Anda di halaman 1dari 12

KRISIS HIPERTENSI

OLEH
KELOMPOK 8

Definisi
Krisis hipertensi adalah keadaan
dimana tekanan darah meningkat
dan menetap pada nilai yang tinggi,
misalnya 120-150 mmHg atau lebih
dan atau disertai beberapa penyulit
seperti: ensefalopati, payah jantung
kiri akut, perdarahan otak, dan
hipertensi
maligna
(hipertensi
disertai edema papilla nervus optic).

Klasifikasi
1. Hipertensi
emergensi/emergency
hipertension (darurat)
2. Hipertensi urgensi/urgency
hipertension (mendesak)

Etiologi
Ada tiga organ utama pengendalian
tekanan darah yaitu otak, jantung
dan ginjal.
Faktor-faktor yang dapat
meningkatkan resiko timbulnya
hipertensi:
1. Faktor keturunan
2. Faktor Lingkungan

Beberapa penyakit penyulit


hipertensi:
1. Payah jantung kiri akut
2. Diseksi aorta
3. Perdarahn intra serebral
4. Hipertensi maligna
5. Encefalopati hipertensif

Patofisiologi

Manifestasi Klinis

Sakit kepala, pusing, sesak nafas.


Muntah , kardiomegali.
Gelisah , sianosis, dispneu, edema.
Berat badan turun, heptaomegali.
Keringat berlebihan, takikardi, ronki.
Murmur, epistaksis, bising jantung.
Palpitasi, poliuri, proteinuri, hematuria.
Retardasi pertumbuhan.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium: Hb/Ht,
BUN/kreatinin, Glucosa, Urinalisa
CT Scan
EKG
IUP
Photothorax

Komplikasi

Stroke
Infark Miokard
Gagal ginjal
Encefalopati (kerusakan otak)
PIH (Pregnancy-InducedHypertention)
Retinopati hipertensip

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan Keperawatan
Diet sehat penderita krisis hipertensi
Terapi

Pencegahan
Turunkan berat badan jika berat badan mengalami
kelebihan (IMT > 27,3 bagi perempuan dan > 27,8 bagi
laki-laki) dengan mengurang kalori diet dan berolahraga.
Tingkatkan olahraga aerobik (30-45 menit/ hari),
misalnya jalan kaki agar cepat sampai mencapai tingkat
kesegaran jasmani yang sedang.
Mengurangi konsumsi garam.
Pertahankan konsumsi potasium/kalium dalam jumlah
cukup (90 mmol / hari). Lebih bagus yang berasal dari
buah-buahan segar dan sayuran.
Pertahankan konsumsi kalium dan magnesium dalam
jumlah cukup.
Berhenti merokok dan kurangi konsumsi lemak jenuh dan
kolesterol untuk kesehatan jantung secara menyeluruh.
Setelah 30 tahun periksa tekanan darah setiap tahun.

Asuhan Keperawatan