Anda di halaman 1dari 34

INDUSTRI PETERNAKAN

DI NEGARA MAJU

USAHA BESAR
MODAL BESAR

INDUSTRI
PROFESIONAL
PETERNAKAN
PERUSAHAAN
PETERNAKAN
(SKALA USAHA
BESAR)

SAPI ( CATTLE )
BERDASARKAN TIPE PENGGUNAAN
1. SAPI PEDAGING (BEEF CATTLE)
2. SAPI PERAH ( DAIRY CATTLE )
3. HEWAN PENARIK (DRAFT ANIMAL)

TAHUN 1960 POPULASI SAPI POTONG


CENDERUNG MENINGKAT
1. MENINGKATNYA KEBUTUHAN DI
NEGARA2 SEDANG BERKEMBANG
2. MENINGKATNYA KEBUTUHAN
EKSPORT DARI NEGARA MAJU KE
NEGARA SEDANG BERKEMBANG.

SAPI POTONG (BEEF CATTLE)


NEGARA MAJU (DEVELOPED COUNTRY)
DITERNAKKAN KHUSUS BIBIT SAPI
POTONG (BEEF
CATTLE ) : DISEMBELIH UMUR 1 -2 TH
DISEMBELIH UMUR < 3 BULAN
(VEAL )
DI INDONESIA (DEVELOPING COUNTRY)
MASIH BANYAK DISEMBELIH SAPI-SAPI
YANG SUDAH
BERUMUR TUA / TIDAK PRODUKTIF.

INDUSTRI PETERNAKAN SAPI POTONG


(DEVELOPED COUNTRY )
DIKELOMPOKKAN:
1. COW- CALF (INDUK-ANAK),
ANAK SAPI DIPELIHARA S/D UMUR 610 BULAN,
B.B. : 180 292,5 kg.
2. STOCKER-YEARLING.
UMUR 1 TAHUN ( HANYA DIBERI
HIJAUAN)
B.B. : 292,5 382,5 kg.
3. FEEDLOT
DIBERI PAKAN BERENERGI TINGGI.
B.B. : 405 -585 kg.

PETERNAKAN SAPI POTONG


DI INDONESIA
PENGGEMUKAN SAPI (FATTENING)
SAPI JANTAN KEBIRI(STEER) UMUR 2-3 TAHUN.
DIGEMUKKAN SELAMA 100 HARI ( KEREMAN)
SEKITAR TAHUN 1960.
INDONESIA EKSPORT SAPI BALI KEBIRI
KHUSUSNYA
DARI NTB / NTT KE HONGKONG, MALAYSIA DAN
SINGAPURA.
B.B. : MINIMUM 385 kg.
SAAT INI IMPORT 450.000 EKOR/TAHUN.

TABEL 4: POPULASI SAPI POTONG,


PRODUKSI, DAN KONSUMSI DAGING
(1889)
NEGARA

JUMLAH
SAPI
(JUTA
EKOR)

NEGARA

PRODU
KSI
DAGING
(BERAT
KARKA
S JUTA
TON)

NEGARA

KONSU
MSI kg
PER
KAPITA

INDIA

195

USA

10,35

ARGENTI
NA

79,65

BRAZIL

137

USSR

8,55

URUGUA
Y

57,15

USSR

120

ARGENTIN 2,7
A

USA

44,55

USA

99

BRAZIL

2,25

AUSTRAL 41,4
IA

CHINA

77

MEXIKO

1,8

KANADA

38,7

TOTAL

1,282

TOTAL

49,05

DUNIA

8,55

SEBELUM TH. 1979


POPULASI SAPI PERAH DI INDONESIA
70.000 90.000 EKOR ( HAMPIR 90 % DI P. JAWA )

SAPI PERAH
(DAIRY CATTLE)
SEJAK TH. 1979
POPULASI SAPI PERAH DI INDONESIA MELONJAK

UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI


SUSU
(TERMASUK EXPORT)

INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU ( IPS )


1. DIPERBOLEHKAN IMPORT BAHAN BAKU
SUSU
(SUSU BUBUK) SAMPAI 85 %
2. SUPLAI SUSU LOKAL 15 %

PEMERINTAH
1. IMPORT INDUK SAPI PERAH
(1979-1982) : 125.000 EKOR
2. MELAKUKAN INSEMINASI BUATAN (IB)
500.000 DOSIS SEMEN BEKU
PER TAHUN.

KOPERASI PERSUSUAN
KUD ( KOPERASI UNIT DESA )
SAPI IMPORT / BANPRES
DIBAGIKAN KE RAKYAT SECARA KREDIT

TH. 1996

POPULASI SAPI PERAH DI INDONESIA : 400.000


EKOR

PRODUKSI SUSU : 449.000 TON PER TAHUN.

