Anda di halaman 1dari 25

Issu Dan Kecendrungan Dalam Komunitas

Penyebaran Penyakit Menular, Narkoba,


Psikososial Keluarga ,
Pergaulan Bebas Dan Masalah Lingkungan.

By : Rahmad Gurusinga,S.Kep,Ns.,M.Kep

ISU DAN
KECENDERUNGAN DALAM
KOMUNITAS
Tren dalam keperawatan sebagai profesi meliputi
perkembangan aspek aspek dari keperawatan
yang mengkarakteristikkan keperawatan sebagai
profesi meliputi; pendidikan, teori, pelayanan,
otonomi dan kode etik.

Aktivitas dari organisasi keperawatan profesinal


menggambarkan tren dalam pendidikan dan praktek
keperawatan. Tren lain yang lagi dibicarakan adalah:

1.Pengaruh Politik Terhadap


Keperawatan Profesional
Keterlibatan perawat dalam politik terbatas,
walaupun secara individu ada beberapa nama seperti:
F.Nightingale, Lilian Wald,Margaret Sanger dan
Lavina Dock telah mempengaruhi dalam pembuatan
keputusan di berbagai bidang seperti; masalah
sanitasi, pemeliharaan kebutuhan nutrisi, masalah
keluarga berencana, perawat kurang dihargai sebagai
kelompok. (Hall- Long, 1995 ).

2.Pengaruh Perawat Dalam Peraturan


dan Praktik Keperawatan
peran perawat kesehatan masyarakat untuk masa
masa kini dan yang akan datang semakin penting
dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Perubahan perubahan pada masyarakat secara
keseluruhan dapat dilihat pada :
Pertambahan Penduduk
Transisi Penyakit
Perkembangan Industrialisasi Serta Perubahan
Kondisi Sosial
Meningkatnya Pengetahuan Masyarakat
Meningkatnya Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi
di Bidang Kedokteran dan Keperawatan

Pola Pelayanan Kesehatan


Problem Kurangnya Tenaga Medis Masyarakat
akan menjadi partner kerja dalam pelayanan
kesehatan masyarakat

Pencegahan Peyakit
Tingkatan pencegahan dari suatu
penyakit ada 3 macam:
1.Pencegahan Primer (Primary Prevention)
Pencegahan primer terdiri dari 2
kategori yaitu:
Peningkatan Kesehatan (Health Promotion)

Yang termasuk dalam upaya ini adalah :


Perbaikan status gizi masyarakat
Perbaikan kondisi rumah dan tempat rekreasi
Pendidikan kesehatan, termasuk pendidikan sanitasi
dan seks

- Pencegahan Spesifik (Spesific Protection)

Yang termasuk dalam upaya ini adalah :


Program Imunisasi
Pencegahan kecelakaan
Pengaturan makan atau diet dan olah raga
Penjernihan air minum
2.Pencegahan Sekunder (Secondary Prevention)
Tingkatan pencegahan ini dapat dilakukan pada fase
preklinik dan klinik. Yang termasuk dalam upaya ini
adalah :
Penemuan atau deteksi secara dini (Early Detection)

Penemuan penyakit kanker secara dini (insitu).


Penemuan kasus penyakit kencing manis (DM)
secara dini.

Pengobatan Penyakit Secara Dini


Agar penyakit tidak berkembang lebih lanjut
perlu dilakukan pengobatan secara dini atau
pengobatan penyakit selagi sebelum parah.
3.Pencegahan Tersier (Tertiary Prevention)

Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada


fase penyakit yang sudah lanjut atau fase
kecacatan.
Pencegahan ini terdiri dari :
Membatasi kecacatan (Disability Limitation)
Rehabilitasi (Rehabilitation)

Penyebaran Penyakit Menular


Penyebaran penyakit menular bergantung
pada keberhasilan interaksi antara agent
infeksius (perantara infeksius), host (tuan
rumah) dan lingkungan. Ketiga faktor
tersebut biasa dinamakan tri-tunggal atau
tiga serangkai epidemiologik. Perubahan
pada karakteristik ketiga faktor tersebut
akan berakibat pada transmisi penyakit
(Benenson,1990 dan Evans,1989).

