Anda di halaman 1dari 46

Program Studi D4 Jasa Konstruksi

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang

MANAJEMEN SUPERVISI
DAN SPESIFIKASI

PENGERTIAN SUPERVISI

SUPERVISI
:
USAHA
UNTUK
MENGENDALIKAN
PEKERJAAN
DARI
SUATU PERENCANAAN AGAR HASILNYA
SESUAI DENGAN
MUTU RENCANA,
TEPAT WAKTU,
PENDANAAN
YANG
SESUAI
DAN
EFISIEN

TUGAS-TUGAS SUPERVISI

Mempelajari dan Meneliti Gambar Rencana dan


Syarat-syarat Teknik/Spesifikasi
Menyediakan Informasi yang diminta oleh
Kontraktor
Pemeriksaan Bahan dan Pekerjaan
Pemberitahuan adanya Penyimpangan dari
Gambar Rencana dan Syarat-syarat Teknik
/Spesifikasi
Pemeriksaan Pematokan
Memberitahukan Kontraktor jika terjadi
Penyimpangan dari Peraturan /Spesifikasi
Pembuatan Catatan (Record)
Menyediakan Pengukuran dan Informasi untuk
Pembayaran Angsuran Bulanan
Mengukur Semua Perubahan Pekerjaan
Memastikan Penyelesaikan Gambar Terlaksana

PERANAN SUPERVISI

Perencanaan dan
Penjadwalan Proyek
Pencatatan dan Pelaporan
Data
Pengawasan Proyek
Pengendalian Mutu
Pengendalian Keuangan
Penyelesaian Proyek

SPESIFIKASI TEKNIS

Didalam pelaksanaan pengadaan barang dan


jasa pemerintah sesuai dengan peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 berikut
perubahannya yang terakhir beserta petunjuk
teknisnya ada beberapa persyaratan yang
mutlak untuk dilengkapi oleh penyedia baik
didalam pengadaan barang, jasa konstruksi,
jasa lainnya termasuk jasa konsultansi yaitu
berupa
Spesifikasi
Teknis
dan
Persyaratan Teknis yang menjadi bagian
pertimbangan teknis dan bersipat mengikat

SPESIFIKASI TEKNIS

Spesifikasi
Teknisadalah
suatu
uraian
atau
ketentuan-ketentuan yang disusun secara lengkap dan
jelas mengenai suatu barang, metode atau hasil akhir
pekerjaan
yang
dapat
dibeli,
dibangun
atau
dikembangkan oleh pihak lain sedemikian sehingga
dapat memenuhi keinginan semua pihak yang terkait.

Dalam pekerjaan Konstruksi, spesifikasi Teknis


merupakan suatu tatanan teknik yang dapat
membantu semua pihak yang terkait dengan
pekerjaan konstruksi untuk sependapat dalam
pemahaman sesuatu hal teknis tertentu yang terjadi
dalam suatu pekerjaan

SPESIFIKASI TEKNIS
Tujuan Spesifikasi Teknis
Mengurangi beda pendapat atau
pertentangan yang tidak perlu;
Mendorong efisiensi penyelenggaraan
proyek, tertib proyek dan kerjasama dalam
penyelenggaraan proyek;
Mengurangi kerancuan teknis pelaksanaan
pekerjaan

SPESIFIKASI TEKNIS
Spesifikasi Teknis, yang semula merupakan
bagian dari Dokumen Pengadaan, setelah kontrak
ditandatangani oleh penyedia jasa dan pengguna
jasa, menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.
Sebagai bagian dari Dokumen Kontrak, untuk
menghindari terjadinya kesalahpahaman tentang
lembar-lembar spesifikasi yang telah menjadi
acuan untuk pelaksanaan di lapangan, baik
penyedia jasa (kontraktor) maupun pengguna jasa
(pemilik proyek) perlu memberikan paraf pada
setiap halaman spesifikasi

SPESIFIKASI TEKNIS
Spesifikasi teknis dikaji pada proses pembuatan
Kerangka Acuan kerja sebagai dasar pelaksanaan
kegiatan. Persyaratan Isi Spesifikasi Teknis:
Spesifikasi teknis benar-benar sesuai dengan
kebutuhan pengguna/penerima akhir;
Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu
(made in / made by) kecuali untuk suku
cadang/komponen produk tertentu;
Memaksimalkan penggunaan produksi dalam
negeri; Memaksimalkan penggunaan Standar
Nasional Indonesia (SNI).
Tidak menutup kemungkinan digunakannya
produksi luar negeri;

PERSYARATAN TEKNIS

Persyaratan
Teknisadalah
persyaratan
yang
memenuhi
keselamatan,
resiko
keamanan,
pemanfaatan, mutu atau parameter
teknis
lainnya
dalam
proses
pencapaian maksud dan tujuan
dan/atau persyaratan yang sesuai
dengan standar nasional Indonesia
(SNI) atau yang ditetapkan oleh
Menteri

PENYUSUNAN SPESIFIKASI TEKNIS


DAN PERSYARATAN TEKNIS
Penyusunan spesifikasi teknis dan Persyaratan Teknis
merupakan hal yang sangat penting. Penyajian
spesifikasi teknis yang salah atau tidak benar akan
berakibat fatal, karena dapat menyebabkan kegagalan
kegiatan yang akan atau sedang dilaksanakan.
Ada 2 (dua) jenis spesifikasi teknis yang dibedakan
berdasarkan sifat kegiatan, yaitu:
Spesifikasi teknis untuk kegiatan yang bersifat
sederhana.
Spesifikasi teknis dalam bentuk Kerangka Acuan Kerja
(KAK)/ Terms of Reference (TOR) untuk kegiatan yang
bersifat kompleks

