Anda di halaman 1dari 31

Anggota Kelompok

Leonardo Susilo Nugroho


B12.2014.02698
Putri Indah Lestari
B12.2014.02700
Dita Nurma Aulia
B12.2014.02701
Wimantari
B12.2014.02702
M. Latifun Naim
B12.2014.02703

Copyright Wondershare Sof

BAB 31
PROSEDUR AUDIT
SELANJUTNYA
Bab ini membahas ciri dan penggunaan
prosedur audit selanjutnya. Prosedur Audit
Selanjutnya ingin menegaskan bahwa ini
serangkaian prosedur audit yang melanjutkan
prosedur audit sebelumnya.

Ada 3 ISA yang


menjadi acuan utama
dalam bab ini

1. ISA 330
2. ISA 505
3. Isa 520

Copyright Wondershare Sof

Prosedur Substantif

r
u
i
t
d
u
e
p
s
Pro f meli
ti
n
n
a
a
t
h
s
l
i
sub pem saldo
el( au
p
sam n) at ng
aku ksi ya (arti
sa tatif
n
a
tr
en akili
s
n
.
e
w
)
r
i
e
p
s
re ya m pula
o
n
p
h
u
r
u
sel

Copyright Wondershare Sof

Prosedur Substantif
ISA 330.4

I
S ISA 330.20
A
3
ISA 330.22
3
0
ISA 330.23

Untuk tujuan ISA, istilah istilah berikut


bermakna:
a) Substantive
procedure
(prosedur
substantif) ,Suatu prosedur audit yang
dirancang untuk mendeteksi salah saji
yang material pada tingkat asersi.
Prosedur substantif terdiri atas:
)Test of details (uji detail atau rincian)
atas jenis transaksi (classes of
transactions),saldo
akun
(account
balances),dan disclosures:dan
)Substantive
analytical
procedures
(prosedur analitikal substantif)

Copyright Wondershare Sof

ISA 330.4

I
S ISA 330.20
A
3
ISA 330.22
3
0

b)

Test
of
controls
(uji
pengendalian) suatu prosedur
audit yang dirancang untuk
mengevaluasi
berfungsinya
secara efektif pengendalian
untuk
mencegah,
atau
mendeteksi dan memperbaiki
salah saji yang material pada
tingkat asersi.

ISA 330.23

Copyright Wondershare Sof

ISA 330.4

I
S ISA 330.20
A
3
ISA 330.22
3
0
ISA 330.23

Prosedur audit substantif yang dibuat


auditor harus meliputi prosedur audit
yang berhubungan dengan proses
penutupan laporan keuangan.
a) Mencocokkan atau merekonsiliasi
alporan keuangan dengan catatan
akuntansi yang mendasarinya.
b) Memeriksa jounal entries yang
material dan jurnal penyesuaian
lainnya (other adjustments) yang
dibuat dalam rangka penyusunan
laporan keuangan.

Copyright Wondershare Sof

ISA 330.4

I
S ISA 330.20
A
3
3
0

ISA 330.22

ISA 330.23

Jika prosedur substantif dilaksanakan di


tengah tahun,auditor wajib
meliput/mencakup periode sisanya dengan
melakukan :
a) Prosedur substantif,yang
dikombinasikan dengan uji
pengendalian untuk periode yang
tersisa(inverting period);atau
b) Jika auditor menentukan sudah
cukup,hanya prosedur substantif yang
memberikan dasar yang layak untuk
meneruskan kesimpulan audit dari
tanggal interim sampai ke akhir
periode.

Copyright Wondershare Sof

ISA 330.4

I
S ISA 330.20
A
3
ISA 330.22
3
0
ISA 330.23

Prosedur substantif dirancang oleh auditor


untuk mendeteksi salah saji yang material
pada tingkat asersi (at the assertion
level).Ada dua jenis prosedur
substantif,adalah sebagai berikut,
Test of Details (Uji Rinci), sebagai
prosedur substantif, test of details ini m
elihat substansi (misalnya dari satu akun)
dengan menganalisis rincian atau detailnya.
Substantive Analytical Procedures
(prosedur Analitikal Substantif), sama
seperti dalam test of details, sebagai
prosedur substantif ia melihat substansi
angka dalam laporan keuangan.

