Anda di halaman 1dari 55

LOGIKA FUZZY

Pertemuan : 11
Dosen Nesi Syafitri, S.kom, M.Cs

Pokok Bahasan
Logika

fuzzy
Himpunan Fuzzy
Himpunan Crisp vs Fuzzy
Tinggi Himpunan Fuzzy
Variabel Fuzzy
Semesta Pembicaraan
Himpunan Fuzzy
Domain Himpunan Fuzzy
Support-Set

Fungsi
Nilai

Keanggotaan

Keanggotaan
Fungsi Linear
Fungsi Segitiga
Fungsi S (Sigmoid)
Fungsi
Fungsi Beta
Fungsi Gauss
Fungsi Trapesium
Derajat Keanggotaan Skalar

Operator-operator
Operator

Fuzzy

Dasar Zadeh
Interseksi
Union
Komplemen

Logika Fuzzy
Logika

fuzzy adalah suatu cara untuk


melakukan penalaran dengan
menggunakan teori himpunan fuzzy.
Sistem fuzzy adalah sistem yang
dibangun dengan menggunakan logika
fuzzy.

Mengapa Menggunakan Logika


Fuzzy?
Konsep logika fuzzy mudah dimengerti.
Logika fuzzy sangat fleksibel.
Logika fuzzy memiliki toleransi terhadap

data-data

yang lain daripada yang lain.


Logika fuzzy mampu memodelkan fungsi-fungsi
nonlinear yang sangat kompleks.
Logika fuzzy dapat membangun bagian teratas dari
pengalaman-pengalaman para pakar.
Logika fuzzy dapat bekerjasama dengan teknik-teknik
kendali secara konvensional.
Logika fuzzy didasarkan pada bahasa alami.

Himpunan Crisp
Himpunan

disimbolkan dengan huruf


besar (A, B, P, dll)
Anggota (elemen) himpunan
disimbolkan dengan huruf kecil (a, b, c,
x, y, dll)
Hanya ada 2 nilai keanggotaan, yaitu 1
(anggota) atau 0 (bukan anggota)

Himpunan Crisp vs Fuzzy


Misalkan diketahui klasifikasi sebagai
berikut:
MUDA
umur < 35 tahun
SETENGAH BAYA 35 umur 55 tahun
TUA
umur > 55 tahun

Himp. Crisp SETENGAH BAYA


1

Setengah
Baya

35

Orang yang berusia 35 tahun termasuk SETENGAH BAYA


(nilai keanggotaan=1)
Orang yang berusia 34 tahun tidah termasuk SETENGAH BAYA
(nilai keanggotaan=0)
Orang yang berusia 55 tahun termasuk SETENGAH BAYA
(nilai keanggotaan=1)
Orang yang berusia 56 tahun tidah termasuk SETENGAH BAYA
(nilai keanggotaan=0)

55 umur

Himp. Fuzzy SETENGAH BAYA


x
1

SETENGAH BAYA

0.5
25

35

Orang yang berusia 35


keanggotaan=0,5)
Orang yang berusia 45
keanggotaan=1)
Orang yang berusia 55
keanggotaan=0,5)
Orang yang berusia 25
(nilai keanggotaan=0)

45
umur

55

65

tahun termasuk SETENGAH BAYA (nilai


tahun termasuk SETENGAH BAYA (nilai
tahun termasuk SETENGAH BAYA (nilai
tahun tidak termasuk SETENGAH BAYA

SETENGAH
BAYA

MUDA

TUA

x
0.5

25

35

45
umur

55

65

Orang yang berusia 45 tahun termasuk SETENGAH BAYA (nilai


keanggotaan=1)
Orang yang berusia 35 tahun termasuk SETENGAH BAYA (nilai
keanggotaan=0,5), dan termasuk MUDA (nilai keanggotaan 0,5).
Orang yang berusia 55 tahun termasuk SETENGAH BAYA (nilai
keanggotaan=0,5), dan termasuk TUA (nilai keanggotaan 0,5).