PENYUSUNAN SPESIFIKASI TEKNIS


DAN PERSYARATAN TEKNIS
Penyusunan spesifikasi teknis dan Persyaratan Teknis
merupakan hal yang sangat penting. Penyajian spesifikasi
teknis yang salah atau tidak benar akan berakibat fatal,
karena dapat menyebabkan kegagalan kegiatan yang akan
atau sedang dilaksanakan.
Ada 2 (dua) jenis spesifikasi teknis yang dibedakan
berdasarkan sifat kegiatan, yaitu:
Spesifikasi teknis untuk kegiatan yang bersifat sederhana.
Spesifikasi teknis dalam bentuk Kerangka Acuan Kerja
(KAK)/ Terms of Reference (TOR) untuk kegiatan yang
bersifat kompleks
Untuk menentukan jenis spesifikasi teknis yang akan
disusun adalah denganmelakukan penilaian kebutuhan,
dilanjutkan dengan penilaian komplesitas barang/jasa
yang akan menghasilkan tingkat kompleksitas

PENYUSUNAN SPESIFIKASI TEKNIS


DAN PERSYARATAN TEKNIS
Penyusunan spesifikasi teknis untuk kegiatan
sederhana berikut:
Cantumkan nama barang
Cantumkan persyaratan teknis yang diinginkan,
antara lain persyaratan mekanikal, elektrik, fisik,
dimensi, dsb.
Cantumkan ukuran / jumlah barang.
Cantumkan standar yang digunakan.
Tetapkan jadwal waktu penyerahan/penyelesaian.
Usahakan barang yang dibutuhkan sudah dapat
diproduksi di dalam negeri.
Apabila dari hasil survei ternyata di pasaran
terdapat lebih dari satu merk/produk barang yang
sama, maka spesifikasi teknis dibuat tidak

PENYUSUNAN SPESIFIKASI TEKNIS


DAN PERSYARATAN TEKNIS
Penyusunan spesifikasi teknis dengan Kerangka Acuan
Kerja dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
Uraikan gambaran secara garis besar
mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan,
antara lain
latar belakang,
maksud dan tujuan, lokasi, dan
sumber pendanaan.
Uraikan mengenai data penunjang berupa data
yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan,
antara lain :
data dasar,
standar teknis,

PENYUSUNAN SPESIFIKASI TEKNIS


DAN PERSYARATAN TEKNIS

Jelaskan mengenai tujuan dan ruang lingkup


kegiatan dengan memberikan gambaran mengenai :
tujuan yang ingin dicapai,
keluaran yang akan dihasilkan,
keterkaitan antara suatu keluaran dengan
keluaran lain,
peralatan dan material yang telah tersedia dan
harus disediakan,
lingkup kewenangan,
perkiraan jangka waktu penyelesaian,
kualifikasi dan jumlah tenaga ahli / pendukung
yang harus dilibatkan, dan
jadwal setiap tahapan pelaksanaan kegiatan

PENYUSUNAN SPESIFIKASI TEKNIS


DAN PERSYARATAN TEKNIS

Tentukan jenis dan jumlah laporan teknis yg


diperlukan
Tetapkan persyaratan teknis barang yang
diinginkan, dengan ketentuan :
tidak mengarah kepada merk/produk tertentu,
semaksimal mungkin diupayakan menggunakan
barang/jasa produksi dalam negeri,
semaksimal mungkin diupayakan menggunakan
Standar NasionalIndonesia (SNI) atau standar lain
yang setara,
metoda pelaksanaan yang diinginkan harus logis,
realistik dan dapat dilaksanakan,
jadwal waktu pelaksanaan/pengiriman harus
sesuai dengan metoda pelaksanaan.

PENYUSUNAN SPESIFIKASI TEKNIS


DAN PERSYARATAN TEKNIS

Cantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah


peralatan utama minimal yang harus disediakan.
Cantumkan persyaratan pengujian barang dan hasil
produk.
Cantumkan kriteria kinerja barang (output
performance) yang diinginkan.
Cantumkan tata cara pengukuran hasil kegiatan.
Cantumkan dukungan yang menurut peraturan dan
pertimbangan teknis diperlukan;
Lampirkan peta lokasi, layout, gambar-gambar
potongan, detail-detail sesuai kebutuhan

STRUKTUR ORGANISASI
CONTOH 1 :