SECARA BERANGSUR INDUSTRI PENGOLAHAN


SUSU (IPS)
TERUS DIBATASI IMPORT SUSU BUBUKNYA

BERLAKUNYA
PEREKONOMIAN GLOBAL
PEMERINTAH TIDAK LAGI DAPAT MEMBENDUNG
IMPORT BAHAN BAKU SUSU
ALASAN IPS, KARENA :
KUALITAS LEBIH BAIK & HARGA LEBIH MURAH

IPS MEMBERI BATAS KUOTA SUSU


YANG DIBELI DARI PETERNAK LOKAL
PETERNAK LOKAL MENGALAMI KESULITAN
PEMASARAN SUSUNYA

PRODUKSI SUSU RATA-RATA PER


EKORNYA
( PER LAKTASI = 305 HARI
PRODUKSI )
ISRAEL
: 8.550 kg
KOREA SELATAN
: 6.750 kg
AMERIKA SERIKAT : 6.300 kg
UNI SOVYET(dulu) : 2.565 kg
INDONESIA
: 2.440 kg
SEBAGAI BANGSA KONSUMEN SUSU :

NORWEGIA
: RATA-RATA 230 kg/kapita/tahun
(TERBESAR)
INDONESIA : RATA-RATA HANYA 5,35 kg/kapita/tahun

TABEL 5 : POPULASI SAPI PERAH, PRODUKSI SUSU,


DAN KONSUMSI SUSU DI BEBERAPA NEGARA
(1990) DAN INDONESIA (1996)
POPULASI
SAPI
PERAH
(JUTA
EKOR)

PRODUK
SI SUSU
(JUTA
TON)

KONSUMSI
SUSU
(kg/kapita/
tahun)

USSR

42

108.000

--

INDIA

29

24.000

--

BRAZIL

19

--

USA

10

61.000

--

26.000

--

INDONESIA

0,4

0,449

5,35

TOTAL

222

435.000

46

NEGARA

PRANCIS

PEMASARAN SUSU
MERUPAKAN BAHAN MAKANAN YANG MUDAH RUSAK
TIDAK HANYA DIPASARKAN DALAM BENTUK SEGAR (WHOLE
MILK ), TETAPI
SUSU BUBUK , SUSU KENTAL MANIS,
SUSU SKIM (DIHILANGKAN LEMAKNYA),
MENTEGA SUSU (BUTTER), KEJU DLSB.

DI INDONESIA DIDOMINASI PETERNAKAN RAKYAT


1. PEMILIKANNYA 3-5 EKOR PER KELUARGA
2. SUSUNYA DIJUAL MELALUI KUD KE PENGOLAHAN SUSU
3. DIJUAL SEBAGAI SUSU SEGAR DARI RUMAH KE
RUMAH

DOMBA & KAMBING


( SHEEP & GOAT)
LEBIH MUDAH BERADAPTASI DI DAERAH TROPIK
YANG KERING DAN PANAS
KAMBING (80%) HIDUP DI DAERAH TROPIK DAN
SUB TROPIK
DOMBA (60%) TERDAPAT DI DAERAH NON TROPIK
(TEMPERATE)
TEMPERATUR DAN TIPE VEGETASI SANGAT
MENENTUKAN KEHIDUPAN DOMBA & KAMBING

525 JUTA KAMBING DI DUNIA,


TERBANYAK DI NEGARA-NEGARA INDIA,
CHINA,
KEMUDIAN PAKISTAN, NIGERIA, DAN
SOMALIA.
DI INDONESIA KAMBING (12.700.000 EKOR) > DOMBA
(6.600.000 EKOR).
DI BEBERAPA NEGARA YANG MAJU PETERNAKANNYA, DOMBA
LEBIH POPULER.
KAMBING SEBAGAI PENGHASIL DAGING DAN SEBAGIAN KECIL
SEBAGAI KAMBING PERAH (DAIRY GOAT )
DOMBA SEBAGAI PENGHASIL DAGING, DI NEGARA2 NON TROPIK
JUGA PENGHASIL
WOOL, DAN SEDIKIT SEBAGAI
PENGHASIL SUSU.
DOMBA GARUT (JAWA BARAT) DIKENAL SEBAGAI DOMBA
ADUAN,
SELAIN ITU KULITNYA DIPAKAI DALAM INDUSTRI KULITNYA.
MERUPAKAN KETURUNAN DOMBA MERINO.

PEMELIHARAAN KAMBING DAN DOMBA


DI INDONESIA
MERUPAKAN PETERNAKAN RAKYAT / KECIL
SEBAGAI PENUNJANG PEREKONOMIAN RAKYAT
DI PEDESAAN.
BELUM MAMPU MEMENUHI PERMINTAAN
EXPORT KAMBING DAN DOMBA KE NEGARA TIMUR
TENGAH.
BELUM ADA SPESIALISASI KAMBING / DOMBA
PENGHASIL DAGING ATAU SUSU, APALAGI BULU
ATAU WOOL.
YANG BERKEMBANG DI MASYARAKAT SAMPAI
SAAT INI HANYA KAMBING / DOMBA PENGHASIL
DAGING.