TINGGI HIMPUNAN FUZZY


Tinggi himpunan fuzzy adalah derajat
keanggotaan maksimumnya dan terikat pada
konsep normalisasi.
DEKAT DENGAN 4

0,82

derajat
keanggotaan

DEKAT DENGAN 50

derajat
keanggotaan

47

50

53

Suatu

himpunan fuzzy dikatakan memiliki bentuk


normal maksimum (Maximum Normal Form) jika
paling sedikit satu elemennya memiliki nilai
keanggotaan satu (1) dan satu elemennya
memiliki nilai keanggotaan nol (0).
Suatu himpunan fuzzy dikatakan memiliki bentuk
normal minimum (Minimum Normal Form) jika
paling sedikit satu elemennya memiliki nilai
keanggotaan satu (1).

DEKAT DENGAN 50
1
0,82
derajat
keanggotaan

47

50

53

VARIABEL FUZZY
Variabel

fuzzy adalah variabel-variabel


yang akan dibicarakan dalam suatu
sistem fuzzy.
Contoh:
Temperatur
Umur
Tinggi
dll

Badan

SEMESTA PEMBICARAAN
Keseluruhan ruang permasalahan dari nilai terkecil hingga nilai
terbesar yang diijinkan disebut dengan semesta pembicaraan
(universe of discourse).
Semesta pembicaraan bersifat monoton naik, dan adakalanya
open ended.

TEMPERATUR
1

DINGIN

SEJUK

HANGAT

PANAS

[x]

100

140
200
260
320
temperatur turbin (oC)

360

HIMPUNAN FUZZY
Himpunan

fuzzy adalah himpunanhimpunan yang akan dibicarakan pada


suatu variabel dalam sistem fuzzy.
Contoh:
Temperatur:

DINGIN, SEJUK, HANGAT,

PANAS.
Umur: MUDA, PAROBAYA, TUA.
Tinggi Badan: RENDAH, TINGGI
dll

DOMAIN HIMPUNAN FUZZY

Domain himpunan fuzzy adalah keseluruhan nilai yang diijinkan dalam


semesta pembicaraan.
Domain merupakan himpunan bilangan real yang senantiasa naik (bertambah)
secara monoton dari kiri ke kanan. Nilai domain dapat berupa bilangan positif
maupun negatif.

BERAT

[x]
0
40

berat badan
(kg)

60

Domain himpunan fuzzy BERAT [40,60]

Domain himpunan fuzzy: DINGIN (100oC-200oC), SEJUK (140oC260oC), HANGAT (200oC-320oC), dan PANAS (260oC-360oC).
Himpunan-himpunan fuzzy yang mendeskripsikan semesta
pembicaraan ini tidak perlu simetris, namun harus selalu ada overlap
pada beberapa derajat.
TEMPERATUR
1

DINGIN

SEJUK

HANGAT

PANAS

derajat
keanggotaan
(x)
0

100

140
200
260
320
temperatur turbin (oC)

360

SUPPORT SET

Himpunan yang domainnya dimulai dari nilai yang derajat keanggotaannya nol
terakhir hingga satu yang pertama.
Domain untuk BERAT adalah 40 kg hingga 60 kg, namun kurva yang ada dimulai
dari 42 hingga 55 kg

BERAT

1
(x)

40

42

berat badan
(kg)

55

support set

60

-CUT SET

Himpunan ini berisi semua nilai domain yang merupakan bagian


dari himpunan fuzzy dengan nilai keanggotaan lebih besar atau
sama dengan .
BERAT

1
(x)

=0,2
0

40

45

berat badan
(kg)

-cut set

60

MENENTUKAN
NILAI KEANGGOTAAN
Pendekatan

Fungsi

Clustering
Jaringan

Syaraf Tiruan

Nilai Keanggotaan
Terbaik

165 cm

Supaya benarbenar tinggi,


tinggi badan
seseorang
harus lebih dari
garis ini.

TINGGI
(=1)

1
Derajat
Keanggotaan
()
0
Tinggi
Badan

TIDAK TINGGI
(=0)

FUNGSI KEANGGOTAAN
1. Representasi Linear Naik

Pada representasi linear, permukaan digambarkan sebagai suatu


garis lurus.
Bentuk ini paling sederhana dan menjadi pilihan yang baik untuk
mendekati suatu konsep yang kurang jelas.

[x]

(x)

domain

0;

xa
xa
; axb
ba
1;

xb

2. Representasi Linear Turun


1
[x]
a

domain

Merupakan

kebalikan dari linear naik.