DIREKTUR
TEAM LEADER

SITE ENGINEER

SITE
INSPECTOR

SITE
INSPECTOR

SITE
INSPECTOR

SITE
INSPECTOR

Contoh 2:
DIREKTU
R
TEAM
LEADER

QUALITY
ENGINEER
LAB
TECHNICI
AN

QUANTITY
ENGINEER

SURVEYO
R

SITE
INSPECTO
R

SITE
INSPECTOR

URAIAN TUGAS
TEAM LEADER
Memberi
bimbingan dan instruksi kepada Site Engineer, Site
Inspector (Pengawas Lapangan).
Bertanggung
jawab terhadap aspek teknis pekerjaan yang
dilaksanakan
agar memenuhi kualitas, ketepatan waktu dan
anggaran biaya, ketepatan waktu laporan bulanan dan sebagai wakil
Perusahaan
dalam
berhubungan
dengan
Pemberi
Tugas,
bertanggung jawab pada perubahan disain, membuat format standar
untuk kegiatan pengawasan dan memjawab pertanyaan dari Owner
secara tertulis maupun lisan menyangkut pekerjaan dengan
tembusannya ke Direktur Perusahaan
SITE ENGINEER
Bertanggung
jawab
terhadap
pengawasan
dan
kemajuan
pelaksanaan pekerjaan, melakukan rapat koordinasi dengan
Kontraktor untuk kemajuan pelaksanaan pekerjaan , memberi
bimbingan dan instruksi ke pengawas lapangan , memastikan
pekerjaan sesuai gambar dan spesifikasi .
Memantau kemajuan pekerjaan yang sebenarnya dengan melaporkan
kemajuan setiap minggu dan bulan pada Team Leader, mengadakan
rapat koordinasi dengan kontraktor dan seluruh Pengawas Lapangan
secara periodic dan melaporkannya pada Team Leader , memeriksa
Laporan Mingguan yang diberikan
pengawas, memeriksa perhitungan
MODUL SOP-SUPERVISI
kuantitas/volume Pekerjaan Kontraktor. Bila perlu mengeluarkan

URAIAN TUGAS
QUANTITY ENGINEER
Bertugas antara lain namun tidak dibatasi pada:

Melakukan pembinaan dan pengarahan kepada para inspector


untuk selalu melakukan pengawasan lapangan day to day atas
pekerjaan-pekerjaan konstruksi fisik,

Merekomendasi (menolak/ menyetujui/ merevisi) rencana


pencapaian volume pekerjaan yang ditargetkan untuk
dilaksanakan oleh kontraktor pada periode tertentu (harian
dengan dailly request, mingguan dengan weekly request) atas
dasar pertimbangan teknik berkaitan dengan ketersediaan sumber
daya (bahan, alat, tenaga, dll.), metoda kerja dan penilaiannya
terhadap kemampuan teknik Kontraktor,

Merekomendasi (menolak/ menyetujui/ merevisi) hasil pencapaian


volume pekerjaan yang ditagihkan untuk dibayarkan kepada
kontraktor (monthly certificate),

Memberikan saran-saran langkah perbaikan bilamana terjadi


deviasi negatif atas proses dan hasil pencapaian volume
pelaksanaan konstruksi fisik oleh Kontraktor mengacu pada Time
Schedule, Material Schedule dan S-Curve

URAIAN TUGAS
QUALITY ENGINEER
Bertugas antara lain namun tidak dibatasi pada:

Melakukan pembinaan dan pengarahan kepada para teknisi


laboratorium dan atau quality inspector untuk selalu melakukan
pengawasan lapangan day to day atas pekerjaan-pekerjaan
konstruksi fisik dalam rangka kontrol kualitas,

Merekomendasi (menolak/menyetujui/merevisi) bahan/material


yang akan digunakan oleh Kontraktor berkaitan dengan kualitas
bahan/material tsb,

Melakukan test kualitas bahan dibantu oleh Teknisi Laboratorium,

Membuat/merevisi job mix formula,

Dibantu oleh Teknisi Laboratorium melakukan test kualitas hasil


pelaksanaan

Merekomendasi (menolak/menyetujui/merevisi) catatan/report


data-data kualitas yang merupakan backup monthly certificate,

Memberikan saran-saran langkah perbaikan bilamana terjadi


deviasi negatif atas kualitas proses dan hasil pelaksanaan
konstruksi fisik oleh Kontraktor mengacu pada Time Schedule,
Material Schedule & Material Quality Report, S-Curve, JMF, Material
Quality Report, dan standar-standar kualitas lain (Spesifikasi
Umum, Spesifikasi Teknis, PBI, PBBI, SNI, ACI, dan lain-lain)

URAIAN TUGAS
SITE INSPECTOR ( PENGAWAS LAPANGAN)
Bertugas antara lain namun tidak dibatasi pada:
Memeriksa,
mengawasi
dan
melakukan
pengujian
terhadap
pekerjaan, material dan peralatan yang ditempatkan di lapangan,
apakah sesuai dengan gambar dan spesifikasi.
Melakukan survey yang diperlukan untuk memeriksa pekerjaan dan
volume pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Membuat
catatan/laporan harian tentang kemajuan pekerjaan
dilapangan, serta selalu memberikan informasi tentang rincian
pekerjaan seperti diuraikan dalam point no 1 diatas kepada Site
Engineer.
Mengharuskan kontraktor untuk melaksanakan peraturan tentang
keamanan dan keselamatan kerja.
Memantau hasil pekerjaan serta cara pelaksanaan yang dijalankan
kontraktor.
Memberi instruksi kepada kontraktor, bila cara pelaksanaan dinilai
tidak benar atau membahayakan. Dalam segala hal, semua instruksi
harus dicatat dalam buku harian (log book) serta segera memberi
tahu kepada Site Engineer.
Mencatat
keadaan
pekerjaan
serta
semua
perubahan
dan
penyimpangan dari perencanaan (pada lembar gambar Kemajuan
pekerjaan).
Menghitung kembali kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan.

