Anda di halaman 1dari 104

CARBONATE DEPOSITIONAL SYSTEM AND RESERVOIR DEVELOPMENT,

By:
M. Ali Jambak

FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI


UNIVERSITAS TRISAKTI

Mengapa kita mempelajari batuan karbonat?

Di seluruh dunia, karbonat mengandung sekitar 60% atau


mendekati 500 milyar barrel minyak dalam lapangan besar (O&G
Jour, 1983). Ini termasuk 2/3 dari cadangan terbesar di Timur
Tengah dan 1/3 dari cadangan terbesar di Amerika Utara.

Reservoir karbonat memiliki jumlah yang cukup signifikan dalam


menghasilkan hydrocarbon di seluruh Asia Tenggara.

Asia juga mempunyai ini yang terbagi dalam beberapa lapangan


besar seperti Bombay High, Arun, Natuna, Luconia, dan dari
penemuan terakhir oleh Exxon-Mobil di Cepu.

Ini dapat ditafsirkan bahwa 16 milyar barrel minyak (ekivalen)


terdapat di karbonat terumbu Miocene/Oligocene di Asia Tenggara
(Greenlee & Lehman, 1992). Keterdapatan ini terjadi dalam
beragam reservoir limestone dan dolomite: reef, sand shoals,
lapisan lempungan pada platform, dolomite terekristalisasi, rekahan
dan bahkan goa.

Meskipun banyak wilayah petroleum sistem didominasi (80-85%)


oleh reservoir batupasir disana terdapat beberapa sistem
didominasi karbonat yang cukup penting mengandung taksiran 20
BBOE dari batas cadangan hydrokarbon, 90% dari ini, ini bisa jadi
catatan, gas (>100 TCF). Hanya beberapa lapangan karbonat di
Irian Jaya (contoh Salawati) mendekati untuk menjadi sistem oilprone. Sementara perangkap struktural sangat menonjol
disepanjang wilayah ini, perangkap stratigrafi terutama sekali biasa
diantara reservoir karbonat.

Banyak faktor dari reservoir ini yang berhubungan langsung dengan


kemas yang berhubungan sistem pengendapan yang merupakan
hasil interaksi antara biologi dan fisika.

Rangkaian Pulau Seribu, lepas pantai Jakarta, menyediakan


kesempatan untuk menguji proses ini dalam kegiatan dan disposisi
dan asosiasi dari facies karbonat yang dihasilkan. Meskipun
sebaran lingkungan karbonat yang ditemukan disini terbatas.

Klastika

Karbonat

TERUMBU/REEFS
Adalah asosiasi dari hewan hewan, yang
menghasilkan bahan yang calcareous dan
kemudian membentuk gundukan gundukan atau
galengan galengan.
TERUMBU CORAL, terumbu yang dihasilkan
(dibentuk) terutama oleh/dari sekresi coral yang
bersifat calcareous. Sebagai frame work (rangka)
utamanya.
Sedangkan hewan hewan yang berasosiasi pada
terumbu biasanya coral, algae, cacing cacing,
molluska, brachiopoda, echinodermata, bryozoa dll.

RESENT REEFS

CORAL & CORAL REEFS

Coral adalah istilah umum yang dipakai untuk menamai beberapa


bentuk yang tergolong kedalam coelenterata.
Ada dua jenis Yi
: - hard coral
- soft coral
Hard coral adalah
: coral yang mempunyai rangka luar yang
calcareous.
Soft coral adalah : coral yang rangkanya ada didalam jaringan
tubuhnya, yang bisa berupa skeletal fragments atau horny
material.
Yang membentuk coral reef adalah hard coral, seperti: hydrocorals,
seleractinians, dan octocorals.