Garis lurus dimulai dari nilai domain
dengan derajat keanggotaan tertinggi dari
sisi kiri bergerak menuju derajat anggota
rendah

Fungsi Keanggotaannya:

Contoh:
TUA

0,6
(x)

35

50

Umur(th)

TUA[50] = (50-35)/(60-35) = 0,6

60

2. Kurva Segitiga

x a atau x c
0;

( x; a, b, c) ( x a) /(b a); a x b
(c x) /(c b ); b x c

Pusat
Pusat
1
(x)

Sisi
Sisi
kiri
kiri

c
Sisi
Sisi
kanan
kanan

Domain
Domain

Contoh
1

PAROBAYA

0,75
x]

0,3
0

35 38

45 50
Umur (th)

65

PAROBAYA[38] = (38-35)/(45-35) = 0,3


PAROBAYA[50] = (65-50)/(65-45) = 0,75

3. Kurva-S (Sigmoid/Logistic)

S( x; , , )

0
2(( x ) /( ))2
1 2(( x ) /( ))2

x
x
x
x

1
derajat
keanggotaan
0,5

0
i

Titik
Titik Infleksi
Infleksi

Keanggotaan=0
Keanggotaan=0

Keanggotaan=1
Keanggotaan=1

Contoh
TUA

1
0,755

[x]
0,125
0

45

50

58

Umur (th)

65

TUA[50] = 2[(50-45)/(65-45)]2 = 0,125


TUA[58] = 1-2[(65-58)/(65-45)]2 = 0,755

Sedangkan

Kurva PENYUSUTAN akan bergerak dari sisi


paling kanan (nilai keanggotaan = 0) ke sisi paling
kiri(nilai keanggotaan =1), berikut gambaran grafiknya:

1
[x]

[x]
0

Domain

Fungsi Keanggotaan Penyusutan:

[x] = S(x;,,)

Contoh
1

MUDA

0,755

[x]
0,125
0

25

32

40

45

Umur (th)

MUDA[32] = 1-2[(32-25)/(45-25)]2 = 0,755


MUDA[40] = 2[(45-40)/(45-25)]2 = 0,125

4. Kurva-


S x; , ,
2

1 S x; , ,
2

( x, , )

Pusat
Pusat
1
derajat
keanggotaan
0,5

0
i Titik
Titik
Infleksi
Infleksi

Lebar
Lebar

Domain
Domain

x
x

Contoh
PAROBAYA

1
0,92
[x]
0,18
0

35

43 45

52

55

Umur (th)

PAROBAYA[43] = 1-2[(45-43)/(45-35)]2 = 0,92


PAROBAYA[52] = 1-(1-2[(55-52)/(55-45)]2) = 0,18

B( x; , )
5. Kurva Beta

Pusat
Pusat
1
derajat
keanggotaan
0,5
0
i

Titik
Titik
Infleksi
Infleksi

j
Titik
Titik
Infleksi
Infleksi

Domain
Domain

1
x

G(x;k , ) e

6. Kurva Gauss

2
k ( x)

Pusat
Pusat
1
derajat
keanggotaan
0,5

0
i Titik
Titik
Infleksi
Infleksi

j
Lebar
Lebar kk

Domain
Domain

7. Kurva Bentuk Bahu (Trapesium)


Bahu
Bahu Kiri
Kiri

1 DINGIN

Bahu
Bahu Kanan
Kanan

SEJUK

NORMAL

HANGAT

PANAS

[x]

0
0

15

20

30
25
Suhu Ruangan (oC)

35

8. Derajat Keanggotaan Skalar

Digunakan apabila kita tidak bisa menemukan suatu


fungsi yang tepat untuk beberapa sampel data.
Dituliskan dengan:
Skalar(i) / Derajat(i)
Semua titik harus ada di domain, dan paling sedikit
harus ada satu titik yang memiliki nilai kebenaran sama
dengan 1.
Apabila titik-titik tersebut telah digambarkan, maka
digunakan interpolasi linear untuk mendapatkan
permukaan fuzzy-nya.

PENGENDARA BERESIKO TINGGI


(dalam umur)

derajat 1
keanggotaan

10

20

30 40

50

60 70
umur

80

90 100

derajat 1
keanggotaan

10

20

30

40

50

60
umur

70

80

90

100

LOGIKA TRADISIONAL
Pada

logika tradisional, fungsi keanggotaan


suatu himpunan terbagi atas 2 daerah, yaitu:
A[x] = 0, jika x A atau
A[x] = 1, jika x A.