LAB TECHNICIAN

URAIAN TUGAS

membantu Quality Engineer dalam melakukan pembinaan dan pengawasan


terhadap setiap pekerjaan pengambilan sampling dan pengujian mutu
material/bahan, pengendalian mutu proses pelaksanaan, dan pengujian mutu
hasil-hasil pelaksanaan yang dilakukan oleh kontraktor. Pengujian mutu
bahan/material di lokasi pekerjaan antara lain namun tidak terbatas pada:

Pipa, baja struktur, katup/valve, material M/E lainnya;

Air kerja, semen, pasir, kerikil, batu-kali, baja tulangan;

Slump beton, hammer test.

Kepadatan tanah urugan.

Mengambil sample untuk job mix yang nantinya akan diperiksa di laboratorium.

Membantu memeriksa, mengawasi dan melakukan pengujian terhadap pekerjaan, material


di lapangan, apakah sesuai dengan dan spesifikasi.

SURVEYOR
melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap setiap pekerjaan pengukuran
yang dilakukan oleh kontraktor. Pengukuran-pengukuran di lokasi pekerjaan
antara lain namun tidak terbatas pada:

Stake-out/uitzet/setting out penentuan bench mark (BM-0), batas-batas site


plan, posisioning (letak) bangunan dan atau elemen bangunan terhadap
bench mark (patok);

Pengukuran terkait dengan dimensi bangunan/elemen bangunan untuk


memastikan bentuk dan ukuran bangunan/elemen bangunan yang
bersangukutan (kualitas bentuk fisik).

Pengukuran terkait dengan batas-batas sisi bangunan/elemen bangunan


dalam rangka menghitung rencana dan atau realisasi kuantitas/volume.

Pengukuran yang bertujuan untuk medapatkan data atas pekerjaan


tambahan yang tidak ada dalam kontrak (technical justification).

KEDUDUKAN KONSULTAN
SUPERVISI
DITJEN PAM
DJCK
KONSULTAN
BINTEK DI
PUSAT

Asisten
Perenca
na

Keterangan :
:

Garis

Komando
:

Garis

Garis

Koordinasi
Konsultasi

Konsultan
Supervisi

SATKER PKPAM
PROVINSI

ASISTEN TA
DI PROPINSI
AS.TA
LINGKUNGAN
AS.TA SIPIL

Asisten
Pelaksan
a

Kontrakto
r

Asisten
Kelemba
gaan

KOORDINASI DAN PELAPORAN


Koordinasi Administrasi teknis SPAM :
1. Umum
1.1 Administrasi
Membuat persentase kemajuan pekerjaan mingguan,
bulanan, triwulan, tahunan dan bandingkan dengan
pekerjaan yang dibuat sebelumnya.
Lakukan revisi kemajuan dan buat evaluasi hasil
kemajuan/keterlambatan pekerjaan.
Laporkan
masalah
yang
dapat
menyebabkan
keterlambatan kerja ketingkat yang lebih pantas
Lakukan rapat evaluasi dengan pelaksana , pemberi
pekerjaan dan instansi terkait secara periodik
Lakukan rapat pembahasan penyelesaian masalah di
lapangan maupun yang berhubungan dengan instansi
lain.
Untuk pekerjaan yang danannya dari Luar Negeri,
pengawas melaporkan kemajuan dan keterlambatan
baik masalah teknis maupun non teknis kenegara
pemberi bantuan.
Periksa As built drawing telah sesuiai dengan pekerjaan
di lapangan

KOORDINASI DAN PELAPORAN


1.2 A.Di Lapangn
Awasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi SPAM
dan
bangunan penunjang lainnya harus sesuai ketentuan teknis
yang berlaku.
Awasi penyediaan bahan sesuai dengan spesifasi teknis yang
disyaratkan
Awasi tata cara pekerjaan sesuai standar yang berlaku untuk
pek. sipil, pek. perpipaan, pek mekanikal dan elektrikal, pek.
Sumur bor.
Awasi kualitas dan kuantitas harus sesuai dengan ketentuan
yang berlaku
Perhatikan kemajuan pekerjaan
harus sesuai dengan
estimasi yang telah dibuat.
Perhatikan agar pekerjaan yang selesai harus sesuai dengan
detail rencana teknik
Tahapan penyelesaian pekerjaan harus disetujui dan ditanda
tangani oleh pihak pelaksana dan pengawas lapangan untuk
memudahkan administrasi.
Menyelesaikan masalah yang dihadapi di lapangan, bila tidak
dapat diselesaikan, catat dan bicarakan dengan pihak-pihak
yang berwenang.
Setiap keterlambatan harus dikejar pada kemajuan minggu
berikutnya.

KOORDINASI DAN PELAPORAN


1.2 B . Pengawas harus menyetujui hal berikut:
Material yang akan disupplai oleh penyedia barang
Penyedia barang harus menyerahkan detail pekerjaan
termasuk detail pengelasan beserta gambar untuk mendapat
persetujuan
Penyedia jasa dapat melakukan perubahan perhitungan,
detai ataupun gambar tetapi harus mengemukakan alasan
dan usulan perubahan secara tertulis.
Pengawas berhak untuk memerintahkan kepada penyedia
barang untuk membongkar pekerjaan bila ternyata hasil uji
tidak baik karena kelalaian penyedia jasa, dan biaya
ditanggung penyedia jasa.
2. Koordinasi
2.1 Rapat
Pre Construction Meeting ( PCM ) :

Dilakukan setelah keluarnya Surat Perintah Mulai Kerja

Dihadiri oleh unsur-unsur proyek : pengguna jasa,


pembantu teknis
penguna jasa (konsultan supervisi) dan
penyedia jasa
Materi rapat : LOKASI PROYEK, ISI PEKERJAAN, SISTEM
MODUL SOP-SUPERVISI
PELAKSANAAN
PEKERJAAN,RENCANA
KERJA,
PROSEDUR