FAUNA & FLORA


PEMBENTUK REEFS
Coelenterata (Coral)
Red algae, contoh Lithothamnion,
Porolitkon dan Hydrolithon
Green algae, contoh Halimeda & Udotea.
Moluska
Protozoa (Foraminifera)
dll

? APLIKASI & MANFAAT


TERUMBU

DALAM DUNIA INDUSTRI


BIOLOGI & LINGKUNGAN
PALEOEKOLOGI & PALEOGEOGRAFI
GEOWISATA

EKOLOGI REEFS
Coral reef dapat hidup pada :
Air laut yang jernih,yang masih terjangkau oleh
sinar matahari, sehingga banyak O2.
Pada kedalamn tidak lebih dari 50 m.
Tumbuh subur pada kedalaman paling dalam 530m.
Di daerah tropis dan sedikit subtropis, pada
antara 28 (30) LU dan 28 (30) LS.
Dengan suhu antara 18 - 22.

TIPE & BENTUK REEFS


Ada dua kategori Reef sekarang, yaitu :

Shelf Reef
Oceanic Reef

Shelf Reef :
Shelf adalah paparan pantai laut dangkal yang miring
perlahan lahan.
Tumbuh dekat terhadap daratan continental, dimana lautnya
:
sebagian besar pada laut dangkal
Dasarnya miring secara gradual sampai kedalaman 200
m.
Shelf di daerah tropis merupakan tempat baik untuk
tumbuhnya coral reefs.
Reef tumbuh ke atas dari sea bed menuju kepermukaan air,
sampai mencapai permukaan air.
Bila sea level naik, maka reef akan mengikutinya.
Jika sea level turun, maka reef akan berhenti tumbuh,
bahkan mati dan seperti terangkat kepermukaan.

Oceanic Reef,
Yaitu reef yang tumbuh disekitar pulau
pulau oceanic, yang merupakan gunung
gunung yang muncul dari abyssal plain, di
luar continental shelf.
Contoh : Pulau Tohiti & Pulau Raratonga.

MACAM MACAM REEF BERDASARKAN ATAS


, TEMPAT DAN CARA TERBENTUKNYA.

FRINGING REEFS
PLATFORM ( PATCH ) REEFS
BANK REEFS
BARRIER REEFS
ATOLLS.

1. FRINGING REEFS

Tipe reefs yang paling banyak pada shelf reefs adalah


fringing reefs.
Fringing reefs dapat tumbuh disekitar oceanic Islands,
yang offshore slopenya tidak terlalu curam.
FRINGING REEF tumbuh dekat terhadap pantai yang
dangkal, mempunyai back reefs (reef flat) kearah sisi
daratan dan yang mungkin bisa muncul diatas
permukaan air membentuk reef crest. Kearah laut
membentuk fore reef yang biasanya terbagi menjadi
fore reef yang dangkal yang disebut reef rim atau reef
front dan fore reef yang dalam disebut reef slope.

2. PLATFORM (PATCH) REEFS.

Tumbuh pada dasar laut dari continental shelf yang tidak


rata dan ditempat tempat yang mencapai dekat
permukaan; dan pada bukit bukit (hillock) yang solid.
Dengan kata lain, bahwa dasar laut dari continental shelf
sering tidak rata dan ditempat tempat yang mencapai
dekat permukaan. Jika hillock (bukit bukit) yang
dibawah air ini cukup solid dan kemudian ada coral yang
tumbuh disitu karena lingkungannya cocok, maka akan
terbentuk platform reefs.
Puncak dari reef biasanya terexpose keatas permukaan
air sehingga dapat terjadi hancuran coral yang menjadi
pasir atau limestone bank. Pada umumnya pertumbuhan
coral yang paling subur adalah disekitar front reef dari
patch reefs dan pada reef slope bagian yang paling atas.

3. BANK REEFS
Bank reefs terjadi ditempat yang lebih dalam dari
hilloks untuk tempat terbentuknya platform (patch)
reefs.
Bagian paling atasnya tidak pernah terexpose dan
mungkin paling dalam 40 m. dibawah permukaan
air.
Pertumbuhan coral yang paling subur biasanya
pada puncak dari reef, dimana penetrasi sinarnya
paling besar.
Bank reefs dapat dibentuk baik di continental shelf
maupun di oceanic waters.

