Anda di halaman 1dari 21

TEKNOLOGI REPRODUKSI

(MKB 58.44), sks 3 ( 2.1)

KULIAH III

Penilaian semen / sperma

Pemeriksaan/penilaian sperma dilakukan segera setelah


penampungan
Gelas penampung dan alat-alat harus bersih, steril,
kering, hangat (300C)
Pemeriksaan diperlukan untuk menilai :
- kuantitas dan kualitas sperma
- kelayakan sperma untuk IB

Secara Makroskopis :
1. Volume
2. Konsistensi
3. Warna
4. Bau
5. Derajat keasaman (pH)
6. Kebersihan (adanya debris)

Secara Mikroskopis :
1.
2.
3.
4.
5.

Motilitas massa (+++, ++, +, - /0)


Motilitas individu (p, c, v, r)
Konsentrasi ( /ml)
Pewarnaan deferensial (hidup dan mati)
Abnormalitas (Kepala, Ekor)

PEMERIKSAAN Secara MAKROSKOPIS


a. Warna

Normal : seperti air susu atau agak krem


Pink campur darah
Kecoklaan ada infeksi
kehijauan campur feces

b. Debris
- bulu-bulu
- sel-sel epitel yang lepas
- bercak darah
- kotoran
- debu

c. Volume
Tertera pada gelas penampung
Rata-rata 1 ml (kambing/domba)
Sapi 5- 10 ml ( 7 ml)
Tergantung : frekuensi penamp.,
keterampilan, umur, kondisi ternak.
d. Bau
Khas sperma
Kalau amis mengandung nanah/
darah (ada infeksi)

Perkiraan konsentrasi sperma kambing/domba poer ejakulat,


berdasarkan warna
Jumlah spermatozoa (109)
Skor
Warna
Rata-rata
Range
5
Krem tua
5,0
5-6,0
4

krem

4,0

3,5-4,5

Agak krem

3,0

2,5-3,5

Putih susu

2,0

1,0-2,5

keruh

0,7

0,3-1,0

bening

e. Konsistensi (tingkat kemoloran)

Setetes sperma diletakkan di antara ibu jari dan


telunjuk.
Kedua jari direnggangkan secara perlahan, ukur jarak
kedua jari saat tetesan sperma putus.
Tingkat kemoloran yang baik : 0,5 cm.
Atau dengan menggoyang perlahan semen di dalam
gelas penampung, kemudian lihat kemolorannya.
f. Derajat keasaman (pH )
pH sperma normal sekitar 6,8 7,2 (rata-rata 7,0)

PENILAIAN SECARA MIKROSKOPIS


1. Gerakan masal spermatozoa

- setetes sperma diletakkan di atas objek gelas


- periksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 10 x 10
- amati gerakan spermatozoa secara masal, akan terlihat
gerakan gelombang seperti awan hitam ketika hendak hujan
- berikan skor sesuai dengan tebal gelombang :
+++ = hampir 100% bergerak dg. gelombang tebal & cepat
++ = gerakan cukup gesit, gelombang sedang (> 80% - 90%)
+ = gerakan massa agak lambat dan gelombang tipis
-/0/N/A = ada satu dua atau tidak ada spermatozoa bergerak

2. Gerakan individual spermatozoa


Setetes sperma diletakkan di atas gelas objek, ditutup dg. cover glass, kmd. periksa
di bawah mikroskop pembesaran 10 x 40
- gerakan ditaksir dan dinyatakan dalam % (mis . : 60, 70, dst)
- pergerakan spermatozoa ada 4 macam :
a. Progresif (maju)

: p

b. Mundur (reserve)

: r

c. Bergetar (vibratory) : v
d. Berputar (circular) : c

Menghitung konsentrasi spermatozoa dalam sperma


1. Menaksir jarak antar kepala, kriteria :
- D (densum) : jarak antara dua kepala < panjang kepala (1 2 M/ml)
- SD (semi densum) : jaraknya 1-1,5 panjang kepala (0,5-1M/ml)
- R (rarum) : jaraknya dua kepala > panjang kepala (0,2-0,5M/ml)
- O/A/N (oligo-/necro-/aspermia) : > panjang spermatozoa 0-0,2M/ml)
2. Menggunakan Haemocytometer
- Diperlukan NaCl 3% ( 3 grm garam NaCl dilarutkan dalam 97 ml
aquadestilata (berfungsi sbg pengencer dan pembunuh sperma agar
tidak bergerak saat menghitung)