Copyright Wondershare Sof

I
S
A
5
0
5
.
7

Sewaktu menggunakan prosedur konfirmasi


eksternal,auditor wajib mengendalikan seluruh proses
permintaan konfirmasi,term asuk:
a. Menentukan informasi yang harus
dikonfirmasi atau akan diminta;
b. Memilih siapa yang akan dimintakan
konfirmasinya;
c. Merancang permintaan konfirmasi, termasuk
menentukan siapa/pada tingkat apa yang dituju dan
informasi yang langsung disampaikan kepada auditor;
d. Mengrimkan formulir konfirmasi,termasuk permintaan infor
masi tindak lanjut,jika diperlukan,kepada pihak yang
dimintakan konfirmasinya.

Copyright Wondershare Sof

Jika Manajemen melarang auditor mengirimkan permintaan


konfirmasi, auditor wajib:

I
S
A
5
0
5
.
7

a. penilaian risiko adanya kecurangan


fraud , dan terhadap sifat,waktu, dan
luasnya prosedur audit lainnya,

b. Mengevaluasi implikasi dari penolakan


tersebut terhadap

c. Laksanakan prosedur audit alternatif (alternative audit


procedures)yang dirancang untuk memperoleh bukti
audit yang relevan dan andal.

Copyright Wondershare Sof

a. Auditor telah men


ilai
bahwa risiko salah
sai rendah dan sudah
ISA
505.15
memperoleh bukti
audit yang cukup
dan tepat mengenai c. Auditor
egatif
n
i
s
a
Konfirm n bukti audit
asersi terkait.
memperkira
a
k
i
kan akan
f
r
i
e
s
b
a
u
s
r
e
mem
p
m
enerima se
urang
ukti
b
dikit
n
a
g
yang k
n
b.
e
Po
pu
d
la
s
si
e
n
da
k
ri
a
a
mana
li
oleh
ingk
diband ng diberikan h
sanpel akan dipilih
pengecualia
a
le
n( low
audit y asi positif. O
un
k
tu
a
k
e
pr
x
d
os
m
p
i
ed
r
c
t
i
ur
e
ption rate)
konf
ditor
u
a
,
n
u
a
t
ko
i
nfirmasi
ta
terhadap in
karena akan permin
formasi
i
a
g
n
a
u
b
ne
g
g
e
at
y
g
if
s
ang dikonfir
,terdiri dari
men
egatif
n
masi.
i
r
s
u
a
d
atas banyak item
konfirm atunya prose
s
yang masing
d. Auditor
if dalam
satu
t
n
a
t
s
b
h
u
tidak
a
s
l
a
t
i
s
o
k
aud
i
s
i
m
as
r
in
mempunya
gnya bernilai
ggapi
i
menan aterial yang
ke
ci
l
a
la
s
an/bukti b
saji m
tingkat
ahwa
a
d
a
p
a
a
p
y
u
ih
n
i
a
m
k
a
e
l
yang
s
dini
ali jika
u
c
e
a
h
k
dimintakan
n dibaw
asersi
a
k
t
u
b
ise
an.
konfirmasi
yang d g dilaksanak
negatif
an
m
e
a
kan mengaba
m
ikan
permintaan
tersebut.
Copyright Wondershare
Sof

Uji Pengendalian (Test of Controls)


Auditor wajib merancang dan melaksanakan
uji pengendalian untuk memperoleh bukti audit
yang cukup dan tepat mengenai berfungsinya
pengendalian yang relevan jika:
a) Penilaian auditor mengenai risiko salah saji
yang material pada tingkat asersi meliputi
ekspektasi bahwa pengendalian berfungsi
secara efektif( artinya, auditor bermaksud
menggunakan pengendalian yang efektif itu
untuk menentukan sifat, waktu, dan luasnya
prosedur sustantif);
b) Prosedur substantif saja tidak dapat
memberikan bukti audit yang cukup dan
tepat pada tingkat asersi

