Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK A5

Disusun Oleh :
Afifannisa Dienda Rifani
131610101013
Farah Adibah
131610101014
Richa Arum Widya Sakti
131610101015

RADIOLOGI KELAINAN
PERIKORONAL DAN
KELAINAN PERIODONTAL

KELAINAN PERIKORONAL

PERIKORONITIS
Perikoronitis merupakan suatu keradangan pada jaringan lunak perikoronal
(operkulum) yang menutupi mahkota gigi di sekeliling gigi yang akan
erupsi, paling sering terjadi pada molar 3 bawah
ETIOLOGI :
Infeksi flora normal rongga mulut yang terdapat dalam siklus gingival
Trauma dari gigi antagonis

Tanda :
Gingiva kemerahan dan bengkak di region gigi yang impaksi
Rasa sakit pada waktu mengunyah makanan
Halitosis akibat adanya pus

Gambaran Klinis

Ket : Gambaran Radiografi dari Perikoronitis dengan


teknik oklusal (A) dan teknik panoramik (B)

Gambaran Radiografi : Radiolusen berbatas tidak


jelas di sekitar bagian distal mahkota gigi molar
ketiga yang impaksi.

KELAINAN JARINGAN
PERIODONTAL
A. PERIODONTITIS KRONIS

Periodontitis kronis berhubungan dengan akumulasi plak dan kalkulus


dan umumnya memiliki waktu lambat tetapi periode kehancuran lebih
cepat dapat diamati.
Tanda Klinis :
Umumnya terjadi pada usia dewasa.
Ditemukan plak supragingiva, subgingiva dan kalkulus.
Adanya tanda-tanda inflamasi gingiva, yaitu adanya bengkak dan
perubahan warna pada gingiva, hilangnya stippling gingiva,
perubahan topografi gingiva (margin gingiva tumpul dan bergulung).
Terbentuknya poket periodontal.
Terjadi hilangnya perlekatan periodontal.
Terjadi dekstruksi tulang alveolar.
Keluarnya darah saat dilakukan probing.
Adanya eksudat peradangan yaitu cairan sulkus dan nanah dari saku
periodontal.
Apabila sudah berlanjut, maka terjadi kegoyangan gigi.

Slight / Mild periodontitis kronis


Pada mild periodontitis absorpsi tulang alveolar tidak lebih dari 1
hingga 2 mm dari daerah cemento enamel junction.
Gejala
Gusi akan menjadi lebih lunak
Lebih mudah berdarah terutama saat
dilakukanprobing
Radiograf
Kehilangan perlekatan dengan kedalaman 1-2 mm
Terjadibonelosstipe horisontal.

Moderate periodontitiskronis
Destruksi periodontal umumnya dianggap sebagai
periodontitis yang sedang, ketika telah
terbentukpocketsedalam 3 hingga 4 mm.
Gejala
Jaringan gingiva menjadi lebih merah dan bengkak
Gingiva lebih mudah berdarah
Radiograf
Hilangnya attachment dengan kedalaman 3-4 mm
Terjadibone losstipe horisontal atau vertikal.

Severe periodontitiskronis
Destruksi periodontal umumya
dianggap sebagai periodontitis
yang berat / parah ketika telah
terbentukpocketsedalam 5 mm
ataulebih.
Gejala
Kehilangan jaringan berupa resesi
gusi dan disertai mobilitas gigi.
Rasio mahkota dan akar gigi adalah
2:1 atau lebih karena hilangnya
lebih dari 1/3 tulang alveolar.
Radiograf
Hilangnyaattachment yang dalam
yaitulebih dari 5mm
Terjadibone losstipe horisontal dan
vertikal

B. Periodontitis Agresif
Periodontitis agresif menyebabkan hilangnya tulang selama waktu
yang relative singkat. Keparahan lanjut periodontitis dapat
menyebabkan mobilitas gigi, nyeri sesekali dan ketidaknyamanan
(umumnya terkait dengan pembentukan abses), gangguan kemampuan
untuk mengunyah makanan, dan kehilangan gigi pada akhirnya.

Localized Agressive Periodontitis


Etiologi
Infeksi bakteri A.actinomycetemcomitans.
Gejala Klinis
Umumnya terjadi pada usia pubertas.
Terjadi periodontitis pada gigi molar pertama dan gigi insisiv.
Hilangnya perlekatan interproksimal setidaknya pada 2 gigi permanen, atau
lebih, dimana salah satunya adalah gigi molar pertama atau gigi insisiv.
Lokalisata periodontitis agressive terjadi pada gigi molar pertama dan gigi
insisive
Gambaran Radiografs
Awalnya, tulang keropos pada rahang atas dan gigi insisivus rahang bawah
dan/atau daerah molar pertama, biasanya bilateral, sehingga vertikal, pola
destrukti farclike.
Saat penyakit berlangsung, kehilangan tulang alveolar dapat menjadi umum
namun tetap kurang dalam daerah premolar.