INTERSEKSI

1 3 5 13

1 3 5 7
11 13
17

2 4 6 8 9
10 12 14
15 16

KOMPLEMEN

B
1 2 3 5 8
13 21

1 2 3 5
7 8 11
13 17 21

UNION
2 7 8 11
17 21

EXCLUSIVE
UNION

OPERASI DASAR FUZZY: ZADEH


Interseksi:

AB = min(A[x],B[y]).
Union:

AB = max(A[x],B[y]).
Komplemen:

= 1-A[x]

INTERSEKSI

Interseksi antara 2 himpunan berisi elemen-elemen yang


berada pada kedua himpunan.
Ekuivalen dengan operasi aritmetik atau logika AND.
Pada logika fuzzy konvensional, operator AND diperlihatkan
dengan derajat keanggotaan minimum antar kedua himpunan.

0.00

0.25

0.50

0.75

1.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.25

0.00

0.25

0.25

0.25

0.25

0.50

0.00

0.25

0.50

0.50

0.50

0.75

0.00

0.25

0.50

0.75

0.75

1.00

0.00

0.25

0.50

0.75

1.00

Operator interseksi seringkali digunakan sebagai


batasan anteseden dalam suatu aturan fuzzy, seperti:
IF x is A AND y is B THEN z is C

Kekuatan nilai keanggotaan antara konsekuen z dan


daerah fuzzy C ditentukan oleh kuat tidaknya premis
atau anteseden. Kebenaran anteseden ini ditentukan
oleh min ([x is A],[y is B].

Contoh:
PAROBAYA
1

[x]

[x]

0
35

45
umur (tahun)

55

TINGGI

135

TINGGI dan PAROBAYA

1
[x]

0
X1

PAROBAYA
TINGGI

Xn

170
tinggi badan
(cm)

UNION
Union dari 2 himpunan dibentuk dengan menggunakan
operator OR.
Pada logika fuzzy konvensional, operator OR diperlihatkan
dengan derajat keanggotaan maksimum antar kedua
himpunan.

0.00

0.25

0.50

0.75

1.00

0.00

0.00

0.25

0.50

0.75

1.00

0.25

0.25

0.25

0.50

0.75

1.00

0.50

0.50

0.50

0.50

0.75

1.00

0.75

0.75

0.75

0.75

0.75

1.00

1.00

1.00

1.00

1.00

1.00

1.00

Contoh:
PAROBAYA
1

[x]

[x]

0
35

45
umur (tahun)

55

TINGGI

135

TINGGI atau PAROBAYA


1
[x]

PAROBAYA

0
X1

170
tinggi badan
(cm)

TINGGI

Xn

KOMPLEMEN
Komplemen atau negasi suatu himpunan A berisi
semua elemen yang tidak berada di A.
Tidak PAROBAYA

Tidak PAROBAYA

1
[x]

[x]

25

35
55
umur (tahun)

65

0
25

45
umur (tahun)

65

Operator Yager
1.Operator OR (Union)

S_yager

(a, b) min{1, (a b )1 / }

2.Operator AND (Intersection)

t_yager (a, b) 1 min{1, [(1 a


3.Operator NEGASI
(Komplemen)

1/

) (1 b )]

C_yager (a ) (1 a

1/

Operator Lukasiewic
1.Operator OR
(Aljebraic_sum)
S_as (a, b) (a b a * b)
2.Operator AND (Aljebraic_product)

t_ap (a, b) a * b
3.Operator NEGASI
(Komplemen)
( a ) (1 a )

Contoh
Diketahui

seorang pegawai berumur 27 tahun,


dengan gaji yang diperoleh sebesar
2.500.000. tentukan nilai keanggotaannya jika:
A. Usia muda[0..35] dan gaji sedang
[2jt..3jt..4jt]
B. Usia parobaya[30.. 40..50] dan gaji tinggi
[2jt5jt]
C. Usia muda atau gaji tinggi
Nilai lamda = 1

Tentukan

nilai keanggotaannya dengan


menggunakan operator Zadeh, Yager,
dan Lukasiewic