4. BARRIER REEFS

Tumbuh pada continental shelf luas dan kelerengannya sangat bervaiasi, tapi
pada beberapa tempat kelerengan dari dasarnya menjadi makin lebih curam
sebagaimana turunnya menuju dasar dari ocean basin (cekungan laut).

Ujung dari shelf adalah continental edge dan lerengan sebagai continental
slope. Barrier reefs mungkin tumbuh disepanjang continental edge, antara air
dari continental shelf dan open ocean ( laut terbuka ) ada juga barrier reefs
yang mungkin terbentuk dari fringing reefs yaitu sebagai akibat dari penurunan
tanah (land subsidence). Proses ini disebut juga sebagai proses terjadinya
Atoll.

Barrier reef terpisah dari mainland atau pulau oleh lagoon yang relatif dalam
dan lebar. Sisi yang kearah lagoon dan sisi yang kearah laut dari barrier reef
pada umumnya sangat berbeda beda baik dalam bentuknya, struktur
maupun komposisi, species speciesnya fore reef yang kearah lagoon
cenderung mempunyai permukaan yang irregular (tidak rata) dan dihuni oleh
koloni coral yang fragile. Fore reef yang kearah laut adalah lebih kuat dan
lebih regular (rata), dengan calcareous algae dan coral coral yang kokoh
tumbuh subur.

5. ATOLLS
Adalah reef yang berbentuk lingkaran yang kasar dan
mengelilingi lagoon. Puncaknya biasanya terexpose keatas
permukaan, sehingga terbentuklah pulau pulau kecil yang
terdiri dari akumulasi pasir koral dan fragmen fragmen
coral.
Atoll Atoll merupakan tipe yang ditemukan pada oceanic
water, yang muncul secara cepat dari ribuan meter.
Ukurannya bermacam macam yaitu dari kwajelein di
Pacific, dengan lagoon yang panjangnya 100 m dan
berkedalaman 55 m, sampai ASTOR di INDIAN OCEAN
yang hanya berdiameter 3 km dan kedalaman lagoonya 1m.
Kadang kadang atoll atoll kecil dapat tumbuh pada
continental shelf.

Substratum Reef
Formasi dari struktur dasar dimana reef ini tumbuh telah menjadi
subyek pembicaraan dari beberapa ahli.
Theory Darwin adalah satu satunya yang diterima dikalangan luas,
yaitu menyatakan bahwa dasar (base) dari reef reef sekarang ada
hubungannya dengan fringing reefs yang terbentuk disekitar pulau
pulau berjuta juta tahun yang lalu. Pulau pulau tersebut kemudian
secara gradual mengalami penurunan, sehingga menjadi di bawah
permukaan air dan merupakan gunung gunung di dalam air. Yang
dapat kontak dengan permukaan air adalah coral yang masih hidup,
karena coral coral ini selalu tumbuh ke atas untuk mengimbangi jika
tanahnya turun. Urut urutan kejadian tersebut digunakan sebagai
alasan evolusi yaitu bahwa barrier reef berasal dari fringing reef.
Theory Darwin telah diperkuat oleh beberapa instansi yang membuat
test borings. Sebagai contoh, di Enewetak Atoll di west Pacific,
dasarnya ditemukan pada kedalaman 1219 m, dan mempunyai
kesamaan dengan level dimana coral tumbuh 50 juta tahun yang lalu
(Kohn 1961).

Disamping teori Darwin ada pendapat


yang dikemukakan oleh Daly, yaitu bahwa
tanah sifatnya sudah stationary (Stationer)
pada tempatnya, ketika muka air naik,
yaitu pada es ages (periode es).
Perubahan muka air laut pada periode es,
sangat penting pengaruhnya terhadap
pertumbuhan reef saat ini.

MODERN

The present is the key to the past


ANCIEN