Anda di halaman 1dari 26

Penyakit Demensia pada

Lansia
Eveline Sora
102013025
Maria Agustina Dee
102013075
Gabriel Cahyani Harefa
102013165
Torry Tandi Wijaya
102013245
Shita Apilla Elya
102014083
Dewi Luckyta Mahenu
102014195

Skenario 13
Laki-laki 65 tahun dibawa berobat karen
a pikun yang makin parah sejak 6 bula
n yang lalu

Rumusan Masalah
Laki-laki 65 tahun mengeluh pikun yang
makin parah sejak 6 bulan lalu.

Hipotesis
Laki-laki tersebut menderita demensia.

Sasaran Pem belajaran


Untuk mengetahui dan memahami:
1. Gejala demensia
2. Diagnosis klinik demensia
3. Epidemiologi demensia
4. Macam-macam demensia

ANAMNES
IS
Nama : Bpk. A
Umur : 65 tahun
KU : pikun
KP : RPS : pikun makin parah
sejak 6 bulan lalu.

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan TTV pengukuran fungsi
tubuh paling dasar untuk mengetahui
tanda klinis, menegakkan diagnosis, dan
berfungsi untuk menentukan
perencanaan perawatan medis

Tekanan darah : 160/100 mmHg (hipertensi


grade II)
Denyut nadi
: 78 kali/menit (normal)
Frekuensi napas
: 18 kali/menit (normal)
Suhu tubuh : 36o C (normal)

Tes laboratorium tidak dilakukan pada semua kasus.


Pemeriksaan fungsi tiroid, kadar vit B12, darah lengkap,
eritrolit, direkomendasikan untuk diperiksa secara rutin.
Pemeriksaan penunjang yg direkomendasikan juga adalah MRI
kepala untuk mendukung diagnosis alzheimer terutama bila
ada atrofi hipokampus.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

DIFFERENT DIAGNOSIS
MCI (Mild Cognitive Impairment)

=> Fungsi kognitif dibawah normal tapi tidak cukup


untuk dikatakan demensia
Prevalensi MCI meningkat sesuai umur : 10% (70-79 th),
25% (80-89 th)
Faktor risiko yang dihubungkan dengan MCI: usia lanjut,

riwayat keluarga yang menderita demensia, merokok,


dan kondisi yang meningkatkan resiko penyakit
kardiovaskular.
Berdasarkan keterlibatan memori, dibagi 2 subtype:
amnestik MCI (jarang) & non-amnsestik MCI

WORKING DIAGNOSIS
DEMENSIA
ALZHEIMER

DEMENSIA MULTIINFARK

DEMENSI
A

DEMENSIA FRONTOTEMPORAL

DEMENSIA LEWY
BODY
9

DEMENSIA ALZHEIMER
Penyakit demensia terbanyak (50-80%)
Ditegakkan dengan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan the

mini-mental test.
Usia : > 65 th
Diagnosisnya didukung oleh penurunan progresif fungsi
kognitif, gangguan aktivitas sehari-hari, perubahan pola
perilaku, riwayat keluarga dg gangguan yng sama, dsb.

DEMENSIA MULTI-INFARK
Merupakan PMO kronis di mana ada indikasi deteriorasi

intermiten.
Fungsi kognitif tertentu dapat dipengaruhi secara dini, tapi
bagian lain relatif tetap tidak rusak
Ganggun memori, pikiran abstrak, ggn kepribadian.
Riwayat adanya stroke progresif bertahap dan tidak teratur
mengarah pada demensia multi-infark
Umunya terjadi pada pasien dengan resiko hipertensi, fibrilasi
atrium, penyakit vaskular perifer, diabetes.

DEMENSIA FRONTO-TEMPORA
L
Sekitar 25% disebabkan oleh atrofi otak.
Usia : 45-65 th.
Setengahnya diturunkan (dominal autosomal, kromosom 17,

lengan panjang).
Tanda: Perubahan kepribadian, peningkatan BB, obsesi pada
makanan.

DEMENSIA LEWY-BODY
Bentuk demensia dg karakteristik alzheimer dan penyakit

parkinson.
Mencapai 10-25% kasus demensia.
Kadang diawali dg gangguan gerakan (seperti parkinson),
kemudian timbul gejala demensia.
Terdapat gangguan memori (seperti alzheimer), halusinasi,
dan masalah perilaku lain.
Diagnosis: gejala awal berupa halusinasi visual,
parkinsonisme, delirium, gangguan tidur.

Penyebab demensia yang sering terjadi pada individu >65 th


adalah (1) demensia alzheimer, (2) demensia vaskular, atau (3)
campuran keduanya
Jenis dan penyebab demensia pada usia lanjut :
1. Keadaan yang secara potensial reversibel atau bisa
dihentikan
- infeksi susunan saraf pusat
- gangguan metabolik, nutrisi, vaskular (demensia multiinfark, dll)
- depresi
2. Penyakit degeneratif progresif
- tanpa gejala neurologik penting lain (spt penyakit
alzheimer)
- dengan gangguan neurologik lain yang prominen (penyakit
parkinson, penyakit huntington, penyakit degeneratif lain
yang jarang didapat)

ETIOLOGI

EPIDEMIOLOGI
Insiden demensia meningkat dengan bertambahnya umur
Penyebab tersering demensia di AS dan Eropa (demensia

Alzheimer) dan di Asia (demensia vaskular)


Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan alzheimer :
hipertensi, DM, dislipidemia, berbagai faktor timbulnya
aterosklerosis dan gangguan sirkulasi pembuluh darah otak
Penderita demensia vaskular : lebih banyak laki-laki
(terutama hipertensi atau faktor risiko kardiovaskular lain)

Secara ringkas, proses demensia adalah terjadinya perubahan


neurokimia seperti:
1. Pengurangan neurotransmiter klasik (Ach, noradrenalin,
dopamin)
2. Pengurangan amino acid neurotransmiter (glu, gly, GABA)
3. Peningkatan enzim (AchE, GAD, katalase)
4. Pengurangan neuropeptida (somatostatin)

PATOFISIOLOGI

Pada kasus alzheimer, penyebab lain : ada efek


genetik (serin protease inhibitor) yang
menyebabkan granulofacuolar degenerasi lebih
dini

GAMBARAN KLINIS
DEMENSIA ALZHEIMER,
dibagi menjadi 3 stadium

STADIUM I

STADIUM II

STADIUM III

DEMENSIA VASKULAR

Kriterianya mnecakup:
1. Gangguan Vaskular
(gangguan
peredaran darah
otak, stroke)
2. Kemunduran kognitif
3. Faktor risiko
(diabetes,
hipertensi,
hiperkolesterolemi,
penyakit jantung,
obesitas, dan fisik
inaktif)

STADIUM 1
Berlangsung 2-4 th
Disebut stadium amnestik dengan gejala gangguan memori,
berhitung, & aktifitas spontan turun.
Fungsi memori yang terganggu: melupakan hal yang baru
dialami
Fungsi motorik, sensorik, koordinasi, dan keseimbangan
normal.

STADIUM 2
Berlangsung 2-10 th
Gejalanya:
- gangguan bicara (afasia)
- bingung, agresif, ingin berkelana
- tidak dapat melakukan kegiatan sampai selesai, tidak
mengenal anggota keluarga
- suka mengulangi kegiatan yang sama
- gangguan fungsi bahasa, gangguan vusiospasial (ex.
tersesat)
- sistem motorik dan sensorik masih baik

STADIUM 3
Berlangsung 6-12 th
Gejala klinis:
- penderita menjadi vegetatif (akinetik) & membisu
- daya intelektual buruk
- tidak dapat mengendalikan BAB & miksi
- memerlukan orang lain dalam melakukan kegiatan
sehari-hari
- Kematian terjadi akibat infeksi atau trauma/kecelakaan

DEMENSIA ALZHEIMER,
bergantung pada 3 faktor:
1. Derajat besarnya penyakit
2. Variabilitss gambaran
klinis
3. Perbedaan individual (usia,
keluarga demenssia, jenis
kelamin)

DEMENSIA VASKULAR
- Prognosisnya lebih
bervariasi
- Demensia dapat
memperpendek jangka
hidup sebanyak 50% pada
laki-laki

PROGNOSIS
Penyebab kematian :

Faktor pertama yang paling


mempengaruhi prognosis
penderita alzeimer
Biasanya meninggal dunia
akibat infeksi sekunder

komplikasi dari demensia,


penyakit kardiovaskular, dan
berbagai faktor lainnya
seperti keganasan.

Pada demensia dapat terjadi beberapa komplikasi:


- ingatan makin melemah
- perubahan personaliti
- gangguan percakapan, kemurungan, kebimbangan
- gangguan psikosis
- gangguan saraf, otot-otot keras dan tremor
- tidak dapat mengendalikan BAB & miksi
- peningkatan infeksi (ulkus dekubitus, ISK, pneumonia)
- malnutrisi dan dehidrasi
- kesulitan menggunakan peralatan
- kehilangan kemampuan berinteraksi
- harapan hidup berkurang

KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN
Terapi suportif
Beri perawatan yang baik (nutrisi, kacamata, alat bantu dengar, alat

proteksi)
Usahakan agar pasien dikelilingi oleh teman-teman lamanya atau benda
yang biasa didekatnya
Tingkatkan daya pengertian dan partisipasi anggota keluarga
Pertahankan keterlibatan pasien melalui kontak personal
Aktivitas harian dibuat terstruktur dan terencana
Bantu mempertahankan rasa percaya diri pasien
Hindari kegelapan dan lingkungan yang terisolasi

PENATALAKSANAAN
Terapi simptomatik
ansietas akut, kegelisahan, agresi, agitasi : haloperindol
0,5 mg per oral 3x1 atau risperidon 1 mg per oral 1x1.
hentikan seletah 4-6 minggu
ansietas nonpsikotik, agitasi : diazepam 2 mg per oral
2x1. Hentikan setelah 4-6 minggu
agitasi kronik : SSRI (mis. fluoksetin 10-20 mg/hari) atau
buspiron 15 mg 2x1
depresi : pertimbangkan SSRI dan anti depresan dulu; dg
trisiklik mulai perlahan-lahan sampai ada efek, mis.
desipramin 75-150 mg per oral sehari.
Insomnia : jangka pendek, mis. Termazepam 15 mg per
oral sblm tidur.

KESIMPULAN
Pasien 65 tahun menderita demensia alzheimer, yang
dimana gejala-gejalanya seperti gangguan daya ingat
(mis. sering lupa kejadian yang baru terjadi), sulit fokus
(kesulitan melakukan pekerjaan harian), disorientasi
(lupa hari dan alamt rumah), perubahan kepribadian dan
perilaku