Generalized Agressive Periodontitis


Etiologi
Infeksi bakteri P gingivalis, A a, T forsythia
Gejala Klinis
Umumnya terjadi pada usia 30 tahun kebawah, tapi bisa juga mengenai usia
diatas 30 tahun.
Adanya digeneralisasi interproksimal kehilangan perlekatan yang mempengaruhi
setidaknya tiga gigi permanen selain geraham pertama dan gigi seri.
Plak dan kalkulus hanya terdapat dalam jumlah kecil.
Adanya peradangan jaringan yang parah, sering berkembang biak, ulserasi.
Bisa terjadi perdarahan secara spontan atau tiba-tiba.
Terdapat nanah pada pocket periodontal.
Terjadinya destruktif tulang.
Terjadi perubahan warna pada gingiva dan hilangnya stippling gingiva.
Bisa berakibat pada turunnya berat badan, depresi mental dan malaise.
Gambaran Radiograf
Resorbsi tulang alveolar menyeluruh

C. Necrosis Jaringan Periodontal

Necrotaizing Ulcerative Gingivitis


Nekrosis ini memiliki etiologi dari bakteri. Selain itu juga ada faktor predisposisi seperti stress, rokok, dan
system imun yang menurun dan juga malnutrisi
Gejala Klinis
NUG terdiri dari daerah ulserasi dan nekrosis papilla interdental ditutupi oleh kuning keputihan lapisan
lunak , atau pseudomembran , dan dikelilingi oleh eritematosa.
Lesi NUG biasanya menyakitkan dan mudah berdarah , sering tanpaprovokasi .
Pasien merasakan malodor oral, local limfadenopati , demam dan malaise .
Secara mikroskopis , lesi NUG menunjukkan nekrosis nonspesifik peradangan yang menyajikan dengan
polimorfonuklear dominan leukosit ( PMN , neutrofil ) menyusup di ulserasi daerah dan kronis berlimpah
infiltrat limfosit dan plasma sel-sel di perifer dan lebih luas.
Spesies bakteri NUG umumnya adalah Prevotella intermedia, spesies Fusobacterium, Treponema dan
spesies Selenomonas.
Lesi NUG terbatas pada gingiva tanpa kehilangan perlekatan periodontal atau dukungan tulang alveolar.
Gambaran Radiografk
Perubahan gingival yang berhubungan dengan necrotizing ulcerative gingivitis (NUG) tidak
memperlihatkan tanda radiografik tetapi dengan inlammatori eksaserbasi yang dapat menyebabkan
kerusakan struktur tulang. Jika terjadi defomitis tulang akan memperlihatkan tanda radiografik yaitu
hilangnya lamina dura dan tulang alveolar.

Necrotaizing Ulcerative Periodontitis


Nekrosis Ulserativ Periodontitis atau NUP ini merupakan kelanjutan penyakit
dari Nekrosis Ulserativ Gingivitis (NUG).
Gambaran Klinis
Pada NUP nekrosis dan ulserasi bagian koronal dari papila interdental dan
margin gingiva.
Marginal gingiva berwarna merah dan bisaberdarah dengan mudah.
Terjadi kehilangan perlekatan dan dekstruksi tulang alveolar.
Kedalaman pocket periodontal tidak terlalu dalam.
Terjadi resesi gingiva.
Pada keadaan lanjut bisa menyebabkan tanggalnya gigi.
Biasanya pasien memiliki bau mulut, demam, malaise atau limfadenopati
Gambaran Radiografs
Gambaran radiolusen menunjukkan kehilangan perlekatan dan kehilangan
tulang.

C. Deformitas dan Kondisi


Deveopmental Dapatan

Kondisi cacat ataupun


perkembangan gigi yang tidak
sempurna dapat menyebabkan
penyakit periodontal, misalnya
dari anatomi gigi, malformasi gigi
ataupun lokasi gigi. Restorasi gigi
yang tidak baik dan trauma
oklusal juga dapat menyebabkan
penyakit jaringan periodontal.
Gambaran Radiografs
Trauma dari oklusi dapat
menghasilkan radiografi
terdeteksi perubahan dalam
ketebalan lamina dura, morfologi
alveolar crest , lebar ruang PDL ,
dan melingkupi kehilangan
kepadatantulang alveolar.