TABEL 6 :
POPULASI KAMBING DAN
DOMBA DI
BEBERAPA NEGARA DAN INDONESIA
(JUTA
EKOR)
NEGARA
KAMBING
DOMBA
AUSTRALIA
-152
USSR
-140
CHINA
79
102
SELANDIA
-61
BARU
INDIA
107
53
PAKISTAN
34
-INDONESIA
12,7
6,6
TOTAL DI
526
1.176

PERUNGGASAN
YANG TERMASUK UNGGAS
(POULTRY) ADALAH AYAM,
ITIK, ANGSA, KALKUN,
MERPATI DLSB.

DALAM KULIAH INI HANYA MEMBAHAS AYAM


KARENA DI INDONESIA PETERNAKAN AYAM SUDAH
MAJU
DI INDONESIA DIKENAL ADA 2 :
1. AYAM BUKAN RAS (BURAS)/ KAMPUNG
YANG MERUPAKAN AYAM LOKAL.
2. AYAM RAS
YANG DULUNYA DIIMPOR DARI LUAR
NEGERI.
ISTILAH AYAM BURAS
KURANG TEPAT,
KARENA SEMUA JENIS AYAM MEMPUNYAI RAS
SENDIRI.
MUNGKIN LEBIH TEPAT DISEBUT AYAM LOKAL.

AYAM LOKAL
BANYAK DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL DI :
HALAMAN RUMAH
KEBUN-KEBUN
MENUNJANG PEREKONOMIAN RUMAH TANGGA
RAKYAT DI DAERAH PINGGIRAN DAN PEDESAAN
MASIH CUKUP
MENONJOL.
CATATAN TAHUN 1996 :
POP. AYAM LOKAL: TERCATAT 252,7 JUTA EKOR
POP.AYAM RAS: BROILER (854,7 JUTA EKOR), LAYER
(69,8 JUTA EKOR)

AYAM RAS
AWAL TH. 1960
MERUPAKAN AWAL KEMAJUAN PETERNAKAN
AYAM DI INDONESIA.
IMPORT ANAK AYAM UMUR SEHARI (DOC) DALAM
BENTUK
DOC KOMERSIAL (FINAL STOCK ).
FINAL STOCK :
JENIS AYAM INI TIDAK UNTUK DIKEMBANG
BIAKKAN LAGI.
HANYA DIPELIHARA DALAM SATU SIKLUS
PRODUKSI
( BROILER : 8 MINGGU, LAYER : 73
MINGGU )

AYAM-AYAM RAS KOMERSIAL


MERUPAKAN HASIL KEMAJUAN
ILMU PEMULIAAN TERNAK (ANIMAL
BREEDING).
PERSILANGAN BEBERAPA BANGSA AYAM
GALUR MURNI (PURE BRED/LINE)
MENGHASILKAN
AYAM

PRODUKTIVITAS TINGGI
TAHAN PENYAKIT
MEMILIKI SIFAT2 UNGGUL

K O M E R S I A L SBB. :

SEJAK TH. 1984


PEMERINTAH MELARANG IMPORT DOC FINAL
STOCK
HANYA BOLEH IMPORT
GRAND PARENT STOCK(GPS) OR
PARENT STOCK (PS)

FINAL STOCK ( COMMERCIAL STOCK )


SAAT INI SUDAH BANYAK PERUSAHAAN BESAR
(PMDN
ATAU PMA) BERGERAK DI BIDANG PETERNAKAN
AYAM
SEBAGAI INDUSTRI ( JUTAAN ANAK AYAM/MGG.)

PERANCIS DAN AMERIKA SERIKAT ADALAH NEGARA


PENGEKSPOR AYAM TERBESAR DI DUNIA.
THAILAND ADALAH PENGEKSPOR AYAM TERBESAR
KE NEGARA2 EROPA
JERMAN, JEPANG DAN USSR ADALAH NEGARA
PENGIMPOR AYAM TERBESAR
DENGAN PESATNYA INDUSTRI PERUNGGASAN, MAKA
TERBENTUKLAH SPESIALISASI
SEPERTI MISALNYA :
PEMBIBITAN (BREEDER), PENETASAN (HATCHERY),
PEMOTONGAN/PEMROSESAN AYAM PEDAGING, TELUR
TETAS/KONSUMSI,
PAKAN TERNAK, OBAT-OBATAN HEWAN, SARANA PRODUKSI
DLSB.