KOORDINASI DAN PELAPORAN


Rapat Mingguan / Bulanan
Dilaksanakan setiap minggu/bulan, waktu berdasarkan
kesepakatan
Dihadiri oleh ketiga unsur yang terlibat, yaitu pengguna
jasa, konsultan supervisi dan penyedia jasa
Materi rapat yang dibahas : PROGRESS FISIK YG DICAPAI,
IDENTIFIKASI MASALAH
DAN SOLUSINYA, RENCANA KERJA
MINGGU BERIKUTNYA.
Hasil rapat dicatat dalam Berita Acara yang ditandatangani
ke 3 unsur diatas.
Rapat Khusus
Dilaksanakan sewaktu-waktu apabila timbul masalah yang
harus segera diselesaikan
Dihadiri oleh ketiga unsur proyek
Materi rapat : MASALAH ATAU HAMBATAN YANG DIHADAPI,
SOLUSI PEMECAHAN MASALAH YANG EFEKTIF
Hasil rapat dicatat dalam Berita Acara yang ditandatangani ke
3 unsur diatas

MODUL SOP-SUPERVISI

KOORDINASI DAN PELAPORAN


2.2 Surat Menyurat : disampaikan yang isinya bersifat
resmi a.l. :
. Permasalahan penting yang disampaikan kepada pihakpihak terkait dengan proyek, yang ditembuskan kepada satker
atau Dit.PAM-CK.
. Hal tertentu seperti k.supervisi telah menegur kontraktor
secara berturut-turut 2 (dua) kali dengan surat instruksi
lapangan, tetapi tidak diindahkan oleh kontraktor, surat ini
ditembuskan ke satker
. Bilamana k.supervisi telah mengirim surat resmi sebanyak
2 (dua) kali dan tetap tidak mendapatkan tanggapan dari
kontraktor, maka k.supervisi dapat menyetop pekerjaan
tersebut dengan mengirim surat ketiga, dan segera melapor
kepada satker
.2.3. Buku Tamu, tujuannya :
Mengomentari terhadap kegiatan pekerjaan yang sedang
berlangsung
Memberi masukan untuk perbaikan bila dirasa perlu oleh
tamu tersebut
Sebagai referensi bagiMODUL
direksi
proyek bahwa kegiatan
SOP-SUPERVISI
pekerjaan ini sudah diselenggarakan dengan baik atau tidak

KOORDINASI DAN PELAPORAN


3.1 Laporan Oleh Kontraktor: diperiksa site inspector dan
disetujui site engineer
Jadwal Pelaksanaan/ Time Schedule : dibuat harus sesuai
dengan waktu yang diberikan dalam kontrak, bila diperbaiki
harus disetujui Team Leader.
Laporan Harian : konsultan menyediakan format khusus,
yang dilaporkan : WAKTU KEGIATAN ( HARI, TANGGAL),
AKTIFITAS YANG DILAKSANAKAN, JUMLAH TENAGA YANG
DILIBATKAN DAN KEAHLIANNYA, JENIS BAHAN YANG
DIDATANGKAN
DAN
VOLUMENYA,
PERALATAN
YANG
DIGUNAKAN (JENIS ALAT DAN JUMLAHNYA), KONDISI CUACA
PADA
WAKTU
ITU,
CATATAN
LAIN
(MISAL
ADANYA
PERUBAHAN JALUR PIPA)
Laporan Mingguan : konsultan menyediakan format khusus,
yang dilaporkan : BOQ SESUAI VOLUME DAN KONTRAK,
PERSENTASE
DARI
JUMLAH KONTRAK UNTUK SETIAP
PEKERJAAN, PERSENTASE PELAKSANAAN PEKERJAAN DARI
MINGGU SEBELUMNYA, PERSENTASE PELAKSANAAN DALAM
MODUL
SOP-SUPERVISI
MIGGGU INI, PERSENTASE
PELAKSANAAN
DIAKHIR MINGGU.

KOORDINASI DAN PELAPORAN


Tagihan Berdasarkan Kemajuan Pekerjaan, diperiksa oleh
site engineer dan administrasi kontrak:
SITE ENGINEER
MEMERIKSA KEMAJUAN YANG DITAGIHKAN HARUS SESUAI
DENGAN KENYATAAN (SESUNGGUHNYA) DAN DI CROSS CHECK
DENGAN CATATAN PENGAWAS LAPANGAN
Laporan Hasil Pengujian : Pengawas lapangan memeriksa
apakah pengujian dilakukan sesuai spesifikasi teknik kontrak
dan cara yang benar. Evaluasi dilakukan oleh site engineer
bersama team leader. Kontraktor akan diberi tahu hasil
pengujiannya.
3.2 Laporan Oleh Pengawas Lapangan ( Site Inspector)
Buku Harian ( Log Book) , dipeksa oleh site engineer, yang
ditulis : TANGGAL, NOMOR GAMBAR, BAGIAN GAMBAR,
LOKASI
PEKERJAAN
,
TENAGA
KERJA
DILAPANGAN
( KEAHLIANNYA DAN JUMLAHNYA), PERALATAN DILAPANGAN
( JUMLAH DAN KONDISINYA), KEADAAN CUACA, MENCATAT
KEDATANGAN MATERIAL DILAPANGAN , URAIAN PEKERJAAN .
MODUL SOP-SUPERVISI