Caranya
1. siapkan haemocytometer (gelas objek berkanal) dan cover
2. hisap sperma segar sampai tanda 0,5 dgn pipet eritrocyt
3. hisap pelarut (3% saline) s/d tanda 101 sperma sudah
diencerkan 200 kali
4. tutup ujung pipet dengan jari, goyang pelan-pelan
membentuk angka 8
5. buang 3-5 tetes
6. teteskan 1-2 tetes sperma pada kanal gelas objek
7. setelah 1-2 menit hitung konsentrasi spermatozoa dengan
pembesaran 400 (10x40)
101

0,5

Objek glass berkanal dari haemocytometer

Hitung spermatozoa pd 5 kotak besar


1 kotak besar = 16 kotak kecil = semuanya 80 kotak
kecil, volume kotak kecil 0,1 mm3 , jika pengenceran
200 kali,
maka konsentrasi = X ?
X x 400/80 x 0,1 = 1.000 X/0,1 mm3
= 10.000X/mm3 atau
10.000.000/ml
= 107 X/ml
Catat jumlah spermatozoa pada 5 kotak besar

1 kotak besar : ada 4 kotak kecil


Contoh :
- Volume sperma ditampung 1,5 ml
Jml. Spermatozoa dlm 5 kotak = 300
(60+70+55+65+50)
Konsentrasi
= 300 x 107= 3 x 109 atau
3.000 juta = 3 milyar/ml
Konsentrasi ditampung 3 x 1,5 = 4,5 milyar

Pemeriksaan spermatozoa hidup dan mati


(pewarnaan defernsial)
Macam zat warna
1. Eosin-aniline biru
- 1 gr eosin (mengandung 88% zat warna)
- 4 gr analine biru
- dilarutkan dalam 100 ml phospat buffer, biasanya terdiri atas :
90,4 ml Na2 phospate (binatrium phospate) dan 19,6 ml
K phospate (mono-kalium phospate)
- Campur dan masukkan dalam botol, disimpan dalam lemari
es untuk jangka waktu lama
2. Nigrosin-Eosin-Citrate
- 1 gr eosin B
- 5 gr nigrosin
- 25 gr Na citrat
- +100 ml aquadest

caranya :
1. teteskan sperma di 1/3 ujung gelas objek
2. tambahhkan setetes zat warna eosin
3. homogenkan sperma dg eosin
4. buat preparat apus dg sisi gelas objek lain membentuk sudut
30O didorong ke depan
5. keringkan preparat, periksa di bawah mikroskop pemb.10 x 40
6. Catat jumlah spermatozoa yang hidup (tidak berwarna) dan
yang mati (menyerap zat warna) minimal 100 spermatozoa
7. Hitung persentase masing-masing
Catatan :
- sperma tdk bergerak blm tentu mati, shg tidak menyerap warna
- sperma hidup, mungkin ada cacat sehingga menyerap warna

Pemeriksaan Spermatozoa normal dan abnormal


Dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan spermatozoa
hidup dan mati atau tanpa zat warna
Caranya :
Buat preparat apus pada gelas objek
Periksa spermatozoa yang memiliki struktur/morfologi
abnormal seperti kepala putus dari badan, ekor terputus, ekor
patah/kusut, kepala besar/kecil, kepala pipih, kepala/ekor ganda,
dsb.
Abnormalitas primer, umumnya terjadi pada kepala
Abnormalitas skunder, terjadi pada ekor

Bagian

Bentuk

Kepala

Bulat lonjong, gepeng

Tebal 1- 2 mikron ( m)
Panjang 9 mikron

Bulat, pendek

Garis tengah 1 mikron


Panjang 13 mikron

Bulat, panjang

Garis tengah -1/4 mikron


Ujung bergaris tengah mikron
Panjang 44-50 mikron

leher

Ekor

Dimensi

TERIMAKASIH
selamat belajar