Anda di halaman 1dari 25

RADIOGRAFI KELAINAN

PERIAPIKAL
Kelompok A4:
Eni Ilmiatin Husniah
(131610101010)
Tita Sistyaningrum (131610101011)
Dewi Muflikhah (131610101012)

Tujuan
Mengetahui gambaran radiografi pada
kelainan periapikal.

LESI PERIAPIKAL
PENGERTIAN
Lesi periapikal adalah suatu lesi yang
terdapat pada periapikal, seperti
periodontitis apikalis, granuloma,
abses periapikal, dan kista periapikal.

ETIOLOGI
1. Penyakit pulpa gigi -> menjalar sampai ke
jaringan
periapikal
->
iritasi
karena
mikroorganisme dan toksin organiknya -> di
teruskan ke jaringan periapikal melalui foramen
periapikal dan juga dapat masuk melalui
tubulus tubulus dentin yang terbuka -> Jika
pertahanan jaringan periodontal menurun,
maka akan terjadi inflamasi.
2. Trauma mekanik -> gigi mengalami fraktur ->
tidak dilakukan perawatan -> iritasi menyebar
ke arah periapikal -> lesi periapikal.

Kelainan penyakit yang terjadi pada


daerah periapikal gigi, antara lain:
1. Periodontitis apikalis
2. Granuloma periapikal
3. Abses periapikal
4. Kista periapikal

A. PERIODONTITIS
APIKALIS
Periodontitis
apikalis
merupakan
permulaan keadaan eksudatif jaringan
periapikal, dimana terjadi hiperemi
jarigan periapikal. Apabila keadaan
periodontitis ini di teruskan selama
pulpa mengalami kontaminasi atau
iritasi,maka akan di teruskan ke daerah
periapikal.
Gigi
tersebut
akan
bertambah
rusak
sampai
terjadi
keadaan yang begitu hebat yaitu abses
periapikal akut.

Periodontitis Apikalis Akut


Periodontitis apikalis akut adalah dampak dari
peradangan pulpa dan nekrosis tahap awal yang
terjadi pada ligamentum periodontal didaerah
apikal.
Gejala klinis dari periodontitis apikalis akut adalah
adanya rasa sakit yang terlokalisir, gigi sangat
peka bila disentuh dan gigi terasa lebih panjang
saat menggigit, nyeri saat diperkusi, dapat
ditemukan pembengkakan pada jaringan lunak
yang
mempunyai
kosistensi
lunak
dan
menggembung, jika terjadi pada gigi posterior
maka pasien tidak dapat membuka mulut
dengan lebar, jika gigi anterior atas yang terlibat
dapat terjadi pembengkakan pada wajah.

R. O. : Terjadi pelebaran ligamen periodontal


disertai oleh hilangnya lamina dura dan diikuti
oleh adanya gambaran radiolusen daerah
periapeks, dikarenakan terjadinya penebalan
ligamen
periodontal
yang
terlokalisasi.
Kemudian osteoklas menyebabkan timbulnya
resorpsi tulang lokal, sehingga lamina dura
semakin
menipis
dan
akhirnya
hilang.
Hilangnya lamina dura menyebabkan ligamen
periodontal apikal melebar dan terjadi resorpsi
tulang alveolar apikal.

periodontitis apikalis akut :


hilangnya lamina dura dan

Periodontitis Apikalis Kronis


Peridontitis apikalis kronis adalah sebuah proses
inflamasi yang berjalan lama dan lesi berkembang
dan membesar tanpa ada tanda dan gejala
subyektif. Periodontitis apikalis kronis biasanya
diawali dengan periodontitis apikalis akut.
Gejala klinisnya yaitu jarang ditemukannya rasa
sakit dan bila terjadi rasa sakit akan terasa
tumpul, berdenyut, dan menyebar. Kadang terjadi
perembesan cairan bila terdapat sinus. Pada tes
vitalitas akan menunjukkan hasil yang negatif
karena pulpa telah mengalami nekrosis. Bila
dilakukan tes perkusi akan terasa nyeri tekan
yang ringan dan terdengar nada tumpul.

R. O. : Adanya perubahan gambaran dasar


radiolusen periapikal. Perubahan tersebut
diawali oleh adanya penebalan ligamen
periodontal dan resopsi lamina dura
kemudian terjadi destruksi tulang
periapikal. Gambaran radiolusen pada
bagian periapikal dapat membesar dan
berbatas jelas.