KOORDINASI DAN PELAPORAN


Lembar Gambar Pelaksana : pengawas lapangan harus
memiliki 2 gambar, 1 untuk dibawa dilapangan, 1 untuk
menandai pekerjaan yang telah dilaksanakan berikut
perubahannya yang disetujui konsultan pengawas maupun
oleh pemberi tugas ( gambar kemajuan)
3.3 Laporan oleh Site Engineer
Laporan Kemajuan : menyiapkan Draft Laporan Kemajuan
Bulanan berdasarkan data dari laporan mingguan yang
disiapkan Pengawas lapangan diperiksa ke team leader
dan diserahkan ke pemberi tugas.
Instruksi Lapangan : site engineer memberi perintah
tertulis kepada kontraktor dan tembusan ke team leader
3.4 Team Leader
Berdasarkan informasi dari site engineer dan site
inspector team leader membuat : catatan rapat, surat
menyurat, perintah perubahan, catatan claim dari
kontraktor dan persetujuan atas laporan dari site engineer
MODUL SOP-SUPERVISI

TAHAPAN KEGIATAN
A. Persiapan
PELAKSANAAN
Terbit Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)

Penerbitan SPMK segera setelah dilakukan serah terima


lapangan, selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal
penandatanganan kontrak, dimulainya pekerjaan
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (PCM/Pre Construction
Meeting)
Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah diterbitkannya SPMK,
pengguna
jasa
harus
menyelenggarakan
rapat
persiapan
pelaksanaan kontrak yang dilakukan oleh direksi pekerjaan,
Konsultan
Supervisi,
unsur
perencanaan
dan
penyedia
jasa/Kontraktor yang tujuannya adalah menghasilkan kesepakatan
yang ada dalam dokumen kontrak dan tata cara penyelenggaraan
pekerjaan dan hasil rapat dituangkan dalam berita acara.
Field Engineering dan serah terima lapangan
Review rancangan
Adendum :
1.Pemeriksaan gambar, tenaga dan bahan
-.Memeriksa shop drawing
- Estimasi volume, waktu pekerjaan
- Kesiapan sumber daya : bahan/ material, peralatan dan
tenaga
- Siap untuk bekerja
MODUL SOP-SUPERVISI
2.Pelaksanaan Konstruksi

TAHAPAN KEGIATAN PELAKSANAAN


B. Pengawasan Terhadap Pekerjaan Fisik
1. Pengendalian mutu jadwal dan biaya
2. Pekerjaan fisik

Pekerjaan Bangunan Broncaptering , Bangunan Intake dan Pompa Intake

Pastikan SIPA (Surat Izin Pengambilan Air) dan IMB untuk Broncaptering
yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat telah tersedia.

Pastikan tata letak, bentuk dan dimensi bangunan broncaptering , Intake


dan Pompa Intake sesuai dengan
gambar
rencana yang ada,dan
spesifikasi teknis bahan/material harus sesuai dengan RKS.

Pelaksanaan pembangunan konstruksi broncaptering harus dilakukan


secara cermat
dan hati-hati agar aliran air dari mata air tidak
terhalang atau terganggu oleh apapun

yang dapat mengakibatkan berpindahnya titik-titik sumber air, Lokasi


pengambilan air / intake tidak berada di daerah rawan secara teknis dan
ada hasil penyelidikan tanah

Minimal ada 1 unit Pompa Intake cadangan dengan spesifikasi teknis yang
sama dengan pompa yang akan dipasang dan pastikan pemasangan pipa
hisap dan pipa tekan sesuai gambar rencana

Lakukan
pengawasan
terhadap
pelaksanaan
pekerjaan
bangunan
broncaptering, Intake dan Pompa Intake serta bandingkan antara progres
rencana dalam Kurva-S dengan progres aktual .

Periksa
kualitas
konstruksi
dan
kerapian
pekerjaan
bangunan
broncaptering , Intake dan pemasangan Pompa Intake dan
pastikan telah
memenuhi syarat sebagaimana diminta dalam RKS.

Pastikan As Built Drawing yang disusun oleh Penyedia Jasa/Kontraktor telah


MODULdi
SOP-SUPERVISI
sesuai
dengan kondisi nyata
akhir pekerjaan

TAHAPAN KEGIATAN PELAKSANAAN

Pekerjaan Bangunan IPA dan Bangunan Penunjang

Terdiri dari : Bak Prasedimentasi, Bak


Pengumpul, Bangunan unit
Koagulasi dan Flokulasi, Bangunan unit Sedimentasi, Bangunan unit
Filtrasi, Bangunan unit Desinfeksi, Bangunan Reservoir, Bangunan
Sludge Drying Bed, Bangunan Saluran Drainase, Bangunan Rumah
Genset, Bangunan Rumah Pompa, Bangunan Gudang Bahan Kimia,
Bangunan Laboratorium, Bangunan Kantor, Bangunan Rumah Jaga,
Bangunan Pagar Keliling , Instalasi Listrik dan Perpipaan.
Pastikan tata letak, bentuk dan dimensi bangunan IPA dan Bangunan
Penunjang diatas telah sesuai dengan gambar rencana yang ada, dan
spesifikasi teknis bahan/material harus sesuai dengan RKS.
Lakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan bangunan IPA
dan Bangunan Penunjang perbandingkan antara progres rencana dalam
Kurva-S dengan
progres aktual .
Periksa kualitas konstruksi dan kerapian bangunan unit bangunan IPA
dan Bangunan Penunjang pastikan telah memenuhi syarat sebagaimana
diminta dalam RKS.
Pastikan As Built Drawing yang disusun oleh Penyedia Jasa/Kontraktor
telah sesuai dengan kondisi nyata di akhir pekerjaan

