (grade 1 grade 2)
Jika lolos ke pasar tidak laku dan menurunkan reputasi
Tingkat kesesuaian yang tinggi menurunkan biaya produksi
persatuan produk

4. MODEL KANO (Kano et al, 1984)


TIPE PERSYARATAN MUTU PELANGGAN
PUAS
REVEALED
( Dinyatakan )

EXCITING
( Tidak Dinyatakan )

Persyaratan
Dipenuhi

Persyaratan
Tidak Dipenuhi

EXPECTED
( Tidak Dinyatakan )

TIDAK PUAS

5. DIMENSI MUTU
David GARVIN (1987) menyatakan ada 8 dimensi mutu
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Performance
:
kinerja (karakteristik utama
produk atau jasa)
Feature :
ciri khas (karakteristik kedua)
Realibility
:
keterandalan, konsistensi
kinerja pada periode waktu tertentu
Conformance
:
kesesuaian dengan spesifikasi
Durability
:
umur produk (manfaat produk
sebelum rusak)
Serviceability
:
kemudahan untuk diperbaiki
Aesthetics
:
estetika sifat-sifat sensori
Perceived quality :
ukuran tidak langsung karena
informasi produk/jasa tidak lengkap (subjektif, reputasi,

Contoh 8 Dimensi Mutu Untuk Produk (Roti)


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Performance :
rasa, tekstur
Features :
hangat, bentuk
Reliability
:
konsistensi rasa,
tekstur, bentuk
Conformance :
semua spesifikasi
sesuai
Durability
:
shelflife
Serviceability :
ketersediaan,
respon terhadap complaint
Aesthetics
:
penampakan,

6. SERVQUAL (RATER)
Berry, Pasuraman Dan Zeithaml (1985) mengidentifikasi 5
dimensi mutu jasa SERVQUAL atau RATER
1.

2.
3.
4.
5.

Reliability
:
Kemampuan untuk
memenuhi spesifikasi pelayanan secara tepat,
cermat, konsisten
Assurance
:
Pengetahuan dan perhatian
serta kemampuannya membangkitkan rasa percaya
Tangible :
Fasilitas fisik seperti peralatan,
penampilan personil, dsb
Empathy :
Kepedulian atau perhatian secara
individu kepada pelanggan
Responsiveness :Memberikan pelayanan dan
menangani masalah dengan segera

7. Atribut Mutu Intrinsic dan Extrinsic


VANTRIJP (1996); POULSEN et al (1996); STEENKAMP
(1989) menyatakan bahwa untuk produk pangan dan
pertanian ada 2 kelompok atribut mutu

Melekat pada keadaan produk atribut intrinsic

Berkaitan dengan cara produksi, pemasaran dan


pengaruh terhadap lingkungan atribut extrinsic

PERSEPSI DAN HARAPAN KONSUMEN

Atribut Mutu Intrinsic


Keamanan dan Kesehatan
Sensori
Fungsional
Shelf Life

Sifat Fisik
Sifat Kimia
Sifat Mikrobiologi

Atribut Mutu Extrinsic


Karakteristik Sistem Produksi
Aspek Lingkungan
Pemasaran

Cara Penanganan
Cara Pengolahan
Cara Pengemasan
Cara Transportasi

Pembatasan oleh Undang-undang dan Pemintaan Konsumen

PENGARUH ATRIBUT MUTU INTRINSIC DAN EXTRINSIC TERHADAP


PERSEPSI DAN HARAPAN KONSUMEN

Daftar Pustaka
_______. 1991. Quality Control for The Food Industry, An Introduction
Handbook. International Trade Centre UNCTAD/GATT, Geneva.
ISO 9000 : 2000, Quality Management Systems - Fundamentals and
Vocabulary.
JURAN J.M. 1989. JURAN on Quality by Design. The Free Press, A.
Division of Macmillen Company, Inc (USA).
Kolarik, William J. 1999. Creating Quality, Process Design for Results.
McGraw-Hill Book, Co., Singapore.
Luning.P.A., Marcelis.W.J. dan Jongen.W.M.F. 2002. Food Quality
Management, A Techno-Managerial Approach. Wageningen Pers.
Tenner.A.R. dan I.J.Detoro. 1992. Total Quality Management. AddisonWesley Publishing Company.

terimakasih