R.O periodontitis periapikal kronis :


Penebalan ligamen periodontal dan
resopsi lamina dura kemudian terjadi
destruksi tulang periapikal.

B. Granuloma Periapikal
Granuloma periapikal merupakan lesi
yang berbentuk bulat dengan
perkembangan yang lambat yang
berada dekat dengan apeks dari akar
gigi, biasanya merupakan komplikasi
dari pulpitis. Terdiri dari massa jaringan
inflamasi kronik yang berprolifersi
diantara kapsul fibrous yang merupakan
ekstensi dari ligamen periodontal.

ETIOLOGI :
Iritan pada pulpa yang berlanjut hingga ke jaringan
sekitar apeks maupun yang mengenai jaringan
periapikal, baik karena faktor mikroorganisme
maupun non - mikroorganisme.
Mikroorganisme :
Veillonella species (15%), Streptococcus milleri
(11%), Streptococcus sanguis (11%), Actinomyces
naeslundii (11%), Propionibacterium acnes (11%),
dan Bacteroides species (10%).
non mikroorganisme : root canal therapy, trauma
langsung, trauma oklusi, dan kelalaian prosedur
endodontik; dan bahan kimia seperti larutan
irigasi

R. O. : Tampak gambaran radiolusen


yang menempel pada apeks dari
akar
gigi.
Sebuah
gambaran
radiolusen berbentuk bulat dan
berbatas jelas dengan berbagai
ukuran yang dapat diamati dengan
hilangnya lamina dura, dengan atau
tanpa
keterlibatan
kondensasi
tulang.

granuloma periapikal : Radiolusen


berbatas jelas dan berbentuk
bulat pada apikal gigi.

C. Abses Periapikal
Abses periapikal merupakan abses yang di
mulai dari regio periapikal dari akar gigi dan
sebagai akibat dari pulpa non vital atau
pulpa yang mengalami degenerasi. Abses ini
merupakan keadaan yang berkepanjangan
dari reaksi peradangan dalam tingkat yang
lebih rendah dari jaringan connective
periapikal
terhadap
iritasi
pulpa.
Kerekteristik dari keadaan ini dapat di lihat
dari pembentukan pus yang aktif.

Gejala klinis abses periapikal yaitu gigi


terasa sakit, dan bila di gunakan untuk
mengunyah akan terasa nyeri. Jika abses
sudah parah maka akan terjadi
pembengkakan pada rahang.

R. O. : lamina dura terputus dan


daerah sekitar apikal gigi tampak
radiolusen berbatas diffuse. Daerah
radiolusen berbentuk oval yang
dikarenakan adanya perluasan pus
ke jaringan sekitarnya.

abses periapikal : Apikal gigi


tampak radiolusen berbentuk oval
dan berbatas diffuse.

D. Kista Periapikal
Kista adalah rongga patologis yang biasanya berdinding
jaringan ikat dan berisi cairan kental atau semiliquid,
dapat berada dalam jaringan lunak ataupun keras
seperti tulang. Rongga kista di dalam rongga mulut
selalu dibatasi epitel.
Kista periapikal adalah kista yang terbentuk pada ujung
apeks (akar) gigi yang jaringan pulpanya sudah
nonvital/mati. Kista ini merupakan lanjutan dari pulpitis
(peradangan pulpa). Dapat terjadi di ujung gigi
manapun, dan dapat terjadi pada semua umur.
Ukurannya berkisar antara 0.5-2 cm, tapi bisa juga
lebih. Bila kista mencapai ukuran diameter yang besar,
ia dapat menyebabkan wajah menjadi tidak simetri.

Gejala Klinis : tidak menimbulkan keluhan


atau rasa sakit, kecuali kista yang
terinfeksi.
R. O. : kista periapikal memperlihatkan
gambaran seperti dental granuloma yaitu
lesi radiolusen berbatas jelas di sekitar
apeks gigi yang bersangkutan. Kista
mempunyai batas jelas berupa garis
putih dan gambar radiolusennya terlihat
lebih
besar.
Hal
tersebut
yang
membedakan kista periapikal dengan
dental granuloma.

kista periapikal. Sisa akar gigi yang pada


ujungnya terdapat kista dengan radiolusen
berbatas jelas yang berupa garis putih. Garis
putih ini akibat jaringan tulang yang terdesak
oleh tekanan kista.

kista periapikal tampak lesi radiolusen


besar dengan garis putih radiopak
tebal yang dikarenakan adanya
tekanan kista yang mendesak tulang

TERIMA KASIH....