MODUL SOP-SUPERVISI

TAHAPAN KEGIATAN PELAKSANAAN


Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi /Distribusi Air Minum

Bahan/Material Pipa dan Accessories : Bahan/Material pipa dan accessories


untuk penggunaan dalam SPAM pada umumnya berupa PVC, baja, PE (Poly
Ethylene), HDPE (High Density Poly Ethylene), Ductile, dan Cast Iron,
Pastikan spesifikasi teknis, jenis bahan, diameter dan panjang pipa transmisi
air
baku telah sesuai dengan RKS,
Pastikan jadwal pengiriman
bahan/material dan accesories telah sesuai dengan
jadwal
rencana, dan perbandingkan antara progres rencana pengiriman
Tempat Penyimpanan Material : Pada tempat yang sepatutnya, agar tidak
menimbulkan penurunan kualitas bahan pipa sesuai persyaratan RKS.
Cara Pemasangan : Pastikan jalur pipa telah transmisi/distribusi air minum
telah sesuai dengan
gambar rencana, bila diperlukan thrust block,
pastikan kualitas thrust block, jumlah dan titik perletakkannya telah sesuai
dengan gambar rencana.
Tatacara pemeriksaan dan pengawasan terhadap pekerjaan perpipaan
sebagaimana tertuang dalam sub-bab diatas.
Lakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan pemasangan pipa
transmisi/distribusi air minum, dan perbandingkan antara progres rencana
dalam Kurva-S dengan progres aktual.
Periksa
kualitas
konstruksi
dan
kerapian
pemasangan
pipa
transmisi/distribusi
air minum,dan pastikan
telah memenuhi syarat
sebagaimana diminta dalam RKS.
Pastikan As Built Drawing yang disusun oleh Penyedia Jasa/Kontraktor telah
sesuai dengan kondisi nyata di akhir pekerjaan.
Pembuatan Thrust Block : berfungsi sebagai pondasi bantalan atau dudukan
untuk jenis perlengkapan pipa
tertentu,
yang memiliki diameter lebih besar
MODUL
SOP-SUPERVISI
dari 40 mm,
seperti bend, tee, dan Valve. Thrust block dipasang pada

TAHAPAN KEGIATAN PELAKSANAAN

Pekerjaan Jembatan Pipa, Syphon, Box Culvert, dan Bangunan


Perlintasan Lainnya :

Jembatan Pipa : diatas permukaan tanah /sungai, Pipa Baja/ DCIP,


dilengkapi gate valve , wash out dan air valve.
Syphon : dibawa dasar sungai, Pipa Baja/ DCIP, Diberi Blok Beton
penahan pondasi, Bagian pipa di dasar sungai harus diberi pelindung
Box Culvert : gorong -gorong persegi beton bertulang, pada dasarnya
Box Culvert adalah sebuah "pipa" persegi atau persegi panjang yang
terbuat dari beton dengan penulangan wair mesh untuk menambah
kekuatan beban yang dapat dipikul di atasnya. Beberapa tulangan
tersebut disusun ke samping untuk struktur seperti membuat pipa
atau terowongan.

Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Hidran Umum

Pastikan spesifikasi teknis, jenis bahan, dan volume hidran umum


telah sesuai dengan RKS.
Pastikan titik penempatan hidran umum telah sesuai dengan gambar
rencana , progres sesuai dengan Kurva S dan RKS .
Pastikan As Built Drawing
yang disusun oleh Penyedia
Jasa/Kontraktor telah sesuai dengan kondisi nyata di akhir pekerjaan

MODUL SOP-SUPERVISI

TAHAPAN KEGIATAN
PELAKSANAAN

C. Supervisi Admnistrasi Teknis, hal yang harus diperhatikan :


Itikat baik : para pihak bertidak berdasarkan asas saling
percaya sesuai dengan hak dan kewajiban yang tercantum dalam
dokumen,
dan setuju melaksanakannya dengan jujur tampa
menonjolkan kepentingan masing-masing.
Penggunaan dokumen kontrak dan informasi, tidak boleh
disebar luaskan tanpa ijin tertulis dari pengguna jasa
Hak paten, hak cipta dan merek,merupakan tanggung jawab
penyedia jasa
Gambar kerja, harus disediakan oleh penyedia jasa dengan
persetujuan direksi teknis baik untuk pelaksanaan pekerjaan
ataupun permanen

Personil : penyedia jasa wajib menugaskan personil inti yang


tercantum dalam daftar, bila menugaskan yang lain harus
disetujui direksi pekerjaan. Bila direksi memberhentikan personil
maka penyedia jasa harus menjamin bahwa personil tersebut
harus meninggalkan lapangan
dalam waktu 7 (tujuh) hari dan
MODUL SOP-SUPERVISI
diganti selambatnya 14 hari.