Faktor Agent
Hal ini umumnya digunakan sebagai
landasan dalam membedakan
karakteristik agent yang dapat
dijelaskan sebagai berikut.
Infeksivitas (infectivity)
Patogenitas (pathogenecity)
Virulensi (virulence)
Toksisitas (toxicity)
Invasifitas (invasiveness)

Faktor Host
Host manusia atau hewan dapat dimasuki
agent infeksius. Karakteristik dari host
yang dapat mempengaruhi penyebaran
penyakit adalah host yang tersisten,
imunitas, kelompok kekebalan dan host
yang terinfeksi

Faktor Lingkungan
Lingkungan berhubungan dengan
keseluruhan eksternal host manusia yang
mencakup: fisik, biologis, sosial dan faktor
faktor kultur.

Model Penularan
Terdapat 4 jalan penularan yaitu:
Kontak langsung atau tidak langsung
Sarana umum
Penularan lewat udara
Penularan lewat vektor
Penularan penyakit seksual adalah melalui hubungan langsung
kontak seksual.

Keempat cara penularan penyakti infeksi


tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai
berikut;
#Melalui kontak jasmaniah (personal
contact)
- Kontak langsung (direct contact).
- Kontak tidak langsung.

#Melalui makanan dan minuman (foodborne


infection).
#Melalui serangga (arthropoda-borne
infection).
#Melalui udara (airborne infection).

-Melalui debu di udara yang mengandung

bibit penyakit seperti penularan penyakit


tuberkulosis.
-Melalui tetes ludah halus (droplet
infection).

Pengawasan Penyakit Menular di Indonesia


Penyakit yang termasuk dalam karantina adalah:
Pes (plaque)

Kolera
Demam kuning

Cacar (small pox)

Tifus bercak wabah- typus exanthematicus infectiosa (louse borne typhus)

Demam bolak balik (louse borne relapsing fever)


Untuk Indonesia termuat dalam UU No. 6 tahun 1962 tentang wabah yang meliputi:
Penyakit karantina
Penyakit menular yang ketentuannya dimasukkan dalam undang-undang
wabah, yang termasuk dalam penyakit tersebut adalah:
Tifus abdominalis
Paratifus A, B dan C
Disentri
Radang hati menular (hepatitis infeksiosa)
Parakolera eltor
Difteria
Kejang tengkuk (meningitis serebrospinalis epidemika)
Lumpuh

Penyakit menular lainnya, seperti influenza, pertusis, moebili dan tuberkulosis.

Masalah Kesehatan Lingkungan


Angka kesakitan yang disebabkan oelh buruknya kesehatan
lingkungan ini diperkirakan masih akan meningkat di masa
yang akan datang seiring dengan semakin banyaknya
kawasan kawasan kumuh, baik diperkotaan maupun di
daerah semi-urban.
Ruang Lingkup Kesehatan Komunitas
Menurut Haryoto K. (1985), lingkungan dapat diartikan
sebagai segala sesuatu yang ada disekitar manusia.
Secara lebih rinci, lingkungan di sekitar manusia dapat
dikategorikan:
Lingkungan fisik, meliputi tanah, air, dan udara serta
hasil interaksi diantara faktor faktor tersebut.
Lingkungan biologi, yang termasuk ke dalam lingkungan
ini adalah semua organisme hidup seperti binatang dan
tumbuhan-tumbuhan, serta mikroorganisme lainnya.
Lingkungan sosial, lingkungan sosial yang dimaksud adalah
semua interaksi antara manusia, yang meliputi faktor
budaya, ekonomi, dan psiko-sosial.

Perumahan

Faktor Lingkungan.

Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat.

Teknologi yang dimiliki masyarakat.

Kebijakan pemerintah.

Penyediaan Air Bersih

Pembuangan Kotoran Manusia

Penanggulangan Sampah
Sampah terdiri dari tiga jenis, yaitu sampah padat ,
sampah cair dan gas.

Penanganan Air Limbah


Secara garis besar, air limbah dapat dibagi menjadi:
Domestic wastes water (berasal dari rumah

tangga).
Industrial wastes water (berasal dari industri).

Municipal waste water (berasal dari kotapraja).

PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN


PERGAULAN BEBAS

Defenisi
Zat psikoaktif adalah obat atau zat kimia yang mengubah satu atau
beberapa dari : persepsi, kewaspadaan, kesadaran, cara fikir, penilaian,
pengambilan keputusan, wawasan, mood, atau perilaku. Zat yang banyak
disalahgunakan biasanya adalah alkohol, amfetamin, kafein, kanabis,
kokain, halusinogen, inhalan, nikotin, opioit, fensiklidin, barbiturat,
nonbarbiturat, sedatif-hipnotif, dan ansiolitik.
Etiologi
A. Pertimbangan umum.
Penyebab tepat dari penyalahgunaan zat masih belum jelas.
B. Teori genetika.
Terdapat bukti adanya keterlibatan komponen genetika pada penyalahgunaan
zat, tetapi hampir semua penelitian yang dilakukuan adalah tentang
penyalahgunaan alkohol.
C.Teori psikobiologik.
Penelitian menunjukkan bahwa zat adiktif dapat mengaktifkan
neurotransmitter dalam jalur reward mesolimbik dopaminergik didalam
otak.

TEORI PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Teori perkembangan (psikodinamik)
a. Individu mengalami kerusakan ego dan gangguan kesadaran
tentang, ketergantungan pada suatu zat dapat meningkatkan
harga diri dan memperbaiki kemampuan individu untuk
berinteraksi dengan orang lain.
b. Perasan bersalah dan malu dapat timbul akibat penggunaan
zat yang kontinu.
Teori keluarga
Mengimplikasikan sistem keluarga yang tidak berfungsi
Teori sosial budaya.
Berbagai
zat
digunakan
untuk
mengurangi
keputusasaan
yang dialami akibat kemiskinan dan
pengangguran.
Teori perilaku kognitif.
Penyalahgunaan zat merupakan respons yang dipelajari
terhadap stimulus yang menyebabkan stress.

TANDA - TANDA KEMUNGKINAN


PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DAN
ZAT ADIKTIF

a.Fisik
b.Emosi
c. Perilaku

Pengobatan NARKOBA :
1. Pengobatan adiksi ( detoks )
2. Pengobatan Infeksi
3. Rehabilitasi
4. Pelatihan Mandiri
Pencegahan NARKOBA :
1. Memperkuat keimanan
2. Memilih lingkungan pergaulan yang
sehat
3. Komunikasi yang baik
4. Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok

PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA


Secara umum, kelompok remaja yang paling banyak
mendapat dorongan seksual dari media, cenderung
melakukan seksual dari media, cenderung
melakukan seks pada usia 14 hingga 16 tahun 2,2
kali lebih tinggi dibanding remaja lain yang lebih
sedikit melihat eksploitasi seks dari media. Pada
saat yang sama, orang tua juga melakukan
kesalahan dengan tidak memberikan pendidikan
seks yang memadai dirumah dan membiarkan anakanak mereka mendapat pemahaman seks yang salah
dari media. Akhirnya jangan heran kalau persepsi
yang muncul tentang seks dikalangan remaja
adalah sebagai sesuatu yang menyenangkan dan
bebas dari resiko (kehamilan atau tertular
penyakit kelamin).

Tingginya Penderita HIV/AIDS akibat


pergaulan bebas
Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiancy Virus /
Accquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS),
khususnya pada kelompok umur remaja salah satu
penyebabnya akibat pergaulan bebas

Tawuran dan narkoba pada generasi muda


Perspektif gender adalah suatu hal usang yang selalu
menarik untuk dipelajari dan diperbaharui dalam perspektif
kekinian. Bicara soal anak, membesarkan anak, fenomena
tawuran dikalangan pelajar dan konsumsi narkoba yang
semakin menakutkan para orang tua dari perspektif ini. Inti
dari fenomena ini menggejala karena ketidakseimbangan
porsi pengasuhan anak antara figur bapak dan figur ibu.

Dampak Dari pergaulan Bebas


Resiko Aborsi
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang
memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan
keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi
juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap
keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal
dalam dunia psikologi sebagai Post- Abortion
Syndrome (Sindrom Pasca-Aborsi) atau PAS.

Penyalahgunaan obat
NARKOBA seperti yang telah dijelaskan diatas

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya


pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu;
Pertama, Faktor Agama dan iman.
Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman,
tetangga dan media.
Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu
yang berlebihan.
Keempat, Perubahan Zaman.

Gangguan Psikososial Keluarga


PERCERAIAN

Hal-hal yang biasa dirasakan oleh anak ketika orangtua bercerai adalah
Tidak aman ( insecurity )
Tidak diinginkan atau ditolak oleh orang tuanya yang pergi
Sedih dan kesepian
Marah
Kehilangan
Merasa bersalah, menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab orang tua
bercerai.

ekian Dan Terima Kas