ISA
330.8

Copyright Wondershare Sof

Tujuan Uji Pengendalian


Ujian Pengendalian dirancang untuk memperoleh
bukti audit yang cukup dan tepat mengenai berfungsinya
pengendalian. Penghendalian dapat mrncegah terjadinya
salah saji, mendeteksi dan mengoreksi bila salah saji
sudah terjadi. Pengendalian yang dipilih untuk diuji
adalah pengendalian yang akan dapatmemberikan bukti
audit berkenaan dengan asersi yang bersangkutan.

Copyright Wondershare Sof

Bab 32 Sampling
Bab ini memnerikan petunjuk
menentukan luasnya pengujian (extent
of testing) dalam menanggapi salah saji
material
yang dinilai.
ISA 530.5

Audit sampling (sampling) penerapan prosedur audit dengan item


di bawah 100% dari populasi yang mempunyai relevansi
audit,sedemikian rupa sehingga semua sampling units mempunyai
peluang untuk dipilih, agar auditor dengan dasar yang layak dapat
menarik kesimpulan mengenai seluruh populasi.

Population seluruh perangkat data dari mana sampel dipilih dan yang
menjadi perhatian auditor dalam menarik kesimpulan
Sampling risk- risiko bahwa kesimpulan auditor atas dasar sampel berbeda
dari kesimpulan auditor jika seluruh populasi diperiksa dengan prosedur
audit yang sama.v
Non sampling risk risiko auditoe menarik kesimpulan yang salahb karena
hal hal diluar sampling risk.
Anomaly salah saji atau penuyimpangan yang dapat ditunjukan tidak
mewakili salah saji atau penyimpanan dalam populasi.

Sampling unit masing masing item dalam suatu populasi

Statistical sampling
Stratification proses memilah milah populasi kedalam beberapa sub
population yang masing masingnya merupakan kelompok sampling unit
yang mempunyai ciri sama,

TEKNIK SAMPLING
Dua jenis sampling yang lazim digunakan dalam
auditing:
1. Statistical sampling
menerapkan aturan matematika, auditor dapat
mengkuantifikasi (mengukur) resiko sampling
pada
saat
merencanakan
sampel
dan
mengevaluasi hasil.
2. Non-statistical sampling/judgemental
sampling/judgement sampling
auditor tidak menggunakan kuantifikasi resiko
sampling. Auditor memilih item sampling yang
diyakini akan memberikan informasi yang paling
bermanfaat.

Copyright Wondershare Sof

JENIS PENGUJIAN AUDIT YANG


MEMERLUKAN SAMPLING
1.

2.

Prosedur substantif
Dalam
hubungannya
dengan
performance
materiality,
maka
makin
tinggi
tolerable
misstatement level (tingkat salah saji yang dapat
diterima) berakibat makin sedikitnya sample size
demikian sebaliknya.
Uji pengendalian
Untuk uji pengendalian, tingkat penyimpangan yang
dapat diterima (tolerable rate of deviation) lazimnya
ditetapkan sangat rendah, yang berarti tidak
membolehkan adanya penyimpangan atau dibatasi
pada satu penyimpangan saja.

Copyright Wondershare Sof

PENGGUNAAN SAMPLING
Berikut beberapa alinea dari ISA 530 yang relevan dengan
pembahasan mengenai penggunaan prosedur sampling:

Copyright Wondershare Sof

PENGGUNAAN
SAMPLING

MEMAHAMI
SAMPLING
Pada waktu
teknik sampling
(apakah statistikal
sampling atau
non-statistical
sampling) di pertimbangkan, auditor
perlu memperhatikan faktor-faktor
yang perlu diperhatiakn dan
mendokumentasikan.