TAHAPAN KEGIATAN
PELAKSANAAN

Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan : harus


ditaati oleh pengguna jasa, direksi pekerjaan,
direksi teknis dan penyedia jasa.
Hari kerja : Penyedia jasa bertanggung jawab
atas keselamatan kerja dilapangan sesuai
dokumen kontrak. Setiap perusahaan yang
mempekerjakan >100 orang harus menetapkan
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) sesuai dengan Permen Tenaga Kerja No 05/
Men/1996 dan UU No 13 /2003
Instruksi Direksi Pekerjaan : untuk pengaturan
pekerjaan dengan menginstruksikan secara
tertulis melalui surat atau buku harian
Korespondensi : bisa melalui pos, telex dll
Penemuan- penemuan : semua nilai sejarah
menjadi milik negara
MODUL SOP-SUPERVISI

TAHAPAN KEGIATAN PELAKSANAAN


Laporan Hasil Pekerjaan
Laporan Harian, Laporan Mingguan, Laporan
Bulanan
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
D. Kontrak Kritis
Dinyatakan kritis bila :
Dalam periode I , (0 70 %) realisasi fisik
pelaksanaan terlambat lebih 15 % dari rencana
Dalam periode II , (70 100 %) realisasi fisik
pelaksanaan terlambat 10 % rencana
Penanganan kotrak kritis:
Rapat pembuktian ( show cause meeting)
Kesepakatan tiga pihak
MODUL SOP-SUPERVISI

TAHAPAN KEGIATAN PELAKSANAAN


E. Uji Coba Instalasi Pengolahan Air ( Commisioning)
Ketentuan Umum :
1.)Unit IPA yang baru selesai dikonstruksi dan akan mulai
dioperasikan/difungsikan.
2).Tersedianya standar untuk pengujian.
3).Tersedianya alat ukur debit.
4).Adanya contoh yang mewakili.
5).Hasil uji komisi ditandatangani oleh penanggung jawab yang
berwenang.
6).Tersedia air baku yang memenuhi ketentuan kuantitas dan
kualitas.
7).Pengujian kualitas air baku dan air minum lengkap
menggunakanlaboratorium yang telahdiakreditasi.
8).Tersedianya gambar teknis (as built drawing).
9).Penyedia barang/jasa menyiapkan kebutuhan bahan kimia
danproduksi selama pelaksanaan komisi selama 5 hari kalender.
10). Komisi minimal untuk 1 unit IPA perkapasitas.
11). Hasil komisi IPA untuk air minum harus mendapat
pengesahan dariinstansi atau lembaga yang berwenang.
MODUL SOP-SUPERVISI

Ketentuan Teknis

TAHAPAN KEGIATAN
PELAKSANAAN

Ketentuan Pengoperasian : unit peket telah mendapat


sertifikat, tersedia hasil pemeriksaan air baku secara
lengkap untuk 7 hari sebelum uji coba, bila kekeruhan >
600 NTU maka terlebih dahulu masuk bak pengendap
pendahuluan, bila terjadi penyimpangan kualitas air
baku,operasi dihentikan
Kriteria Kualitas Air : Air yang diolah harus memenuhi PP
No 82 /2001 dan Kepmen Kesehatan No 907/
Menkes/SK/VII/2002
Kriteria Unit Operasi terdiri dari :
1.). Unit Pengaduk cepat;
2). Unit Pengaduk lambat;
3). Unit Pengendap atau flotasi;
4). Unit Penyaring cepat;
5). Unit Pertukaran Ion (sesuai kebutuhan lapangan);
6).Unit Reverse Osmosis
MODUL SOP-SUPERVISI
7). Unit pembubuhan desinfektan.

TAHAPAN KEGIATAN
PELAKSANAAN

Kriteria Bahan
Bahan Koagulan
1). Koagulan, Alumunium Sulfat, Poly Alumunium Chloride
2). Netralisan, Soda abu, Soda Api
3). Desinfektan , Kaporit, Sodium hipoklorit, gas khlor, Ozon,
Ultraviolet, sisa khlor di instalasi (0,3 0,5 mg/lt)
Bahan Kimia : untuk pemeriksaan air di laboratorium
Suku cadang : harus memenuhi untuk kegiatan komisi
Peralatan dan Perlengkapan : harus sesuai dengan
kapasitas IPA yang dioperasikan :
-Peralatan Laboratorium :1). Kekeruhan,2). pH,3). sisa
chlor,4). Warna,5). jar test,6). tabung imhoff,7). kepekatan
larutan,8). Timbangan,9). peralatan gelas
-Alat Ukur :1). Pengukur debit (Flowmeter),2). Thomson,3).
Meter Air.
-Peralatan Bengkel :1). kunci pas,2). Ring,3). Tang,4).
Obeng,5). Sney,6).Tracker
MODUL SOP-SUPERVISI

TAHAPAN KEGIATAN
PELAKSANAAN

-Peralatan Mekanik Listrik


-Perlengkapan untuk pembersihan dan pencucian
-Alat Keselamatan Kerja
Penyedia Tenaga Komisioning :
1.). Pihak pemberi kerja
2). Pelaksana Pekerjaan
3). Perwakilan dari Investor
4). Konsultan
5). Tim Penguji yang ditunjuk
Cara Pengerjaan
1.) Persiapan Pelaksanaan
2.) Pengujian di Lapangan
3.)Pengujian di Laboratorium
4.)Sistem Pelaporan
Masa Pemeliharaan : dilaksanakan 3 12 bulan tergantung
kesepakatan
Serah Terima Pekerjaan : penyelenggara SPAM menyimpan
Tender dokumen, Perencanaan Teknis, Spesifikasi Teknis,
Gambar Kerja, As built Drawing