TABEL 7 : POPULASI AYAM DI


BEBERAPA NEGARA (1989) DAN
INDONESIA (1996)
NEGARA
AYAM ( JUTA
EKOR )
RRC
1.977
USA
1.550
USSR
1.160
BRAZIL
600
INDONESIA
1.777
TOTAL DI DUNIA
10.545

BABI

BABI MERUPAKAN TERNAK


YANG SANGAT PRODUKTIF
DAN EFISIEN

SIFAT-SIFAT TERNAK BABI


PERKEMBANG-BIAKANNYA CEPAT
MASA BUNTING : 115 HARI
JUMLAH ANAKPERKELAHIRAN (LITTER SIZE) : 8-10 EKOR
ANAK DISAPIH : UMUR 2 BULAN
INDUK BIRAHI LAGI
MUDAH MENINGKATKAN MUTU GENETIKNYA
( MELALUI BREEDING )
KECUALI BABI GALUR MURNI, BANYAK BANGSA BABI
KOMERSIAL YANG
MEMPUNYAI SIFAT-SIFAT UNGGUL SESUAI YANG
DIINGINKAN, SEPERTI:
PRODUKTIVITAS TINGGI, TAHAN PENYAKIT,
DAN EFISIEN

USAHA PETERNAKAN BABI


DI INDONESIA
DI DAERAH YANG TIDAK BANYAK UMAT MUSLIMNYA,
MISALNYA : SUMATERA UTARA, NIAS, BALI, NTT, IRIAN
JAYA, DAN INDONESIA BAGIAN TIMUR.
UMUMNYA MASIH DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL
OLEH RAKYAT PEDESAAN.
DIGUNAKAN SEBAGAI SIMBOL STATUS SOSIAL.
DI BEBERAPA DAERAH DI P. JAWA (PETERNAKAN MODERN),
UNTUK MELAYANI KOTA2 BESAR.
DI P. BULAN (BATAM DAN RIAU) BABI DIKEMBANGKAN
DALAM PERUSAHAAN BESAR KOMERSIAL
EKSPOR
KE
SINGAPURA

846 JUTA EKOR BABI DI DUNIA


40% BERADA DI CHINA
KALAU DIHITUNG DARI PRODUKTIVITASNYA
(KARKAS PER PENDUDUK) :
1. AMERIKA SERIKAT : 29 kg/orang
2. UNI SOVYET
: 23 kg/orang
3. CINA
: 20 kg/orang
POPULASI BABI DI INDONESIA 9,5 JUTA EKOR
(1996)
KONSUMSI DAGING BABI TERTINGGI DI DUNIA
1. HONGARIA : 88 kg /kapita /tahun.
2. DENMARK : 65 kg /kapita/tahun

DI NEGARA2 MAJU INDUSTRI PETERNAKAN


BABI DILAKSANAKAN DALAM FASE-FASE :
PETERNAK BABI ANAKAN
MEMELIHARA BABI INDUK DAN ANAK-ANAK
SAPIHAN
BERAT BADAN : 18 kg
PETERNAK BABI POTONGAN
MEMBELI ANAK BABI DIBESARKAN/DIGEMUKKAN
BERAT BADAN SIAP POTONG : 100 kg
PETERNAK BABI PEMBIBIT

HANYA MEMELIHARA BABI-BABI UNGGUL


DIJUAL SEBAGAI BABI BIBIT

TABEL 8 : POPULASI DAN KONSUMSI


DAGING BABI DI DUNIA
NEGARA

CHINA
USSR
USA
JERMAN
HONGARIA

POPULASI KONSUM
( JUTA
SI
EKOR )
(kg/kapit
a)
346
78
55
36
--

---62
68

KUDA

DIDOMESTIKASIKAN
UNTUK DIFUNGSIKAN SEBAGAI
HEWAN SARANA TRANSPORTASI
DENGAN MOBILITAS TINGGI

JAMAN DULU
DIGUNAKAN UNTUK EKSPANSI WILAYAH
MENGEMBNGKAN PERTANIAN YANG INTENSIF SEBAGAI
PENARIK BAJAK DAN PENGANGKUT HASIL BUMI.

SAAT INI
KUDA TUNGGANG, KUDA PACU (HOBI)
KUDA POLISI, KUDA MILITER, DAN ALAT TRANSPORTASI

POPULASI KUDA DI DUNIA AKHIR-AKHIR INI MENURUN


HANYA SEKITAR 60 JUTA EKOR
DI CINA : 10 JUTA EKOR (TERBANYAK)
DI INDONESIA : HANYA 720 EKOR

KUDA LIAR DI DUNIA


HANYA TINGGAL EQUUS PZHREVALSKI DI MONGOLIA.
KUDA TARPAN (SUDAH PUNAH) DI EROPA.
KUDA MUSTANG DI AMERIKA BUKAN KUDA LIAR ASLI (FERAL)