Luasnya Prosedur Substantif


Luas prosedur substantif ditentukan oleh
besarnya risiko salah saji material yang
dilakukan
dengan
menguji
pengendalian
internal.
Semakin besar risiko salah saji material
makin luas prosedur substantif yang diperlukan

Menentukan sample size dengan MUS


ProbabilitaMUS (Monetary Unit Sampling)

adalah salah satu cara dalam metode sampling


pada uji rincian (test of details)
terpilihnya suatu item proporsional dengan
nilai moneter item tersebut
Contoh: piutang bersaldo Rp 60 juta mempunyai
peluang terpilih sebagai sample tiga kali daripada
piutang Rp 20 juta

Pemilihan Confidence Factor


Auditor dapat memanfaatkan 3 tingkat

penurunan risiko berdasarkan confident factor


yang digunakan dalam memilih sampel yaitu
tinggi, moderat, rendah
Semakin tinggi confidence factor maka

semakin banyak sampel yang diambil dan


semakin tinggi tingkat pengurangan risiko yang
diperoleh

Memilih sampel

Memproyeksikan salah saji


1. Hitung persentase salah saji setiap item
2. Jumlahkan semua salah saji, hitung dampak

netonya (salah saji ketinggian atau


overstatements dikurangi salah saji
kerendahan atau understatements)
3. Hitung persentase rata-rata salah saji dengan
membagi persentase seluruh salah saji dengan
jumlah seluruh item yang dijadikan sampel
4. Kalikan persentase rata-rata salah saji dengan
nilai moneter seluruh populasi (sesudah
dikeluarkan high-value items)

Merancang Prosedur Analitikal Substantif

Pe
n

Uj
ge i
nd
ali
Jenis prosedur uji pengendalian,
a
antara lain :
1. Bertanya (Inquiries) pada
pegawai yang tepat.
2. Inspeksi atas dokumen yang
relevan.
3. Pengamatan atas operasi entitas.
4. Pengulangan (reperforming)
aplikasi pengendalian.

Pengendalian Pervasif
(Tingkat Entitas)
Menurut ISA 315, Auditor wajib memperoleh pemahaman atas
lingkungan pengendalian. Oleh karena itu auditor wajib
mengevaluasi apakah :
1. Manajemen, di bawah pengawasan menyeluruh dari TCWG,
telah menciptakan dan memelihara budaya kejujuran dan
perilaku etis, dan
2. Kekuatan/keunggulan
dalam
unsur-unsur
lingkungan
pengendalian yang secara kolektif memberikan landasan yang
tepat untuk komponen pengendalian internal lainnya, dan
apakah komponen pengendalian internal lainnya tidak kendur
oleh kelemahan dalam lingkungan pengendalian.

Langkah-Langkah Dalam
Mengevaluasi Penyimpangan
(Deviation)
Identifikasi

adanya penyimpangan (deviation). Tempatkan


setiap sampel dalam salah astu dari dua klasifikasi ini:
penyimpangan (deviation) atau bukan penyimpangan
(no deviation)
Pertimbangkan dengan seksama sifat dan sebab dari setiap
penyimpangan. Misalnya, apakah ada indikasi management
override atau kemungkinan kecurangan, atau masalah
sederhana, karena orang yang seharusnya bertanggung jawab
sedang cuti
Perhatikan kemungkinan sampling risk. Jika penyimpangan
ditemukan, pertimbangkan apakah mengandalkan efektifnya
pengendalian harus dikurangi, atau sample size ditambah ,
atau laksanakan prosedur alternatif

Hasil
sampel
dapat
dievaluasi
dengan
membandingkan tingkat penyimpangan maksimum
yang dapat diterima (maximum tolerable deviation
rate) dengan batas penyimpangan tertinggi (upper
deviation limit). Batas penyimpangan tertinggi (upper
deviation limit) dapat didekati dengan rumus sebagai
berikut:
Upper Deviation Limit =
Adjusted Cofidence factor : Sample Size